Sunday, December 14, 2025

EPISODE 04/26 ~ THE GREAT PROPHECIES OF THE OLD TESTAMENT 2 ~ DANIEL AND REVELATION ~ STEPHEN BOHR

THE GREAT PROPHECIES OF THE OLD TESTAMENT – 2

(DANIEL AND REVELATION)

Part 04/26 - Stephen Bohr

THE FOUNDATIONAL CHAIN PROPHECY

https://www.youtube.com/watch?v=tmN36rKWiik

 

 

Dibuka dengan doa.

 

 

All right, page 57, and we're going to go to probably about 25 pages in this chapter. We're going to try and do it in two lessons, I hope we will be able to, but if not, we'll deal with it in  the first part of the third lesson.

 

Baiklah, hal. 57, dan kita akan meliput mungkin 25 halaman di bab ini. Kita akan usahakan untuk menyelesaikannya dalam dua pelajaran, moga-moga bisa dicapai, tetapi jika tidak, kita akan membahasnya di bagian pertama pelajaran ketiga.

 

 

The last verse of Daniel 1 is connected with chapter 2. The fact that Daniel was given wisdom ~ this is the last verse of chapter 1 ~ the fact that God gave Daniel wisdom in all visions and dreams, prepares the way for the experience of Daniel chapter 2. In chapter 1 Daniel and his friends passed the test, while the other wisemen ~ by the way the Babylonian leaders are also called “wisemen” ~ failed. In chapter 2 Daniel and his friends passed the test with flying colors, while the wisemen again failed the test. This clearly shows that the God of Daniel was superior to the gods of Babylon.

 

Ayat terakhir Daniel pasal 1 itu terkait dengan pasal 2.  Faktanya bahwa Daniel diberikan hikmat ~ ini adalah ayat terakhir di pasal 1 ~ faktanya bahwa Allah memberi Daniel hikmat dalam segala penglihatan dan mimpi, membuka jalan bagi pengalaman Daniel di pasal 2. Di pasal 1 Daniel dan teman-temannya lulus ujian, sementara orang-orang pintar~ nah, para pemimpin Babilon juga disebut “orang-orang pintar” ~ gagal. Di pasal 2, Daniel dan teman-temannya lulus dengan gemilang, sementara orang-orang pintar lagi-lagi gagal. Ini jelas membuktikan bahwa Allahnya Daniel lebih hebat daripada dewa-dewa Babilon.

 

 

Now let's talk a little bit about the prophetic principles of Historicism in Daniel chapter 2. The Seventh Day Adventist Church as far as I know is the only one in the world today that uses Historicism as the governing principle of prophetic interpretation. You know, if you go back a couple hundred years, the great leaders of Protestantism used the Historicist method. No longer anymore. Protestants are either Preterists or Futurists. The final war ~  this is an important point ~ between the apostate Christian world and God's faithful people will be fought on the battleground of hermeneutics, that is, biblical interpretation. The prophetic war will be primarily between Futurism and Historicism.

While the apocalyptic chain prophecies of Daniel have only one fulfillment, the stories of Daniel are types that will be fulfilled once more globally. I mentioned that this morning, that the apocalyptic prophecies of Daniel, the chain prophecies like Daniel 2, Daniel 7, etc. those prophecies have only one fulfillment, because you have a chain of events. Whereas the stories of Daniel actually are small types of greater global events at the end of time.

 

Mari kita bicara sedikit tentang prinsip-prinsip nubuatan menurut Historisme di Daniel pasal 2. Gereja MAHK sepengetahuan saya adalah satu-satunya di dunia hari ini yang memakai sistem Historisme sebagai prinsip penuntun interpretasi nubuatan. Kalian tahu, jika kita mundur dua ratus tahunan, para pemimpin besar Protestantisme dulu   memakai metode Historisme. Sekarang tidak lagi. Protestan sekarang kalau bukan Preterist ya Futurist. Perang yang terakhir ~ ini poin yang penting ~ antara dunia Kristen yang murtad dengan umat Allah yang setia, akan dilancarkan di medan hermeneutika, yaitu interpretasi yang alkitabiah. Peperangan tentang nubuatan nanti utamanya adalah antara Futurisme dan Historisme.

Sementara rangkaian nubuatan akhir zaman dari Daniel hanya punya satu kali penggenapan, tapi kisah-kisah Daniel adalah tipe-tipe yang akan digenapi sekali lagi secara global. Saya sudah mengatakannya tadi pagi, bahwa nubuatan-nubuatan akhir zaman di kitab Daniel, rangkaian nubuatan seperti Daniel 2, Daniel 7, dll. nubuatan-nubuatan itu hanya punya satu kali penggenapan, karena itu adalah rangkaian peristiwa. Sementara kisah-kisah di kitab Daniel sesungguhnya adalah tipe-tipe kecil dari peristiwa-peristiwa global yang lebih besar di akhir zaman.

 

 

I like to call Historicism the Historical Flow Method because prophecy begins in the days when the prophet lived, and then you have a continuous flow of events ending with a setting up of Christ's everlasting kingdom. The broad sweep of the Historical Flow Method covers from the days in which the prophet wrote, in other words, till the end of time.  There are no gaps in the prophetic flow.

It's not kind of like, you know, the Futurists interpreted the 70 weeks. They say the first 69 weeks all are fulfilled consecutively, but then you have a large gap between the 69th and the 70th week. There's no such thing in Historicism. In Historicism you have cycles, yes, but when you have a chain of events there are no gaps in the chain of events.

 

Saya suka menyebut Historisme sebagai Metode Alur Sejarah karena nubuatan dimulai di zaman nabi yang menulisnya itu masih hidup, kemudian diikuti serangkaian peristiwa yang tidak terputus, yang berakhir dengan didirikannya kerajaan Kristus yang kekal. Dengan kata lain, lingkup luas Metode Alur Sejarah meliputi dari zaman si nabi itu menulis terus hingga akhir masa. Tidak ada jarak/jeda dalam aliran nubuatan itu.

Tidak seperti yang diinterpretasikan golongan Futurist misalnya tentang nubuatan 70 minggu. Mereka mengatakan 69 minggu pertama semuanya digenapi berurutan, tetapi ada jarak yang besar antara minggu ke-69 dengan minggu ke-70. Di Historisme tidak ada yang seperti itu. Di Historisme ada siklus, benar, tetapi bilamana ada rangkaian peristiwa, tidak ada jarak dalam rangkaian peristiwa itu.

 

 

Each chain of prophecy as we already noticed,  adds details to the previous ones. In order to have the complete picture, we have to study all four together like we did Daniel 2, Daniel 7, Revelation 12, and Revelation 13. When we read the chain prophecies, one thing is very clear,  and that is that God is the absolute Arbiter of human history. God is in control of human history, and He has a great advantage. The advantage is that God knows the end from the beginning, He knows everything that was going to happen in history, and therefore God could maneuver to counteract the moves that Satan makes. Satan makes mistakes because he has to guess how God is going to move, but God knows how Satan is going to move, so He can maneuver to make things fulfill as He has established.

