Thursday, February 19, 2026

EPISODE 13/26 ~ THE GREAT PROPHECIES OF THE OLD TESTAMENT 2 ~ DANIEL AND REVELATION ~ STEPHEN BOHR

 

THE GREAT PROPHECIES OF THE OLD TESTAMENT – 2

(DANIEL AND REVELATION)

Part 13/26 - Stephen Bohr

NOTES ON DANIEL 8 PART 1

https://www.youtube.com/watch?v=effyr4t4sFc

 

Dibuka dengan doa.

 

All right, I debated within my own mind how much of this I want to cover because I want to advance beyond Daniel chapter 8. We want to do Daniel 9, Daniel 10, and some aspects of Daniel 11. So what I'm going to do is, I'm going to skip from page 402 through page 417, the middle of page 417. But I need you to promise me that you're going to read those pages. There's a lot of detailed history there, where I believe that you have strong evidence that Pagan Rome grew out of the kingdom of Pergamum, and of course Papal Rome also grew out of the kingdom of Pergamum.

You say,  “Now, how is that?”

Well, let me just dwell on it just for a moment. Where is Satan's throne according to the book of Revelation? It's in Pergamum, the Third Church of Revelation, that's where Satan's throne is. So what did Pagan Rome do? It delegated its authority, its throne, to the Papacy. Let's read about it in Revelation 13. Let's read first of all Revelation 2 and then we'll go to Revelation 13.

Revelation 2:13 is talking about the kingdom or the Church of Pergamum. What period of church history is the church of Pergamum? It's the period of Constantine. Ephesus is the apostolic church, Smyrna is the persecuted church by the Roman emperors, and Pergamum is the church of the days of Constantine.

 

Baiklah, saya berdebat dalam pikiran saya sendiri seberapa banyak dari ini yang akan saya liput karena saya ingin lanjut melampaui Daniel pasal 8. Kita mau ke Daniel 9, Daniel 10, dan beberapa aspek dari Daniel 11. Jadi apa yang akan saya lakukan ialah, saya akan meloncati mulai hal. 402 hingga hal. 417 bagian tengah hal. 417. Tetapi saya minta kalian berjanji bahwa kalian akan membaca halaman-halaman tersebut. Ada banyak detail sejarah di sana, saya meyakini ada bukti-bukti kuat bahwa Roma Pagan tumbuh dari kerajaan Pergamum, dan tentu saja Roma Kepausan juga tumbuh dari kerajaan Pergamum.

Kalian berkata, “Kok bisa begitu?”

Nah, izinkan saya menjelaskannya sebentar. Di manakah takhta Setan menurut kitab Wahyu? Di Pergamum, gereja yang ketiga dari kitab Wahyu, di sanalah takhta Setan. Jadi apa yang diperbuat Roma Pagan? Dia mendelegasikan autoritasnya, takhtanya, ke Kepausan. Mari kita baca mengenai hal itu di Wahyu pasal 13. Mari kita baca Wahyu 2 lebih dulu, kemudian kita akan ke Wahyu 13.

Wahyu 2:13 bicara tentang kerajaan atau gereja Pergamum. Gereja Pergamum itu di periode sejarah gereja yang mana? Itulah periode Constantine. Efesus itu gereja apostolik, Smirna itu gereja yang dipersekusi oleh kaisar-kaisar Roma, dan Pergamum adalah gereja di zaman Constantine.

 

 

Now, notice Revelation 2:13 speaking about this compromising church, where paganism enters the church. “ 13 I know your works, and where you dwell, where Satan’s throne is...” So where is Satan's throne? In Pergamum. 

Now notice Revelation 13:1 and 2, 1 Then I stood on the sand of the sea. And I saw a Beast rising up out of the sea, having seven heads and ten horns, and on his horns ten crowns, and on his heads a blasphemous name. Now the Beast...” this is the Sea Beast which represents which power? The same as the Little Horn, the Papacy. So it says  “... Now the Beast which I saw was like a leopard, his feet were like the feet of a bear, and his mouth like the mouth of a lion. The dragon gave him his power, his throne, and great authority.”

Where is Satan's throne? In Pergamum. And to whom does Satan give his throne? To the Papacy. So where does the Papacy's power originate? It originates from Rome through Pergamum.

 

Sekarang simak Wahyu 2:13, bicara tentang gereja yang kompromis ini, di mana paganisme masuk ke dalam gereja. 13 Aku tahu pekerjaanmu dan di mana engkau diam, di mana takhta Iblis berada...” Jadi di mana takhta Setan? Di Pergamum.

Sekarang simak Wahyu 13:1 dan 2, 1 Lalu aku berdiri di pantai laut,  dan aku  melihat seekor Binatang keluar dari dalam laut, mempunyai tujuh kepala dan sepuluh tanduk; dan di atas tanduk-tanduknya sepuluh mahkota; dan pada kepala-kepalanya sebuah nama hujat. 2 Sekarang Binatang…” ini Binatang yang keluar dari laut, yang melambangkan kekuasaan mana? Sama dengan Tanduk Kecil, Kepausan. Jadi dikatakan,   “…2 Sekarang Binatang yang kulihat itu seperti macan tutul, dan kakinya seperti kaki beruang, dan mulutnya seperti mulut singa. Naga itu memberikan kepadanya kekuatannya, dan takhtanya dan autoritasnya yang besar.”

Di mana takhta Setan? Di Pergamum. Dan kepada siapa Setan memberikan takhtanya? Ke Kepausan. Jadi dari mana asalnya kekuasaan Kepausan? Berasal dari Roma melalui Pergamum.

 

 

And if you read these pages of history, you're going to find a very interesting story about how the religion of Babylon was transported to the literal kingdom of Pergamum, one of those four kingdoms that Alexander's empire was divided into. So in other words, the religion of Babylon was transferred to literal Pergamum in Asia Minor, and then Pagan Rome adopts its religion, and its civilization and culture, from literal Pergamum. And then Pagan Rome transfers its power to Papal Rome from the church of Pergamum. So in other words, the reason why this horn rises from the kingdom of Pergamum is for the simple reason that Pergamum is the link with ancient Babylon, the religion of ancient Babylon is transferred to Pergamum in Asia Minor, then it's transferred to Pagan Rome. Pagan Rome then has its throne in Pergamum, and it transposes its power to Papal Rome and then ultimately to apostate Protestantism. And so you have an unbroken chain which the links are Pergamum that eventually leads to the final crisis.

And so basically that's the gist of these pages that deal with history. Rome adopted its religion, Mithraism, its official religion from Pergamum. So read those pages, it's actually a technical detail that we're dealing with here, to show why the Little Horn in Daniel 8 rises from one of the horns of the division of Alexander's Empire, and then the Papacy rises from the head of the dragon Beast Rome, which adopted its religion from the kingdom of Pergamum.

 

Dan jika kalian membaca halaman-halaman tentang sejarah ini, kalian akan menemukan kisah yang sangat menarik tentang bagaimana agama Babilon dipindahkan ke kerajaan Pergamum yang literal, salah satu dari empat pecahan kekaisaran Alexander. Jadi dengan kata lain, agama Babilon dipindahkan ke Pergamum literal di Asia Kecil, lalu Roma Pagan mengadopsi agamanya, dan peradabannya dan kebudayaannya dari Pergamum literal. Kemudian Roma Pagan memindahkan kekuasaannya ke Kepausan Roma dari gereja Pergamum. Maka dengan kata lain, alasan mengapa tanduk ini bangkit dari kerajaan Pergamum ialah karena alasan yang sederhana bahwa Pergamum itulah yang menghubungkan dengan Babilon purba, agama Babilon purba itu dipindahkan ke Pergamum di Asia Kecil, lalu dipindahkan ke Roma Pagan. Roma Pagan kemudian bertakhta di Pergamum, dan memindahkan kekuasaannya ke Kepausan Roma, lalu akhirnya ke Protestantisme murtad. Jadi ada rantai yang tidak terputus, yang mata rantainya adalah Pergamum yang akhirnya membawa ke krisis yang terakhir.

Jadi pada dasarnya itulah inti dari halaman-halaman tersebut yang bicara tentang sejarah. Roma mengadopsi agamanya Mitraisme, agama resmi dari Pergamum. Jadi bacalah halaman-halaman itu, itu sebenarnya adalah detail teknis yang kita bahas di sini, untuk menunjukkan mengapa Tanduk Kecil di Daniel 8 muncul dari salah satu tanduk pecahan kekaisaran Alexander, kemudian Kepausan bangkit dari kepala Binatang naga Roma, yang mengadopsi agamanya dari kerajaan Pergamum.

 

 

So anyway let's go to page, actually let's go to page 416, at the bottom of page 416. Is the Little Horn of Daniel 8 the same Little Horn of Daniel 7, you think? Let's notice the characteristics.

v    Both are described with the identical symbol: a horn, and this is an interesting detail. Although Daniel 7 was written in Aramaic and Daniel 8 in Hebrew both chapters employ the same word for “horn”: קרן [qeren keh'-ren], that's significant. Two different languages, but the same word is used for “horn”.

v    Both are described as what? “little”.

v    Both become great later in their career.

v    Both are persecuting powers.

v    Both have the same target group: the people or the saints of the Most High.

v    Both are self-exalting and blasphemous powers.

v    Next, both are characterized by crafty intelligence, the eyes like the eyes of a man. And in chapter 8 this crafty king with a fierce countenance.

v    Both are the final anti-God powers at the climax of their visions.

v    Both are related with prophetic time periods.

v    Both extend to the time of the end.

v    And both are supernaturally destroyed.

 

Nah, mari kita ke halaman 416, bagian bawah dari hal. 416. Apakah Tanduk Kecil Daniel 8 sama dengan Tanduk Kecil Daniel 7, menurut kalian? Mari kita simak karakteristiknya.

v    Keduanya sama-sama digambarkan dengan simbol yang sama: sebuah tanduk. Dan ini adalah detail yang menarik. Walaupun Daniel 7 ditulis dengan bahasa Aram dan Daniel 8 dalam bahasa Ibrani, kedua pasal itu memakai kata yang sama untuk “tanduk”: קרן [qeren keh'-ren], ini signifikan. Dua bahasa yang berbeda, tetapi kata yang sama dipakai untuk “tanduk”.

v    Keduanya sama-sama digambarkan sebagai apa? “Kecil”.

v    Keduanya sama-sama menjadi besar dalam karier mereka kemudian.

v    Keduanya sama-sama kekuasaan yang mempersekusi.

v    Keduanya sama-sama menyasar kelompok yang sama: umat atau orang-orang kudus Yang Mahatinggi.

v    Keduanya sama-sama adalah kekuasaan yang meninggikan diri dan menghujat.

v    Berikutnya, keduanya sama-sama punya karakter kecerdikan yang licin, mata seperti mata manusia. Dan di pasal 8 raja yang licin punya wajah yang garang.

v    Keduanya sama-sama kekuasaan yang melawan Allah di bagian klimaks penglihatan tentang mereka.

v    Keduanya sama-sama terkait nubuatan waktu.

v    Keduanya berlanjut hingga akhir masa.

v    Dan keduanya sama-sama dibinasakan secara supranatural.

