Tuesday, October 20, 2026

EPISODE 06/09 ~ 2025 HAMMOND ~ REMEMBER LOT'S WIFE ~ STEPHEN BOHR

 

2025 SERMONS AT HAMMOND SDA CHURCH

Stephen Bohr

06/09 REMEMBER LOT’S WIFE

https://www.youtube.com/watch?v=csKXm-3luAg&list=PL40LGOTJmxR_9VVnLrfW6C6M0_dcBQd74&index=6&t=2130s

 

 

Dibuka dengan doa.

 

 

You know, I've discovered that when you present a very direct message like the one that we just had, there are two different reactions, and I found this in my own spiritual experience. There are those who get furious at the messenger; in other words, they get mad with me. Fortunately, the law protects me from being killed, yet. But on the other hand, there are individuals who when they hear it, say, “Man, how could I ever allow myself to be deceived for so many years?” But I've also found that some of those who react by saying, “Oh, I hate that message and that messenger” as time goes by, it sinks in. You know, it's a shock at first, if somebody came for the first time and he was a Roman Catholic, man. I'd like to put myself in their shoes, you know. Wow. But in the course of time, God softens the heart. And I found people who have rejected the message, eventually they will embrace the message.

 

Kalian tahu, saya menemukan bahwa ketika kita menyampaikan suatu pekabaran yang sangat tegas seperti yang telah kita lakukan, ada dua jenis reaksi, dan saya mendapatkannya dari pengalaman rohani saya sendiri. Ada orang-orang yang marah pada yang menyampaikan pekabaran itu; dengan kata lain mereka marah pada saya. Untung, Hukum masih melindungi saya dari pembunuhan, sampai sekarang. Tetapi di pihak lain, ada orang-orang yang ketika mereka mendengarnya berkata, “Astaga, bagaimana saya bisa membiarkan diri saya tertipu selama bertahun-tahun?”  Tetapi saya juga pernah bertemu dengan mereka yang bereaksi dengan mengatakan, “Oh, aku benci pekabaran itu dan orang yang menyampaikannya” tetapi dengan berjalannya waktu kabar tersebut terserap. Pada awalnya itu membuat syok, jika ada orang datang untuk pertama kalinya dan dia seorang Roma Katolik, saya ingin berada di tempat mereka, kalian tahu. Wow! Tetapi dengan berjalannya waktu, Allah melembutkan hatinya. Dan saya bertemu dengan orang-orang yang telah menolak pekabaran itu, tapi pada akhirnya mereka menerima pekabaran tersebut.

 

 

Maybe I can just give you a story.

There is lady in the church, she's a member of our church now. She told me that I can mention her name. Her name is Christiany Sachs. And she and her husband came to a series of meetings, the Genesis series that I did. And they were excited. He by the way was an Adventist, a backsliden Adventist. His dad had been a pastor. They're from Syria. And he of course brought her. She was a Roman Catholic. She was brought up in a convent with nuns. So very, very Catholic. And they came to the series of meetings. Of course I didn't preach about the Papacy on the first several presentations. They were going real well until I got to the part where I talked about the Little Horn and the Beast. And she really got aggravated at me. And she didn't come anymore and he didn't come either for several sessions. And once in a while they would come on Sabbaths, because Sammy who was a physician, you know, he would come to church, he had been an Adventist; and she would come with him, but when she saw me coming, she would always find the best way to go in a different direction, and she would give me a real nasty look to put it mildly. I was public enemy number one. Her reaction was that, you know, she despised the messenger because it really hit a cord. It hurt, but God sometimes hurts to heal. And so in the course of time, she mellowed. She started coming to church again. And to make a long story short, one day she said, “Pastor Bohr, I want to be baptized.” And she had a totally different attitude. And she said, “And I want to apologize for all the dirty looks that I gave you. It's just that when you presented the message, it was so strong and so direct. And I'd been brought up in a convent. I was very Catholic and it hurt.” She knew that it was the truth, but she was like Saul of Tarsus. She's kicking against the pricks. And the interesting thing is, she sent me a card. I still have it in my file, where she apologized for all the dirty looks. And now she's a faithful member of the church. She and her daughters are in charge of the youth group of the church. They have a great group of young people, they’re as happy as can be.

 

Mungkin saya bisa berbagi sebuah kisah.

Ada seorang ibu di gereja, sekarang dia anggota jemaat gereja kami. Dia memberi saya izin untuk menyebut namanya. Namanya Christiany Sachs. Dia dan suaminya datang ke serangkaian pertemuan, ke serie Kejadian yang saya adakan. Dan mereka tertarik. Nah, si suami adalah seorang Advent, seorang Advent yang sudah mundur. Ayahnya adalah seorang pendeta. Mereka datang dari Syria. Dan tentu saja si suami mengajak istrinya. Istrinya adalah seorang Roma Katolik. Dia dibesarkan dalam biara bersama biarawati-biarawati. Jadi dia Katolik berat. Dan pasangan ini hadir dalam serie pertemuan-pertemuan itu. Sudah tentu saya tidak bicara tentang Kepausan di beberrapa presentasi awal. Mereka menikmatinya sampai saya tiba di bagian di mana saya bicara tentang Tanduk Kecil dan Binatang. Dan ibu itu benar-benar marah pada saya. Dan dia tidak datang lagi, dan suaminya juga tidak datang lagi selama beberapa sesi. Dan sekali waktu mereka datang pada hari Sabat karena Sammy suaminya yang adalah seorang dokter, dia datang ke gereja, dia pernah menjadi orang Advent; dan istrinya datang bersamanya tetapi setiap kali dia melihat saya, dia selalu mencari jalan terbaik untuk lewat arah yang berbeda, dan dia akan memberi saya tatapan yang tajam, katakanlah itu istilah halusnya. Saya adalah musuh besar nomor satunya. Reaksinya ialah, dia membenci orang yang menyampaikan pekabaran karena pekabaran itu benar-benar mengenai boroknya. Itu menyakitkan. Tetapi terkadang Allah menyakiti untuk menyembuhkan. Maka seiring berjalannya waktu, ibu itu luluh hatinya. Dia mulai datang ke gereja lain. Dan singkat cerita, suatu hari dia berkata, “Pastor Bohr, saya ingin dibaptis.” Dan sikapnya total berubah. Dan dia berkata, “Dan saya mau minta maaf untuk semua pelototan mata yang saya berikan Anda. Itu karena ketika Anda menyampaikan pekabaran itu, itu begitu keras dan tepat sasaran, dan saya dibesarkan dalam biara, saya sangat Katolik, dan itu menyakitkan.” Dia tahu bahwa itu benar. Tetapi dia seperti Saulus dari Tarsus. Dia sedang “menendang tongkat penghalau ternak” (Kisah 9:5). Dan hal yang menarik ialah, dia mengirimi saya sebuah kartu, masih saya simpan dalam arsip saya, di mana dia minta maaf untuk semua pelototan matanya. Dan sekarang dia adalah jemaat yang setia. Dia dan putri-putrinya yang bertanggungjawab atas kelompok orang muda di gereja. Mereka punya kelompok orang muda yang hebat, mereka sangat bahagia.

 

 

So just because people at first react by hmph!, you know, the Holy Spirit is working on them. Love them. Don't give them dirty looks back, because the Holy Spirit is working. Saul of Tarsus kicked, didn't he? Ellen White says that when Saul of Tarsus saw Steven being stoned and the peaceful look on the face of Steven that shone according to Acts chapter 6, his face looked like the face of an angel, Saul of Tarsus deep down said,  “He's right.” But do you know what he did to quiet his conscience? Immediately he went on an excursion to Damascus to arrest Christians. And as he was about to arrive ~ I've been to the place in Syria in 2001, I couldn't go these days because of the political situation, but I've been to the place where supposedly that happened on the outskirts of Damascus ~ And the Lord said, “Saul, you're Mine.”

And of course, he fell to the ground.

And so Jesus said, “Saul, Saul, why do you persecute Me?”

He says, “Who are you so I know who I'm persecuting?”

He said, “I'm Jesus of Nazareth whom you persecute.”

And his heart was softened and he became the great apostle Paul. Who knows how many millions of individuals have been saved through this instrument in the hands of God.

 

Jadi hanya karena orang pertama bereaksi dengan garang, kalian tahu, Roh Kudus sedang bekerja pada mereka. Kasihilah mereka. Jangan membalas memelototi mereka karena Roh Kudus sedang bekerja. Saulus dari Tarsus menendang melawan, bukan? Ellen White berkata bahwa ketika Saulus dari Tarsus melihat Stefanus dirajam dan wajah Stefanus yang tenang damai yang bersinar seperti wajah malaikat menurut Kisah pasal 6, Saulus dari Tarsus berkata dalam hati, “Dia benar.” Tetapi tahukah kalian apa yang diperbuatnya untuk membungkam hati nuraninya? Dia segera membuat perjalanan ke Damaskus untuk menangkapi orang-orang Kristen. Dan ketika dia hampir tiba ~ saya sudah pernah ke tempat itu di Syria tahun 2001, sekarang tidak bisa ke sana karena situasi politiknya, tetapi saya sudah pernah ke tempat di mana dikatakan peristiwa itu terjadi, di luar kota Damaskus ~ dan Tuhan berkata, “Saulus, engkau milikKu.”

Dan tentu saja, Saulus jatuh ke tanah.

Maka Yesus berkata, “Saulus, Saulus, mengapa engkau mempersekusi Aku?”

Saulus berkata, “Siapakah Engkau, supaya aku tahu siapa yang aku persekusi?”

Tuhan berkata, “Akulah Yesus dari Nazaret yang engkau persekusi.”

Dan hati Saulus dilembutkan, dan dia menjadi rasul besar Paulus. Siapa tahu berapa juta orang yang telah diselamatkan melalui alat yang dipakai Allah ini.

 

 

So just because people kick and scream when they hear this for the first time, don't give up on them. The Holy Spirit's working. Just like with Saul of Tarsus.  And if they're sincere, they will come out and they will join God's remnant church. Particularly when we get to the time when things are so bad and the Loud Cry is proclaimed to explain the reason why things are so bad. Then many people who heard the message, “Oh I remember in Hammond, I remember pastor Bohr preached this sermon” and the Holy Spirit is going to bring them back. He's going to bring back to their minds what they learned here. So, be comforted with that. If you have relatives and family that resist, keep on loving them. Don't lecture them. Don't beat them over the head. Just be nice and give a good example and the Lord will soften their hearts. Ultimately, it's not us who soften hearts. It's the Holy Spirit who softens the hearts.

 

Jadi hanya karena orang berontak, menendang dan berteriak ketika untuk pertama kalinya mereka mendengar pekabaran ini, jangan menyerah. Roh Kudus sedang bekerja. Sama seperti Saulus dari Tarsus. Dan jika mereka tulus, mereka akan keluar dan mereka akan bergabung dengan gereja umat Allah yang sisa. Khususnya ketika mereka tiba di masa ketika kondisi betul-betul buruk dan Seruan Nyaring digaungkan untuk menjelaskan alasan mengapa kondisi seburuk itu. Pada saat itu, banyak orang yang pernah mendengar pekabaran itu akan berkata, “Oh, aku ingat di Hammond, aku ingat pastor Bohr menyampaikan khotbah ini”, dan Roh Kudus akan membawa mereka kembali. Roh Kudus akan mengingatkan mereka apa yang telah mereka pelajari di sini. Jadi, terhiburlah dengan ini. Jika kita punya kerabat dan keluarga yang sekarang menolak, tetap kasihilah mereka. Jangan menguliahi mereka. Jangan menggebuki mereka. Bersikaplah baik saja dan berikan teladan yang baik, dan Tuhan akan melembutkan hati mereka. Pada akhirnya, bukan kita yang melembutkan hati, Roh Kuduslah yang melembutkan hati.

 

 

All right, let's go to Luke 17:28-30. Now the verses right before this, Jesus has said, "As it was in the days of Noah, so also will it be at the coming of the Son of Man." In other words, what happened in the days of Noah is an illustration of what's going to happen leading up to the Second Coming. This is what you call typology. Type-antitype, prophecy-fulfillment. And then Jesus after saying, "As it was in the days of Noah, so also will it be at the coming of the Son of Man" then Jesus says, "As it was in the days of Lot, so also will it be at the coming of the Son of Man." So what happened in Sodom is a small scale illustration of what's going to happen leading up to the Second Coming of Christ. Let's read those verses.

“28 Likewise…” He's just talked about Noah,  “…Likewise as it was also…” besides the flood,  “…also in the days of Lot: They ate, they drank, they bought, they sold, they planted, they built; 29 but on the day that Lot went out of Sodom it rained fire and brimstone…” by the way, those two things are mentioned in the message of the Third Angel,  “…it rained fire and brimstone from heaven and destroyed them all. 30 Even so will it be in the day when the Son of Man is revealed.” Is there going to be another fall of fire and brimstone? Yes. Not on Sodom and Gomorrah, but on the world. What happened back then on a limited scale is going to happen on a global scale at the end of time.

 

Baiklah, mari ke Lukas 17:28-30. Nah di ayat-ayat sebelumnya Yesus berkata, “Sebagaimana yang terjadi di hari-hari Nuh, demikianlah akan terjadi saat kedatangan Anak Manusia”. Dengan kata lain, apa yang terjadi di zaman Nuh adalah sebuah ilustrasi dari apa yang akan terjadi menjelang Kedatangan Kedua. Ini yang kita sebut tipologi. Tipe-antitipe, nubuatan-penggenapannya. Kemudian setelah Yesus berkata  “Sebagaimana yang terjadi di hari-hari Nuh, demikianlah akan terjadi saat kedatangan Anak Manusia”  lalu Yesus berkata,  “…Sebagaimana yang terjadi di hari-hari Lot, begitu juga akan terjadi saat kedatangan Anak Manusia.” Jadi apa yang terjadi di Sodom adalah sebuah ilustrasi skala kecil apa yang akan terjadi menjelang Kedatangan Kedua Kristus. Mari kita baca ayat-ayat tersebut.

“28 Demikian juga…”  Yesus baru saja bicara tentang Nuh,  “…28 Demikian juga, seperti yang terjadi…”  selain air bah,   “…juga  di zaman Lot: mereka makan, mereka  minum, mereka membeli, mereka menjual, mereka menanam, mereka  membangun.29 Tetapi pada hari Lot keluar dari Sodom, turunlah hujan api dan belerang…”  nah, kedua hal itu disebutkan di pekabaran Malaikat Ketiga,   “…turunlah hujan api dan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua. 30   Seperti demikianlah yang akan terjadi pada hari ketika Anak Manusia dinyatakan.” Apakah akan ada hujan api dan belerang lagi? Ya, tidak ke atas Sodom dan Gomora, tetapi ke atas dunia. Apa yang terjadi di masa lalu pada skala yang terbatas, akan terjadi kembali pada skala global di akhir zaman.