 

Setiap rangkaian nubuatan seperti yang sudah kita pelajari, menambahkan detail kepada yang sebelumnya. Agar mendapatkan gambaran yang lengkap, kita harus mempelajari semua keempatnya bersama-sama, seperti yang sudah kita lakukan pada Daniel 2, Daniel 7, Wahyu 12, dan Wahyu 13. Bila kita membaca rangkaian nubuatan itu, satu hal menjadi sangat jelas dan itu ialah, Allah-lah yang mutlak menentukan sejarah manusia. Allah yang mengendalikan sejarah manusia, dan Dia ada di posisi yang menguntungkan. Keuntungannya ialah Allah tahu akhir dari awalnya, Dia tahu segala sesuatu yang akan terjadi dalam sejarah, dan oleh karena itu Allah bisa memanuver gerakan-gerakan untuk mengkontra tindakan yang dibuat Setan. Setan membuat kesalahan karena dia harus menerka langkah apa yang akan diambil Allah. Tetapi Allah tahu langkah apa yang akan diambil Setan, sehingga Allah bisa memanuver untuk menggenapi hal-hal sebagaimana yang sudah ditetapkanNya.

 

 

Now the ancients had a cyclical view of time. They believed that history happened in cycles. You know, it started in a certain position, and then it transpired, and it disintegrated, and then it started all over again, etc. But the book of Daniel has a linear view of prophecy,  in other words, history does not move in cycles, history moves in a straight line.

Furthermore the ancients believed that history was moving towards a golden age, but the biblical view is just the opposite. It's not an evolutionary view of history, it is a devolutionary view of history. Things are not moving to a golden age like Nebuchadnezzar believes, things are disintegrating and  moving towards chaos, desolation, and destruction.

 

Nah, orang-orang purba memandang waktu itu bergerak dalam siklus. Mereka meyakini sejarah terjadi dalam siklus. Dimulai di suatu posisi tertentu, kemudian terjadi, lalu itu disintegrasi, kemudian dimulai lagi dari awal, dst. Tetapi kitab Daniel memandang nubuatan dalam garis lurus. Dengan kata lain, sejarah tidak bergerak dalam siklus, sejarah bergerak dalam garis yang lurus.

Lebih lanjut, orang-orang purba meyakini bahwa sejarah bergerak menuju ke suatu zaman keemasan. Tetapi pandangan yang alkitabiah justru sebaliknya. Bukan suatu pandangan sejarah yang evolusionaris, melainkan devolusionaris. Hal-hal tidak bergerak menuju zaman keemasan seperti yang diyakini Nebukadnezar, halk-hal malah berdisintegrasi dan bergerak menuju ke kekacauan, kerusakan, dan kehancuran.

 

 

You'll also notice that in the metals  that we have in Daniel chapter 2, they become stronger as you move from the head to the legs. And not only do they get stronger, but they deteriorate in value, because gold is more valuable then silver is next, then bronze is next, and iron it's good for building, right? And when you get to the feet, you don't even have pure iron, you have iron mingled with clay.

Another important point is that as history integrates, the political rulers become more despotic, in order to what they conceive to be civil order.

 

Kita juga akan menyimak pada logam-logam yang terdapat di Daniel pasal 2, logam-logam itu menjadi semakin keras saat kita lihat dari kepala ke kaki. Dan bukan saja mereka menjadi semakin keras, tetapi mereka juga merosot dalam nilainya, karena emas itu lebih berharga daripada perak yang berikutnya, lalu kuningan berikutnya, dan besi itu baik untuk bangunan, bukan? Dan bila kita tiba di bagian jari-jari kaki bahkan bukan besi murni di sana, adanya besi yang bercampur tanah liat.

Poin penting yang lain ialah dengan berintegrasinya sejarah, para pemimpin politik menjadi semakin lalim dalam menjalankan apa yang mereka anggap ketertiban sipil.

 

 

Now I already mentioned what we find in the next paragraph. We read this statement from Ellen White, that's found on page 58 and page 59 about how God is in control of history, how when you look at history just with the naked eye, you say, “Well you know it's the results of movements of nations and kings.” But God takes away the veil and helps us to see the true things that are happening behind the scenes. So God is in control of history.

Let's read Education page 178. Here Ellen White is talking about the vision of Ezekiel 1. Have you ever read Ezekiel 1? It speaks about this chariot, it has wheels, and there's a wheel within a wheel, in other words, one is moving this way and then there's two that are moving at right angles. And to Ezekiel, he says it all looked confusing. Well Ellen White explained what this means, the wheel represents the movements of history. And notice this statement on Education page 178, “As the wheellike complications were under the guidance of the hand beneath the wings of the cherubim, so the complicated play of human events is under divine control. Amidst the strife and tumult of nations, He that sits above the cherubim still guides the affairs of the earth.”

 

Nah, saya sudah menyinggung tentang apa yang terdapat di paragraf berikut. Kita membaca pernyataan ini dari Ellen White, itu ada di hal. 58-59, tentang bagaimana Allah yang mengendalikan sejarah, bagaimana bila kita memandang sejarah hanya dengan mata telanjang, kita berkata, “Nah, itu adalah akibat gerakan-gerakan bangsa-bangsa dan raja-raja.” Tetapi Allah menyingkap tabirnya dan membantu kita mengerti untuk bisa melihat hal-hal yang sebenarnya terjadi di belakang layar. Jadi Allah yang mengendalikan sejarah.

Mari kita baca Education hal. 178, di sini Ellen White bicara tentang penglihatan Yehezkiel pasal 1. Pernahkah kalian membaca Yehezkiel pasal 1? Ini bicara tentang sebuah kereta, ada roda-rodanya, dan ada roda dalam roda, dengan kata lain yang satu bergerak ke arah sini, kemudian yang kedua bergerak tegak lurus dengannya. Dan bagi Yehezkiel, dia mengatakan, semua ini tampak begitu membingungkan. Nah, Ellen White menjelaskan apa artinya ini, roda-roda itu mewakili pergerakan sejarah. Dan simak pernyataan di Education hal. 178, “Sebagaimana komplikasi yang berbentuk roda itu ada di bawah bimbingan Tangan yang di bawah sayap-sayap kerubim, demikianlah drama peristiwa-peristiwa kemanusian yang rumit ada di bawah kendali Ilahi. Di tengah-tengah pertikaian dan kekacauan bangsa-bangsa, Dia yang duduk di atas kerubim masih memimpin segala urusan dunia.” (Education, hal. 177, 178) (3/114)

 

 

And of course the moral fiber of a nation determines whether it will continue in existence or not. You can read those verses in the book of Proverbs (Proverbs 14:34; 16:12; 20:28) where it speaks about righteousness exalting a nation. So we see that as a nation decays morally, the result ultimately is disintegration. And then God raises up another kingdom to see if that kingdom will fulfill His will.

 

Dan tentu saja, kekuatan karakter suatu bangsa menentukan apakah dia akan berlanjut dalam eksistensi atau tidak. Kalian bisa membaca ayat-ayat itu di kitab Amsal (Amsal 14:34; 16:12; 20:28) di mana itu bicara tentang kebenaran yang meninggikan suatu bangsa. Jadi kita melihat saat suatu bangsa merosot secara moral, akibatnya pada akhirnya adalah disintegrasi. Kemudian Allah akan membangkitkan kerajaan yang lain untuk melihat apakah kerajaan ini akan memenuhi kehendakNya.