 

 

You know, this I got this from William Shae who was my teacher at the Seminary, archaeologist, historian of ancient history. And notice what he wrote in his book, actually his article is in the book Symposium on Daniel page 187. If the prophet had desired to represent different powers in this final position, he could easily have used  different symbols to do so. But instead he used the  same symbol of a little horn at the end of the vision in chapter 8 as he did at the end of the vision in chapter 7. This  commonality of representation suggests that the same symbol has been used to refer to the same power in  both cases.”  (William Shea, Symposium on Daniel, p. 187)

 

Kalian tahu, ini saya peroleh dari William Shae, yang adalah dosen saya di Seminari, seorang arkeologis, sejarahwan khusus sejarah purbakala. Dan simak apa yang ditulisnya di bukunya, tepatnya artikelnya ada dalam buku  Symposium on Daniel hal 187.  “Andai nabi itu ingin menggambarkan kuasa-kuasa yang berbeda di posisi yang terakhir ini, dia bisa dengan mudah memakai simbol-simbol yang berbeda untuk itu. Tetapi, dia memakai simbol yang sama yaitu Tanduk Kecil di bagian akhir penglihatan di pasal 8, sebagaimana yang dilakukannya di bagian akhir penglihatan di pasal 7. Persamaan lambang itu mengindikasikan bahwa simbol yang sama dipakai untuk mengacu ke kuasa yang sama dalam kedua kasus tersebut.” (William Shea, Symposium on Daniel, p. 187) 

 

 

So is the Little Horn of Daniel chapter 8 the same Little Horn of Daniel 7? Yes, it is.

 

Jadi apakah Tanduk Kecil Daniel pasal 8 itu Tanduk Kecil yang sama Daniel 7? Ya, betul.

 

 

Why does the Horn of Daniel 7 rise from the dragon Beast Rome, whereas the Beast of  Revelation or the Little Horn of Daniel chapter 8 rises from one of the horns of Alexander's kingdom? Simply because you're talking about the origin of Pagan Rome from Pergamum. And in the following chapter you're speaking about the origin of Papal Rome from Rome, which had adopted its religion from one of the horns of Alexander's kingdom. Are you understanding the point?

So I believe that that's the best way to resolve this issue of where the Little Horn originates from. It originates from both, it originated from Pergamum which is one of the Greek kingdoms, and it originated from Pagan Rome as well.

 

Mengapa Tanduk Daniel 7 muncul dari Binatang naga Roma, sementara Binatang di Wahyu atau Tanduk Kecil Daniel 8 muncul dari salah satu tanduk-tanduk kerajaan Alexander? Semata-mata karena kita bicara tentang asal mula Roma Pagan dari Pergamum dan di pasal berikutnya kita bicara tentang asal mula Kepausan Roma dari Roma, yang telah mengadopsi agamanya dari salah satu tanduk-tanduk pecahan kerajaan Alexander. Apakah kalian memahami poinnya?

Jadi menurut saya itulah cara terbaik untuk memecahkan isu dari mana asal usul Tanduk Kecil ini. Dia berasal dari keduanya. Dia berasal dari Pergamum yang adalah salah satu kerajaan Greeka, dan dia berasal dari Roma Pagan juga.

 

 

Okay. So let's go now to an analysis of verse 9, “ And out of one of them came a little horn which grew exceedingly great toward the south, toward the east, and toward the glorious Land.” (Daniel 8:9) 

 

Baik. Jadi mari kita menganalisa ayat 9 sekarang, 9 Dan dari salah satu mereka muncul satu Tanduk Kecil yang tumbuh amat sangat besar ke arah selatan, ke arah timur, dan ke arah Tanah Permai.” (Daniel 8:9)

 

 

So the Little Horn first extends how? Geographically, horizontally. Nothing involved with religion. It's conquering geographically at the points of the compass.

·       Now it annexed Macedonia in 148 BC.

·       it annexed Greece in 146 BC.

·       it inherited Pergamum, that's a significant detail. It did not have to fight against Pergamum, it was willed to the Roman senate. It inherited Pergamum in 133 BC.

·       it conquered the Seleucid empire in 64/63 BC.

·       it conquered Palestine the glorious land in 63 BC.

·       and it subjected Egypt, the Ptolomies in the year 63 BC.

And you'll notice that the ram waxed great, the he-goat waxed very great, but the Little Horn grew exceedingly great. This is why this Little Horn cannot be Antiochus Epiphanes. Antiochus Epiphanes was a relatively weak king.

 

Jadi Tanduk Kecil itu mengembang bagaimana? Secara geografis, secara horizontal. Sama sekali tidak terlibat dengan agama. Dia menaklukkan secara geografis menurut mata kompas.

·       Nah dia merebut Makedonia di 148 BC.

·       Dia merebut Greeka di 146 BC.

·       Dia mewarisi Pergamum, ini detail yang signifikan. Dia tidak usah berperang menaklukkan Pergamum, Pergamum diwariskan kepada senat Roma. Dia mewarisi Pergamum di 133 BC.

·       Dia menaklukkan kekaisaran Seleucid di 64/63 BC.

·       Dia menaklukkan Palestina, Tanah Permai di 63 BC.

·       Dan menaklukkan Mesir, dinasti Ptolomy di tahun 63 BC.

Dan kalian akan menyimak bahwa domba jantan itu tumbuh menjadi besar, kambing jantan itu tumbuh sangat besar, tetapi Tanduk Kecil ini tumbuh amat sangat besar. Inilah mengapa Tanduk Kecil ini tidak mungkin Antiochus Epiphanes. Antiochus Epiphanes itu raja yang lemah.

 

 

Now let's go to verse 10. Now the Little Horn is going to morph, it's going to morph into not only  a kingdom that conquers horizontally, but now it is going to be at war vertically with Heaven, with the Prince of the hosts. Did we find the same kind of idea in Daniel chapter 7? Absolutely. Now let's notice, “ 10 And it grew up to the host of Heaven;...” Did any of the previous kingdoms do that? No!  “... and it cast down some of the host and some of the stars to the ground, and trampled them.”  The battle between the he-goat and the ram was purely horizontal, that is, one nation against another. Likewise the first conquests of the Little Horn were also earthly. However in verse 10 the battle then suddenly changes to a cosmic or vertical plane, the battle morphs into a struggle between the Little Horn and the Heavenly Prince of the host. The first conquests of the Little Horn were on earth.

Verse 9 describes these conquests of Pagan Rome. History reveals that Pagan Rome did indeed conquer the south (Egypt), the east (Greece, Asia Minor and Syria) and the glory land which is a euphemism for the land of Israel.

Verse 10 tells us that the Little Horn that had been conquering horizontally on earth suddenly began an onslaught vertically against Heaven. The sense of the first part of verse 10 is this: the horn grew geographically, yes, even vertically into Heaven. The horn grew exceedingly great, and it cast down ~ according to the text ~ the host and the stars to the ground.

 

Nah, mari ke ayat 10. Sekarang Tanduk Kecil itu akan berubah, dia akan berubah menjadi kerajaan yang bukan saja menaklukkan secara horizontal, tetapi sekarang dia akan berperang secara vertikal dengan Surga, dengan Pangeran balatentara. Apakah kita menemukan konsep yang sama di Daniel pasal 7? Tentu saja. Nah, mari kita simak, 10 Dan ia tumbuh ke atas sampai ke balatentara langit…” Apakah ada kerajaan-kerajaan sebelumnya yang berbuat begitu? Tidak! “…dan ia menjatuhkan beberapa dari balatentara dan bintang-bintang ke tanah, dan menginjak-injak mereka…” Perang antara kambing jantan dan domba jantan itu semata-mata horizontal, yaitu satu bangsa melawan bangsa yang lain. Demikian juga penaklukan-penaklukan Tanduk Kecil yang awal, juga bersifat duniawi. Namun di ayat 10, perang tiba-tiba berubah ke perang kosmik atau ke arah vertikal, perangnya berubah menjadi pergumulan antara Tanduk Kecil dengan Pangeran balatentara. Penaklukan-penaklukan Tanduk Kecil yang awal-awal itu di bumi.

Ayat 9 menggambarkan penaklukan-penaklukan Roma Pagan ini. Sejarah mengungkapkan bahwa Roma Pagan memang benar menaklukkan ke selatan (Mesir), ke timur (Greeka, Asia Kecil dan Syria) dan ke tanah permai yang adalah sebutan untuk tanah Israel.

Ayat 10 memberitahu kita bahwa Tanduk Kecil yang tadinya menaklukkan secara horizontal di bumi, tiba-tiba mulai menyerang secara vertikal melawan Surga. Pengertian bagian pertama ayat 10 ialah: tanduk itu tumbuh secara geografis, ya, bahkan secara vertikal ke Surga. Tanduk itu bertumbuh amat sangat besar ~ dan menurut ayat itu ~ dia menjatuhkan ke tanah para balatentara dan bintang-bintang.

 

 

Now without exception in the Old Testament, every time that the expression “grow great” is used ~ which is one Hebrew word גָּדַל [gâdal], it refers to an individual who takes over power illegally, presumptuously, and arrogantly. So this Little Horn is the same Little Horn that spoke great words against the Most High, that we find in Daniel chapter 7.

 

Nah, tanpa kecuali, di Perjanjian Lama setiap kali ungkapan “tumbuh besar” dipakai ~ yang dalam bahasa Ibrani adalah satu kata גָּדַל [gâdal], itu mengacu ke individu yang merebut kekuasaan secara tidak sah, dengan lancang, dan angkuh. Jadi Tanduk Kecil ini adalah Tanduk Kecil yang sama yang mengucapkan kata-kata besar terhadap Yang Mahatinggi, yang kita temukan di Daniel 7.

 

 

What do the “stars” represent that this horn casts to the ground? What is the “host”? Well, the word “host” is used in three senses in the Old Testament as well as in Revelation.

·       The “host” or the “stars” of Heaven refers to the angels. So it can refer to the angels (Nehemiah 9:6; Judges 5:20; Job 38:7; Revelation 12:7-9; 19:11)

·       Secondly it can refer refer literally to the sun, the moon, and the stars. (Deuteronomy 4:19; 2 Kings 17:16)

·       And it can also represents God's people on earth. (Exodus 7:4; 12:41; I Samuel 17:45; Revelation 1:20; Daniel 12:2-3)

So whom is the Little Horn casting down when it says it casts down the “stars” or the “host”? Is it casting down the angels of Heaven? No! It is casting down God's armies on earth, it's casting down those who profess to be followers of Jesus Christ. The interpretation of the vision at the end of chapter 8 clearly identifies the host of Heaven. See, you have the vision and then you have the explanation to the vision. The explanation tells us who the “host” represents. It says in verse 24, 24 And His power...”  that is this power of the king of the North or the Little Horn “...24And  His power shall be mighty, but not by his own power; he shall destroy wonderfully, and shall prosper and practice; and shall destroy the mighty and the holy people.” (KJV) So what does the “host” represent? It represents the mighty and the holy people.