 

 

Now, let's talk about the cities of the plain, and we'll use Sodom throughout our talk. There were other cities as well. There was Gomorrah, and there were the other cities of the plain that suffered this, but we're going to deal specifically with Sodom. What did that place look like before the fire and brimstone consumed everything? Let's go to Genesis 13:10. It was the most beautiful place on planet earth before the destruction. It says there, this is when Abraham and Lot are in the mountains and they're looking down to the valley and Abraham says to Lot, “You choose whether you want to stay here or whether you want to settle in the valley.”   “ 10 And Lot lifted his eyes and saw all the plain of Jordan, that it was well watered everywhere (before the Lord destroyed Sodom and Gomorrah) like the garden of the Lord...” where is the garden of the Lord? Eden. It looked like the garden of Eden. It says, ”... like the garden of the Lord, like the land of Egypt as you go toward Zoar.” In other words, a very fertile green area. It looked like the Garden of Eden before the cities were destroyed. But the Bible tells us that the wickedness of the cities was great. Just like the wickedness of the world led to the flood, the wickedness of the cities is just as bad. They had committed the unpardonable sin, but God had a faithful remnant within. Go with me to Genesis 13:13. So we find the condition, the moral condition of the cities. It says in chapter 13:13, “ 13 But the men of Sodom were exceedingly wicked and sinful against the Lord.”

 

Nah, mari kita bahas tentang kota-kota di dataran rendah, dan kita akan memakai Sodom di seluruh pembahasan kita. Ada kota-kota yang lain, ada Gomora, dan ada kota-kota lain di dataran itu yang menderita ini, tetapi kita akan membahas Sodom secara spesifik. Bagaimana penampilan tempat tersebut sebelum api dan belerang menghanguskan semuanya? Mari ke Kejadian 13:10. Itu adalah tempat yang paling indah di planet bumi sebelum kehancurannya. Dikatakan, di sana, ini adalah ketika Abraham dan Lot berdiri di atas bukit dan mereka memandang ke lembah di bawah, dan Abraham berkata kepada Lot, “Pilihlah di mana engkau mau tinggal, di sini atau apakah engkau mau tinggal di lembah.” “10 Dan Lot melayangkan pandangannya dan melihat seluruh Lembah Yordan, bahwa itu banyak airnya di mana-mana (sebelum TUHAN memusnahkan Sodom dan Gomora), seperti taman TUHAN,…” di mana taman Tuhan? Eden. Tampaknya seperti taman Eden. Dikatakan, “…seperti taman TUHAN, seperti tanah Mesir, saat orang menuju ke Zoar…”  Dengan kata lain, suatu daerah kehijauan yang sangat subur. Tampaknya seperti taman Eden sebelum kota-kota itu dihancurkan. Tetapi Alkitab mengatakan kepada kita bahwa kejahatan kota-kota itu sangat parah. Sama seperti kejahatan dunia yang mengakibatkan air bah, kejahatan kota-kota itu sama parahnya. Mereka telah melakukan dosa yang tidak bisa diampuni, tetapi di dalamnya Allah punya umat yang setia yang tersisa. Marilah bersama saya ke Kejadian 13:13. Jadi kita temukan kondisinya, kondisi moral dari kota-kota itu, dikatakan di pasal 13:13,  “…13 Tetapi orang-orang laki-laki Sodom itu luar biasa jahatnya dan berdosa terhadap TUHAN.”

 

 

Now, there were three main sins of which Sodom was guilty. Those three sins are:

1.    sexual perversion.

You say, "How do we know that?" Well, do you remember that the angels who were in Lot's house (this is in Genesis 19:5)? The men of Sodom, both young and old, gathered around the house of Lot and wanted to have homosexual relationships with the angels. Not only that, but Lot's daughters who went out of Sodom with him, they then committed incest with their own father to have children. Where did they learn that? They learned that in Sodom. Sexual perversion was number one.

 

2.    Second, violence.

Do you remember when the men gathered around Lot's house? The Bible says that they wanted to do violence to Lot. They said, "Bring those two..." they thought they were men, “…Bring those two men out because we want to know them…” In other words, “…we want to know them sexually.” And because Lot told them, "Don't do this sin", they want to knock down the door and they wanted to do violence to Lot. So, in other words, violence, sexual perversion. Of course, we're not seeing those things in the world today.

 

3.    And the third was crass materialism.

They live for the here and now, to enrich themselves, and they didn't care for the poor. Notice what we find in Ezekiel 16:48 and 49 where this sin is described. Ezekiel 16:48-49. They were materialistic. They thought only about themselves, their own prosperity, their own getting ahead. It says in Ezekiel 16:48 and 49, God is comparing the condition of Israel to Sodom and Gomorrah at that particular period in history. 48 ‘As I live,’ says the Lord God, ‘neither your sister Sodom nor her daughters have done as you and your daughters have done...” In other words, your condition, Israel, is worse than Sodom. Verse 49,  “...49 Look, this was the iniquity of your sister Sodom: She and her daughter had pride, fullness of food, and abundance of idleness; neither did she strengthen the hand of the poor and needy.”

Materialism, living for the here and now, living to get ahead, and ignoring the needs of the poor.

So they reached a point of no return.

 

 

Nah, ada tiga dosa utama kesalahan Sodom. Ketiga dosa tersebut adalah:

1.    Penyimpangan seksual.

Kalian berkata, “Dari mana kita tahu?” Nah, ingatkah kalian malaikat-malaikat yang ada di dalam rumah Lot (ini di Kejadian 19:5)? Laki-laki Sodom, tua maupun muda, berkumpul mengepung  rumah Lot mau berhubungan homoseksual dengan malaikat-malaikat itu. Bukan hanya itu, tetapi putri-putri Lot yang keluar dari Sodom bersama Lot, mereka membuat hubungan incest dengan ayah mereka sendiri untuk mendapatkan anak. Dari mana mereka belajar itu? Mereka belajar di Sodom. Penyimpangan seksual adalah nomor satu.

 

2.    Kekerasan.

Ingatkan kalian ketika orang-orang berkumpul mengepung rumah Lot? Alkitab mengatakan bahwa mereka mau berbuat kasar kepada Lot. Mereka berkata, "Keluarkan kedua..." mereka sangka itu manusia, “…Keluarkan kedua orang laki-laki itu karena kami mau mengenal mereka…” dengan kata lain, “…kami mau mengenal mereka secara seksual.” Dan karena Lot mengatakan kepada mereka, "Jangan berbuat dosa ini", mereka mau mendobrak pintu dan mereka mau berbuat kasar kepada Lot. Jadi, dengan kata lain, kekerasan, penyimpangan seksual. Tentu saja kita tidak melihat hal-hal seperti itu di dunia sekarang ini.

 

3.    Dan yang ketiga ialah materialisme tanpa batas.

Mereka hidup hanya untuk saat sekarang, untuk memperkaya diri, mereka tidak perduli pada orang-orang miskin. Simak apa yang kita lihat di Yehezkiel 16:48-49 di mana dosa ini digambarkan. Yehezkiel 16:48-49. Mereka materialistis. Mereka hanya memikirkan diri sendiri, kemakmuran sendiri, kesuksesan diri sendiri. Dikatakan di Yehezkiel 16:48 and 49, Allah sedang memvbandingkan kondisi Israel dengan Sodom dan Gomora pada zamat tersebut. “48 ‘Demi Aku yang hidup,’ demikianlah firman Tuhan ALLAH, ‘baik saudara perempuanmu Sodom, maupun anak-anak perempuannya, tidak berbuat seperti apa yang engkau dan anak-anakmu perempuan telah lakukan…” dengan kata lain, kondisimu Israel, lebih parah daripada Sodom. Ayat 49, “…49 Lihat, inilah dosa saudara perempuanmu Sodom: dia dan anak-anak perempuannya congkak, punya makanan yang berlimpah, dan banyak waktu bermalas-malasan; tetapi ia tidak menolong orang-orang miskin dan berkekurangan…”  Materialisme, hidup hanya untuk hari ini, hidup untuk meraih kemajuan dan mengabaikan kebutuhan mereka yang miskin. 

Jadi mereka telah mencapai titik di mana mereka tidak bisa berbalik.

 

 

But now notice this. Before God destroys a nation, a city, a civilization or an individual, He always gives a powerful message of warning before destruction comes. And so God would not destroy the cities of the plain before giving them a powerful warning. And so go with me to Genesis 18:1-3. It says, “1 Then the Lord appeared to him...” that is to Abraham  “...by the terebinth trees of Mamre, as he was sitting in the tent door in the heat of the day...” Who appeared to Abraham? The Lord. That's what it says. The Lord appeared to Abraham. Verse 2,  “...2 So he lifted his eyes and looked, and behold,...” how many?  “...three men were standing by him; and when he saw them, he ran from the tent door to meet them, and bowed himself to the ground, 3 and said,...” now he's going to only address One. He's only going to speak to One of them, not to all of them, “...3 and said, ‘My Lord,...” not “my Lords”, there's three of them, but  “...‘My Lord,...” First of all, he bowed with his head to the ground  “....3 and said, ‘My Lord, if I have now found favor in Your sight,...” not of all three,  “...in Your sight, do not pass on by Your servant.’...” Abraham is speaking to One of them.

And you say, "Who was that?"

We just read that it said,  “1 Then the Lord appeared to him”.

 

Tetapi sekarang simak ini. Sebelum Allah menghancurkan suatu bangsa, suatu kota, suatu peradaban, atau seorang manusia, Dia selalu memberikan pesan peringatan yang keras sebelum kehancuran itu tiba. Maka Allah tidak akan menghancurkan kota-kota di dataran rendah itu sebelum memberi mereka peringatan yang keras. Maka marilah bersama saya ke Kejadian 18:1-3. Dikatakan, “1 Kemudian TUHAN menampakkan diri kepadanya…” yaitu kepada Abraham, “…dekat pohon tarbantin di Mamre, ketika ia sedang duduk di pintu kemahnya waktu hari panas terik…”  siapa yang menampakkan diri kepada Abraham? Tuhan. Itu yang dikatakan. Tuhan menampakkan diri kepada Abraham. Ayat 2,  “…2 Maka ia mengangkat matanya dan melihat,…” ada berapa?   “…tiga orang berdiri di depannya; dan ketika ia melihat mereka, ia berlari dari pintu kemahnya menyongsong 3 serta berkata…”  sekarang Abraham akan berbicara hanya kepada satu Pribadi. Dia akan berbicara hanya kepada Satu dari mereka, bukan kepada mereka semuanya, “…3 serta berkata,…” bukan “Tuan-tuanku” padahal mereka bertiga, melainkan “…‘Tuanku,…”  pertama-tama Abraham sujud dengan kepalanya sampai ke tanah, “…3 serta berkata, ‘Tuanku, jika sekarang aku telah mendapat perkenan di pemandangan Tuanku…” bukan dari mereka bertiga, “…di pemandangan Tuanku,  janganlah kiranya melewati hambaMu ini.’…”  Abraham bicara kepada Satu dari mereka.

Dan kalian berkata, “Siapa itu?”

Kita baru membacanya, dikatakan, “TUHAN menampakkan diri kepadanya”.

 

 

Now, we're going to unpack this. So, all three of them come to Abraham, and we find that all three began their journey towards Sodom, and Abraham went with them. Notice Genesis 18:16. “16 Then the men...” how many were there? Three,  “...rose from there and looked toward...”  where? So they're moving towards “...Sodom, and Abraham went with them to send them on the way....” So I want you to picture this. These three men, they're going to leave and Abraham goes with them a certain distance to bid them farewell. Are you catching the picture?

 

Sekarang kita akan mengupasnya. Jadi mereka bertiga datang kepada Abraham, dan kita melihat bahwa semua ketiganya memulai perjalanan mereka menuju Sodom, dan Abraham pergi bersama mereka. Simak Kejadian 18:16. “16 Lalu orang-orang itu…”  ada berapa orang? Tiga,  “…bangkit dari situ dan memandang ke arah…”  mana? Jadi mereka bergerak ke arah  “…Sodom; dan Abraham pergi bersama mereka untuk mengantarkan mereka…”  Nah, saya mau kalian membayangkan ini. Ketiga orang itu, mereka akan berangkat dan Abraham pergi bersama mereka sampai jarak tertentu, untuk berpisah dari mereka. Apakah kalian menangkap gambarnya?    

 

 

Now, we're going to find in a moment that only two of them arrived in Sodom. Interesting. Go with me to chapter 18:22. Abraham did not go all the way to Sodom with them. He went a certain distance and bid two of them farewell. Let's read chapter 18:22. “22 Then the men turned away from there and went toward Sodom, but Abraham still stood before the Lord.” Are you starting to catch a picture? Abraham stood before the Lord and the men go towards Sodom. But it's not all three. It's only two.

You say, "Really?"

 

Nah, sebentar lagi kita akan melihat bahwa hanya dua dari mereka yang tiba di Sodom. Menarik. Marilah bersama saya ke pasal 18:22. Abraham tidak berjalan bersama mereka sampai Sodom. Dia mengikuti hanya sampai jarak tertentu lalu berpisah dari mereka. Mari kita baca pasal 18:22, “22 Lalu orang-orang itu memutar arah dari situ dan berjalan ke Sodom, tetapi Abraham masih tetap berdiri di hadapan TUHAN.” Apakah kalian mulai menangkap gambarnya? Abraham berdiri di hadapan Tuhan sementara orang-orang itu pergi ke  Sodom. Tetapi bukan ketiga-tiganya, hanya dua dari mereka.

Kalian berkata, “Masa?”

 

 

Let's go to chapter 19:1. Now, we're going to discover that these were not men at all. They were angels. It says in chapter 19:1, “1Now the two angels came to Sodom in the evening...”  Excuse me, how many? Two. Where did the other One go? Ah, we'll come to that.  “...1Now the two angels came to Sodom in the evening and Lot was sitting in the gate of Sodom. When Lot saw them, he rose to meet them, and he bowed himself with his face toward the ground.”