 

 

Now let's talk about the play and counterplay of history in Daniel 2. We dealt with this, this morning, but let's deal with it again, so you can see that there's a play and counterplay going on here in Daniel chapter 2. You'll notice first of all that God knew what the king was thinking. He was thinking about the future of his kingdom. So what did God do? He gave him a dream to answer his concerns about the future. Now did God make the king forget the dream, or did the king say, you know, “I'm going to act like I don't know the dream, to just test these guys”? The fact is that he forgot the dream, God gave him an attack of amnesia.

Notice this statement from Ellen White, The Sanctified Life page 34, “The king knew that if they could really tell the interpretation, they could tell the dream as well. The Lord had in His providence given Nebuchadnezzar this dream,  and  ha caused  the  particulars  to be forgotten while the fearful impression was left upon his mind, in order  to expose the pretensions of the wisemen of Babylon.”

 

Nah, mari kita bicara tentang aksi dan reaksi dalam sejarah di Daniel 2. Kita sudah membahas ini tadi pagi, tetapi mari kita bahas lagi supaya kalian bisa melihat bahwa ada aksi dan reaksi yang terjadi di Daniel pasal 2. Pertama-tama kita akan melihat bahwa Allah sudah tahu apa yang dipikirkan raja Nebukadnezar. Dia sedang memikirkan masa depan kerajaannya. Lalu apa yang dilakukan Allah? Allah memberinya sebuah mimpi untuk menjawab kekhawatirannya tentang masa depan. Nah, apakah Allah membuat raja itu lupa pada mimpinya, atau apakah si raja ini berkata, “Aku akan berpura-pura seolah-olah aku tidak tahu mimpinya hanya untuk menguji orang-orang itu”? Faktanya ialah raja memang lupa mimpinya. Allah memberinya serangan amnesia.

Simak pernyataan ini dari Ellen White, The Sanctified Life hal. 34,   “…Raja sudah tahu jika mereka bisa memberitahu interpretasinya, mereka juga bisa memberitahu mimpinya. Tuhan dalam kemurahanNya telah memberikan mimpi ini kepada Nebukadnezar, dan telah menyebabkan detail-detailnya dilupakan, sementara kesan yang mengerikan tersisa dalam pikirannya, dengan tujuan untuk mengekspos kepalsuan orang-orang pintar Babilon.”

 

 

So God gave him the dream, and then God said to Nebuchadnezzar, “Forget the dream for the time being.” God purposely veiled the king, let the king's dream after he had it, for a specific purpose. What did the king do? Exactly what God expected. He called all of the magicians who used slight of hand like the magicians of Egypt, the astrologers attempted to predict the future in the gazing of the stars, the sorcerers were soothsayers, fortune tellers, palm readers, crystal ball gazers. Today we call all these psychics.

And of course we know from the story that Satan  was not able to reveal the dream to these charlatans, and so I want you to notice this statement from Volume 2 of The Testimonies pages 171 and 172.  “Satan cannot read our thoughts, but he can see our actions, hear our words; and from his long knowledge of the human family, he can shape his temptations  to take advantage of  our  weak  points  of  character.” (RH, February 27, 1913;  2T, pp. 171, 172).

In other words, he's a a careful observer, but he cannot read our thoughts. That's why Ellen White says that sometimes when we express our deepest needs in prayer, we should not do it audibly, because the Devil says, “Oh, I know what he's struggling with”, and so he attacks us on that point. So our deepest struggles should remain in our minds and in our hearts and our prayers should be uttered silently.

 

Maka Allah memberi raja mimpi itu, kemudian Allah berkata kepada Nebukadnezar, “Lupakan mimpi itu untuk sementara waktu.” Allah dengan sengaja menudungi raja, membiarkan raja melupakan mimpinya setelah dia melihatnya, demi satu tujuan khusus. Apa yang dilakukan Nebukadnezar? Persis yang Allah tahu dia akan berbuat. Dia memanggil semua dukun yang memakai kecepatan tangan seperti tukang-tukang sulap Mesir, para ahli bintang berusaha memprediksi masa depan dengan meneliti bintang, para penyihir yang adalah tukang-tukang ramal, peramal-peramal nasib, pembaca-pembaca rajah tangan, pengamat-pengamat bola kristal. Sekarang ini kita menyebut mereka semuanya cenayang. Dan tentu saja kita tahu dari ceritanya bahwa Setan tidak sanggup menyatakan mimpi itu kepada penipu-penipu klenik ini. Maka saya mau kalian menyimak pernyataan dari The Testimonies Vol. 2 hal. 171-172,  “…Setan tidak bisa membaca pikiran kita, tetapi dia bisa melihat tindakan kita, mendengar kata-kata kita; dan dari pengetahuannya yang panjang tentang bangsa manusia, dia bisa membentuk pencobaan-pencobaan memanfaatkan titik-titik kelemahan dalam karakter kita.” (RH, February 27, 1913;  2T, pp. 171, 172).

Dengan kata lain, Setan itu pengamat yang teliti, tetapi dia tidak bisa membaca pikiran kita. Itulah mengapa Ellen White berkata bahwa terkadang bilamana dalam doa kita mengekspresikan kebutuhan kita yang paling dalam, kita jangan melakukannya dengan bersuara, karena Iblis akan berkata, “Oh, aku tahu dia sedang bergumul dengan apa”, lalu dia menyerang kita di titik tersebut. Jadi pergumulan kita yang paling dalam haruslah tetap disimpan di dalam pikiran dan hati kita, dan doa kita harus diutarakan tanpa suara.    

 

 

And so, then you know Nebuchadnezzar calls all of the wisemen, and the wisemen give an excuse. What is the excuse? Well, they say, “Listen, the message that you want us to give you is impossible, unless you tell us the dream. Only the gods know the secret to be able to reveal it to you.” So it's interesting that the gods of the pagans are not interested in revealing information, they're interested in concealing information. What a contrast with the God of Heaven, “the Word was made flesh and dwelt among us”. “God will do nothing unless He reveals His secret to His servants the prophets” (Amos 3:7) So God is a God who communicates. The pagan gods are gods that do not communicate. And incidentally let me make a parenthesis here.

Why is this ministry called “Secrets Unsealed”? Most of you probably don't know, it's a Biblical name.

You say, “How's that?”

Well, we were inspired by Amos 3:7 and by Daniel 12:4. What does Amos 3:7 say? “God will do nothing unless He reveals His secret…” See, there are secrets. And at the time of the end, God unseals the book. So we have “Secrets Unsealed”, it's a Biblical name. That's the reason all of our Summits we always choose a Biblical phrase for our Summits, which take place at the end of the month of October. We ~  like this year, it's “The Faith Once Delivered to the Saints”  ~ we're going to deal with Bible doctrines, that are misunderstood by the Christian world. How we can deal with people who use arguments against the Sabbath, and the state of the dead, and other of our cardinal doctrines.