 

“Bintang-bintang” yang dijatuhkan Tanduk Kecil ini ke tanah melambangkan apa? Bagaimana dengan “balatentara”nya? Nah, kata “balatentara” dipakai dengan tiga pengertian di Perjanjian Lama maupun di kitab Wahyu.

·       "Balatentara” atau “bintang-bintang” Surgawi mengacu kepada para malaikat. Jadi ini bisa mengacu kepada malaikat (Nehemiah 9:6; Hakim-hakim 5:20; Ayub 38:7; Wahyu 12:7-9; 19:11)

·       Kedua, ini bisa mengacu secara literal ke matahari, bulan, dan bintang-bintang (Ulangan 4:19; 2 Raja-raja 17:16)

·       Dan juga bisa melambangkan umat Allah di bumi (Keluaran 7:4; 12:41; I Samuel 17:45; Wahyu 1:20; Daniel 12:2-3)

Jadi siapakah yang dijatuhkan Tanduk Kecil ketika dikatakan dia menjatuhkan ke tanah “bintang-bintang” atau “balatentara”? Apakah dia menjatuhkan para malaikat? Tidak! Dia menjatuhkan balatentara Allah di bumi, dia menjatuhkan mereka yang mengaku sebagai pengikut-pengikut Kristus. Interpretasi dari penglihatan di bagian akhir pasal 8 dengan jelas mengidentifikasi siapa “balatentara” itu. Lihat, ada penglihatan, kemudian ada penjelasan untuk penglihatan itu. Penjelasannya memberitahu kita siapa yang dilambangkan oleh kata “balatentara”. Dikatakan di ayat 24, 24 Dan kekuasaannya…”  yaitu kekuasaan raja negeri Utara atau si Tanduk Kecil, “…24 Dan kekuasaannya akan menjadi besar, tetapi bukan oleh kekuatannya sendiri;  ia akan membinasakan secara mengagumkan, dan akan makmur dan beroperasi, dan akan membinasakan umat yang kudus dan yang perkasa.”(KJV) Jadi “balatentara” melambangkan apa? Itu melambangkan umat Allah yang kudus dan perkasa.

 

 

The interpretation portion of the vision of Daniel 8 follows the same order as the events in the vision. The vision describes, listen now carefully, the vision describes:

·       a ram with two horns,

·       followed by a he-goat with a notable horn that is broken,

·       and then succeeded by four horns,

·       then the Little Horn attacks the host,

·       and finally the Prince.

 

In the interpretation of the vision you have an interpretation of all these things. The angel interpreter at the end of the vision explains that:

·       the two-horned ram represents Medes and Persians,

·       the he-goat represents Greece, the notable horn is the first king,

·       next, he explains that the four horns represent the divisions of Greece, and the death of its first king.

·       finally he explains that a king will arise who will destroy the mighty and the holy people,

·       and stand up against the Prince of Princes.

 

Interpretasi bagian dari penglihatan Daniel 8 mengikuti urutan yang sama dengan peristiwa-peristiwa di penglihatan tersebut. Penglihatan itu menggambarkan, dengarkan baik-baik sekarang, penglihatan itu menggambarkan:

·       seekor domba jantan dengan dua tanduk,

·       diikuti oleh seekor kambing jantan dengan tanduk yang besar yang kemudian patah,

·       lalu diikuti oleh empat tanduk,

·       kemudian Tanduk Kecil itu menyerang balatentara,

·       dan akhirnya menyerang Sang Pangeran.

 

Di interpretasi penglihatan itu, ada interpretasi dari semua hal itu. Malaikat yang menjelaskan di akhir penglihatan itu, menjelaskan bahwa:

·       domba jantan bertanduk dua itu bangsa Media dan Persia,

·       kambing jantan itu melambangkan Greeka, tanduknya yang besar adalah rajanya yang pertama,

·       berikutnya dia menjelaskan bahwa keempat tanduk melambangkan keempat pecahan kerajaan Greeka, dan kematian rajanya yang pertama,

·       akhirnya dia menjelaskan bahwa seorang raja akan bangkit yang akan membinasakan umat yang kudus dan perkasa,

·       dan berani menantang Pangeran segala pangeran.

 

 

So who is the “host” according to the interpretation in the same chapter? It represents the persecution of God's people because even a passing glance at Daniel 8 indicates that “the host and stars of Heaven” in the vision is in the same place as “the mighty and holy people” in the interpretation of the vision. Are you following the logic here? Clearly “the host” in Daniel 8 refers to God's faithful people.

And you say, “Well, the ‘host’, isn't that an army?”

Of course it is, but the New Testament as well as the Old Testament describes Israel, God's people as an army, doesn't it? Notice all the quotations that I have here in parenthesis (Ephesians 6:11-18; Romans 13:12-14; 2 Corinthians 6:7; 1 Thessalonians 5:8; 2 Corinthians 10:3-4). The Bible uses warfare terminology. After all, don't we wear the whole armor of God? Of course, we do.

So it cast down the “host”, and that means that it cast down God's earthly armies, which are His people that go out conquering and to conquer, not with literal physical weapons, but with what sword? With the sword of the Spirit, which is the Word of God.

 

Jadi siapakah “balatentara”nya menurut interpretasi di pasal yang sama? Itu melambangkan persekusi atas umat Allah, karena hanya pandangan sekilas ke Daniel 8  pun mengindikasikan bahwa “balatentara dan bintang-bintang Surgawi” di penglihatan itu ada di posisi yang sama dengan “umat yang kudus dan perkasa” di penjelasan tentang penglihatan itu. Apakah kalian mengikuti logikanya di sini? Jelas “balatentara” di Daniel 8 mengacu ke umat Allah yang setia.

Dan kalian berkata, “Nah, balatentara, bukankah itu prajurit?”

Tentu saja iya, tetapi di Perjanjiann Lama dan juga Perjanjian Baru, Israel, umat Allah digambarkan sebagai suatu pasukan tentara, bukan? Simak semua kutipan yang saya tulis di sini dalam kurung (Efesus 6:11-18; Roma 13:12-14; 2 Korintus 6:7; 1 Tesalonika 5:8; 2 Korintus 10:3-4). Alkitab menggunakan istilah-istilah perang. Bukankah kita mengenakan perlengkapan senjata Allah? Tentu saja iya.

Jadi dia menjatuhkan “balatentara”Nya, dan itu berarti dia menjatuhkan tentara Allah di bumi, yang adalah umatNya yang keluar untuk memenangkan dan menaklukkan, bukan dengan senjata fisik literal melainkan dengan pedang apa? Dengan pedang Roh, yang adalah Firman Allah.

 

 

Now, notice this. In the interpretation of the vision, the Little Horn is called the king, oh suddenly the Little Horn is called the king, interesting. Why? Because this is connecting with Daniel chapter 11, where this power is called the “king of the North”. I don't know if you're following me or not.

Now  it wants to establish a link between Daniel 8 and Daniel 11. The king of the North in Daniel 11 is the same king “of fierce countenance” or the Little Horn of Daniel chapter 8.

 

Nah, simak ini. Di penjelasan tentang penglihatannya, Tanduk Kecil disebut raja. Oh, tiba-tiba Tanduk Kecil disebut raja, menarik. Mengapa? Karena ini menghubungkan dengan Daniel pasal 11, di mana kekuasaan ini disebut “raja negeri Utara”. Entah kalian mengikuti saya atau tidak.

Sekarang dia mau menunjukkan kaitan antara Daniel 8 dan Daniel 11. Raja negeri Utara di Daniel 11 adalah raja yang sama “yang berwajah garang” atau Tanduk Kecil di Daniel pasal 8.

 

 

The use of the word “king” ~ this is an important point, because you know what Futurists say, what Christians say, is that, well it says, “The king, it's got to be one person.” They  use that argument. “So it's one person, it says. It doesn't say, you know, a system. It says ‘the king’.” Well, that shouldn't surprise us.

Notice what we find here in the Old Testament. It uses the expression “the priest” but clearly it's referring to a succession of priests. Also we find in the Old Testament it speaks of the king, “then the king will do this”. It not talking about one specific king, it's talking about a succession of kings. You know, “the Sabbath was made for man” does that mean that it's only for one person? No! Furthermore we find another very interesting example. Is “the woman” of Revelation 12, is that one particular woman? No! It's what? It's the whole dynasty of the church.

So the fact that he's called “the king” doesn't mean that it's one specific person. By the way, also the apostle Paul says that “the man of God that studies the Scriptures may reach perfection” so that's just one man that's going to reach perfection? No! It's speaking about all of those who search the Scriptures.

 

Dipakainya kata “raja” ~ ini poin yang penting, karena kalian tahu apa kata orang-orang Futurist, apa kata orang-orang Kristen, mereka mengatakan, “Raja, berarti itu haruslah satu orang.” Mereka menggunakan argumentasi ini. “Jadi ini mengatakan satu orang, tidak dikatakan ini sebuah sistem. Dikatakan ‘raja’.” Nah ini tidak mengagetkan kita.

Simak apa yang kita temukan di Perjanjiann Lama. Istilah yang dipakai ialah “imam”, tetapi jelas itu mengacu kepada suksesi imam-imam. Juga di Perjanjian Lama kita lihat dikatakan tentang raja, “kemudian raja akan berbuat ini”. Ini tidak bicara tentang satu raja spesifik, ini bicara tentang suksesi raja-raja. Kalian tahu, “Sabat diadakan untuk manusia” apakah itu berarti hanya untuk satu orang? Tidak! Lebih jauh kita melihat contoh lain yang sangat menarik. Apakah kata “perempuan” di Wahyu 12 itu satu perempuan khusus? Tidak! Itu apa? Itu seluruh dinasti gereja.

Maka faktanya dia disebut “raja” tidak berarti itu hanya satu orang khusus. Nah, rasul Paulus juga berkata bahwa 17 …manusia kepunyaan Allah…” yang mempelajari Kitab Suci “…boleh menjadi sempurna…” (2 Timotius 3:17), berarti hanya satu manusia yang akan menjadi sempurna? Tidak! Ini bicara tentang mereka semua yang mempelajari Kitab Suci.

 

 

This helps us understand ~ this is the next paragraph ~ why Paul called the Antichrist “the man of sin”. See, Evangelicals they say, “See, it's one person, it's ‘the man’.” But it's really talking about a system. How do we know that it's talking about a system? Well, it's very simple. Because this  power was already operating in the times when Paul wrote, but he's destroyed when Christ comes. Are you understanding this point? So how could it be an individual person if he was already operating in the times of Paul, but he's going to be alive to be destroyed at the Second Coming of Christ? Clearly this is talking about a succession of individuals, it's not talking about one particular person.

 

Ini membantu kita mengerti ~ ini paragraf berikutnya ~ mengapa Paulus menyebut Antikristus “manusia dosa”. Lihat golongan Evangelis mengatakan, “Lihat, itu satu orang, itu ‘manusia’.” Tetapi sesungguhnya ini bicara tentang sebuah sistem. Bagaimana kita bisa tahu bahwa ini bicara tentang sebuah sistem? Nah, sangat sederhana. Karena kuasa ini sudah beroperasi di zaman ketika Paulus menulis, tetapi dia akan dibinasakan ketika Kristus datang. Apakah kalian paham poin ini? Jadi mana mungkin satu orang jika dia sudah beroperasi di zaman Paulus, dia masih akan hidup untuk dibinasakan saat Kedatangan Kedua Kristus? Jelas ini bicara tentang suksesi orang-orang, ini tidak bicara tentang satu orang khusus.