 

Mari ke pasal 19:1. Sekarang kita akan melihat bahwa ketiga orang ini bukanlah manusia. Mereka malaikat-malaikat. Dikatakan di pasal 19:1, “1 Nah, kedua malaikat itu tiba di Sodom pada waktu petang…” ada berapa? Dua. Yang Satu ke mana? Ah, nanti kita ke sana. “…1 Nah, kedua malaikat itu tiba di Sodom pada waktu petang dan Lot sedang duduk di pintu gerbang Sodom. Ketika Lot melihat mereka, bangunlah ia menyongsong mereka, lalu sujud dengan mukanya sampai ke tanah.”

 

 

Now let's go back to chapter 18:22 to see what happened with the third Person, the most important of all. It says, “22 Then the men turned away from there and went toward Sodom...” how many men went towards Sodom? Two,  “...but Abraham still stood before the Lord....”  Who was the first One? The Lord. Jesus Christ, before His incarnation. Are you with me or not?

 

Nah, mari kembali ke pasal 18:22 untuk melihat apa yang terjadi pada Pribadi yang ketiga, yang paling penting dari semuanya. Dikatakan, “22 Lalu orang-orang itu memutar arah dari situ dan berjalan ke Sodom,…” berapa orang yang pergi ke arah Sodom? Dua, “…tetapi Abraham masih tetap berdiri di hadapan TUHAN…” Siapa Pribadi yang pertama? Tuhan. Yesus Kristus sebelum inkarnasiNya. Apakah kalian mengikuti saya atau tidak?

 

 

Now, this First Angel proclaimed the same message as the First Angel in Revelation chapter 14. Abraham is going to intercede before the Lord for the righteous in the city, so the righteous are not destroyed with the wicked. Abraham is going to be the intercessor before the Lord. Notice what we find in chapter 18:22 to 25. What does the First Angel of Revelation say? “Fear God and give glory to Him for the hour of His…” what? Oh, “…His judgment has come”. So, the First Angel proclaims the judgment. And who intercedes for God's people during the judgment? Jesus Christ, the High Priest, for His faithful followers.

 

Nah, Malaikat yang pertama ini menyampaikan pekabaran yang sama seperti Malaikat Pertama Wahyu pasal 14. Abraham akan menjadi perantara memohon di hadapan Tuhan bagi orang-orang benar di kota itu, supaya yang benar tidak dibinasakan bersama dengan yang jahat. Abraham akan menjadi perantara di hadapan Tuhan. Simak apa yang kita lihat di pasal 18:22-25. Apa kata Malaikat Pertama Wahyu 14? “7 ‘Takutlah akan Allah dan muliakanlah Dia, karena saat penghakiman-Nya telah tiba…” Jadi Malaikat Pertama mengumandangkan penghakiman. Dan siapa yang menjadi perantara bagi umat Allah selama masa penghakiman? Yesus Kristus, Sang Imam besar, bagi pengikut-pengikutNya yang setia. 

 

 

Notice chapter 18:22-25. “22 Then the men turned away from there and went toward Sodom, but Abraham still stood before the Lord. 23 And Abraham came near and said,...” he's the intercessor for the righteous, “...’Would You also destroy the righteous with the wicked?...” What is Abraham's concern? The righteous.  “...23 And Abraham came near and said, ’Would You also destroy the righteous with the wicked? 24 Suppose there were fifty...” what? “...righteous within the city; would You also destroy the place and not spare it for the fifty righteous that were in it? 25 Far be it from You to do such a thing as this, to slay the righteous with the wicked, so that the righteous should be as the wicked; far be it from You! Shall not the Judge of all the earth do right?” First Angel's Message. There needs to be a separation of the righteous from the wicked so that the righteous don't perish with the wicked.

What does Jesus do now in heaven during the investigative judgment? He is judging the cases of the righteous. He's going to seal them and set them aside so that when destruction comes at the Second Coming, the righteous will not perish with the wicked.

The First Angel's Message is in Genesis. Notice it says, “Shall not the Judge of all the earth do right?” And the judgment is separating the righteous from the wicked so that the righteous do not perish when destruction comes. Is that exactly what Revelation teaches?

 

Simak pasal 18:22, “22 Lalu orang-orang itu memutar arah dari situ dan berjalan ke Sodom, tetapi Abraham masih tetap berdiri di hadapan TUHAN. 23 Abraham datang mendekat dan berkata,…”  dialah perantara bagi orang-orang benar, “…‘Apakah Engkau juga akan membinasakan orang benar bersama-sama dengan orang fasik?…”  apa yang dikhawatirkan Abraham? Orang-orang benar “…23 Abraham datang mendekat dan berkata: ‘Apakah Engkau juga akan membinasakan orang benar bersama-sama dengan orang fasik? 24 Sekiranya ada lima puluh…”  apa?   “…orang benar dalam kota itu, apakah Engkau juga akan menghancurkan tempat itu dan tidak meloloskannya demi kelima puluh orang benar yang ada di dalamnya? 25 Jauhlah kiranya dari-Mu berbuat hal seperti ini, membunuh orang benar bersama-sama dengan orang fasik, sehingga orang benar itu seolah-olah sama dengan orang fasik! Jauhlah kiranya itu dari-Mu! Tidakkah Hakim segenap bumi akan berbuat yang benar?’…” Pekabaran Malaikat Pertama. Harus ada pemisahan orang-orang benar dari orang-orang jahat supaya yang benar tidak binasa bersama yang jahat.

Apa yang sekarang dilakukan Yesus di Surga selama penghakiman investigasi? Dia sedang menghakimi kasus-kasus orang-orang benar. Dia akan memeteraikan mereka, dan memisahkan mereka supaya ketika kehancuran datang saat Kedatangan Kedua, orang-orang benar tidak akan binasa bersama yang jahat.

Pekabaran Malaikat Pertama ada di kitab Kejadian. Simak dikatakan, “Tidakkah Hakim segenap bumi akan berbuat yang benar?” Dan penghakiman memisahkan orang benar dari yang jahat supaya yang benar tidak binasa ketika kehancuran tiba. Apakah persis demikian yang diajarkan kitab Wahyu?

 

 

By the way, the only cases that are examined in the investigative judgment in heaven are the cases of those who professed Jesus Christ. The wicked are not examined in the judgment in heaven now, they're examined during the Millennium and after the Millennium. There's no urgency to determine who isn't righteous, because the wicked are not going to go to heaven at the Second Coming. See, Jesus has to reveal who are His because when He comes, He's going to take them with Him. There's no urgency with the wicked because they're going to be dealt with later. So, the purpose of the investigative judgment is for God to separate the righteous from the wicked so that when destruction comes, the righteous will not perish with the wicked. Are you with me or not?

 

Nah, kasus-kasus yang sedang diperiksa di Surga di penghakiman investigasi hanyalah kasus-kasus mereka yang mengakui Yesus Kristus. Yang jahat tidak diperiksa di penghakiman di Surga sekarang, mereka akan diperiksa selama Millenium dan setelah Millenium. Tidak ada ketergesaan untuk menentukan yang tidak benar karena yang jahat tidak akan pergi ke Surga saat Kedatangan Kedua. Lihat, Yesus harus menyatakan siapa-siapa milikNya ketika Dia datang, Dia akan membawa mereka bersamaNya. Tidak ada ketergesaan untuk orang-orang jahat karena mereka akan ditangani nanti. Jadi tujuan dari penghakiman investigasi ialah agar Tuhan memisahkan yang benar dari yang jahat, sehingga ketika kehancuran datang, yang benar tidak akan binasa bersama yang jahat. Apakah kalian mengikuti saya atau tidak?  

 

 

And by the way, are there true and counterfeit followers of Christ? So why would Jesus perform a judgment of those who claim to be righteous? Because not everybody is righteous. Let me ask you, are there wheat and tares in the church? So is there a judgment where you have to separate at the end? Yes. Are there good and bad fish in the church? Yeah. The fishing expedition. They fish with the net, that's the preaching of the gospel. See, casting the net is preaching the gospel. It gathers fish and the fish are put in the boat. The boat represents the church. When you preach the gospel, the gospel gathers fish or people, and then the people are put in the boat, in the church. And then when the boat gets to the shore, you separate the good fish from the bad. So in the church, there's good and bad fish, and they have to be separated. Let me ask you, in the church, are there wise and foolish virgins? Yes. Do they all have lamps? Yes. Do they all claim to be waiting for the bridegroom? Yes. So, is it necessary to separate  the wise from the foolish, before destruction comes, before the door is closed? Absolutely.

 

Nah, apakah ada pengikut Kristus yang tulen dan yang palsu? Jadi mengapa Yesus harus melakukan suatu penghakiman dari mereka yang mengklaim sebagai orang-orang benar? Karena tidak setiap orang betul-betul benar. Coba saya tanya, apakah di dalam gereja ada gandum dan lalang? Jadi apakah ada penghakiman di mana mereka dipisahkan pada akhirnya? Ya. Apakah ada ikan yang baik dan ikan yang busuk di dalam gereja? Iya. Ekspedisi penangkapan ikan. Mereka menangkap ikan dengan jala, itu melambangkan injil yang dikhotbahkan. Lihat, melemparkan jala itu mengkhotbahkan injil. Itu mengumpulkan ikan, dan ikan dimasukkan ke dalam perahu. Perahu melambangkan gereja. Ketika injil dikhotbahkan, injil menjaring ikan atau manusia, lalu manusianya dimasukkan ke perahu, ke gereja. Kemudian ketika perahu itu mendarat, ikan yang baik dipisahkan dari yang busuk. Jadi di gereja, ada ikan baik dan ikan busuk, dan mereka harus dipisahkan. Coba saya tanya, di dalam gereja, apakah ada gadis yang bijaksana dan gadis yang bodoh? Ya. Apakah mereka semua punya lampu? Ya. Apakah mereka semua mengaku menunggu si pengantin laki-laki? Ya. Jadi apakah perlu memisahkan yang bijaksana dari yang bodoh sebelum penghancuran tiba, sebelum pintu kasihan ditutup? Tentu saja.

 

 

See, we've misunderstood these parables. We think that the closing of the door is the Second Coming of Christ. No, No, No, No. It's when the judgment is finished and Christ has separated those who are truly followers of Jesus from those who claim, but aren't. Let me ask you, in the church, are there those who have the form of godliness but not true godliness? The apostle Paul says Yes. Let me ask you, in the judgment, are there going to be there in the wedding chamber those who have the wedding garment and those who don't? You remember the story? I wasn't planning on dedicating a lot of time to this, but we need to understand this. What happens in the judgment before the Second Coming it's only separating the truly righteous from those who claim to be righteous but aren't in the church. It's a judgment of the church, of those, not only the Adventist church, all Christians who have ever claimed Jesus Christ. The wicked no, because the wicked aren't going to be taken to heaven. The urgency of doing this judgment before is because Jesus has to show the right that He has of taking the righteous to heaven. The judgment has to show that.

 

Lihat, kita sudah salah memahami perumpamaan-perumpamaan ini. Kita sangka bahwa menutupnya pintu itu Kedatangan Kedua Kristus. Tidak, tidak, tidak, tidak. Itu ketika penghakiman selesai dan Kristus telah memisahkan mereka yang benar-benar adalah pengikut-pengikutNya dari mereka yang mengaku sebagai pengikut namun bukan. Coba saya tanya, di dalam gereja, apakah ada mereka yang punya bentuk kesalehan tetapi bukan benar-benar saleh? Rasul Paulus mengatakan Ya. Coba saya tanya, di penghakiman apakah di ruang perkawinan ada mereka yang mengenakan pakaian untuk acara perkawinan dan mereka yang tidak? Kalian ingat ceritanya? Saya tidak merencanakan mendedikasikan banyak waktu untuk ini, tetapi kita harus memahami ini. Apa yang terjadi di penghakiman sebelum Kedatangan Kedua itu memisahkan di dalam gereja hanya yang sungguh-sungguh orang benar dari mereka yang mengklaim orang benar tetapi bukan. Itu adalah penghakiman atas gereja, bukan hanya gereja MAHK, tapi semua orang Kristen yang pernah mengakui Yesus Kristus. Orang-orang jahat, tidak, karena yang jahat tidak akan dibawa ke Surga. Mendesaknya melakukan penghakiman ini sebelumnya ialah karena Yesus harus membuktikan hakNya boleh membawa orang-orang benar ke Surga. Penghakiman itu harus membuktikan hal itu.

 

 

And so you have this man, you know, the wedding takes place and the king comes out to examine the guests because he had sent a special garment which gives you the right to be in there, and he sees this guy that sneaked in without a wedding garment. Is that saying that at the Second Coming  someone who isn't worthy goes to heaven and then when they're in heaven Jesus says, "How'd you get in here?" No. It's a separation that takes place before, separating those who have the garment from those who don't have the garment. Did the one who didn't have the garment, did he claim to have a right to be in there? Yes. But the judgment showed that he didn't have the right to be in there.

 

Jadi ada satu orang ini, nah perkawinan itu dihelat  dan rajanya keluar untuk memeriksa tamu-tamu karena dia telah mengirimkan pakaian yang istimewa yang memberi hak untuk berada di tempat itu, dan raja melihat orang ini yang masuk tanpa mengenakan pakaian untuk acara perkawinan itu. Apakah itu mengatakan bahwa saat Kedatangan Kedua ada orang yang tidak berhak masuk ke Surga kemudian ketika di Surga Yesus berkata, “Bagaimana kamu bisa masuk kemari?” Tidak. Itu adalah pemisahan yang terjadi sebelumnya, yang memisahkan mereka yang memiliki pakaian perkawinan dari mereka yang tidak memiliki pakaian tersebut. Apakah orang yang tidak punya pakaian itu, apakah dia mengklaim punya hak berada di sana? Ya. Tetapi penghakiman membuktikan bahwa dia tidak punya hak berada di sana.

 

 

Let me ask you, in the church, are there ravenous wolves? The apostle Paul says, Yes. Are there those who have left us but were not of us? Read 1 John. Yes. Let me ask you, did all of the servants that received talents, did they all claim to serve the master? But there was one who buried his talent. Are you with me? Time and again you have this idea of the investigative judgment which is being criticized within the Adventist church now. We have scholar after scholar in the church that has left the church because of this doctrine. Because they say, “God doesn't need a judgment. God doesn't need to separate the righteous from the unrighteous because God already knows who's righteous and who isn't.” But the judgment isn't for God. The judgment is to convince the universe that Jesus has the right to take this group who truly committed to Christ to heaven. If not, doubts will remain in the minds of the heavenly beings.