So God is a God who reveals.

So now Satan plays. See, God has been playing, and now Satan plays.

He says, “Okay, I'm going to kill Your servants.”

And instead of killing the servants, what happens? Oh, God brings them to prominence in the kingdom, and gives them political positions.

 

Maka, kalian tahu, kemudian Nebukadnezar memanggil orang-orang pintar, dan orang-orang pintar memberi alasan. Apa alasannya? Nah, mereka berkata, “Dengarkan, pesan yang Raja mau kami berikan itu mustahil, kecuali jika Raja memberitahu kami mimpinya. Hanya para dewa yang tahu rahasianya yang bisa menyatakannya kepada Raja.” Jadi menarik, dewa-dewa pagan tidak tertarik untuk mengungkapkan informasi, mereka tertarik menyembunyikan informasi. Betapa berbedanya dengan Allah yang di Surga, 14 Firman itu telah menjadi daging dan diam di antara kita” (Yohanes 1:14). “7 Sungguh, Tuhan ALLAH tidak akan berbuat apa pun kecuali Dia membuka rahasia-Nya kepada hamba-hamba-Nya, para nabi.” (Amos 3:7). Jadi Allah adalah Allah yang berkomunikasi. Dewa-dewa pagan itu dewa-dewa yang tidak berkomunikasi. Dan izinkan saya membuat sisipan di sini.

Mengapa ministri ini dinamai “Secrets Unsealed”? Kebanyakan dari kalian mungkin tidak tahu. Ini nama yang alkitabiah.

Kalian berkata, “Kok bisa?”

Nah, kami terinspirasi oleh Amos 3:7 dan Daniel 12:4. Apa kata Amos 3:7?  “...Tuhan ALLAH tidak akan berbuat apa pun kecuali Dia membuka rahasia-Nya” Lihat, ada rahasia-rahasia. Dan di akhir zaman, Allah membuka kitab yang dimeteraikan. Maka jadilah “Secrets Unsealed” (= Rahasia-rahasia yang diungkapkan), ini nama yang alkitabiah. Itulah mengapa di semua Summit kami, selalu kami pilihkan sebuah judul yang alkitabiah untuk Summit kami, yang diadakan pada akhir bulan Oktober. Seperti tahun ini judulnya “The Faith Once Delivered to the Saints” (= Iman yang pernah diberikan kepada orang-orang kudus) ~ kita akan membahas doktrin Alkitab yang telah disalahmengerti oleh dunia Kristen. Bagaimana kita bisa menghadapi orang-orang yang memakai argumentasi terhadap Sabat, status orang mati, dan doktrin-doktrin utama kita yang lain.

Jadi Allah adalah Allah yang mengungkapkan.

Maka sekarang Setan yang melangkah. Lihat, Allah telah melangkah, dan sekarang giliran Setan. Dia berkata, “Oke, aku akan membunuh semua hambaMu.”

Tapi gantinya hamba-hamba itu dibunuh, apa yang terjadi? Oh, Allah menempatkan mereka di tempat yang menonjol di kerajaan itu, dan memberi mereka jabatan-jabatan politik.

 

 

Ellen White wrote, and this is on the bottom of page 60, “The monarch was very angry...” speaking  about the wisemen not being able to tell the dream,  “....and threatened that they should all be slain if,  in  a  given  time,  the  dream  was  not  made  known. Daniel and his companions were to perish with the false prophets;...”  who was the target of the Devil? Daniel and his friends,  “...but, taking his life in his hand, Daniel ventures to enter the presence of the king, begging that time may be granted that he may show the dream and the interpretation.” (Sanctified Life, p. 34, 35)

So now Nebuchadnezzar is furious, and he commands all of the wisemen of Babylon to be killed. Do you think that in chapter 1 Satan had seen that these young men were going to be a potential problem for him? I mean 10 times better than all of the other wisemen of the kingdom! And Satan is saying, “It's not convenient to have these people around who are revealing the character of the true God. I'm going to nip this in the bud.” So that's the way it transpires. The story of Daniel chapter 2, the first part of the story, is actually a story, it's not even a chain prophecy.

 

Ellen White menulis, ini di bagian bawah hal. 60,   “…Raja menjadi sangat murka…”  ini tentang orang-orang pintar yang tidak bisa memberitahukan mimpinya, “…dan mengancam bahwa mereka semua akan dibunuh jika setelah waktu yang tertentu, mimpi tersebut masih belum dinyatakan. Daniel dan teman-temannya akan binasa bersama dengan nabi-nabi palsu itu…” Siapakah yang ditarget oleh Iblis? Daniel dan teman-temannya,   “…tetapi dengan mempertaruhkan nyawanya, Daniel mencoba masuk ke hadirat raja, memohon waktu boleh diberikan supaya dia boleh menunjukkan mimpi serta interpretasinya.” (Sanctified Life, p. 34, 35) 

Jadi sekarang murkalah Nebukadnezar, dan dia memerintahkan semua orang pintar Babilon dibunuh. Menurut kalian, apakah (di pasal 1) Setan telah melihat  bahwa orang-orang muda ini berpotensi menjadi masalah baginya? Mereka 10 kali lebih baik daripada semua orang pintar di seluruh kerajaan! Dan Setan berkata, “Tidak nyaman ada orang-orang ini yang menyatakan karakter Allah yang sejati. Aku akan mematahkannya selagi masih kuncup.” Jadi begitulah terjadinya. Kisah Daniel pasal 2, bagian pertama dari kisah itu, itu hanyalah sebuah cerita, itu bahkan bukan rangkaian nubuatan.

 

 

But now we come to the issue of the dream itself. The dream is found in Daniel 2:31 through verse 35, and one thing that we notice here, which I mentioned before, is that history is not evolving; history is devolving, as we can see by the decreasing of the value of the metals. We're now at the top of page 62.

The image revealed to Nebuchadnezzar while representing the deterioration of the kingdom of the earth in power and glory (that's because the metals decrease in value), also fitly represents the deterioration of religion and morality among the people of these kingdoms. As nations forget God, in like proportion they become weak morally. So in other words, the decrease in value of the metals does not only mean that the kingdoms were going to deteriorate in glory and power, but also the moral decay of nations as time goes by. And as nations become chaotic, like the United States is becoming now, the result is to use a strong hand to try and set things straight. And that is what Protestants are clamoring for in the United States now. They are saying, “If only we could use the power of the state to bring back Law and Order like it should be”, because as a nation deteriorates morally, the tendency is to want the civil power to set playing straight, to bring back Law and Order.

 

Tetapi sekarang kita tiba pada isu mimpi itu sendiri. Mimpi itu ditemukan di Daniel 2:31-35, dan salah satu hal yang kita simak di sini, yang sudah saya singgung sebelumnya, ialah bahwa sejarah itu tidak berevolusi, sejarah itu berdevolusi, seperti yang bisa kita lihat pada menurunnya nilai logam-logamnya. Kita sekarang di bagian atas hal. 62.