 

 

Let's go to verse 11, let's go and read verse 11 of Daniel 8. Verse 11 says, “ 11 He even exalted himself as high as the Prince of the host;...” he not only cast the people down, but he now comes after whom? The Prince of the host “...and by him the daily sacrifices were taken away,...” this is the Little Horn that is taking away the sacrifices  “...and the place of His Sanctuary was cast down.” Now we need to say a lot of things about this particular verse.

 

Mari ke ayat 11, mari kita baca ayat 11 Daniel pasal 8. Ayat 11 mengatakan, 11 Dia bahkan meninggikan dirinya sendiri sejajar Pangeran balatentara…” dia bukan hanya menjatuhkan umat, tetapi sekarang dia memburu siapa? Pangeran balatentara, “…dan olehnya yang sehari-hari disingkirkan,…” ini si Tanduk Kecil yang menyingkirkan yang sehari-hari,  “…dan tempat Bait kudusNya dicampakkan ke bawah…” Nah, kita perlu membahas banyak tentang ayat satu ini.

 

 

“The Prince”, the word “Prince” appears several times in the book of Daniel, and you have the references there in parenthesis (Daniel 10:13, 21; 12:1-3; 8:11, 25; 11:22; 9:25, 26).  The only other place in the Bible where the expression “Prince of the host” is used is in Joshua 5:13-15. This will help us identify who the “Prince of the host” is. Remember when Israel had gathered around Jericho to conquer Jericho, that Joshua goes to the outskirts of the city, and this Being appears to him with a sword in His hand and Joshua says, “Are you with us or against us?” And He says, “No, I'm the Prince of the host.” That's is the identical expression: שׂר [śar] צָבָא   [tsâbâ'] I'm the Prince of the host”. Who was that Prince of the host in Joshua 5:13-15? We know that it was Christ.

You say, “How do we know that?”

It's very simple, because the Prince said, “Take the shoes off your feet because the ground that you're on is holy.” Where do we find that in other place? Do we find that in Exodus 3 where the Angel of the Lord appeared? So who is the Prince of the host? It's Jesus Christ, He's the same Angel that Jacob struggled with, and which is described in Genesis chapter 32. So the designations “Son of Man” in Daniel chapter 3, “Michael” in chapter 12, “the Angel of the Lord” in Psalm 34:7 and Exodus chapter 3, “the Angel of His presence” in Isaiah 63:9,  all refer to the same Person.

 

“Pangeran”: kata “pangeran” muncul beberapa kali di kitab Daniel, dan kalian punya referensinya di dalam kurung (Daniel 10:13, 21; 12:1-3; 8:11, 25; 11:22; 9:25, 26). Satu-satunya ayat lain di dalam Alkitab di mana ungkapan “Pangeran balatentara” dipakai itu di Yosua 5:13-15. Ini akan membantu kita mengidentifikasi siapa “Pangeran balatentara” itu. Ingat, ketika Israel berkumpul mengelilingi Yeriko untuk menaklukkan Yeriko, Yosua pergi ke pinggir kota dan Sosok ini muncul kepadanya dengan sebuah pedang di tanganNya, dan Yosua berkata, 13... Apakah Engkau di pihak kami atau di pihak lawan?’…”  dan Dia berkata,14 ... ‘Bukan, tetapi sebagai  Panglima balatentara TUHAN…”  itu adalah ungkapan yang identik: שׂר [śar] צָבָא   [tsâbâ'], “Aku  “…Panglima balatentara TUHAN…” Siapakah Pangeran balatentara di Yosua 5:13-15? Kita tahu itulah Kristus.

Kalian berkata, “Dari mana kita tahu itu?”

Sangat mudah, karena Pangeran itu berkata, 15 ... ‘Tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat di mana engkau berdiri itu kudus.’…”  Di mana kita menemukan ini di ayat lain? Apakah kita menemukannya di Keluaran 3 ketika Malaikat Tuhan muncul? Jadi siapakah Pangeran balatentara ini? Itu Yesus Kristus. Dialah Malaikat yang sama yang bergumul dengan Yakub, yang digambarkan di Kejadian 32. Maka sebutan  “Anak Manusia” di Daniel pasal 3, “Mikhael” di pasal 12, “Malaikat Tuhan” di Mazmur 34:7 dan Keluaran pasal 3, “Malaikat HadiratNya” di Yesaya 63:9, semuanya mengacu kepada Pribadi yang sama.

 

 

So the Little Horn was going to actually rise, not only against the host, the people; but the Prince of the host. And who is the Prince of the host? Jesus Christ. If the host are God's earthly saints, then the Prince must be their Commander, right? And who stands at the head of God's host on earth? It is Jesus who is the Head of the church, and the church receives marching orders from Him. Those who are members of God's people are called “saints” in both Testaments, significantly, which is the word that is used there in Daniel chapter 8 as well.

 

Jadi Tanduk Kecil sesungguhnya akan bangkit bukan saja melawan balatentara, umat Allah; tetapi melawan Pangeran balatentara itu. Dan siapakah Pangeran balatentara? Yesus Kristus. Jika balatentara itu adalah orang-orang kudus Allah di bumi, maka Pangeran itu haruslah Komandan mereka, benar? Dan siapa yang berdiri di kepala balatentara Allah di bumi? Yesuslah Kepala gereja, dan gereja menerima perintah-perintah untuk maju bergerak dariNya. Mereka yang adalah anggota umat Allah disebut “orang-orang kudus” di kedua kitab Perjanjian, secara signifikan, yang adalah kata yang dipakai di Daniel pasal 8 juga.

 

 

Now let's focus on “the daily”. There are two views on “the daily” in the Adventist Church, and some of you might not agree with the point of view that I'm presenting, but let me just say that the reason I believe that this is the correct interpretation is because we're dealing with the Sanctuary, so we have to connect this word with the Sanctuary, not with the taking away of Pagan Rome, that doesn't have anything to do directly with the Sanctuary. The central theme of Daniel 8 is the Sanctuary.

 

Nah, mari kita fokus pada “yang sehari-hari”. Di gereja Advent ada dua pandangan tentang “yang sehari-hari”, dan ada dari antara kalian yang mungkin tidak setuju dengan sudut pandang yang saya sajikan, tetapi saya mau mengatakan alasan mengapa saya meyakini ini adalah interpretasi yang benar, karena kita sedang berurusan dengan Bait Suci, jadi kita harus menghubungkan kata ini dengan Bait Suci, bukan dengan disingkirkannya Roma Pagan, yang tidak ada kaitan langsung apa pun dengan Bait Suci. Tema sentral dari Daniel 8 adalah Bait Suci.

 

 

So let's focus on “the daily”  the תָּמִיד [tâ̂yd] in Hebrew. The Little Horn takes away the תָּמִיד [tâ̂yd] or “the daily” from the Prince. What does this unusual stand-alone word mean? There are two main views in the Adventist Church:

v    based on the removal of the restrainer in 2 Thessalonians chapter 2, some believe that it refers to the removal of Pagan Rome, so that the Papacy can rise to power.

The problem with that is, that it doesn't have a relationship with the Sanctuary. The word “daily” is a Sanctuary word, as we're going to notice.

v    Others believe that it refers to the Papacy's usurpation of the continual ministry of Christ in the Heavenly Sanctuary.

The problem is, that the word “daily” is an adjective that stands alone, and does not qualify any noun. So you ask, it took away the daily what? There's no noun that goes with it. The meaning of the Hebrew word simply is something which goes on continuously without interruption. But what is it that goes on continually without interruption? It is important that this word is preceded by the definite article “the” daily; that's important. It's a specific daily, “the daily” that the Little Horn took away.

v    The King James Version adds the word “sacrifice” assuming that תָּמִיד [tâ̂yd] refers to the morning and evening sacrifice. However, this is an erroneous assumption. There is a Hebrew word for daily sacrifice, it is the expression: עוֹלָה תָּמִיד [olat tâ̂yd].

Ellen White herself stated that the King James was wrong because it had this word. Early Writings page 74, “Then I saw in relation to thedaily’ (Daniel 8:12) that the wordsacrifice’ was supplied by  man's wisdom, and  does not belong to the text, and that the Lord gave the correct view of it to those who gave the judgment hour cry.

 

Jadi mari kita fokus ke “yang sehari-hari”, תָּמִיד [tâ̂yd] dalam bahasa Ibrani. Tanduk Kecil menyingkirkan תָּמִיד [tâ̂yd] atau “yang sehari-hari” dari Sang Pangeran. Apa makna kata yang berdiri sendiri yang tidak umum ini? Ada dua pandangan utama dalam gereja Advent:

v    Berdasarkan disingkirkannya dia yang mengekang di 2 Tesalonika pasal 2, ada yang meyakini bahwa ini merujuk kepada disingkirkannya Roma Pagan, supaya Kepausan bisa memerintah.

Masalahnya dengan pandangan ini ialah, tidak adanya kaitan dengan Bait Suci. Kata “yang sehari-hari” adalah kata Bait Suci, seperti yang akan kita simak.

v    Yang lain meyakini ini merujuk ke Kepausan yang menjatuhkan pelayanan Kristus di Bait Suci Surgawi yang terus-menerus.

Masalahnya di sini ialah, kata “sehari-hari” itu sebuah kata sifat yang berdiri sendiri, dan tidak menerangkan kata benda apa pun. Jadi kalian bertanya,  menyingkirkan apa yang sehari-hari? Tidak ada kata benda yang menyertainya. Makna dari kata Ibrani itu semata-mata sesuatu yang berlangsung terus-menerus tanpa interupsi. Tetapi apa yang berlangsung terus-menerus tanpa interupsi?  Penting disimak kata ini didahului oleh kata sandang tentu “the”; ini penting. Jadi ini “sehari-hari” yang spesifik, “yang sehari-hari” yang disingkirkan Tanduk Kecil.

v    Terjemahan King James Version menambahkan kata “kurban” dengan asumsi bahwa תָּמִיד [tâ̂yd] mengacu kepada kurban pagi dan petang. Namun, ini adalah asumsi yang keliru. Dalam bahasa Ibrani ada kata sendiri untuk kurban harian, yaitu: עוֹלָה תָּמִיד [olat tâ̂yd].

Ellen White sendiri menyatakan bahwa KJV itu salah karena ada kata “kurban” itu. Early Writings hal. 74, “…Lalu aku melihat sehubungan dengan yang ‘sehari-hari’ itu (Daniel 8:12), bahwa kata ‘kurban’ itu ditambahkan oleh hikmat manusia dan bukan asli bagian ayat itu; dan Tuhan memberikan pandangan yang tepat tentang hal itu kepada mereka yang memberikan seruan saat penghakiman…”

 

 

By the way I would recommend the book by Heidi Heiks on the daily (508 Source Book), excellent, because some people say the pioneers didn't believe that it was the daily ministration of Christ in the Sanctuary and he proves in his book that many of the pioneers did believe that, documented from their own writings.