 

Coba saya tanya, di dalam gereja apakah ada serigala yang ganas? Rasul Paulus mengatakan Iya. Apakah ada mereka yang telah meninggalkan kita tetapi yang memang bukan berasal dari kita? Baca 1 Yohanes. Ya. Coba saya tanya, apakah semua hamba yang menerima talenta, apakah mereka semua mengklaim mengabdi kepada majikannya? Tetapi ada satu hamba yang mengubur talentanya. Apakah kalian mengikuti saya? Berulang-ulang ada konsep tentang penghakiman investigasi ini yang sekarang sedang dikritik di dalam gereja Advent sendiri. Pakar demi pakar di dalam gereja telah meninggalkan gereja karena doktrin ini, karena mereka mengatakan, “Allah tidak perlu penghakiman.  Allah tidak perlu memisahkan yang benar dari yang tidak benar karena Allah sudah tahu siapa yang benar dan siapa yang tidak.” Tetapi penghakiman itu bukan untuk Allah. Penghakiman itu untuk meyakinkan alam semesta bahwa Yesus punya hak membawa kelompok ini yang benar-benar komit kepada Kristus ke Surga. Jika tidak, keraguan akan tetap ada dalam pikiran para makhluk surgawi.

 

 

What would you think of a judge, when someone who's accused is brought before him, there's no jury, and the judge says, “Guilty! Electric chair!” What do you think those who are witnessing the judgment are going to say? “You didn't examine, you didn't show us that this person is guilty.” You know, our system of jurisprudence in the United States is a copy of God's system of jurisprudence. Our system of justice is a reflection of the system of justice that God has. First, you have an examination of the evidence, right? Someone is accused and you have the District Attorney and you have the Defense Attorney and they present all of the evidence. When the evidence has come out, everybody's been able to watch the deliberations, then either the judge or the jury says guilty or not guilty, sentence is given, and then after a while the execution of the sentence. That's the way God operates the investigation before all the universe, the heavenly universe. Then  based on that, God says, "This person was a genuine believer, when I return at the Second Coming, I'm taking him with Me…. This individual claimed to be a believer, but he was a hypocrite. Therefore, he's going to be left behind, and he will be evaluated with the wicked during the thousand years and after the thousand years.”

 

Bagaimana pendapat kalian tentang seorang hakim, yang ketika seorang tertuduh dibawa ke hadapannya, tidak ada juri, dan hakim ini berkata, “Bersalah! Kursi listrik!” Bagaimana pendapat kalian mereka yang sedang menyaksikan penghakiman itu akan berkata? “Anda tidak memeriksa, Anda tidak membuktikan kepada kami bahwa orang ini bersalah.” Tahukah kalian, sistem jurisprudensial kita di Amerika Serikat itu meniru sistem jurisprudensial Allah. Sistem pengadilan kita adalah pantulan dari sistem pengadilan Allah. Pertama, bukti-bukti diperiksa, benar? Jika ada orang yang dituduh, maka ada Jaksa Penuntut Umum dan ada Pembela, dan mereka mempersembahkan semua bukti. Ketika bukti-bukti sudah ditampilkan, semua orang sudah bisa mengikuti pembahasannya, maka hakim atau juri mengatakan bersalah atau tidak bersalah, vonis diberikan, dan setelah beberapa lamanya, vonis itu dieksekusi. Itulah cara Allah menjalankan investigasi di hadapan seluruh alam semesta surgawi. Lalu berdasarkan itu, Allah berkata, “Orang ini adalah orang percaya yang tulen, saat Aku kembali di Kedatangan Kedua, Aku akan membawa dia bersamaKu…. Orang yang ini mengklaim sebagai orang percaya, tapi dia seorang munafik. Karena itu dia akan ditinggalkan, dan dia akan dinilai bersama-sama orang-orang jahat selama masa seribu tahun dan setelahnya.”

 

 

So who is Abraham concerned about? He's not concerned about the wicked, he says, "Spare the righteous. Will not the Judge of the earth spare the righteous and separate them from the wicked?"  Are you following me?

 

Jadi Abraham mengkhawatirkan siapa? Dia tidak mengkhawatirkan orang-orang jahat, dia berkata, “Selamatkan yang benar. Tidakkah Hakim semesta alam akan menyelamatkan yang benar dan memisahkan mereka dari yang jahat?” Apakah kalian mengikuti saya?

 

 

Now let's talk about the Second Angel. The Second Angel is one that actually arrived in Sodom. What does the Second Angel in Revelation say? “Come out of her, My people, before destruction comes.” Right? Go with me to Genesis 19:12 and 13. You know, when three angels came to Abraham, that immediately should light a light bulb in our minds. Three angels. Da. Revelation 14. We have to be inquisitive when we study the Bible. We have to ask question. Why three angels? First one is judgment: separate the righteous from the wicked so that the righteous are not destroyed with the wicked. Where else do we find that in the Bible? Revelation 14. Three angels that fly in the midst of heaven.

 

Sekarang mari kita bicara tentang Malaikat Kedua. Malaikat Kedua adalah yang benar-benar tiba di Sodom. Apa kata Malaikat Kedua di Wahyu? “Keluarlah darinya, umatKu, sebelum kehancuran tiba.” Benar? Mari bersama saya ke Kejadian 19:12-13. Kalian tahu, ketika ada tiga malaikat datang ke Abraham itu seharusnya langsung menjadi alarm di ingatan kita. Tiga malaikat. Da!  Wahyu 14. Kita harus kritis dalam mempelajari Alkitab. Kita harus mengajukan pertanyaan. Mengapa tiga malaikat? Yang pertama tentang penghakiman: memisahkan orang benar dari orang jahat supaya yang benar tidak dibinasakan bersama yang jahat. Apa lagi yang kita temukan di Alkitab? Wahyu 14. Tiga malaikat yang terbang di tengah-tengah langit.

 

 

Genesis 19:12 and 13. “12 Then the men said to Lot, ‘Have you anyone else here? Son-in-law, your sons, your daughters, and whomever you have in the city—take them out of this place!...” are you catching the connection? Take them out! “...13 For we will destroy this place...” Must they be taken out before they're destroyed? Yes,  “...because the outcry against them has grown great before the face of the Lord, and the Lord has sent us to destroy it.’...”  And then notice verse 14. “...14 So Lot went out and spoke to his sons-in-law, who had married his daughters, and said, ‘Get up, get out of this place;…” Second Angel's Message says, "Get out of her, My people.”  “…get out of this place; for the Lord will destroy this city!’ But to his sons-in-law he seemed to be joking…” So there you have the Second Angel's Message: “Get out before destruction!” And then the door of probation closes for Sodom.

 

Kejadian 19:12-13, “12 Lalu kedua orang itu berkata kepada Lot, ‘Apakah ada yang lain lagi di sini? Menantu, anakmu laki-laki, anakmu perempuan, dan siapa saja yang ada di kota ini, bawalah mereka keluar dari tempat ini,…” apakah kalian menangkap hubungannya? Bawalah mereka keluar! “…13 sebab kami akan memusnahkan tempat ini…” haruskah mereka dibawa keluar sebelum mereka dibinasakan? Ya, “…karena keluhan terhadap mereka di hadapan TUHAN sudah menjadi hebat; dan TUHAN telah mengutus kami untuk memusnahkannya.’…” kemudian simak ayat 14, “…14 Maka keluarlah Lot, dan berbicara kepada menantu-menantunya yang telah kawin dengan kedua anak perempuannya, dan berkata, ‘Bangunlah, keluarlah dari tempat ini, …”  Pekabaran Malaikat Kedua berkata, “Keluarlah darinya, umatKu!”, “…keluarlah dari tempat ini sebab TUHAN akan memusnahkan kota ini.’ Tetapi oleh menantu-menantunya ia dianggap seperti sedang berolok-olok…”  Jadi ada Pekabaran Malaikat Kedua di sana: “Keluarlah sebelum penghancuran!” Lalu pintu kasihan menutup bagi Sodom.

 

 

Was there a closed door? Yes, there was a closed door. Did Lot go through a severe time of trouble after the door closed? The wicked men surrounded the city and they wanted to destroy him and his family. Is that going to happen after the door of probation closes that the wicked are going to want to destroy God's people? Who protected Lot? The angels. Who's going to protect God's people in the time of trouble? The angels. See, this is typology. What happened, will happen. But it happened in a city back then. It's going to happen in the world at the end of time. That's the principle.

 

Apakah ada pintu yang menutup? Ya, ada pintu yang menutup. Apakah Lot mengalami suatu masa kesukaran yang parah setelah pintu menutup? Orang-orang jahat mengelilingi kota dan mereka mau membinasakan Lot dan keluarganya. Apakah ini yang akan terjadi setelah pintu kasihan menutup, orang-orang jahat mau membinasakan umat Allah? Siapa yang melindungi Lot? Para malaikat. Siapa yang akan melindungi umat Allah di masa kesukaran besar? Para malaikat. Lihat, ini adalah tipologi. Apa yang sudah terjadi, akan terjadi. Tetapi di masa lampau itu, terjadinya pada satu kota. Di akhir masa itu akan terjadi pada seluruh dunia. Itulah prinsipnya.

 

 

So the last night, the wicked surrounded Lot's house and wanted to have homosexual relationships with the angels. When Lot rebuked them, they were filled with rage. Are the wicked going to be filled with rage when we proclaim the Sabbath more fully? Absolutely. And a time of trouble ensues for Lot and his family. The angels then shut the door. See, there's a closed door. When that door closed, did probation close for the cities? Yes. By the way, was there a closed door in the days of Noah? Yes. Were the lost, lost and the saved, saved when the door closed? Yes. Were the lost, lost and the saved, saved when the door of Lot's house closed? Yes. And is there a time of trouble after the door closes? Yes. This is typology. So the angels close the door and the wicked are outside and the righteous are inside.

 

Maka di malam yang terakhir, orang-orang jahat mengepung rumah Lot dan mau berhubungan seksual dengan para malaikat. Ketika Lot menegur mereka, mereka dipenuhi amarah. Apakah orang-orang jahat akan dipenuhi amarah ketika kita menyampaikan Sabat dengan lebih menyeluruh? Tentu saja. Maka bagi Lot dan keluarganya muncullah suatu masa kesukaran. Para malaikat kemudian menutup pintu. Lihat, ada pintu yang menutup. Ketika pintu itu menutup, apakah masa kemurahan berakhir bagi kota-kota itu? Ya. Nah, apakah di zaman Nuh ada pintu yang menutup? Ya. Apakah orang-orang yang tidak selamat, tidak diselamatkan; dan orang-orang yang selamat, diselamatkan ketika pintu rumah Lot ditutup? Ya. Dan apakah ada masa kesukaran setelah pintu menutup? Ya. Ini tipologi. Jadi para malaikat menutup pintu dan orang-orang jahat ada di luar sementara yang benar ada di dalam.

 

 

Let's read Genesis 19:9 and 10. This is the wicked who surround the city. “9 And they said, ‘Stand back!’ Then they said, ‘This one came in…” Lot came in  “…to stay here, and he keeps acting as a judge;…”  in other words, he's being judgmental. Is that what the world says today when you try to rebuke sin? “Don't be judgmental.” they say; that's what the wicked say. So they say,  “…‘This one came in to stay here, and he keeps acting as a judge; now we will deal worse with you than with them.’…” then with the angels.  “…So they pressed hard against the man Lot, and came near to break down the door.  10 But the men reached out their hands and pulled Lot into the house with them, and shut the door…” Probation closes. “… 11 And they struck the men who were at the doorway of the house with blindness, both small and great, so that they became weary trying to find the door….”

 

Mari kita baca Kejadian 19:9-10. Ini adalah orang-orang jahat yang mengepung kota itu. “9 Dan mereka berkata,  ‘Minggir!’ Lalu mereka berkata, ‘Orang ini datang…”  Lot datang “…untuk tinggal di sini, dan dia selalu berlagak seperti hakim…”  dengan kata lain dia bersikap menghakimi. Itukah yang dikatakan dunia sekarang ini bila kita mencoba menegur dosa? “Jangan menghakimi” kata mereka, itulah kata orang-orang jahat. Jadi mereka berkata, “…‘Orang ini datang untuk tinggal di sini, dan dia selalu berlagak seperti hakim; sekarang kami akan memperlakukan engkau lebih buruk daripada kedua orang itu!’…”  daripada dengan kedua malaikat itu. “…Maka mereka mendorong keras-keras Lot itu, dan mendekat untuk mendobrak pintu. 10 Tetapi kedua orang itu mengulurkan tangan mereka, dan menarik Lot masuk ke dalam rumah, lalu menutup pintu…” masa kemurahan Allah berakhir. “…11 Dan mereka membutakan mata orang-orang yang di depan pintu rumah itu, yang kecil maupun yang besar, sehingga orang-orang itu lelah mencari-cari pintu.”

 

 

And then you have the Third Angel's Message which speaks about fire and brimstone coming from heaven and the smoke ascending. Does that sound like the Third Angel's Message in Revelation 14? Absolutely. This is not coincidental. There's a pattern here. The Three Angels’ Messages are prefigured, illustrated by what happened back then.

 

Kemudian ada Pekabaran dari Malaikat Ketiga (yang datang ke Lot) yang bicara tentang api dan belerang turun dari langit dan asap yang membubung ke atas. Apakah itu terdengar seperti Pekabaran Malaikat Ketiga di Wahyu 14? Tentu saja. Ini bukan kebetulan. Ada polanya di sini. Pekabaran Malaikat Ketiga (Wahyu 14) itu dilambangkan sebelumnya, diilustrasikan oleh apa yang terjadi di masa lampau.

 

 

Go with me to Genesis 19:24. The angel saying, "If you don't get out, fire and brimstone will be your lot." It says in Genesis 19:24, “24 Then the Lord rained brimstone and fire on Sodom and Gomorrah, from the Lord out of the heavens.” Fire and brimstone that falls from heaven to consume the wicked.

 

Marilah bersama saya ke Kejadian 19:24. Malaikat itu berkata, “Jika kalian tidak keluar, api dan belerang akan menjadi bagian kalian.” Dikatakan di Kejadian 19:24, “24 Kemudian TUHAN menghujani atas Sodom dan atas Gomora, belerang dan api dari TUHAN, keluar dari langit.” Api dan belerang yang jatuh dari langit untuk menghanguskan orang-orang jahat.

 

 

And then Abraham is out in the mountains and he looks at the cities and he sees the smoke of  fire and brimstone ascending to heaven. That's exactly what the Third Angel's Message says. It says there in verse 28 of Genesis 19, “28 Then he…”  Abraham “…looked toward Sodom and Gomorrah, and toward all the land of the plain; and he saw, and behold, the smoke of the land which went up like the smoke of a furnace…”  Fire and brimstone descends, and the smoke ascends. It's exactly what the Third Angel's Message says.