Patung yang dinyatakan kepada Nebukadnezar mewakili merosotnya kerajaan dunia dalam hal kuasa dan kemuliaan (itu karena logam-logamnya merosot dalam nilai) juga dengan tepat mewakili kemerosotan dalam hal rohani dan moralitas di antara bangsa-bangsa kerajaan-kerajaan itu. Ketika bangsa-bangsa melupakan Allah, dalam takaran yang sama mereka menjadi lemah secara moral. Jadi dengan kata lain, menurunnya nilai logam-logam itu tidak hanya berarti bahwa kerajaan-kerajaan itu merosot dalam kemuliaan dan kuasa, tetapi juga kemerosotan moral bangsa-bangsa dengan berjalannya waktu. Dan ketika bangsa-bangsa menjadi semakin kacau, seperti yang terjadi pada Amerika Serikat sekarang, akibatnya ialah menggunakan tangan yang kuat untuk meluruskan segalanya. Dan itulah yang sedang dituntut orang-orang Protestan sekarang. Mereka berkata, “Seandainya kita bisa memakai kekuatan pemerintah untuk mengembalikan ketertiban dan hukum seperti yang seharusnya”, karena pada saat suatu bangsa merosot secara moral, kecenderungannya ialah mencari kekuasaan sipil untuk membenahi keadaan, untuk mengembalikan ketertiban dan hukum.

 

 

And by the way history teaches us a great lesson. There's a lot of parallels between the history of the Roman Empire and the United States of America. You know what happened in the Roman Empire, it began to disintegrate, didn't it? In other words, it  decayed morally, it decayed in power, it decayed in glory, and especially when these Barbarian tribes came from the north ~ could we call that illegal immigration? I guess you could, you know.

You know what the agenda of illegal immigration is? It's a Papal plan. And what is this plan? You know Republicans say that it's because Democrats want to have a lot more votes; but there's something deeper than that. And what is deeper than that, is that the Papacy wants to dilute the patriotism of this country, what this country stands for, and there's no better way of doing it than bringing people who don't have the foggiest idea the principles upon which this nation was established. Are you with me? And that's exactly what's happening. That's the deeper dimension of what is taking place.

 

Dan ketahuilah, sejarah mengajarkan pelajaran yang hebat kepada kita. Ada banyak paralel antara sejarah kekaisaran Roma dengan Amerika Serikat. Kalian tahu, apa yang terjadi pada kekaisaran Roma, dia mulai disintegrasi, bukan? Dengan kata lain, dia merosot secara moral, merosot dalam kekuatan, merosot dalam kemuliaan, dan terutama ketika suku-suku Barbar datang dari utara ~ bisakah kita menyebut itu imigrasi ilegal? Sepertinya kita bisa.

Kalian tahu apa agenda dari imigrasi ilegal?  Ini adalah sebuah rancangan Kepausan. Dan rancangan apa itu? Kalian tahu, kelompok Republik mengatakan itu karena kelompok Demokrat mau mendapatkan suara yang lebih banyak; tetapi ada yang lebih mendalam daripada itu. Dan apa yang lebih mendalam daripada itu ialah Kepausan mau melemahkan patriotisme negara ini, apa yang diperjuangkan negara ini, dan tidak ada cara yang lebih baik untuk melakukan itu daripada membawa masuk orang-orang yang sama sekali tidak tahu apa-apa tentang prinsip-prinsip di atas mana negara ini didirikan. Apakah kalian mengikuti saya? Dan persis seperti itulah yang terjadi. Itulah dimensi yang lebih dalam dari apa yang sedang terjadi.

 

 

And so we find here that in Daniel chapter 2, you have a deterioration of the nations. Also when the Barbarian tribes invaded the Roman Empire and fragmented it, there was a great cry for Law and Order. And who stepped to the plate and say, “I'll bring Law and Order”? The Roman Catholic Papacy! The Pope became not only the religious ruler, but he became the civil ruler. He said, “I'll put everything in order”. Is that what's going to happen again? You’d better believe it. It's going to happen all over again, and it is happening in these United States of America.

 

Maka di sini kita lihat bahwa di Daniel 2, ada kemerosotan bangsa-bangsa. Juga ketika suku-suku Barbar menginvasi kekaisaran Roma dan mencincangnya, ada teriakan keras untuk mengembalikan ketertiban dan Hukum. Dan siapa yang muncul dan berkata, “Aku yang akan membawa ketertiban dan Hukum”? Kepausan Roma Katolik! Paus menjadi bukan saja pemimpin agama, tetapi dia menjadi pemimpin sipil. Dia berkata, “Aku akan mengembalikan ketertiban.” Apakah ini akan terjadi lagi? Percayalah!  Dan Itu akan terjadi lagi, dan terjadinya di Amerika Serikat ini.

 

 

Now let's talk a little bit about the great image. The text of Daniel 2 tells us twice that the image was great, however, in spite of its size which was probably 60 x 6 cubits it was made of pure gold, the image was standing on its feet, wasn't it? It was a massive image, but it was standing on its feet, and the feet were made of what? Of iron and clay. So there must have been some unity in the feet in order for it to be standing on its feet. The dimensions of the image were probably the same as the image that the king set up in the very next chapter.

Notice this statement from Ellen White, “The wise men of his realm, taking advantage of this and of his return to idolatry...” that is the king, “...proposed that he make an image similar to the one seen in his dream, and set it up where all might behold the  head of gold, which had been interpreted as representing his kingdom. ... Pleased with the flattering suggestion, he determined to carry it out, and to go even farther. Instead of reproducing the image as he had seen it, he would excel the original. His image should not deteriorate in value from the head to the feet, but should be entirely of gold—symbolic throughout of Babylon as an  eternal, indestructible,  all-powerful kingdom, which should break in pieces all other kingdoms and stand forever.” (PK p. 504)   

 

Sekarang mari kita bicara sedikit tentang patung raksasa itu. Ayat-ayat di Daniel 2 memberitahu kita dua kali bahwa patung itu besar, namun, di luar ukurannya yang mungkin 60 x 6 kubit, patung itu terbuat dari emas murni; patung itu berdiri di atas kakinya,  bukan? Itu sebuah patung raksasa, tetapi patung itu berdiri di atas kakinya, dan kakinya terbuat dari apa? Dari besi dan tanah liat. Jadi tentunya harus ada persatuan di kakinya, agar patung itu bisa berdiri di atas kakinya. Dimensi patung itu kemungkinan sama dengan patung yang didirikan si raja di pasal berikutnya.

Simak pernyataan ini dari Ellen White, “...  ‘Orang-orang pintar’ di kerajaannya, mengambil kesempatan ini dan mengetahui bahwa dia telah kembali kepada berhalanya…”  yaitu raja,   “…mengusulkan agar raja membuat sebuah patung yang mirip dengan yang dilihatnya di dalam mimpinya, dan mendirikannya di mana semua orang bisa melihat kepala yang dari emas, yang telah diartikan sebagai mewakili kerajaannya. Gembira dengan usul yang membesarkan hati itu, Nebukadnezar bertekad untuk melaksanakannya, dan untuk melangkah lebih jauh. Gantinya membuat patung sebagaimana yang dilihatnya dalam mimpi, dia akan mengungguli yang asli. Patungnya tidak akan merosot nilainya dari kepala hingga ke kaki, melainkan harus seluruhnya dari emas – sebagai simbol Babilon selamanya sebuah kerajaan yang kekal, tidak bisa dihancurkan, maha kuasa, yang akan menghancurkan berkeping-keping semua kerajaan yang lain, dan akan selamanya tegak berdiri.”