Nah, saya merekomendasikan buku tulisan Heidi Heiks tentang “yang sehari-hari” (508 Source Book), bagus sekali, karena ada orang yang berkata bahwa para pionir tidak meyakini “yang sehari-hari” itu merujuk ke pelayanan Kristus di Bait Suci, dan Heidi Heiks membuktikan di buku ini bahwa banyak dari para pionir meyakini hal itu, dan itu terdokumentasi di tulisan-tulisan mereka sendiri.

 

 

So then the question is, what then is the meaning of the word תָּמִיד [tâ̂yd], the Little Horn taking away the תָּמִיד [tâ̂yd], taking away “the daily”? By the way I wrote a long article about 20 pages long about what is “the daily” that the Little Horn took away, and I'm just going to give you some few details from that. The Old Testament leaves no doubt that this word refers to the daily or CONTINUAL MINISTRATION OF THE PRIEST IN THE COURT AND IN THE HOLY PLACE of the Sanctuary. Never is it linked with the Most Holy Place, always with what happened in the court and with what happened in the Holy Place of the Sanctuary. Thus the Little Horn would attempt to take away from the Prince of the host the daily ministration in the court and in the Holy Place of the Heavenly Sanctuary.

Now I realize that there is no court in the Heavenly Sanctuary, but the Papacy also counterfeits the work that Jesus did in the court by His death on the cross. Never in the Old Testament is this word used to describe the work of the high priest in the Most Holy Place.

 

Maka pertanyaannya kemudian ialah, apa makna kata תָּמִיד [tâ̂yd], Tanduk Kecil menyingkirkan תָּמִיד [tâ̂yd], menyingkirkan “yang sehari-hari”? Nah, saya sudah menulis sebuah artikel yang panjang, sekitar 20 halaman tentang apa itu “yang sehari-hari” yang disingkirkan Tanduk Kecil, dan saya akan memberi kalian beberapa detail dari sana. Di Perjanjian Lama, tidak ada keraguan bahwa kata ini mengacu ke yang sehari-hari atau PELAYANAN TERUS-MENERUS DARI IMAM DI PELATARAN DAN DI BILIK KUDUS Bait Suci. Tidak pernah dikaitkan dengan Bilik Mahakudus. Selalu dengan apa yang terjadi di Pelataran dan apa yang terjadi di Bilik Kudus Bait Suci. Maka, Tanduk Kecil berusaha menyingkirkan dari Sang Pangeran balatentara, pelayananNya yang sehari-hari di Pelataran dan di Bilik Kudus di Bait Suci Surgawi.

Nah, saya menyadari di Bait Suci Surgawi tidak ada Pelataran, tetapi Kepausan juga memalsukan pekerjaan yang dilakukan Yesus di Pelataran melalui kematianNya di salib. Tidak pernah di Perjanjian Lama kata ini dipakai untuk menggambarkan pekerjaan imam besar di dalam Bilik Mahakudus.

 

 

Now in order to understand how the Little Horn did this, we need to answer two fundamental questions:

1.    In which Sanctuary was the Prince ministering at this point in the vision? Is that an important question? In which Sanctuary was He ministering at this point in the vision, during the period of the dominion of the Little Horn? Is it important to know which Sanctuary? Of course it is.

2.    And secondly what do each of the pieces of furniture in the court and in the Holy Place represent? What is the symbolic meaning of the altar of sacrifice, the candlestick, the table of showbread, and the altar of incense?

If we are able to answer these two questions, we will also be able to determine when and what the Little Horn attempted to take away from the Prince.

 

Nah, untuk memahami bagaimana Tanduk Kecil itu melakukan ini, kita perlu menjawab dua pertanyaan yang fundamental:

1.    Di Bait Suci yang mana Sang Pangeran melayani pada saat penglihatan tersebut? Apakah ini pertanyaan yang penting? Di Bait Suci yang mana Dia sedang melayani pada saat penglihatan tersebut, selama periode kekuasaan Tanduk Kecil? Apakah penting untuk tahu Bait Suci yang mana? Tentu saja penting.

2.    Dan yang kedua, apakah yang dilambangkan oleh setiap potong perabotan di Pelataran dan di Bilik Kudus? Apa makna simbolis dari mezbah kurban, kaki dian, meja roti sajian, dan mezbah ukupan?

Jika kita sanggup menjawab kedua pertanyaan ini, kita juga akan sanggup menentukan kapan dan apa yang berusaha disingkirkan si Tanduk Kecil dari Sang Pangeran.

 

 

The first question is very simple and easy to answer. Which Sanctuary? The vision leaves no doubt that during the rule of the Little Horn the Prince was ministering where? The Prince was ministering in the Heavenly Sanctuary, because during the “time, times, and dividing of time” Christ was in the Heavenly Sanctuary, He was not in an earthly temple. Let's notice this more closely. Matthew 21:12 and 13 describes the conclusion of the triumphal entry of Jesus into Jerusalem. We're told there that He entered the temple of God on what Christians called Palm Sunday, and He referred to the temple as what? “My house.” However, just a few days later, Jesus changed His tune as He abandoned the temple for the last time, the literal Jewish temple, He announced to the Jewish leaders, “your house is left unto you desolate.” Was it any longer the house of Jesus? Was it any longer the temple of God? No! Jesus says, “your house is left unto you desolate” that's Matthew 23:38. When Jesus departed the Jerusalem Temple, it was no longer the temple of God nor His house, because Jesus would never again minister there. God confirmed what Jesus had said when the veil of the temple was rent from top to bottom less than a week later. The system of earthly types and shadows had come to an end. He would no longer minister there. So where was He going to minister? He was going to minister after His ascension in the Holy Place of the Heavenly Sanctuary. In AD 70 the Jerusalem Temple was destroyed by the Romans, and has never been rebuilt. This fact alone proves that the Sanctuary that the Little Horn trampled upon was not the literal Jewish temple, because there was no literal Jewish temple to trample upon. During the Christian dispensation, when the Little Horn did its work from 538 to 1798 the Jerusalem Temple did not exist, because it had been destroyed. So it must be a different temple.

 

Pertanyaan pertama sangat sederhana dan mudah dijawab. Bait Suci yang mana? Penglihatan itu memastikan bahwa selama berkuasanya Tanduk Kecil, Sang Pangeran sedang melayani di mana? Sang Pangeran sedang melayani di Bait Suci Surgawi, karena selama “satu masa, masa-masa, dan setengah masa” Kristus ada di Bait Suci Surgawi, Dia bukan di Bait Suci di bumi. Mari kita simak ini lebih teliti. Matius 21:12-13 menggambarkan bagian akhir dari kedatangan Yesus ke Yerusalem terakhir kalinya. Kita mendapat tahu bahwa Dia masuk ke Bait Allah pada hari yang disebut orang-orang Kristen sebagai Minggu Palem, dan Dia menyebut Bait Allah itu sebagai apa? “RumahKu”. Namun hanya beberapa hari kemudian, Yesus mengubah nadaNya saat Dia meninggalkan Bait Suci untuk terakhir kalinya, Bait Suci Yahudi yang literal. Dia mengatakan kepada para pemimpin Yahudi, “rumahmu ditinggalkan kepadamu terlantar.” Apakah itu masih rumah Yesus? Apakah itu masih Bait Allah? Tidak! Yesus berkata, “rumahmu ditinggalkan kepadamu terlantar”, itu Matius 23:38. Ketika Yesus meninggalkan Bait Suci Yerusalem, itu sudah bukan lagi Bait Allah maupun rumahNya, karena Yesus tidak akan pernah lagi melayani di sana. Allah menguatkan apa yang dikatakan Yesus ketika kurang dari satu minggu kemudian tirai Bait Suci itu robek dari atas ke bawah. Sistem tipe dan bayangan duniawi ini telah berakhir. Dia tidak akan lagi melayani di sana. Jadi di mana Dia akan melayani? Setelah kenaikannya ke Surga Dia akan melayani di Bilik Kudus Bait Suci Surgawi. Di tahun 70 AD, Bait Suci Yerusalem dihancurkan oleh bangsa Roma, dan tidak pernah dibangun kembali lagi. Fakta ini saja membuktikan bahwa Bait Suci yang diinjak-injak Tanduk Kecil bukanlah Bait Suci Yahudi yang literal, karena sudah tidak ada lagi Bait Suci Yahudi literal yang bisa diinjak-injak. Selama dispensasi Kristen, ketika Tanduk Kecil beroperasi dari 538 hingga 1798, Bait Suci Yerusalem sudah tidak ada, karena sudah dihancurkan. Jadi itu haruslah Bait Suci yang lain.

 

 

So if the Little Horn did not trample the literal Temple of Jerusalem during the 1260 years, which one did it trample upon? The answer is twofold.

·       Jesus began His ministry as High Priest in the literal Heavenly Sanctuary physically when He ascended. Would you agree with that? Is there a literal Sanctuary in Heaven? Is Jesus literally and personally there ministering in the Heavenly Sanctuary? Yes, He is. He is the High Priest who ministers in the literal Heavenly temple, on the literal Heavenly Mount Zion, in the literal Heavenly Jerusalem. He is the minister of a better Covenant because He does not present before His Father the blood of bulls and goats, but His own better blood. He is the living Shekinah in the Heavenly Temple. But there is more.

·       You see, there's also a spiritual temple on earth where Jesus ministers through the ministry of the Holy Spirit. Jesus also ministers in the earthly spiritual Temple which is the church.

 

Maka jika Tanduk Kecil tidak menginjak-injak Bait Suci Yerusalem yang literal selama periode 1260 tahun, Bait Suci mana yang dia injak-injak? Jawabannya rangkap dua.

·       Yesus secara fisik memulai ministriNya sebagai Imam Besar di Bait Suci Surgawi yang literal ketika Dia naik ke Surga. Apakah kalian setuju? Apakah di Surga ada Bait Suci yang literal? Apakah Yesus secara literal dan pribadi ada di sana melayani di Bait Suci Surgawi? Ya, benar. Dialah Imam Besar yang melayani di Bait Suci yang literal di Surga,  di atas Gunung Sion Surgawi yang literal, di Yerusalem Surgawi yang literal. Dialah Pelayan dari Perjanjian yang lebih baik karena Dia tidak mempersembahkan kepada BapaNya darah lembu dan kambing, melainkan darahNya sendiri yang lebih baik. Dialah Shekinah yang hidup di Bait Suci Surgawi. Tetapi masih ada lagi.

·       Kalian lihat, juga ada Bait Suci spiritual di bumi di mana Yesus melayani melalui pelayanan Roh Kudus. Yesus juga melayani di Bait Suci yang di bumi, yang adalah gereja.