 

Kemudian Abraham yang ada di atas bukit dan memandang ke kota-kota itu, dia melihat asap api dan belerang membubung ke langit. Itu persis apa yang dikatakan Pekabaran Malaikat Ketiga. Dikatakan di Kejadian 19:28, “28 lalu dia…” Abraham, “…memandang ke arah Sodom dan Gomora serta ke seluruh tanah lembah Yordan, maka dilihatnyalah asap dari bumi membubung ke atas seperti asap dari tungku peleburan…” api dan belerang turun, dan asap naik. Persis itulah yang dikatakan Pekabaran Malaikat Ketiga.

 

 

But was there a remnant that was spared? Those that had been separated in the judgment were spared. Notice Genesis 19:29. Why did God spare the righteous? Because Abraham had interceded for them. Not say I, the Bible says. Go with me to Genesis 19:29. “29 And it came to pass, when God destroyed the cities of the plain, that God remembered Abraham,…”  what had Abraham done? He had interceded. “Don't let the righteous die with the wicked.” It says,  “…God remembered Abraham, and sent Lot out of the midst of the overthrow, when He overthrew the cities in which Lot had dwelt.”

The intercession of Christ is going to save the righteous from destruction ~ Abraham is a type of Christ who interceds for the righteous so that they're not destroyed ~ when Jesus comes.

 

Tapi apakah  ada umat yang sisa yang diluputkan? Mereka yang telah dipisahkan dalam penghakiman, telah diluputkan. Simak Kejadian 19:29. Mengapa Allah meluputkan yang benar? Karena Abraham telah menjadi perantara memohon bagi mereka. Bukan kata saya, kata Alkitab. Marilah bersama saya ke Kejadian 19:29, “29 Demikianlah pada waktu Allah memusnahkan kota-kota di lembah Yordan, maka Allah ingat kepada Abraham…”  apa yang telah dilakukan Abraham? Dia telah menjadi perantara memohonkan keselamatan orang benar. ”Jangan biarkan yang benar mati bersama yang jahat.” Dikatakan, “…Allah ingat kepada Abraham, dan mengirim Lot keluar dari tengah penghancuran itu, ketika Dia menunggangbalikkan kota-kota di mana tadinya Lot tinggal…” 

Permohonan perantaraan Kristus akan menyelamatkan orang-orang benar dari kehancuran ketika Yesus datang ~ Abraham merupakan suatu tipe Kristus yang memohon bagi orang-orang benar, supaya mereka tidak dibinasakan.

 

 

By the way, Lot was righteous. Go with me to 2 Peter 2:7-8. You remember that Abraham said, "Are You going to let the righteous perish with the wicked?" Now, we're going to identify who the righteous one was, the faithful remnant. It says in 2 Peter 2:7 and 8, “7 and delivered righteous Lot,…” he's the one that Abraham was praying for,  “…7 and delivered righteous Lot, who was oppressed by the filthy conduct of the wicked…” was Lot bothered profoundly by the wickedness in the cities? It says,  “…righteous Lot, who was oppressed by the filthy conduct of the wicked 8 for that…” here's again  “…8 for that righteous man, dwelling among them, tormented his…” what? “…his righteous soul from day to day by seeing and hearing their lawless deeds. 9 Then the Lord knows how to deliver the godly out of temptations and to reserve the unjust under punishment for the day of judgment, 10 and especially those who walk according to the flesh in the lust of uncleanness and despise authority…”

Do you see the parallels? What happened once will happen again.

 

Nah, Lot adalah orang benar. Mari bersama saya ke 2 Petrus 2:7-8. Kalian ingat bahwa Abraham berkata, “Apakah Engkau akan membiarkan yang benar binasa bersama yang jahat?” Sekarang kita akan mengidentifikasi siapa orang-orang benar itu, umat sisa yang setia. Dikatakan di 2 Petrus 2:7-8, “7 Dan menyelamatkan Lot orang benar…”  dialah yang didoakan Abraham,   “…7 Dan menyelamatkan Lot orang benar, yang kesal dengan cara hidup orang-orang jahat,…” apakah Lot sangat terganggu dengan kejahatan yang ada di kota-kota? Dikatakan, “…Lot orang benar, yang kesal dengan cara hidup orang-orang jahat, 8 sebab…” ini lagi, “…8 sebab orang benar ini yang hidup di tengah-tengah mereka, tersiksa…”  apanya? “…hatinya yang benar dari hari ke hari dengan  melihat dan mendengar perbuatan-perbuatan mereka yang melanggar Hukum. 9 Maka Tuhan tahu bagaimana menyelamatkan orang-orang saleh dari pencobaan dan menyimpan orang-orang jahat untuk dihukum hingga hari penghakiman.10 dan terutama mereka yang hidup menuruti hawa nafsu dagingnya dalam kecemaran dan tidak menghormati autoritas Allah…”

Apakah kalian melihat paralelnya? Apa yang pernah terjadi, akan terjadi lagi.

 

 

You know, the Bible gave us these stories about things that happened because He not only wants to say to us, you know, “In the future, I'm going to save the righteous.” He gives us these stories because He wants to say, “What happened once, you can be sure it's going to happen again because it happened once before.” Why does He give us a story of the flood? Because as it was in the days of Noah, so will it be in the future. You know, Jesus delivered the three young men from the fiery furnace. Why does He include that story? Because it's a symbol of what's going to happen in the future. God's people are going to go through the fiery furnace of the time of trouble and they're going to be delivered from the time of trouble. So why does God give us a story? He says, "Listen, if I delivered Shadrach, Meshach, and Abednego from the fire, what makes you think that I can't do it again?" God could have said, "Don't worry, I'll deliver you." But He says, "I did it. Therefore, you can be sure I'm going to do it again." That's why He gives us the stories.

 

Kalian tahu Alkitab memberi kita kisah-kisah ini tentang apa yang telah terjadi karena Allah bukan hanya mau mengatakan kepada kita, “Di masa depan Aku akan menyelamatkan oranng-orang benar.” Dia memberi kita kisah-kisah ini karena Dia mau mengatakan, “Apa yang sudah pernah terjadi, kalian bisa memastikan itu akan terjadi lagi, karena itu sudah pernah terjadi.” Mengapa Dia memberi kita kisah tentang air bah? Karena sebagaimana di zaman Nuh, begitu juga nantinya di masa depan. Kalian tahu, Yesus menyelamatkan ketiga orang muda dari tungku api. Mengapa Dia memasukkan kisah ini? Karena itu merupakan simbol dari apa yang akan terjadi di masa depan. Umat Allah akan menjalani pengalaman tungku api di masa kesukaran besar dan mereka akan diselamatkan dari masa kesukaran besar itu. Jadi untuk apa Allah memberi kita ceritanya? Dia mengatakan, “Dengar, jika Aku telah menyelamatkan Shadrakh, Mesakh, Abednego dari api tungku, mengapa kalian berpikir Aku tidak bisa melakukannya lagi?” Allah bisa saja berkata, “Jangan khawatir, Aku akan menyelamatkan kamu.” Tetapi Dia berkata, “Aku sudah pernah melakukannya. Maka kalian boleh yakin Aku akan melakukannya lagi.” Itulah mengapa Dia memberi kita kisah-kisahnya.

 

 

Now, let's move on and discover what kind of fire destroyed the cities. It says, "Fire came from heaven." Go with me to Jude verse 7. And it's Jude 1:7. There's only one chapter. Jude 7. Let's see what kind of fire destroyed Sodom and Gomorrah and the surrounding cities. It says, “7as Sodom and Gomorrah, and the cities around them in a similar manner to these, having given themselves over to sexual immorality and gone after strange flesh, are set forth as an example…” Sodom and Gomorrah are set forth as an example  “…suffering the vengeance of…” what?  “…of eternal fire.”

What kind of fire destroyed Sodom and Gomorrah? Eternal fire. Are they still burning? Are the cities still burning? But it says “eternal fire”.

 

Sekarang mari lanjut dan menemukan api macam apa yang menghancurkan kota-kota itu. Dikatakan, “api… keluar dari langit”. Mari bersama saya ke Yudas ayat 7, Yudas 1:7, hanya ada satu pasal. Yudas 7, mari kita lihat api macam apa yang menghancurkan Sodom dan Gomora dan kota-kota di sekelilingnya. Dikatakan, “7 Sebagaimana Sodom dan Gomora dan semua kota di sekeliling mereka ~ dengan cara yang sama, yang telah melibatkan diri mereka dalam perbuatan seksual yang tak bermoral dan mengejar daging yang tak wajar ~ telah dijadikan contoh…” Sodom dan Gomora telah dijadikan contoh  “…menanggung pembalasan dari api kekal…”

Api macam apa yang menghancurkan Sodom dan Gomora? Api kekal. Apakah mereka masih terbakar sekarang? Apakah kota-kota itu masih terbakar? Tetapi dikatakan   “api kekal”.

 

 

It becomes even more complicated when we read 2 Peter 2:6 where it says to us, “6 and turning the cities of Sodom and Gomorrah into ashes…”

What did the eternal fire do with the cities? They turned them to what? To ashes. How many of you have ever tried to light a fire by putting ashes in your fireplace? You can't burn ashes because everything there is to burn has been burnt. So how do we reconcile that the cities were destroyed with eternal fire but they were reduced to ashes? It's very simple. The fire is eternal but not what the fire consumes.

You say, “But the cities aren't still burning. So, how can you say that the fire is everlasting or eternal?”

Well, we need to allow the Bible to explain itself. What was that fire that destroyed Sodom and Gomorrah and the surrounding cities? It fell from heaven. So, it was God's fire.

 

Menjadi lebih rumit lagi ketika kita membaca 2 Petrus 2:6 di mana dikatakan, “6 dan membuat kota Sodom dan Gomora menjadi abu…” 

Apa yang dilakukan api kekal kepada kota-kota itu? Menjadikan mereka apa? Menjadi abu. Berapa banyak dari kalian yang pernah mencoba menyalakan api dengan meletakkan abu di tempat perapian kalian? Kita tidak bisa membakar abu karena apa yang bisa dibakar sudah terbakar habis. Jadi bagaimana kita menyerasikan bahwa kota-kota itu telah dihancurkan oleh api kekal, tetapi mereka telah habis menjadi abu? Sangat mudah. Apinya yang kekal, bukan apa yang dilahap api itu.  

Kalian berkata, “Tapi kota-kota itu sudah tidak terbakar sekarang. Jadi mana bisa mengatakan bahwa apinya kekal atau abadi?”

Nah, kita perlu mengizinkan Alkitab menjelaskan dirinya sendiri. Apa api yang telah menghancurkan Sodom dan Gomora dan kota-kota di sekitarnya? Api itu turun dari langit, berarti itu api Allah.

 

 

What is the fire? Go with me to Deuteronomy 4:23 and 24. Here it says God is speaking to Israel, “23 Take heed to yourselves, lest you forget the covenant of the Lord your God which He made with you, and make for yourselves a carved image in the form of anything which the Lord your God has forbidden you….” Now listen, here's the key. “…24 For the Lord your God is a consuming fire, a jealous God.”

Who is the fire? God is the fire. How long has God been fire? Forever. The fire is eternal. God is the fire and therefore the fire never goes out.

Now you're saying, “So God is flames of fire.”

No. No. That's a figurative expression which we'll come to in a moment.

By the way, the New Testament repeats this idea that the fire is God. Notice Hebrews 12:28-29. It says, “28 Therefore, since we are receiving a kingdom which cannot be shaken, let us have grace, by which we may serve God acceptably with reverence and godly fear. 29 For our God is a consuming fire.” So, who is the consuming fire? God is the consuming fire.

 

Apinya itu apa? Mari bersama saya ke Ulangan 4:23-24. Di sini Allah sedang berbicara kepada Israel, dikatakan, “23 Perhatikan baik-baik, supaya jangan kamu melupakan perjanjian TUHAN Allahmu, yang telah dibuatNya dengan kamu, dan membuat bagi dirimu patung pahatan dalam bentuk apa pun, yang telah dilarang oleh TUHAN Allahmu…”  sekarang dengarkan, ini kuncinya, “…24 Sebab TUHAN Allahmu, adalah api yang menghanguskan, Allah yang cemburu.’ …” 

Apinya itu apa? Allah itulah apinya. Berapa lama Allah sudah menjadi api? Selamanya. Apinya kekal. Allah itu apinya, dan oleh karena itu, api itu tidak akan pernah padam.

Sekarang kalian berkata, “Jadi Allah adalah nyala api?”

Tidak, tidak. Ini adalah bentuk ungkapan kiasan, yang sebentar akan kita ulas.

Nah, Kitab Perjanjian Baru mengulangi konsep ini bahwa Allah itu apinya. Simak Ibrani 12:28-29. Dikatakan, “28 Jadi, karena kita akan menerima kerajaan yang tidak bisa digoncang, marilah kita mengucap syukur dengan mana kita boleh beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut akan Allah. 29 Sebab Allah kita adalah api yang menghanguskan. …” 

Jadi apa api yang menghanguskan? Allah itulah api yang menghanguskan.

 

 

But now I want to explain in what sense God is a consuming fire. Go with me to Exodus 24:15-17. See, the study of the Bible is like detective work. You look for clues here, clues there, clues over there, and then you put them all together. The Holy Spirit put in the Bible everything we need to understand the Bible. If something is not defined in this verse, the Holy Spirit puts something over there that helps us understand this one. It's a principle of sola scriptura. The Bible interprets itself. There's nothing in the Bible that we cannot explain with the Bible itself.

Notice what it says in Exodus 24:15-17. In what sense God is fire? What aspect of God is fire? This is at Mount Sinai. “15 Then Moses went up into the mountain, and a cloud covered the mountain. 16 Now the glory of the Lord rested on Mount Sinai,…” what was it that rested on Mount Sinai? The glory of the Lord rested on Mount Sinai,  “…and the cloud covered it six days. And on the seventh day He called to Moses out of the midst of the cloud…” Now listen carefully. “…17 The sight of the glory of the Lord was like a consuming fire…” in what sense is God a consuming fire? His glory is the consuming fire. Are you with me? 