 

 

Was Nebuchadnezzar claiming to change God’s  times? Is that one of the central themes of Daniel? Yes. Yeah, he was announcing that he was going to change God's times, history was not going to flow the way God said, but history was going to flow like he said, his kingdom was going to be an eternal kingdom.

 

Apakah Nebukadnezar mengklaim mengubah waktu Allah? Apakah itu salah satu tema inti dari Daniel? Iya, dia mengumumkan bahwa dia akan mengubah waktu Allah, sejarah tidak akan mengalir seperti apa yang dikatakan Allah, tetapi sejarah akan mengalir seperti apa yang dia katakan. Kerajaannya akan menjadi kerajaan yang kekal.

 

 

Now the ~ we're on page 63 ~ the prophecy of Daniel 2 describes a succession of kings that would rule the world from 605 till the Second Coming of Christ. Daniel 2:37 and 38 ~ this is mostly review ~ explained that Babylon was the head of gold. In fact Daniel said to him, “You are the head of gold”, in other words Babylon was ruling at that time, it's present tense, “You are the head of gold”. But then Daniel 2:39 says, “after you will arise another kingdom” which means that another kingdom would arise after the kingdom of Babylon, and what's interesting is, that we don't have to go to history to know that this is fact, because the book of Daniel itself tells us what the next kingdom was going to be ~ you don't even have to go to history, because when you go to Daniel chapter 5 you find the the story of the night that Babylon fell, when there was a handwriting on the wall, right? So we already know from Daniel itself that the next kingdom was going to be the Medes and Persians. You don't even have to go to history to know what the third kingdom is going to be, because in Daniel chapter 8 it says that the next kingdom was going to be Greece, and it was going to have one notable king that established the nation, and that when he died or when the horn was broken, then his kingdom would be divided into four. So you didn't even have to go to history to know that the first three kingdoms are Babylon, Medo Persia, and Greece. And you don't even have to go to history to understand that the fourth kingdom is Rome. Do you? Not really, because what kingdom was ruling when Jesus Christ was on this earth? All you have to do is read the Gospels, it was Rome. So you you don't have to go to history to understand that the kingdoms here are Babylon, Medo Persia, Greece and Rome.

 

Nah ~ kita di hal. 63 ~ nubuatan Daniel pasal 2 menggambarkan suksesi raja-raja yang akan menguasai dunia dari tahun 605 BC hingga Kedatangan Kedua Kristus. Daniel 2:37-38  ~ ini kebanyakan hanya mengulang ~ menjelaskan bahwa Babilon itulah kepala yang dari emas. Malah Daniel berkata kepadanya,  “...Tuankulah kepala yang dari emas itu...” dengan kata lain, Babilon yang sedang berkuasa pada waktu itu, kalimatnya dalam waktu sekarang, “Tuankulah kepala yang dari emas itu”. Tetapi kemudian Daniel 2:39 berkata,  “sesudah tuanku, akan bangkit sebuah kerajaan lain” yang berarti sebuah kerajaan lain akan bangkit setelah kerajaan Babilon. Dan yang menarik ialah, kita tidak usah ke buku sejarah untuk mengetahui bahwa inilah faktanya, karena kitab Daniel sendiri memberitahu kita kerajaan berikutnya itu apa ~ kita bahkan tidak usah melihat sejarah karena jika kita ke Daniel pasal 5, kita akan mendapatkan kisah malam kejatuhan Babilon, ketika ada tulisan di dindingnya, benar? Jadi kita sudah tahu dari Daniel sendiri bahwa kerajaan berikutnya ialah Medo Persia. Kita tidak usah ke sejarah untuk mengetahui apa kerajaan yang ketiga karena di Daniel pasal 8 dikatakan bahwa kerajaan berikutnya itu Greeka, dan kerajaan itu akan punya seorang raja yang terkenal, pendiri kerajaan itu,dan bahwa ketika dia mati atau ketika tanduk itu patah, maka kerajaannya akan dibagi menjadi empat. Jadi kita tidak usah ke sejarah untuk mengetahui bahwa tiga kerajaan yang pertama itu Babilon, Medo Persia, dan Greeka. Dan kita tidak usah ke sejarah untuk memahami kerajaan keempat itu Roma. Betul? Tidak, karena kerajaan apa yang sedang berkuasa ketika Yesus Kristus ada di dunia ini? Kita hanya perlu membaca kitab-kitab Injil, itu Roma. Jadi kita tidak usah ke sejarah untuk memahami bahwa kerajaan-kerajaan di sini adalah Babilon, Medo Persia, Greeka, dan Roma.

 

 

Now the historian Edward Gibbon wrote this interesting series of books I have, it's in six volumes, the title of it is, The Decline and Fall of The Roman Empire.

 

Nah, sejarahwan Edward Gibbon menulis seri buku yang menarik ini, dalam 6 jilid. Judulnya ialah The Decline and Fall of the Roman Empire.

 

 

Now I want to read here a few statements from the Spirit  of Prophecy where she recognized that these kingdoms are Babylon, Medo Persia, Greece, and Rome. The Holy Spirit  inspired Ellen White to say, “Yeah, that's what the meaning of these kingdoms are.” So let's read the statement at the bottom of page 63. “The final overthrow of all earthly dominions is plainly foretold in the Word of truth. In the prophecy uttered when sentence from God was pronounced upon the last king of Israel is given the message: ‘Thus saith the Lord God;  Remove the diadem, and take off the crown... Exalt him that is low, and abase him that is high. I will overturn, overturn, overturn, it: and it shall be no more, until He come whose right it is; and I will give it Him.’ (Ezekiel 21:26, 27)....”  this is a Messianic prophecy. Listen now carefully, “...The crown removed from Israel passed successively to the kingdoms of...”  what? There it is:  “...Babylon,  Medo-Persia,  Greece, and  Rome. God says, It shall be no more, until He come whose right it is; and I will give it Him.(Education. p. 179).  Who is He talking about here? He’s talking about Jesus, the coming of Christ.  