 

 

And now let's go briefly to Ephesians 2:20 to 22, what is the spiritual temple on earth? It is the church, it's us. Who are the hosts? We are. Who ministers here? The Holy Spirit. Notice what we find in Ephesians chapter 2 and let's read verses 20, actually 19 and following, where it speaks about the spiritual temple on earth where Jesus ministers through the Holy Spirit. Paul writes, 19 Now, therefore, you are no longer strangers and foreigners, but fellow citizens with the saints and members of the household of God,...” what is the household of God? The church. Verse 20, “...20 having been built...” the household of God is built on what? “...20 having been built on the foundation of the...” are those spiritual foundations or are they literal foundations? Spiritual foundations, “...on the foundation of the apostles and prophets, Jesus Christ Himself being the Chief Cornerstone...” is that a literal stone or is a symbolic stone? It represents Christ and we are the stones that are being built upon the foundation. It says, “... 21 in whom the whole building, being fitted together, grows into a holy...” what?  “...a holy temple in the Lord,...” and by the way, who is the Shekinah in the temple, in the Heavenly Temple? It's Jesus literally. But in the earthly temple it says,  “...22 in whom you also are being built together for a dwelling place of God in the Spirit.” So who is the Shekinah on earth? He's invisible.   So notice that the Minister of the Sanctuary is invisible to our eyes, because He ministers in Heaven. But the Pope says, “No. You see, the visible one is on earth, the invisible One is in Heaven.” So they say, the Pope has to rule on earth.

 

Dan sekarang mari kita sebentar ke Efesus 2:20-22, apakah Bait Suci spiritual di bumi? Itulah gereja, itu kita. Siapa balatentaranya? Kita. Siapa yang melayani di sana? Roh Kudus. Simak apa yang kita temukan di Efesus pasal 2 dan mari kita baca ayat 20, lebih baik ayat 19 dan seterusnya, di mana dibicarakan tentang Bait Suci spiritual di bumi di mana Yesus melayani  melalui Roh Kudus. Paulus menulis, 19 Demikianlah, kamu bukan lagi orang-orang asing dan pendatang,  melainkan sesama warganegara dengan orang-orang kudus dan anggota dari keluarga Allah…” Keluarga Allah itu apa? Gereja. Ayat 20, “…20 dan yang telah dibangun…” keluarga Allah itu dibangun di atas apa? “…20 dan yang telah dibangun di atas dasar…” apakah ini fondasi spiritual atau fondasi literal? Fondasi spiritual, “…di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus Sendiri sebagai batu penjuru utama…” apakah ini batu literal atau batu simbolis? Ini melambangkan Kristus, dan kita adalah batu-batu yang dibangun di atas fondasi itu. Dikatakan, “…21 Di dalam siapa seluruh bangunan, rapi tersusun bersama, tumbuh menjadi satu…” apa? “…Bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan…” Nah, siapakah Shekinah-nya di Bait Suci Surgawi? Secara literal itu Yesus, tetapi di Bait Suci yang di bumi dikatakan, “…22 Yang di dalamNya kamu juga turut  dibangun bersama-sama menjadi tempat kediaman  Allah dalam Roh…” Jadi siapa Shekinah yang di bumi? Dia tidak tampak. Jadi simak bahwa Pelayan Bait Suci itu tidak tampak oleh mata kita karena Dia melayani di Surga. Tetapi Paus berkata, “Bukan. Kalian lihat, yang terlihat mata ada di bumi, Yang tidak terlihat mata itu ada di Surga.” Begitulah kata mereka, Paus yang berkuasa di bumi.

 

 

Now let's notice in the next paragraph that Jesus ministers in two places at the same time,

·       physically and personally in the literal Heavenly Temple;

·       and spiritually on earth through the ministry of the Holy Spirit.

His Heavenly hosts are the angels and His earthly hosts are His faithful followers.

Now there is a new Israel, a better High Priest, a better City, a new Sanctuary, better blood, a New Covenant, based on better promises, better foundations, new building stones, new Cornerstone, new Holy Hill, and new Shekinah.

 

Sekarang mari kita simak di paragraf berikut bahwa Yesus melayani di dua tempat pada waktu yang sama:

·       secara fisik dan pribadi di Bait Suci Surgawi yang literal,

·       dan secara spiritual di bumi melalui pelayanan Roh Kudus.

Balatentara SurgawiNya adalah para malaikat, dan balatentaraNya di bumi adalah pengikut-pengikutNya yang setia.

Nah, sekarang ada Israel baru, Imam Besar yang lebih baik, Kota yang lebih baik, Bait Suci yang baru, darah yang lebih baik, Perjanjian yang baru berdasarkan janji-janji yang lebih baik, fondasi-fondasi yang lebih baik, batu-batu bangunan yang baru, Batu Penjuru yang baru, bukit kudus yang baru, dan Shekinah yang baru.

 

 

Now we're going to talk about “the daily” because we've already answered the two questions that we need to answer it.  For 1260 years the Papacy trampled on all this. Was it able to trample on all of this in Heaven? Did it persecute Jesus Christ in Heaven? No. Did it perform its work by trampling upon the angels? No! What did it do during this period? After 1798 the spiritual City had to be rebuilt, you can find this in Revelation chapter 11. However, God called His people to come out of spiritual Babylon to rebuild the spiritual City, direct the eyes of the people to the Heavenly High Priest, and restore what was torn down by the Papacy. The process of rebuilding, restoration, began when? In 1844.

 

Sekarang kita akan bicara tentang “yang sehari-hari” karena kita sudah menjawab kedua pertanyaan yang kita perlukan untuk menjawabnya. Selama 1260 tahun, Kepausan menginjak-injak semua ini. Apakah dia bisa menginjak-injak semua ini di Surga? Apakah dia mempersekusi Yesus Kristus di Surga? Tidak. Apakah dia melakukan pekerjaannya dengan menginjak-injak para malaikat? Tidak! Apa yang dilakukannya selama periode ini? Setelah 1798 Kota spiritual harus dibangun kembali, kalian bisa menemukan ini di Wahyu pasal 11. Namun, Allah memanggil umatNya keluar dari Babilon spiritual untuk membangun kembali Kota spiritual, mengarahkan mata mereka kepada Imam Besar di Surga, dan memulihkan apa yang telah dihancurkan Kepausan. Proses membangun kembali, memulihkan, ini dimulai kapan? Tahun 1844.

 

 

With all this background in mind, we can better understand in what sense the Little Horn took away “the daily” from The Prince, and cast down His hosts. It certainly cannot mean that the Little Horn literally and personally traveled to the Heavenly Sanctuary, deposed the Prince, took His place and destroyed the angels. What then does it mean? We find the answer in Daniel 8:11 which we read, where we are told that the Little Horn cast down what? The place of the Prince’s Sanctuary. We have already shown that the place of the of the Prince’s Sanctuary is where? In the literal Heavenly Temple, physically, and on earth in His church. The word “place” in Hebrew מָכוֹן [mâkôn] is unusual. The Old Testament has several common words for “place”, but this is not one of them. The word מָכוֹן [mâkôn] appears only 17 times in the Old Testament in the Hebrew Bible, and in 16 of those 17 references, the word describes the Heavenly Sanctuary as God's dwelling place. Interesting. Perhaps it would be wise to consider a few of these references, and you have here several of the references (1 Kings 8:39, 41, 43, 49  parallel verses in 2 Chronicles 6:30, 33, 39; also Psalm 89:14; 97:2).

 

Dengan semua latar belakang ini dalam ingatan kita, kita bisa memahami dengan leih baik dalam pengertian apa Tanduk Kecil itu menyingkirkan “yang sehari-hari” dari Sang Pangeran, dan menjatuhkan balatentaraNya. Tentu saja itu tidak berarti bahwa Tanduk Kecil ini secara literal dan pribadi pergi ke Bait Suci Surgawi, menggulingkan Sang Pangeran, mengambil tempatNya dan membinasakan para malaikat. Kalau begitu apa maksudnya? Kita temukan jawabannya di Daniel 8:11 yang sudah kita baca, di mana kita diberitahu bahwa Tanduk Kecil menjatuhkan apa? Tempat Bait Suci Sang Pangeran. Kita sudah menunjukkan bahwa tempat Bait Suci Sang Pangeran itu di mana? Di Bait Suci Surgawi yang literal, dan di bumi di gerejaNya.

Kata “tempat” dalam bahasa Ibrani מָכוֹן [mâkôn]  itu unik. Di Perjanjian Lama ada beberapa kata yang umum dipakai untuk “tempat”, tapi ini bukan salah satu dari mereka. Kata מָכוֹן [mâkôn]  muncul 17 kali di Perjanjian Lama di Alkitab Ibrani, dan 16 kali dari 17 referensi tersebut, kata itu menggambarkan Bait Suci Surgawi sebagai tempat tinggal Allah. Menarik. Mungkin sebaiknya kita memikirkan beberapa dari referensi tersebut, dan kalian punya di sini beberapa referensi itu (1 Raja-raja 8:39, 41, 43, 49  ayat paralel di 2 Tawarikh 6:30, 33, 39; juga Mazmur 89:14; 97:2)

 

 

Let's notice one particularly, we find in 1 Kings 8:39, 41, 43 and 49 that God hears our prayers, and forgives our sins, saves us, and meets out justice from His Heavenly place, from His Heavenly מָכוֹן [mâkôn]. God carries on the work of salvation in His Heavenly place. In the Old Testament  period although God's people uttered their prayers toward or in the earthly Temple like Daniel did three times a day, God heard and answered them in Heaven. When Solomon dedicated the temple, he prayed to the Lord in the temple, and the Lord heard his prayer where? In Heaven. So he's praying from the earthly Temple, but his prayer is being heard where? In the Heavenly Temple. Notice 1 Kings 8:30, 30 Hear the plea of your servant and of your people Israel when they pray toward this place...” so they're praying towards the earthly Temple  “...O  hear in heaven your  dwelling place, hear and forgive.” (NRSV)

 

Mari kita simak satu secara khusus, kita lihat di 1 Raja-raja 8:39, 41, 43, dan 49, bahwa Allah mendengar doa-doa kita, dan mengampuni dosa-dosa kita, menyelamatkan kita, dan menakar keadilan dari tempatNya di Surga, dari מָכוֹן [mâkôn] SurgawiNya. Allah melaksanakan pekerjaan penyelamatan di tempatNya di Surga. Di periode Perjanjian Lama, walaupun umat Allah mengucapkan doa-doa mereka menghadap atau di Bait Suci yang di bumi seperti yang dilakukan Daniel tiga kali sehari, Allah mendengar dan menjawab mereka dari Surga. Ketika Salomo mendedikasikan Bait Suci, dia berdoa kepada Tuhan di dalam Bait Suci, dan Tuhan mendengar doanya di mana? Di Surga. Jadi dia berdoa dari Bait Suci yang di bumi, tetapi doanya didengar di mana? Di Bait Suci yang di Surga.