 

Tetapi sekarang saya mau menjelaskan dalam pengertian apa Allah itu api yang menghanguskan. Mari bersama saya ke Keluaran 24:15-17. Lihat, mempelajari Alkitab itu seperti pekerjaan detektif. Kita mencari klu (petunjuk) di sini, di sana, di sebelah sono, kemudian kita kumpulkan semuanya jadi satu.  Roh Kudus sudah memasukkan di Alkitab semua yang kita butuhkan untuk bisa memahami Alkitab. Jika sesuatu tidak dijelaskan di ayat ini, Roh Kudus memasukkan sesuatu di sana yang akan membantu kita memahami yang di sini. Itulah prinsip dari sola scriptura. Alkitab menjelaskan dirinya sendiri. Tidak ada apa pun di Alkitab yang tidak bisa dijelaskan oleh Alkitab sendiri.

Simak apa kata Keluaran 24:15-17. Dalam pengertian apa Allah itu api? Aspek mana dari Allah yang adalah api? Ini di gunung Sinai, “15  Lalu Musa mendaki gunung dan sebuah awan menutupi gunung itu. 16  Saat itu, kemuliaan TUHAN berhenti di atas gunung Sinai, …”  apa yang berhenti di gunung Sinai? Kemuliaan Tuhan berhenti di gunung Sinai,   “…dan awan itu menutupinya enam hari lamanya. Dan pada hari ketujuh dipanggil-Nyalah Musa dari tengah-tengah awan itu…”  Sekarang dengarkan baik-baik. “…17 Kemuliaan TUHAN tampak sebagai api yang menghanguskan…” dalam pengertian apa Allah itu api yang menghanguskan? KemuliaanNya itulah api yang menghanguskan. Apakah kalian mengikuti saya?

 

 

Now notice this very interesting statement of Ellen White. This is found in Desire of Ages 107. “To sin, wherever found, ‘…our God is a consuming fire.’ (Heb. 12:29)…”  What is God to sin? He's a consuming fire. Now listen carefully,  “…In all who submit to His power the Spirit of God will consume sin…”  Those, according to this, who submit to God's power, the Spirit of God will consume the sin. “…But if men cling to sin, they become identified with it. Then the glory of God, which destroys sin, must destroy them.”

  So in what sense is God fire? His glory is the fire.

v  And the glory consumes sin if we allow the Holy Spirit to do it.

v  But if we identify with sin then the fire consumes the sin with the sinner.

Are you following me or not? So what aspect of God is a consuming fire? His glory.

 

Sekarang simak pernyataan yang sangat menarik ini dari Ellen White. Ini ada di Desire of Ages hal. 107, “…Bagi dosa, di mana itu ditemukan, ‘29 Allah kita adalah api yang menghanguskan.’ (Ibrani 12:29)…” Allah itu apa bagi dosa? Dialah api yang menghanguskan. Sekarang dengarkan baik-baik, “…Pada semua yang berserah kepada kuasaNya, Roh Allah akan memusnahkan dosa…”  menurut ini, mereka yang berserah kepada kekuasaan Allah, maka Roh Allah akan menghanguskan dosa mereka. “…Tetapi jika manusia berpegang erat pada dosa, mereka menjadi teridentifikasi dengannya. Maka kemuliaan Allah yang memusnahkan dosa, harus memusnahkan mereka.”

Jadi dalam pengertian apa Allah itu api? KemuliaanNya itulah api.

v    Dan kemuliaan itu menghanguskan dosa jika kita mengizinkan Roh Kudus melakukannya.

v    Tetapi jika kita mengidentifikasi diri kita dengan dosa, maka api itu akan menghanguskan dosa bersama dengan si pendosa.

Apakah kalian mengikuti saya atau tidaik? Jadi aspek Allah yang mana yang adalah api yang menghanguskan? KemuliaanNya.

 

 

By the way, have you ever read in the book of Revelation where it speaks about a sea of glass like it's mingled with fire? How can you have a sea of glass that looks like glass mingled with fire? Ellen White explains that it's because the throne of God ~ and the book of Revelation says this ~ the throne of God is above the sea and His glory is so great that it's reflected in the sea. That's why  the sea is mingled with fire. Thank God for the Spirit of Prophecy. It helps us understand these things.

 

Nah, pernahkah kalian membaca di kitab Wahyu di mana dibicarakan tentang laut kaca seakan itu bercampur dengan api? Bagaimana bisa ada laut kaca yang tampak seperti kaca bercampur api? Ellen White menjelaskan itu karena takhta Allah ~ dan kitab Wahyu mengatakan ini ~ takhta Allah ada di atas laut itu dan kemuliaanNya begitu besar sehingga itu terpantul di lautnya. Itulah mengapa laut itu bercampur  dengan api. Syukur ada Roh Nubuat. Dia membantu kita memahami hal-hal seperti ini.

 

 

Now, are Satan and the wicked going to be reduced to ashes? Yes. After they reduced to ashes, does God’s glory still exist? Of course. So, is His glory everlasting? Is He as a consuming fire everlasting? Yes, it is the glory of God that is everlasting, not that which the glory of God consumes.

 

Nah, apakah Setan dan semua yang jahat akan habis menjadi abu? Ya. Setelah mereka menjadi abu, apakah kemuliaan Allah tetap ada? Tentu saja. Maka, apakah kemuliaanNya itu kekal? Ya, kemuliaan Allah itulah yang kekal, bukan apa yang dilahap oleh kemuliaan Allah.

 

 

So what did God do with Sodom and Gomorrah? For a moment, He withdrew the veil and He revealed His glory to the cities and they were destroyed by the glory of God. Just like it will happen at the Second Coming of Christ. The Bible does say that the wicked will be reduced to ashes and Satan too. Notice Malachi 4:1, it says here, “1 ‘For behold, the day is coming, burning like an oven, and all the proud, yes, all who do wickedly will be stubble. And the day which is coming shall burn them up,’ says the Lord of hosts, ‘That will leave them neither root nor branch.’”

Jesus said, "I am the vine and you are the branches." Well, the devil is the root and his followers are the branches. Nothing is going to be left of the root and the branches because the glory of God is going to consume them and reduce them to ashes. But God will still have His glory after they're destroyed.

 

Jadi apa yang diperbuat Allah dengan Sodom dan Gomora? Untuk beberapa saat lamanya Dia menyingkapkan tabirnya dan menyatakan kemuliaanNya ke atas kota-kota itu dan mereka musnah oleh kemuliaan Allah. Sama seperti yang akan terjadi di Kedatangan Kedua Kristus. Alkitab mengatakan bahwa yang jahat akan menjadi abu dan Setan juga. Simak Maleakhi 4:1, dikatakan di sana, “1 Karena itu lihatlah, hari itu datang, menyala seperti perapian, maka semua orang yang tinggi hati, ya, semua yang berbuat fasik akan menjadi jerami dan hari yang datang itu akan membakar habis mereka, firman TUHAN semesta alam, yang tidak akan meninggalkan akar dan cabang.”

Yesus berkata, “5 Akulah pokok anggur dan kamulah cabang-cabangnya…” (Yohanes 15:5). Nah, Iblis adalah akarnya dan pengikut-pengikutnya adalah cabang-cabangnya. Tidak ada yang akan tersisa, baik akar maupun cabang-cabangnya karena kemuliaan Allah akan menghanguskan mereka dan menjadikan mereka abu. Tetapi Allah masih akan tetap memiliki kemuliaanNya setelah mereka dimusnahkan.

 

 

Notice Malachi 4:3. “3 You shall trample the wicked, for they shall be…” what?  “…ashes under the soles of your feet on the day that I do this,’ says the Lord of hosts.” So, the wicked are going to be reduced to what? Ashes. Are they going to go out? Are they going to burn out? Of course. Is the fire still going to burn? Yes, of course. Because it's the glory of God and God eternally has His glory. It's the fire that is eternal, not that which the fire consumes. It's that simple.

 

Simak Maleakhi 4:3, “3 Kamu akan menginjak-injak orang-orang fasik, sebab mereka akan menjadi…” apa? “…abu di bawah telapak kakimu, pada hari Aku melakukan ini,’  firman TUHAN semesta alam…” Jadi yang jahat akan menjadi apa? Abu. Apakah api mereka akan padam? Apakah api mereka akan mati? Tentu saja. Apakah api Allah masih bisa membakar? Ya, tentu saja. Karena itu kemuliaan Allah dan Allah untuk selamanya memiliki kemuliaanNya. Apinya itulah yang kekal, bukan apa yang dilahap api. Sesederhana itu.

 

 

By the way, is Satan going to be reduced to ashes?  Uh-huh. Notice Ezekiel 28:18 and 19, speaking about this being, this covering cherub, Lucifer. “18 ‘You defiled your sanctuaries by the multitude of your iniquities, by the iniquity of your trading. Therefore I brought fire from your midst; it devoured you, and I turned you to…” what?  “…to ashes upon the earth in the sight of all who saw you. 19 All who knew you among the peoples are astonished at you; you have become a horror, and shall be no more forever.’” What is the fire going to do? It's going to extinguish him and he will no longer be, forever. He's going to cease to exist. But God will still have His glory that consumed him.

 

Nah, apakah Setan akan menjadi abu? Iya. Simak Yehezkiel 28:18-19, bicara tentang makhluk ini, kerub penudung ini, Lucifer. “18 Engkau menajiskan tempat-tempat kudusmu dengan dosamu yang banyak, dengan dosa niagamu. Maka Aku menyalakan api dari tengahmu yang memakan habis engkau dan menjadikan engkau…” apa? “…abu di atas bumi di hadapan semua yang melihatmu. 19 Semua di antara bangsa-bangsa yang mengenal engkau tercengang melihat keadaanmu. Engkau menjadi mengerikan dan akan lenyap selamanya.” Apa yang akan dilakukan api itu? Api itu akan mematikan dia dan dia tidak akan ada lagi, selamanya. Setan tidak akan eksis lagi. Tetapi Allah akan tetap memiliki kemuliaanNya yang telah menghanguskan Setan.

 

Now, some people say, "Well, Pastor Bohr, but Lucifer, Satan is an angel. He doesn't have a body."

Oh, you don't think he has a body? We can't see him because God has veiled the invisible world from us seeing it. But we usually think of the angels as ghostly, intangible, bodyless, because the word “spirit” we interpret as the Greeks interpreted it, something ethereal. But Satan is composed of matter because he's going to be reduced to ashes.

 

Nah, ada orang yang berkata, “Pastor Bohr, tetapi Lucifer, Setan itu malaikat, dia tidak punya tubuh.”

Oh, menurut kalian dia tidak punya tubuh? Kita tidak bisa melihatnya karena Allah telah menutupi dunia yang tidak terlihat dari penglihatan kita. Kita biasanya menganggap malaikat itu zat halus, tidak bisa dipegang, tidak berbentuk, karena kita menginterpretasikan kata “roh” seperti orang Greeka, yaitu sesuatu yang eteral. Tetapi Setan itu terbuat dari materi karena dia akan dijadikan abu.

 

 

Let me read you the description that Ellen White gave of Satan. She saw him in vision. Early Writings 152 and 153. Our problem is the concept that we have of angels. We say, "Oh, these are kind of like ghostly, you know, kind of like a cloud, no body." Ah-ah. Not what the Bible teaches. She wrote, “I was shown Satan as he once was, a happy, exalted angel. Then I was shown him as he now is.  He still bears a kingly form.  His features…”  does he have features? What are features? Can you have features without a body? No.  “…His features are still noble, for he is an angel fallen. But the expression of his countenance…”  oh, does he have a countenance? Yes, “…is full of anxiety, care, unhappiness, malice, hate, mischief, deceit, and every evil. That brow…” oh, he's got a brow  “…That brow which was once so noble, I particularly noticed. His forehead commenced from his eyes to recede…” does he have eyes?  “…I saw that he had so long bent himself to evil that every good quality was debased, and every evil trait was developed. His eyes were cunning, sly, and showed great penetration. His frame…”  oh, he's got a frame, “…his frame was large,…” but now notice,   “…but the flesh hung loosely about his hands and face…”    he's got hands and he's got a face. And he's got flesh. “…As I beheld him, his chin…”  oh, he's got a chin, too “…As I beheld him, his chin was resting upon his left hand…”  oh, he has a left and right hand. “…He appeared to be in deep thought. A smile…”  oh, so he smiles. It's a wicked smile “…A smile was upon his countenance,…”  that's his face “…which made me tremble, it was so full of evil and satanic slyness. This smile is the one he wears just before he makes sure of his victim, and as he fastens the victim in his snare, this smile grows horrible.”

He will be reduced to ashes because he is a physical being. You can't have ashes without matter. Are you with me or not? 

 

Saya akan membacakan deskripsi yang dibuat Ellen White tentang Setan. Dia pernah melihatnya dalam penglihatan. Early Writings hal. 152-153. Masalah kita ialah konsep yang kita miliki tentang malaikat. Kita berkata, “Oh, mereka itu sesuatu yang halus, seperti awan, tidak punya tubuh.” Tidak, tidak! Alkitab tidak mengajarkan demikian. Ellen White menulis, “…Aku diperlihatkan Setan sebagaimana adanya dulu, sebagai malaikat yang ditinggikan, yang gembira. Kemudian aku diperlihatkan Setan sebagaimana dirinya sekarang. Dia masih punya perawakan yang anggun. Wajahnya…”  apakah dia punya wajah? Wajah itu apa? Bisakah orang punya wajah tanpa tubuh? Tidak. “…Wajahnya masih seperti bangsawan, karena dia adalah malaikat yang telah jatuh. Tetapi ekspresi rupanya…”  apakah dia punya ekspresi rupa? Ya, “…penuh rasa khawatir, beban pikiran, ketidakbahagiaan, niat jahat, kebencian, kejahilan, penipuan, dan setiap niat jahat. Keningnya…”  oh dia punya kening,   “…keningnya yang dulunya begitu anggun, khusus aku perhatikan. Dahinya mulai dari matanya, menyusut ke belakang…”  apakah dia punya mata?   “…Aku lihat, dia sudah sekian lamanya membuat dirinya tenggelam dalam kejahatan sehingga setiap sifat yang baik telah ditinggalkan, dan setiap sifat jahat dikembangkan. Matanya licik, culas, dan menampakkan penetrasi yang mendalam. Kerangkanya…”  oh, dia punya kerangka, “…kerangkanya besar…” tetapi sekarang simak, “…tapi dagingnya tergantung kendor sekitar tangannya dan wajahnya…” dia punya tangan dan dia punya wajah. Dan dia punya daging. “…Saat aku memandangnya, dagunya…”  oh, dia punya dagu juga, “…Saat aku memandangnya, dagunya beradu di tangan kirinya…”  oh, dia punya tangan kiri dan kanan, “…dia tampak seperti sedang berpikir keras. Sebuah senyuman…”  oh, jadi dia tersenyum. Senyuman yang jahat, “…Sebuah senyuman ada di wajahnya…”  itu wajahnya “…yang membuat aku gemetar, itu begitu penuh kejahatan dan kelicikan sataniah. Senyum inilah yang dikenakannya tepat sebelum dia memastikan korbannya, dan saat dia mengikat korbannya dalam jeratnya senyum itu semakin mengerikan.”