 


crown = mahkota penuh seperti topi

 


diadem = mahkota yang melingkar seperti bando

Sekarang saya mau membacakan di sini beberapa pernyataan dari Roh Nubuat di mana Ellen White mengenali bahwa kerajaan-kerajaan ini adalah Babilon, Medo Persia, Greeka, dan Roma. Roh Kudus menginspirasi Ellen White untuk mengatakan, “Iya, itulah makna dari kerajaan-kerajaan itu.” Jadi mari kita baca pernyataan di bagian bawah hal. 63.   “…Penggulingan terakhir dari semua kekuasaan duniawi diberitahukan dengan gamblang sebelumnya dalam Firman kebenaran. Dalam nubuatan yang dikatakan ketika vonis dari Allah diumumkan atas raja Israel yang terakhir, pesan yang diberikan ialah,  26 Beginilah firman Tuhan ALLAH: ‘Copotlah mahkota lingkarnya dan lepaskan mahkota penuhnya. … Tinggikan dia yang rendah, dan rendahkan dia yang ditinggikan. 27 Aku akan menggulingkan, menggulingkan, menggulingkannya dan dia tidak akan ada lagi, sampai Ia datang yang adalah hakNya, dan Aku akan memberikannya kepadaNya.’ (Yehezkiel 21:26-27) …”  ini nubuatan messianik. Sekarang dengarkan baik-baik,   “…Mahkota yang dicopot dari Israel berpindah secara suksesif kepada kerajaan-kerajaan…”  apa? Ini dia:   “…Babilon, Medo-Persia, Greeka dan Roma. Allah berkata, ‘tidak akan ada lagi, sampai Ia datang yang adalah hakNya, dan Aku akan memberikannya kepadaNya.’ (Education. hal. 179).. Dia bicara tentang siapa di sini? Dia bicara tentang Yesus, kedatangan Kristus.

 

 

She continues, this is in Prophets and Kings, the next quotation is Prophets and Kings page 535, Every nation that has come upon the stage of action has been permitted to occupy its place on the earth, that the fact might be determined whether it would fulfill the purposes of the Watcher and the Holy One. Prophecy has traced the rise and progress of the world's great empiresBabylon, Medo- Persia,  Greece, and  Rome. With each of these, as with the nations of less power, history has repeated itself. Each has had its period of test; each has failed, its glory faded, its power departed.”  ( Prophet and Kings p. 535)

 

Ellen White melanjutkan, ini di Prophets and Kings, kutipan berikutnya ialah Prophets and Kings hal. 535, “…Setiap bangsa yang pernah naik ke panggung aksi telah diizinkan menempati tempatnya di dunia, agar faktanya bisa ditentukan apakah dia akan memenuhi tujuan Sang Pengamat dan Dia Yang Kudus. Nubuatan telah mencatat bangkitnya dan kemajuan kekaisaran-kekaisaran besar dunia – Babilon, Medo-Persia, Greeka, dan Roma. Pada masing-masing bangsa ini, sebagaimana pada bangsa-bangsa yang kekuatannya tidak sebesar mereka, sejarah telah berulang. Setiap bangsa punya masa ujian, setiap mereka telah gagal, kemuliaannya memudar, kekuatannya lenyap.”  

 

 

Now you can read the next two statements. Babylon passed away because in her prosperity she forgot God, and ascribed the glory of her prosperity to human achievement. The  Medo-Persian kingdom was visited by the wrath of heaven because in this kingdom God's Law was trampled underfoot. The fear of the Lord found no place in the hearts of the people. The prevailing influences in Medo-Persia were wickedness, blasphemy, and corruption. .. The  kingdoms that followed were even more base and corrupt. They deteriorated because they cast off their allegiance to God. As they forgot Him, they sank lower and still lower in the scale of moral value.” ( 4SDABC, p. 1168)

 

Sekarang kalian bisa membaca dua pernyataan berikut. “…Babilon jatuh karena dalam kemakmurannya dia melupakan Allah dan memperhitungkan kemuliaan dari kemakmurannya kepada pencapaian manusia. Kerajaan Medo Persia didatangi oleh murka dari Surga karena di kerajaan ini Hukum Allah diinjak-injak. Takut akan Allah tidak terdapat di dalam hati bangsa ini. Pengaruh yang berlaku di Medo Persia adalah kejahatan, hujatan, dan korupsi… Kerajaan-kerajaan yang berikutnya bahkan semakin hina dan rusak. Mereka merosot karena mereka mencampakkan kesetiaan mereka kepada Allah. Karena mereka melupakan Allah, mereka semakin merosot ke bawah dan semakin ke bawah pada skala nilai-nilai moral.” (4SDABC, p. 1168)

 

 

Did Ellen Wite agree with the idea that the four kingdoms of Daniel chapter 7 are Babylon, Medo Persia, Greece and Rome? Very clearly, yes. And believe it or, I got an email the other day, where an individual was telling me that our interpretation of Daniel 7 is wrong and that these powers do not represent Babylon, Medo Persia, Greece, and Rome; but they represent several contemporary nations. It's ridiculous in the light of what the Bible and the Spirit of Prophecy have to tell us.

 

Apakah Ellen White setuju dengan konsep bahwa keempat kerajaan Daniel pasal 7 adalah Babilon, Medo Persia, Greeka dan Roma? Sangat jelas, iya. Dan percaya atau tidak, tempo hari saya menerima sebuah email di mana seseorang memberitahu saya bahwa interpretasi kita tentang Daniel 7 itu salah dan bahwa kekuasaan-kekuasaan ini tidak mewakili Babilon, Medo Persia, Greeka dan Roma melainkan mereka mewakili beberapa bangsa kontemporer. Ini konyol dalam konteks terang yang diberitahukan oleh Alkitab dan Roh Nubuat kepada kita.

 

 

Now we come to the really good part. What we've dealt with so far in this session is stuff that probably we already know, but now we want to deal more specifically with the feet and the toes of the image, the feet and the toes of the image, so let's go to the top of page 65 and unpack the meaning of the feet and the toes.

 

Sekarang kita tiba di bagian yang sungguh-sungguh menarik. Apa yang sudah kita bahas sampai di sini di sesi ini adalah hal-hal yang kemungkinan besar sudah kita ketahui. Tetapi sekarang kita akan membahas secara lebih spesifik bagian kaki bawah dan jari-jari kaki patung itu, jadi mari kita ke bagian atas hal. 65 dan mengupas makna kaki dan jari-jarinya.

 

 

Daniel 2:41 the Roman kingdom ~ that is the legs of iron ~ this dragon Beast ruled from 168 BC to 476 AD. However, in the fifth century the Barbarian tribes invaded the empire from the north and divided the empire into 10 kingdoms. The iron that was in the legs ~ that's very important ~ the iron that was in the legs continues where? In the feet. So is Rome going to continue in the feet? Yes or No? Of course! So in the feet you have iron, this indicates that Rome continued to exist in the feet, but it was a different kind of Rome. How do we know that it was a different kind of Rome? Because it's not iron alone. It's iron and clay, it's a mingling of two substances, actually one metal and one substance. The parallel prophecy of Daniel 7:7 describes the fourth Beast, that is the same as the legs of iron, as different than the previous three. And a Little Horn which would be the parallel to the clay, that is different than the 10 that preceded it, rise. In contrast to the previous powers ~ listen now, and we're going to deal with this when we talk about Daniel chapter 7 ~  in contrast to the previous powers:

·       the Little Horn has human features. The previous powers are represented by wild beasts, right? The Little Horn has human features, that's important.

·       Eyes, which we rarely hear an interpretation of why eyes? What do the eyes represent that the Little Horn has? We know that the mouth speaks blasphemies, right? But why the eyes? We have a whole section on that.