Simak 1 Raja-raja 8:30, 30 Dengarlah permohonan hamba-Mu dan umat-Mu Israel saat mereka berdoa ke arah tempat ini…”  jadi mereka sedang berdoa ke arah Bait Suci yang di bumi. “…O dengarlah  di Surga di tempat kediaman-Mu; dengarlah dan ampunilah.” (NRSV)

 

 

Is there a connection between the earthly Temple and the Heavenly Temple? Most certainly. When we pray, the prayer is heard in the Heavenly Temple, and then the answer comes on earth. There's a close connection between the earthly Temple where Jesus ministers spiritually and the Heavenly Temple where He ministers in person. In a sense, God dwells in both. When Nebuchadnezzar destroyed the Jerusalem Temple, he was not able to touch the Heavenly one, was he? In similar fashion the Little Horn, spiritual Babylon was able to usurp the functions of the Priest and kill His hosts on earth during the 1260 years, but was unable to usurp His functions in Heaven and destroy His Heavenly hosts. Is this making sense? It is obvious that the act of casting down the place of the Prince’s Sanctuary does not mean that the Little Horn would demolish the mortar and stones of the Heavenly Sanctuary, it means that the Little Horn will usurp the Heavenly ministration of the Prince and place a counterfeit on earth. In other words, the place of the Sanctuary is removed from Heaven and set up on earth.

 

Apakah ada hubungan antara Bait Suci di bumi dan Bait Suci Surgawi? Tentu saja. Ketika kita berdoa, doa itu didengar di Bait Suci Surgawi, kemudian jawabannya datang ke bumi. Ada hubungan yang erat antara Bait Suci di bumi di mana Yesus melayani secara spiritual dan Bait Suci Surgawi di mana Dia melayani secara pribadi. Maka sesungguhnya Allah diam dalam keduanya. Ketika Nebukadnezar menghancurkan Bait Suci Yerusalem, dia tidak bisa menyentuh yang Surgawi, bukan? Dengan cara yang sama Tanduk Kecil, Babilon spiritual, bisa menggulingkan fungsi-fungsi  Imam Besar dan membunuh balatentaraNya di bumi selama 1260 tahun, tetapi tidak sanggup menggulingkan fungsi-fungsiNya di Surga dan membinasakan balatentaraNya di Surga. Apakah ini masuk akal? Jelas bahwa tindakan menjatuhkan tempat Bait Suci Sang Pangeran tidak berarti Tanduk Kecil akan menghancurkan dinding dan batu dari Bait Suci Surgawi. Itu artinya Tanduk Kecil akan menggulingkan pelayanan Sang Pangeran di Surga dan menempatkan sebuah kepalsuan di bumi. Dengan kata lain, tempat Bait Suci itu dipindahkan dari Surga dan didirikan di bumi.

 

 

The central issue is who will control the Sanctuary service in the court and in the Holy Place. Will it be the Prince or the Little Horn? And why is the answer to this question so important? Significantly at this point, in the flow of church history the Little Horn only attempted to interfere with the ministry of the Prince in the court and the Holy Place. This is understandable because during the 1260 years Jesus had not yet begun His Most Holy Place ministry.

 

Isu sentralnya ialah siapa yang mengendalikan pelayanan Bait Suci di Pelataran dan di Bilik Kudus. Apakah itu Sang Pangeran atau si Tanduk Kecil? Dan mengapa jawaban untuk pertanyaan ini begitu penting? Secara signifikan di titik ini, menurut alur sejarah gereja, Tanduk Kecil hanya mencoba mengganggu pelayanan Sang Pangeran di Pelataran dan Bilik Kudus. Ini dapat dipahami karena selama 1260 tahun itu Yesus belum memulai pelayananNya di Bilik Mahakudus.

 

 

Now we must seek to answer the second question about what is the meaning of the ministration of the priest at the altar of sacrifice, the candlestick, the table of showbread and the altar of incense. Let's dedicate some time to talk about what that means.

 

Sekarang kita harus mencoba menjawab pertanyaan kedua mengenai apa makna pelayanan imam di mezbah kurban, kaki dian, meja roti sajian, dan mezbah ukupan. Mari dedikasikan beberapa waktu lamanya untuk membahas tentang makna semua ini.

 

 

Let's talk first of all about the altar of sacrifice in the court.

Morning and evening a lamb was offered and placed upon this altar for the sins of Israel. As long as the Hebrew Sanctuary and Temple stood, the fire burned how? Continually. This was “the daily” or continual burnt offering. And you have Exodus 29:39 that refers to this. The sacrifice of the Lamb of course represented the death of Jesus on the cross. The fact that that sacrifice was offered daily, morning and evening, indicates that Jesus died once and for all, and never needs to die again. Because it happened continually, it's continually effective, the benefits of His once for all death on the cross are available continually, as He mediates, His blood before the Father.

The book of Hebrews contrasts the Old Testament system with the New Testament system, it says in Hebrews 7:27, 27 Who needeth not…” what? Interesting. Any connection with Daniel 7, you think? Or Daniel chapter 8? Of course. “…27 Who needeth not daily, as those high priests, to offer up sacrifice, first for his own sins, and then for the people's: for this He did…” what? “…once, when He offered up himself.” (KJV)

Notice Hebrews 9:25-28, 25 Nor yet that He should offer Himself often, as the High Priest entereth into the Holy Place every year with blood of others; 26 For then must He often have suffered since the foundation of the world: but now once in the end of the world hath He appeared to put away sin by the sacrifice of Himself. 27 And as it is appointed unto men once to die, but after this the judgment: 28 So Christ was once offered to bear the sins of many; and unto them that look for Him shall He appear the second time without sin unto salvation.”

 

Mari kita bicara lebih dulu tentang mezbah kurbah di Pelataran

Pagi dan petang, seekor domba dikurbankan dan ditempatkan di atas mezbah ini bagi dosa-dosa Israel. Selama Bait Suci Ibrani ini berdiri, api menyala bagaimana? Terus-menerus.  Inilah “yang sehari-hari” atau kurban bakaran yang terus-menerus. Dan Keluaran 29:39 merujuk kepada ini. Kurban domba tentu saja melambangkan kematian Yesus di salib. Fakta bahwa kurban itu dipersembahkan setiap hari, pagi dan petang, mengindikasikan bahwa Yesus mati satu kali bagi semua, dan tidak pernah perlu mati lagi. Karena itu terjadi terus-menerus, maka itu efektif terus-menerus, manfaat dari kematianNya yang satu kali bagi semua di salib, itu tersedia terus-menerus, sementara Dia menjadi Perantara mempersembahkan darahNya di hadapan Bapa.

Kitab Ibrani mengkontras sistem Perjanjian Lama dengan sistem Perjanjian Baru. Dikatakan di Ibrani 7:27,  27 yang tidak perlu…”  apa? Menarik. Ada kaitan dengan Daniel 7 menurut kalian? Atau Daniel 8? Tentu saja!   “…27 yang tidak perlu setiap hari seperti imam-imam besar lain, mempersembahkan kurban, pertama untuk dosanya sendiri, dan sesudah itu untuk umat; sebab itu telah dilakukan-Nya…”  apa?   “…satu kali ketika Ia mempersembahkan Diri-Nya Sendiri.” (KJV)

Simak Ibrani 9:25-28,  25 Dan begitu juga Ia tidak harus sering mempersembahkan Diri-Nya sendiri, sebagaimana Imam Besar yang setiap tahun masuk ke dalam tempat Kudus dengan darah yang yang lain. 26 Karena andai demikian tentunya Ia harus sering menderita sejak dunia ini dijadikan. Tetapi sekarang hanya satu kali  pada zaman akhir, Ia telah datang untuk menghapuskan dosa dengan mengorbankan DiriNya. 27 Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati satu kali, dan sesudah itu penghakiman 28 demikian pula Kristus hanya satu kali dipersembahkan untuk menanggung dosa banyak orang.  Kepada mereka yang menanti-nantikan Dia, Ia akan menyatakan diri-Nya kedua kalinya, tanpa dosa untuk keselamatan.”

 

 

So Jesus was sacrificed how many times? Once for all. Is His sacrifice available continually for the forgiveness of sins? Absolutely. Did the Papacy take this and put it on earth? Did it usurp or steal this  work of Christ? It most certainly did. The Roman Catholic Papacy has counterfeited the once-for-all sacrifice of Christ in the sacrifice of the mass. In the mass, the once-for-all sacrifice of Christ is repeated over and over again. Those of you who were Catholics, you know that I'm telling you the truth. Instead of looking to the Lamb of God in Heaven for salvation, Roman Catholic believers are taught to look at the wafer where they believe the body of Jesus is found in its totality. Instead of coming boldly to the throne of grace in Heaven to claim the continual benefits of Christ's blood, believers are taught that they are nourished by feeding on the literal body of Jesus on earth. Does the Papacy steal the meaning of the once-for-all sacrifice of Christ? Yes! In fact the host is stored in a flowerlike artifact, which is called the Tabernacle. At the center of the artifact is the round wafer-like host, and coming forth from the host are the rays of the sun. So people inadvertently are really worshiping the sun. Why do you suppose the host is round and yellow?

 


Jadi Yesus dikurbankan berapa kali? Satu kali untuk semua. Apakah kurbanNya tersedia terus-menerus bagi pengampunan dosa? Tentu saja. Apakah Kepausan mengambil ini dan menempatkannya di bumi? Apakah Kepausan merebut atau mencuri pekerjaan Kristus ini? Tentu saja. Kepausan Roma Katolik telah memalsukan kurban “satu kali untuk semua” yang dibuat Kristus dengan kurban misa. Di misa, kurban “satu kali bagi semua” yang dibuat Kristus, diulang-ulangi bolak-balik. Kalian yang dulunya beragama Katolik tahu bahwa apa yang saya katakan ini benar. Gantinya memandang kepada Domba Allah di Surga untuk keselamatan, umat Roma Katolik diajar untuk memandang ke roti yang mereka yakini keseluruhan tubuh Kristus ada di sana. Gantinya datang dengan berani ke takhta kasih karunia di Surga untuk mengklaim manfaat-manfaat darah Kristus yang terus-menerus tersedia, orang-orang percaya diajari bahwa mereka dipelihara dengan diberi makan tubuh Yesus yang literal di bumi. Apakah Kepausan mencuri makna dari kurban “satu kali bagi semua” yang dibuat Kristus? Ya! Bahkan hosti itu disimpan dalam sebuah wadah yang bergambar seperti bunga, yang disebut Tabernakel. Di tengah-tengah wadah itu ada gambar hosti yang bulat, dan dari hosti itu keluar pancaran sinar matahari. Jadi tanpa disadari oleh umat, sesungguhnya mereka menyembah matahari. Menurut kalian mengapa hosti itu bulat dan berwarna kekuningan? 

 

 

Why do you suppose the priests have a tonsure on their heads? Because the Pagan priests would create the tonsure because it's round like the sun. Sun worship inadvertently. When the Tabernacle is brought before the congregation, the faithful are taught to bow and worship the host, because supposedly the total Jesus is in each host. That was what? One of the things that the Papacy did to usurp, in putting in a different place the ministry of Christ, taking it and putting it on earth, instead of focusing on Heaven.

 


Menurut kalian mengapa para imam punya tonsure (rambut yang dipotong seperti lingkaran mengelilingi kepala) di kepala mereka? Karena imam-imam Pagan membuat tonsure, karena itu bulat seperti matahari. Tanpa disadari itu penyembahan kepada matahari. Ketika Tabernakel dibawa ke hadapan jemaat, jemaat diajar untuk sujud dan menyembah hosti itu karena keseluruhan tubuh Yesus dianggap ada dalam setiap butir hosti. Itu apa? Salah satu perbuatan yang dilakukan Kepausan untuk menggulingkan pelayanan Kristus, dengan menempatkan pelayanan Kristus di tempat yang lain, mengambil dan memindahkannya ke bumi, gantinya fokus ke Surga.  