Dia akan menjadi abu karena dia adalah makhluk fisik. Tidak akan ada abu tanpa materi. Apakah kalian mengikuti saya tidak?

 

 

Now, we're nearing the end of our presentation. Let me talk a little bit about expressions that the religious world misunderstands. What we've studied so far makes it very easy to explain these expressions. Notice 2 Thessalonians 1:6-9. Here it's going to talk about everlasting destruction. The wicked will be destroyed with everlasting destruction. And some people see their destruction is going to go on and on, and on and on. Everlasting destruction. Is that really what the text is saying? Well, let's read first, 2 Thessalonians 1:6-9. It says,  “6 since it is a righteous thing with God to repay with tribulation those who trouble you, 7 and to give you who are troubled rest with us when the Lord Jesus is revealed from heaven with His mighty angels,…” how is He going to come?  “…8 in flaming fire taking vengeance on those who do not know God, and on those who do not obey the gospel of our Lord Jesus Christ. 9 These shall be punished with…”  what? “…everlasting destruction…” What is the fire, the flaming fire going to do?   “…9 These shall be punished with everlasting destruction from the presence of the Lord and from the glory of His power,…” Once again, the glory causes everlasting destruction. Does that mean that God is going to destroy and destroy, destroy and destroy, destroy and destroy, the wicked forever? No. It means that the fire destroys them and they remain destroyed forever. Because they cease to exist. The eternal destruction is not eternal destruction in process but in result. That's the way we have to read it in the context of everything that the Bible says. In other words, their punishment is eternal because they will never live again because they've been reduced to ashes.

 

Sekarang kita sudah mendekati akhir presentasi kita. Saya akan bicara sedikit tentang ungkapan-ungkapan yang disalahpahami oleh dunia relijius. Apa yang sudah kita pelajari sampai di sini, membuatnya sangat mudah untuk menjelaskan ungkapan-ungkapan itu. Simak 2 Tesalonika 1:6-9. Di sini yang dibicarakan adalah kebinasaan kekal. Yang jahat akan dimusnahkan dengan kebinasaan kekal. Dan ada orang yang melihat pembinasaan mereka itu akan berlangsung terus-menerus, terus-menerus, terus-menerus. Pembinasaan kekal. Apakah itu yang dikatakan ayat ini? Nah, mari kita baca dulu 2 Tesalonika 1:6-9, dikatakan, “6 Oleh karena itu adalah hal yang adil bagi Allah untuk membalaskan dengan kesusahan kepada mereka yang menyulitkan kamu 7 dan untuk memberikan kepada kamu yang dipersulit, perhentian bersama kami, pada waktu Tuhan Yesus dinyatakan dari sorga bersama-sama dengan malaikat-malaikat-Nya yang perkasa,…” bagaimana Tuhan Yesus akan datang? “…8 dalam api yang menyala-nyala, membuat pembalasan pada mereka yang tidak mengenal Allah, dan pada mereka yang tidak mentaati Injil Tuhan kita, Yesus Kristus. 9 Mereka ini akan dihukum dengan…” apa? “…kebinasaan selama-lamanya,…” Apa yang akan dilakukan apinya, api yang berkobar-kobar? “…9 Mereka ini akan dihukum dengan kebinasaan selama-lamanya,  dari hadirat Tuhan dan dari kemuliaan kuasaNya,…” Sekali lagi, kemuliaan mengakibatkan pembinasaan kekal. Apakah itu berarti Allah akan membinasakan, dan membinasakan, membinasakan dan membinasakan, membinasakan dan membinasakan yang jahat selama-lamanya? Tidak. Artinya api itu membinasakan mereka, dan mereka tetap binasa selamanya. Mereka tidak lagi eksis. Pembinasaan kekal bukan proses pembinasaannya yang kekal, tetapi hasil pembinasaannya yang kekal. Begitulah kita harus membacanya dalam konteks segala nyang dikatakan Alkitab. Dengan kata lain, hukuman mereka itu kekal karena mereka tidak akan pernah hidup kembali, karena mereka sudah menjadi abu.

 

 

Matthew chapter 25 has two expressions which the religious world misunderstands. Matthew 25:41 and then we'll read verse 46. This is the parable of the sheep and the goats. “41 ‘Then He will also say to those on the left hand, ‘Depart from Me, you cursed, into the…” what? “…everlasting fire prepared for the devil and his angels…” what kind of fire is it that's going to destroy the goats? Everlasting fire. Verse 46, “…46 And these will go away into everlasting punishment,…” the wicked are going to go into everlasting punishment  “…but the righteous into…” what? “…into eternal life.”

 

Matius 25 punya dua ungkapan yang disalahpahami dunia relijius. Matius 25:41 kemudian kita akan membaca ayat 46. Ini adalah perumpamaan domba dan kambing. “41 Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya, ‘Enyahlah dari hadapanKu, hai kamu orang-orang terkutuk, ke dalam…”  apa?  “…api yang kekal yang telah disediakan untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya…” api macam apa yang akan membinasakan kambing-kambing? Api kekal. Ayat 46,   “…46 Dan mereka ini akan lenyap dalam hukuman yang kekal,…”  yang jahat akan ke penghukuman kekal   “… tetapi orang benar ke…”  apa?   “…hidup yang kekal.”

 

 

So how do we deal with these verses where it speaks about everlasting fire and everlasting punishment? It's very simple. It's the fire that's everlasting, not what the fire consumes. Are you with me?  Because the fire is God's glory. And God's glory is eternal.

 

Jadi bagaimana kita berurusan dengan ayat-ayat ini yang bicara tentang api kekal dan penghukuman kekal? Sangat mudah. Yang kekal itu apinya, bukan apa yang dibakar api itu. Apakah kalian mengikuti saya? Karena api itu adalah kemuliaan Allah. Ddan kemuliaan Allah itu kekal.

 

 

What does it mean everlasting punishment? That God is going to be punishing and punishing, punishing and punishing, punishing and punishing in the fires of hell? No, it means that God punishes them through His glory and they remain punished forever. Not in process but in result because they're reduced to ashes. Are you following me or not? See, we have to be careful the way we read the Bible.

 

Apa artinnya hukuman kekal? Bahwa Allah akan menghukum dan menghukum, menghukum dan menghukum, menghukum dan menghukum di dalam api neraka? Tidak, itu artinya Allah menghukum mereka melalui kemuliaanNya dan mereka untuk selamanya terhukum. Bukan prosesnya yang kekal, tetapi akibatnya yang kekal, karena mereka akan menjadi abu. Apakah kalian mengikuti saya atau tidak? Lihat, kita harus berhati-hati bagaimana kita membaca Alkitab.

 

 

Do you know who's going to live in the everlasting fire? The righteous. See, the Christian world has it wrong. They say the wicked are going to be in the fire forever. But it's the righteous who are going to be in the fire forever.

You say, "Oh, really?"

Isaiah 33.

See, it's like detective work. You know, one of my favorite programs for many years was Columbo. You know, there some of you are old enough to know that program. Not you young guys. Now, if you don't know who Columbo is, Columbo was a lieutenant of the Los Angeles Police Department and a detective. And he would look for a clue here, a clue there. He would be just a pest if some of you remember. “Oh, one more thing” he would say. What kind of work did he do? He looked for a little clue here, a little clue there, another little clue over there. He did some investigation over here. Then he put all of the evidence together and he got the criminal.

Well, the study of the Bible is similar except we're not looking for criminals. We're looking for clues and we put them all together and now we understand what the Bible is teaching. But for that we have to study the Bible. Jesus did not say read the Scriptures. He said “Search the Scriptures”. Instead of wasting time texting dumb things, instead of dedicating our times to watching programs on television that don't edify, instead of  dedicating bunches of time to TikTok, this stupid stuff that appears on TikTok. Why not invest that time in studying the Word to edify our character and to prepare for heaven?

 

Tahukah kalian siapa yang akan hidup dalam api yang kekal? Orang-orang benar. Lihat, dunia Kristen salah memahaminya. Mereka mengatakan orang-orang jahat yang akan ada di dalam api selama-lamanya. Tetapi justru orang-orang benarlah yang akan ada dalam api selamanya.

Yesaya 33.

Lihat, ini seperti pekerjaan detektif. Kalian tahu salah satu program favorit saya selama bertahun-tahun adalah Columbo. Ada dari antara kalian yang cukup tua untuk mengenal program itu. Bukan kalian anak-anak muda sekarang. Jika kalian tidak tahu siapa Columbo, dia adalah seorang letnan dari kepolisian Los Angeles, seorang detektif. Dan dia akan mencari petunjuk di sini, petunjuk di sana, dia bisa bersikap sangat menjengkelkan, jika kalian ingat. “Oh, satu hal lagi” itu yang selalu dikatakannya. Pekerjaan apa yang dia lakukan? Dia mencari petunjuk kecil di sini, petunjuk kecil di sana. Dia membuat investigasi di sini, lalu dia mengumpulkan semua buktinya menjadi satu dan dia mendapatkan penjahatnya.

Nah, mempelajari Alkitab itu mirip begini, hanya saja kita bukan mencari penjahat. Kita mencari petunjuk-petunjuk dan kita kumpulkan semuanya menjadi satu, dan sekarang kita paham apa yang diajarkan Alkitab. Tapi untuk mencapai itu kita harus mempelajari Alkitab. Yesus tidak berkata, bacalah Kitab Suci. Dia berkata, “selidiki Kitab-kitab Suci” (Yohanes 5:39). Daripada membuang waktu mengirim pesan-pesan konyol, daripada menghabiskan waktu kita menonton program-program di televisi yang tidak menguatkan iman, daripada menghabiskan banyak waktu dengan TikTok, hal-hal konyol yang muncul di Tiktok, mengapa tidak menginvestasikan waktu itu dalam mempelajari Firman untuk menguatkan karakter kita dan bersiap-siap untuk Surga?

 

 

Let's read Isaiah 33:12-14. Speaking about the wicked first. “12 And the people shall be like the burnings of lime; like thorns cut up, they shall be burned in the fire. 13 Hear, you who are afar off, what I have done; and you who are near, acknowledge My might.14 The sinners in Zion are afraid; fearfulness has seized the hypocrites…” that's the wicked. But now notice verse 14 through verse 16  “…‘Who among us shall dwell with the devouring fire? Who among us shall dwell with everlasting burnings? 15 He who walks righteously and speaks uprightly, he who despises the gain of oppressions, who gestures with his hands, refusing bribes, who stops his ears from hearing of bloodshed, and shuts his eyes from seeing evil…” Who is among us is going to dwell with the devouring fire? Who among us is going to dwell with the everlasting burnings? The righteous. Because we will have fireproof characters. God will have purified us and we will be able to live in the midst of the glory of God. But for this we have to prepare.

 

Mari kita baca Yesaya 33:12-14, “12 Dan bangsa-bangsa akan seperti kapur yang dibakar; seperti duri-duri yang dipotong mereka akan dibakar dalam api. 13 Dengarlah, kamu yang di tempat jauh, apa yang telah Kulakukan, dan kamu yang ada dekat, akuilah keperkasaanKu! 14        Orang-orang yang berdosa di Sion takut, orang-orang munafik diliputi kegentaran…”  ini orang-orang jahat. Tetapi sekarang simak ayat 14 hingga 16.   “…‘Siapakah di antara kita yang akan hidup bersama api yang memusnahkan ini? Siapakah di antara kita yang akan hidup bersama pembakaran yang abadi ini?’ 15 Orang yang jalannya benar, yang berbicara dengan jujur, yang membenci pendapatan dari hasil pemerasan, yang mengebaskan tangannya menolak suap, yang menutup telinganya dari mendengarkan rencana penumpahan darah, dan menutup matanya dari melihat kejahatan…” Siapa di antara kita yang akan hidup bersama api yang memusnahkan? Siapa di antara kita yang akan hidup bersama pembakaran yang abadi? Orang-orang benar. Karena kita telah memiliki karakter yang tahan api. Allah akan sudah memurnikan kita dan kita akan sanggup hidup di tengah-tengah kemuliaan Allah. Tetapi untuk bisa begini, kita harus punya persiapan.

 

 

I want to read several verses quickly before we end.

“Blessed are the pure in heart for they shall see God.” The key expression is “see God”. By the way, the righteous is going to say, “Lo this is our God. We have waited for Him and He will save us.” The wicked are going to hide in the caves and they're going to cry out for the rocks to fall on them. “Hide us from His glory!” Revelation 6:14-17.

And the question is “the great day of His wrath has come. Who will be able to stand?” And the next chapter answers, those who have the seal of God on their forehead.

 

Saya mau membaca beberapa ayat dengan cepat sebelum kita akhiri. “8 Diberkatilah orang yang murni hatinya, karena mereka akan melihat Allah.” (Matius 5:8). Ungkapan kuncinya ialah “melihat Allah”. Nah, orang-orang benar akan berkata, “9 ‘Lihatlah, inilah Allah kita, kita telah menantikan Dia, dan Dia akan menyelamatkan kita.” (Yesaya 25:9).

Orang-orang jahat akan bersembunyi dalam gua-gua dan mereka akan berseru agar batu-batu menjatuhi mereka. “Sembunyikanlah kami dari kemuliaanNya!” (Wahyu 6:14-17).

Dan pertanyaannya ialah, “17 ... sudah tiba hari besar murkaNya, dan  siapakah yang dapat bertahan?” Dan di pasal berikutnya dijawab, mereka yang memiliki meterai Allah di dahi mereka.

 

 

So who are going to see God? The pure in heart. Isaiah 33:17, right after the verses that we read, who's going to be in the midst of the fire? It says, “17 Your eyes will see the King in His beauty; they will see the land that is very far off…” that's heaven, by the way.

 

Jadi siapa yang akan melihat Allah? Yang hatinya murni. Yesaya 33:17, tepat setelah ayat yang kita baca, siapa yang akan ada di tengah-tengah api? Dikatakan, “17 Matamu akan memandang Sang Raja dalam keindahanNya, mereka akan melihat negeri yang tempatnya sangat jauh…”  itu Surga. 