 

 

The next page 427, the Roman Catholic priest on earth takes over the power and prerogatives of Jesus in Heaven, by pronouncing the magical words of consecration hoc est corpus meum” (this is my body’).  Roman Catholicism teaches that when the earthly priest pronounces these words, he has the power to transubstantiate the wafer and the wine into the real body and blood of Jesus. In other words, the earthly priests have the power to create their Creator. This is blasphemy that comes forth from the mouth of the Little Horn.

 

Halaman berikutnya 427, imam Roma Katolik yang di bumi mengambil alih kuasa dan prerogatif Yesus di Surga dengan mengucapkan kata-kata konsekrasi yang sakti “hoc est corpus meum” (‘inilah tubuhku’). Roma Katolikisme mengajarkan bahwa ketika seorang imam di dunia mengucapkan kata-kata ini dia punya kuasa untuk mentransubstansiasi hosti dan anggur menjadi tubuh dan darah Yesus yang sebenarnya. Dengan kata lain, imam-imam di dunia ini punya kuasa menciptakan Pencipta mereka. Ini namanya menghujat, yang berasal dari mulut Tanduk Kecil.  

 

 

What about the table of the showbread?

Well this table contained two stacks of unleavened bread, each with six loaves. God wanted to teach His people that there was sufficient bread to feed each and every one of the 12 tribes of Israel. The bread was called “the continual bread”. Interesting. The sacrifice was called the תָּמִיד [tâ̂yd] sacrifice, “the daily” or the continual sacrifice. We find also that the bread is called the ~ this is Numbers 4:7 ~ “the daily bread” or “the continual bread” because it had to be continually on the table.

 

Bagaimana dengan meja roti sajian?

Nah, di meja ini ada dua tumpukan roti yang tidak beragi, masing-masing tumpukan berisi enam buah roti. Allah mau mengajar umatNya bahwa ada cukup roti untuk memberi makan setiap suku dari ke-12 suku Israel. Roti itu disebut “roti yang terus-menerus”. Menarik. Kurbannya disebut kurban תָּמִיד [tâ̂yd], “yang sehari-hari” atau kurban yang terus-menerus. Kita dapati roti itu juga disebut ~ ini di Bilangan 4:7 ~ “roti sehari-hari” atau “roti yang terus-menerus”, karena roti itu setiap hari harus ada di atas meja.

 

 

Is there enough bread to satisfy the needs of God's people on earth spiritually? In Heaven there's literal bread on the table, but what does that represent on earth? On earth that represents the Word of God that feeds the church. See, it has a spiritual meaning on earth. The literal is in Heaven.

Notice Isaiah 55:10 and 11,  10 For as the rain cometh down, and the snow from heaven, and returneth not thither, but watereth the earth, and maketh it bring forth and bud, that it may give seed to the sower, and bread to the eater…” what is the comparison now?  “…11 So shall My Word be that goeth forth out of My mouth: it shall not return unto Me void, but it shall accomplish that which I please, and it shall prosper in the thing whereto I sent it.” What does the bread represent spiritually on earth? It's the Bible, it's the Word of God. When Satan tempted Jesus, we know what Jesus answered. When the the Devil tempted Him to turn stones into bread Jesus said, “Man shall not live by bread alone but by every word…” bread symbolizes the word “…but by every word that proceedeth out of the mouth of God.”

 

Apakah ada cukup roti untuk memuaskan kebutuhan umat Allah di bumi secara spiritual? Di Surga ada roti literal di atas meja, tetapi itu melambangkan apa di bumi? Di bumi itu melambangkan Firman Allah yang memberi makan gereja. Lihat, ada makna spiritualnya di bumi. Yang literal ada di Surga.

Simak Yesaya 55:10-11, 10 Sebab seperti hujan turun dan salju dari langit dan tidak kembali ke sana, melainkan mengairi bumi, dan membuatnya memberikan hasil dan bertunas, agar itu boleh memberikan benih kepada orang yang menabur dan roti kepada orang yang makan…” apa perbandingannya sekarang?  “…11 seperti itulah  Firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku, ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi Ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam melakukan apa yang Kusuruhkan kepadaNya…” Roti itu melambangkan apa secara spiritual di bumi? Alkitab, itu Firman Allah. Ketika Setan mencobai Yesus, kita tahu apa jawaban Yesus. Ketika Iblis mencobai Dia untuk mengubah batu menjadi roti, Yesus berkata, “…4 Manusia tidak hidup dari roti saja, tetapi dari setiap firman…” roti melambangkan firman, “…tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” (Matius 4:4)

 

 

After Jesus fed the 5,000 with five loaves and two fishes, He made a controversial remark that turned  the crowd against Him. What did He say? In John 6:53 He stated, “Except ye eat the flesh of the Son of Man and drink His blood ye have no life in you.” They were scandalized. “This man is teaching us to be cannibals.” Was Jesus teaching that believers must eat His literal flesh and drink His literal blood? Of course not. But what does Roman Catholic theology teach? It teaches that you're eating His real flesh and His real blood!

Jesus then clarified what He meant. In verse 63, He said, “It is the spirit that quickeneth, the flesh profiteth nothing.” In other words, eating My literal flesh makes no difference. He says, “The words that I speak unto you, they are Spirit and they are life.”

 

Setelah Yesus memberi makan ke-5000 orang dengan 5 ketul roti dan 2 ekor ikan, Dia membuat komentar yang kontraversial yang membuat orang banyak berbalik meninggalkan Dia. Apa kataNya? Di Yohanes 6:53 Dia menyatakan, 53...Kecuali kamu makan daging Anak Manusia, dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu.” Orang banyak menjadi heboh. “Orang ini mengajar kami untuk menjadi kanibal!” Apakah Yesus mengajar agar umat percaya harus makan daging literalNya dan minum darah literalNya? Tentu saja tidak. Tapi apa yang diajarkan theologi Roma Katolik? Itu mengajarkan bahwa orang makan daging literalNya dan minum darah literalNya!

Yesus kemudian menjelaskan apa maksudnya. Di ayat 63 Dia berkata, 63 Rohlah yang memberi hidup, daging tidak mendatangkan manfaat apa pun…”  dengan kata lain makan daging literalKu tidak ada artinya. Dia berkata, “…Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh, dan mereka adalah hidup.”

 

 

So on earth, what is the bread on earth? It represents God's Word. Is there sufficient for everyone in God's church, denoted by the number 12? Absolutely. Jesus was teaching that His words have power to nourish our spiritual life, that is as literal bread sustains our physical life so the Word of God sustains our spiritual life. Spiritually speaking, when we study the Word we assimilate Jesus and He becomes flesh of our flesh and bone of our bones. It is the engrafted Word of God that cleanses our life and gives us victory over sin. A little wafer is not going to do that. You have to have the ingrafted Word, you have to assimilate the Word of God, the bread of life.

 

Jadi di bumi, roti itu apa di bumi? Itu melambangkan Firman Allah. Apakah ada cukup buat setiap orang di gereja Allah, ditandai oleh angka 12? Tentu saja. Yesus sedang mengajar bahwa FirmanNya punya kuasa untuk memberi nutrisi pada kehidupan spiritual kita. Sebagaimana roti literal memelihara kehidupan fisik kita, demikian pula Firman Allah memelihara kehidupan spiritual kita. Bicara secara spiritual, ketika kita mempelajari Firman Allah, kita mencerna Yesus dan Dia menjadi daging dari daging kita, dan tulang dari tulang kita. Firman Allah yang tertanam dalam kita itulah yang membersihkan hidup kita dan memberi kita kemenangan atas dosa. Sebuah hosti kecil tidak akan bisa berbuat itu. Kita harus memiliki Firman Allah yang tertanam dalam hati kita, kita harus mencerna Firman Allah, roti kehidupan.

 

 

Psalm 119:9, 11 state, 9 Wherewithal shall a young man cleanse his way? By taking heed thereto according to Thy word. 11 Thy word have I hid in mine heart, that I might not sin against thee.” (KJV)

Does the Word cleanse? Does the Word nourish and feed? It most certainly does. Jesus taught the same lesson when He told the disciples, “Now you are clean...” how are they clean? “…you are clean through the Word which I have spoken unto you” (John 15:3).  

 

Mazmur 119:9, 11 mengatakan, 9 Bagaimanakah seorang muda boleh membersihkan jalannya? Dengan berlaku hati-hati menurut Firman-Mu. 11 Firman-Mu telah kusimpan di dalam hatiku, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.” (KJV)

Apakah Firman itu membersihkan? Apakah Firman itu memelihara dan memberi makan? Betul sekali. Yesus mengajarkan ajaran yang sama ketika Dia memberitahu murid-muridNya, 3 Sekarang kamu sudah bersih…” bagaimana mereka jadi bersih?   “…kamu sudah bersih melalui Firman yang telah Kukatakan kepadamu.” (Yohanes 15:3).

 

 

And the apostle Paul added his testimony when he stated that the church is sanctified and cleansed “with the washing of the water…” how? “…by the Word.” (Ephesians 5:26).

 

Dan rasul  Paulus menambahkan kesaksiannya ketika dia mengatakan bahwa gereja dikuduskan dan dibersihkan  “…dengan pembasuhan air…” bagaimana? “…oleh Firman.” (Efesus 5:26)

 

 

We learned several lessons from the showbread then.

1.    First it symbolizes Jesus as He is contained in the Word of God.

2.    second it is continually available to all of God's people, as Jesus said in the Lord's Prayer “give us this day our daily bread”.

3.    and third, if we assimilate the Word it will nourish our spiritual life, and give us victory over sin.

That is the showbread on earth.

The literal showbread is on the table in Heaven.

 

Kita sudah mendapatkan beberapa pelajaran dari roti sajian kalau begitu.

1.    Pertama itu melambangkan Yesus karena Dia terdapat dalam Firman Allah.

2.    Kedua roti itu terus-menerus tersedia bagi semua umat Allah, seperti kata Yesus dalam doaNya, “berilah kami hari ini roti kami untuk hari ini”.

3.    Dan ketiga, jika kita mencerna Firman itu, dia akan memberi makan kehidupan spiritual kita dan memberi kita kemenangan atas dosa.

Itulah roti sajian di bumi.

Roti sajian yang literal ada di atas meja di Surga.

 

 

Now our time is up. But in which way does the Roman Catholic Papacy counterfeit this work or try to take the place of Christ's work, when we come back to our next session, we will study the answer to this particular question.

 

Sekarang waktu kita habis. Tetapi dengan cara bagaimana Kepausan Roma Katolik memalsukan pekerjaan ini atau berusaha mengambil tempat pekerjaan Kristus, ketika kita kembali di sesi kita berikutnya, kita akan mempelajari jawaban kepada pertanyaan khusus ini.

 

 

30 01 26