 

 

Notice 1 John 3:1:3. “1 Behold what manner of love the Father has bestowed on us, that we should be called children of God! Therefore the world does not know us, because it did not know Him. 2 Beloved, now we are children of God; and it has not yet been revealed what we shall be, but we know that when He is revealed, we shall be like Him, for we shall see Him as He is…” And what do we need to do to make sure that we'll be able to see Him as He is? Verse 3 says,   “…3 And everyone who has this hope in Him purifies himself, just as He is pure.”

This has a message for those who are always talking about justification and don't say anything about sanctification, about God cleansing our life from sin. Not only Christ imputes us, credited to our account, but the Holy Spirit cleansing our life.

 

Simak 1 Yohanes 3:1-3, “1  Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita boleh disebut anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia.  2 Saudara-saudaraku yang terkasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum dinyatakan akan bagaimana keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus dinyatakan, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia sebagaimana Dia itu…”  Dan apa yang kita perlu buat untuk memastikan kita akan bisa melihatNya sebagaimana Dia ada? Ayat 3 mengatakan, “…3 Dan setiap orang yang memiliki pengharapan ini  di dalam Dia  menyucikan dirinya,  sama seperti Dia itu suci…” 

Ini adalah pesan bagi mereka yang selalu bicara tentang pembenaran dan tidak mengatakan apa-apa tentang pengudusan, bagaimana Allah membersihkan hidup kita dari dosa. Bukan hanya Kristus yang memberikan kebenaranNya kepada kita, mengkreditkannya ke rekening kita, tetapi Roh Kudus membersihkan hidup kita.    

 

 

Hebrews 12:14 says, “14 Pursue peace with all people, and holiness, without which no one will see the Lord…”

 

Ibrani 12:14 mengatakan, “14 Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan.”

 

 

Revelation 22:3 and 4 says that we're going to see His face. “ 3 And there shall be no more curse, but the throne of God and of the Lamb shall be in it, and His servants shall serve Him. 4 They shall see His face, and His name shall be on their foreheads.”

 

Wahyu 22:3-4 mengatakan bahwa kita akan memandang wajahNya. “3 Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan melayani-Nya, 4 dan mereka akan  melihat wajah-Nya, dan nama-Nya akan tertulis di dahi mereka.”

 

 

So the question is, how can we make sure that we will be able to live in the midst of the everlasting fire, which is the glory of God? Our lives must be cleansed from sin.

You say, "How does that happen?"

1.    First of all, it happens by a very intimate life of prayer with the Lord.

Struggling in prayer with the Lord. Struggling with the Lord for purity, for cleansing, for victory over sin.

2.    Number two, by studying the Word and assimilating the Word.

We are transformed by eating the Word of God. Our health, our spiritual health is destroyed when we assimilate junk food. And for me, it's unconscionable that some youth leaders are even taking their young people to the movie theater to watch movies. It's crazy. Hollywood doesn't produce anything worthwhile. It's  full of spiritualism, immorality, greed, violence.  Wouldn't it be much better to study the Bible? I believe so. We are what we eat. The hotel where I'm at, Mylan’s For Breakfast, everyone who eats breakfast is oversized. I mean, really oversized. And you look at their plates full of sausage and bacon and waffles, full of syrup, and they can hardly walk, some of them. Does it happen with our spiritual life too? Yeah. What we eat spiritually, does that make us sick spiritually? Yes, of course. We are what we watch and what we listen to. It's the law of life. Pardon? Yeah. “By beholding, we are changed” the apostle Paul said.

And you know, sometimes I hear the young people say, “I don't see anything wrong with it.”

And you know what I say to them? “I'm going to pray that the Lord will fix your eyes [Laughter] because you have an eye problem if you say, ‘I don't see anything wrong with it’.”

We have to learn to fall in love with the Word because we're exposed today to exciting movies and to the worldly music and everything. Oh, we say that's  great. And when it comes to the Bible, boring. Because our mind has been programmed for things that are bad for our spiritual health.  We are what we watch and what we listen to. It's the law of life. So, if we're preparing for the Lord's coming, we need to pray like never before. We need to search the Scriptures as never before.

3.    And we need to witness to others about what Jesus has done in our life.

I call it the triangle of sanctification. Prayer, Bible study, and witnessing how wonderful God is.

 

Jadi pertanyaannya adalah, bagaimana kita bisa memastikan kita akan sanggup hidup di tengah-tengah api kekal yang adalah kemuliaan Allah? Hidup kita harus bersih dari dosa.

Kalian berkata, “Bagaimana itu bisa terjadi?”

1.    Pertama, itu akan terjadi melalui suatu kehidupan doa yang intim dengan Tuhan.

Bergumul dalam doa dengan Tuhan. Bergumul dengan Tuhan untuk kemurnian, untuk pembersihan, untuk kemenangan atas dosa.

2.    Dengan mempelajari Firman dan mencerna Firman.

Kita diubahkan dengan makan Firman Allah. Kesehatan kita, kesehatan spiritual kita akan rusak ketika kita mencerna junk food. Dan untuk saya itu sungguh tidak masuk akal bagaimana ada pemimpin-pemimpinn rohani orang-orang muda yang mengajak orang-orang muda mereka nonton bioskop. Itu gila. Hollywood tidak memproduksi apa pun yang bermutu. Tontonannya penuh dengan spiritualisme, kebobrokan moral, keserakahan, kekerasan. Tidakkah jauh lebih baik mempelajari Alkitab? Menurut saya begitu. Kita adalah apa yang kita makan. Hotel di mana saya tinggal sekarang ini, Mylan’s For Breakfast, semua orang yang makan sarapan di sana besarnya melampaui ukuran. Maksud saya sungguh-sungguh super besar. Dan kalau kita lihat piring mereka yang penuh dengan sosis, dan babi panggang dan wafel, penuh sirup, dan beberapa dari mereka sudah kesulitan jalan. Apakah itu juga yang terjadi pada kehidupan spiritual kita? Iya. Apa yang kita makan secara spiritual, apakah itu membuat kita sakit secara spiritual? Ya,  tentu saja. Kita adalah apa yang kita tonton dan apa yang kita dengarkan. Itulah hukum kehidupan. Iya, “dengan memandang kita diubahkan (2 Korintus 3:18), kata rasul Paulus.

Dan kalian tahu, terkadang saya mendengar orang-orang muda berkata, “Saya tidak melihat ada yang salah dengan itu.”

Dan tahukah kalian apa kata saya kepada mereka? “Saya doakan agar Tuhan memperbaiki mata kalian (tertawa) karena kalian punya masalah mata jika kalian mengatakan, ‘Saya tidak melihat ada yang salah dengan itu.’”

Kita harus belajar jatuh cinta pada Firman karena hari ini kita terpapar kepada film-film yang menarik dan musik duniawi dan segalanya itu. Oh, kita bilang itu bagus, tapi kalau tentang Alkitab itu membosankan. Karena pikiran kita telah diprogram untuk hal-hal yang buruk untuk kesehatan spiritual kita. Kita adalah apa yang kita tonton dan apa yang kita dengarkan. Itulah hukum kehidupan. Maka jika kita bersiap-siap untuk kedatangan Tuhan, kita perlu berdoa seperti yang belum pernah kita lakukan, kita perlu menyelidiki Kitab Suci seperti yang belum pernah kita lakukan.

3.    Dan kita perlu bersaksi kepada orang-orang lain tentang apa yang telah Yesus lakukan dalam hidup kita.

Saya menamainya segitiga pengudusan: doa, belajar Alkitab, dan bersaksi betapa hebatnya Allah itu.

 

 

Now, we talked about Lot's wife. This is the final point. Lot's wife. Go with me to Genesis 19:17 and then verse 26. It says there, “17 So it came to pass, when they had brought them outside, that he said, ‘Escape for your life!...” the angel is saying this,  “…Do not look behind you nor stay anywhere in the plain. Escape to the mountains, lest you be destroyed.’ 26 But his wife looked back behind him, and she became a pillar of salt.”

 

Sekarang kita akan bicara tentang istri Lot. Ini adalah poin terakhir. Istri Lot. Mari bersama saya ke Kejadian 19:17 lalu ayat 26. Dikatakan di sana,“17 Maka terjadilah, ketika kedua orang itu telah membawa mereka keluar, dia berkata, ‘Larilah, selamatkan nyawamu; janganlah melihat ke belakangmu, maupun berhenti di mana pun di lembah Yordan. Larilah ke pegunungan, supaya jangan engkau dimusnahkan.’26Tetapi isteri Lot, yang di belakangnya, melihat ke belakang dan dia menjadi sebuah tiang garam.”

 

 

What was the problem with Lot's wife? She came out of Sodom, but Sodom hadn't come out of her. Is it possible that some have come out of Babylon, but Babylon hasn't come out of them? Yes. You see, when she looked back, she says, "Oh, what I'm leaving behind, my nice house, my Mercedes Benz…" I know the word back then, “…my wonderful chariot…”, right? “…all the money in the bank, my daughters, my daughters that have married, and my sons-in-law.” She looked back because her heart was in Sodom. Is it just possible that at the end you're going to have people who claim to have left Sodom, but Sodom has not left them?

 

Apa masalahnya dengan istri Lot? Dia keluar dari Sodom, tetapi Sodom tidak keluar darinya. Apakah mungkin ada yang telah keluar dari Babilon tapi Babilon belum keluar dari mereka? Ya. Kalian lihat, ketika istri Lot melihat ke belakang, dia berkata, “Oh, apa yang telah aku tinggalkan. Rumahku yang nyaman, Mercedez Benzku…” saya tahu di zaman itu kata yang tepat adalah “…kereta kudaku yang indah…”, benar? “…semua uangku di bank, anak-anak perempuanku yang sudah menikah, dan menantu-menantuku.” Istri Lot melihat ke belakang karena hatinya ada di Sodom. Apakah mungkin di hari-hari akhir ada orang-orang yang mengklaim telah meninggalkan Sodom tapi Sodom belum keluar dari mereka?

 

 

And Jesus picked up on this in Luke 17:31-32. I'm going to read this passage and then a quotation from Ellen White.

Luke 17:31-32. “31 In that day, he who is on the housetop, and his goods are in the house, let him not come down to take them away…” The time is coming where we're going to have to flee and we're going to have to leave everything behind. Is everything we have so precious that we're not going to be willing?  “…And likewise the one who is in the field, let him not turn back…” And then comes this short sermon by Jesus,  “…32 Remember Lot’s wife…” Remember that? Why a pillar of salt? I mean, that's kind of a funny punishment. Because Jesus said that when a salt loses its savor, it's no good except to be trampled by men. She had lost her saltiness and therefore she suffered destruction.

 

Dan Yesus mengambil ayat ini di Lukas 17:31-32. Saya akan membacakan kutipan ini kemudian sebuah kutipan dari Ellen White.

Lukas 17:31-32, “31 Pada hari itu dia yang sedang di sotoh rumah dan barang-barangnya ada di dalam rumah, janganlah ia turun untuk mengambilnya,…”  Waktunya akan tiba saat kita harus lari dan kita harus meninggalkan segalanya. Apakah semua yang kita miliki begitu berharga sehingga kita tidak akan rela?   “…dan demikian juga orang yang sedang di ladang, janganlah ia kembali…”  kemudian muncul khotbah pendek Yesus, “…32 Ingatlah  isteri Lot!” Ingat apanya? Mengapa tiang garam? Itu kan sebuah hukuman yang konyol. Karena Yesus mengatakan ketika garam kehilangan asinnya, itu tidak ada gunanya selain diinjak-injak orang. Istri Lot telah kehilangan keasinannya, oleh sebab itu dia mengalami kebinasaan.

 

 

And Ellen White wrote, last quotation, Messages to Young people, page 419, “Lot chose Sodom as a place of residence  because he looked more to the temporal advantages he would gain than to the moral influences that would surround himself and his family. What did he gain so far as the things of this world are concerned? His possessions were destroyed, part of his children perished in the destruction of that wicked city, his wife was turned to a pillar of salt by the way, and he himself was saved ‘so as by fire’…” he was a brand plucked from the burning, in other words.  “…Nor did the evil results of his selfish choice end here; but the moral corruption of the place was so interwoven with the character of his children that they could not distinguish between good and evil, sin and righteousness.”—(The Signs of the Times, May 29, 1884).

He lost everything because he focused on this life instead of focusing on the life to come. And yet he was tortured by the wickedness in the city. The problem with Lot is that he did not have the courage to locate where his family would have a good influence and to teach his children to walk in the ways of the Lord.

 

Dan Ellen White menulis, kutipan terakhir, Messages to Young People hal. 419,   “…Lot memilih Sodom sebagai tempat tinggal karena dia lebih melihat keuntungan duniawi yang akan diperolehnya daripada kepada dampak moral yang akan mengelilingi dirinya dan keluarganya. Apa yang diperolehnya sejauh benda-benda dari dunia ini? Harta bendanya musnah, sebagian dari anak-anaknya binasa dalam penghancuran kota yang jahat itu, istrinya menjadi sebuah tiang garam di tengah jalan, dan dia sendiri selamat ‘seperti dari api’ (1 Korintus 3:15)…” dengan kata lain Lot adalah “ranting yang telah dicabut dari api” (Zakharia 3:2). “…Dan akibat yang buruk dari pilihannya yang mementingkan diri, tidak berakhir di sana; tetapi kebobrokan moral tempat tersebut begitu terjalin dengan karakter anak-anaknya sehingga mereka tidak bisa membedakan antara yang baik dari yang jahat, antara dosa dan kebenaran.” (The Signs of the Times, May 29, 1884).

Dia kehilangan segalanya karena dia fokus pada hidupnya gantinya fokus pada kehidupan yang akan datang. Namun dia tersiksa oleh kejahatan-kejahatan di dalam kota itu. Masalah Lot adalah dia tidak punya keberanian untuk tinggal di mana keluarganya bisa mendapatkan pengaruh yang baik dan dia bisa mendidik anak-anaknya untuk hidup di jalan Tuhan.

 

 

So basically this is a study of the Three Angels’ Messages from a different perspective from the perspective of Genesis. Of course, this is fulfilled fully and completely globally at the end of time.

Let's pray.

 

Jadi pada dasarnya ini adalah pelajaran tentang Pekabaran Tiga Malaikat dari perspektif yang berbeda, dari perspektif kitab Kejadian. Tentu saja ini sepenuhnya digenapi secara global pada akhir masa.

Mari kita berdoa.

 

 

 

20 10 26