 

Daniel 2:41 kerajaan Roma ~ ini kaki-kaki (paha dan betis) dari besi ~ Binatang naga ini berkuasa dari 168 BC hingga 476 AD. Namun, di abad kelima, suku-suku Barbar menginvasi kekaisaran Roma dari utara dan memecah kekaisaran itu menjadi 10 kerajaan. Besi yang ada di bagian kaki ~ ini sangat penting ~ besi yang ada di bagian kaki (paha dan betis), berlanjut di mana? Di kaki (bagian jari-jari). Jadi apakah Roma akan berlanjut di jari-jari kaki? Ya atau Tidak? Tentu saja! Jadi di bagian jari-jari kaki ada besi, ini mengindikasikan bahwa Roma berlanjut ada di bagian jari-jari kaki, tetapi itu jenis Roma yang berbeda. Dari mana  kita tahu bahwa itu jenis Roma yang berbeda? Karena itu bukan hanya besi. Itu besi dan tanah liat, campuran dari dua bahan padat, tepatnya satu metal dan yang lain bahan padat. Nubuatan paralel Daniel 7:7 menggambarkan Binatang ke empat ~ ini sama dengan kaki-kaki besi ~ sebagai berbeda dari tiga yang lain sebelumnya. Dan sebuah Tanduk Kecil (yang akan sama dengan tanah liat) yang berbeda dari ke 10 tanduk yang sebelumnya, bangkit. Berbeda dari kekuasaan-kekuasaan sebelumnya ~ dengarkan sekarang, kita akan membahas ini saat kita bicara tentang Daniel pasal 7 ~ berbeda dari kekuasaan-kekuasaan sebelumnya:

·       Tanduk Kecil ini punya wajah manusia. Kekuasaan-kekuasaan sebelumnya dilambangkan oleh binatang-binatang buas, benar? Tanduk Kecil punya wajah manusia, ini penting.

·       Mata, yang jarang kita dengar interpretasi tentang mengapa kok mata? Mata melambangkan apa yang dimiliki Tanduk Kecil? Kita tahu bahwa mulutnya bicara hujat, benar? Tetapi mengapa kok mata? Ada pembahasan satu bagian sendiri tentang ini.

 

 

It is not only, in other words, the feet do not only continue the power of the Roman Empire, but it also is religious, because in Daniel 7 the Little Horn performs religious actions. According to Daniel 2:44 the feet and toes of the image last from 476 AD to the Second Coming. Here's one point that we covered in our previous two studies. Do the feet and toes exist until the Second Coming? Yes or No? Of course they do! Because the next thing after the mixture of iron and clay is the coming of Christ to set up an everlasting kingdom. Does that tell us the whole story? No, it doesn't tell us the whole story. It says in Daniel 2:44, in the days of these kings Jesus will set up His everlasting kingdom. Is this talking only about the 10 nations of Western Europe that were divided as a result of the Barbarian invasions? No! There's much more to the story as we shall see.

Prophecy indicates that the Little Horn would have how many stages? It would have two stages of dominion:

1.    in Europe. We studied this, during the 1260 years.

2.    and the other globally when the deadly wound of the Beast or the Little Horn is healed.

 

Dengan kata lain, kaki  (bagian jari) tidak hanya melanjutkan kekuasaan Kekaisaran Roma tetapi dia juga agamis, karena di Daniel pasal 7, Tanduk Kecil melakukan tindakan-tindakan agamis. Menurut Daniel 2:44, kaki dan jari-jari patung itu berlangsung dari 476 AD hingga ke Kedatangan Kedua Kristus. Ini poin yang telah kita liput dalam dua pelajaran kita sebelumnya. Apakah kaki dan jari-jarinya akan eksis hingga Kedatangan Kedua? Ya atau Tidak? Tentu saja! Karena peristiwa berikutnya setelah campuran besi dan tanah liat ialah kedatangan Kristus untuk mendirikan kerajaan yang kekal. Apakah ini memberi kita seluruh ceritanya? Tidak, ini tidak memberi kita seluruh ceritanya. Dikatakan di Daniel 2:44, 44 ... di zaman raja-raja ini, Allah Surgawi akan mendirikan suatu kerajaan yang tidak akan dihancurkan selama-lamanya...” Apakah ini hanya bicara tentang ke-10 bangsa di Eropa Barat yang terbagi akibat invasi suku-suku Barbar? Tidak! Masih ada banyak ceritanya, seperti yang akan kita simak. Nubuatan mengindikasikan bahwa Tanduk Kecil ini akan memiliki berapa tahap? Dia akan punya dua tahap kekuasaan:

1.    di Eropa. Kita sudah mempelajari ini. Selama 1260 tahun.

2.    dan yang lain secara global ketika luka yang mematikan Binatang atau Tanduk Kecil itu sembuh.

 

 

The final fulfillment, listen now, the final fulfillment of the feet is described in Revelation chapter 17. But there it doesn't talk about mixture of iron and clay, it refers to the kings fornicating with the Harlot. It's a different way of saying the same thing. In other words, the foot stage is expanded in Revelation chapter 17.

 

Penggenapan terakhir ~ dengarkan sekarang ~ penggenapan terakhir dari jari-jari kaki itu digambarkan di Wahyu 17. Tetapi di sana tidak bicara tentang campuran besi dengan tanah liat, melainkan mengacu kepada raja-raja yang berzinah dengan si perempuan pelacur. Cara yang berbeda mengatakan hal yang sama. Dengan kata lain, tahap jari-jari kaki itu diperluas di Wahyu pasal 17.

 

 

Daniel explained that the  potter's clay that was added to the feet was fragile. The iron was strong and the clay was fragile. You can read in Romans 9:20 and 21, it tells us that the  potter's clay represents the fragility of man. On the other hand, as I mentioned, the iron is strong. So you have something in the feet that is strong and something that is fragile. What is it that's strong? The iron, the power of the state. What is it that is fragile? The clay is fragile. Now both the iron and clay are useful, would you agree that clay is very useful? Would you agree that iron is very useful? Yes. Where do you have the problem? The problem is when you mingle iron and clay. They each have their respective sphere and value, but not together. Separate. Are you catching an interesting picture?

 

Daniel menjelaskan bahwa tanah liat tembikar yang ditambahkan kepada bagian kaki itu rapuh. Besinya kuat dan tanah liatnya rapuh. Kalian bisa membacanya di Roma 9:20-21, yang memberitahu kita bahwa tanah liat tembikar itu melambangkan kerapuhan manusia. Di pihak lain, seperti yang sudah saya singgung, besi itu kuat. Maka di bagian kaki ada yang kuat dan ada yang rapuh. Apa yang kuat? Besinya, kekuasaan pemerintah. Apa yang rapuh? Tanah liatnya rapuh. Nah, baik besi maupun tanah liat itu berguna. Apakah kalian setuju bahwa tanah liat itu sangat berguna? Apakah kalian setuju besi itu sangat berguna? Ya. Di mana masalahnya? Masalahnya ialah jika kita mencampur besi dengan tanah liat. Masing-masing memiliki tingkatan dan nilainya sendiri, tetapi bukan bersama-sama. Terpisah. Apakah kalian menangkap gambarannya?

 

 

And what happens when you mingle iron and clay? Both the clay and the iron are weakened, correct? Yes. Is the iron weakened? Yes. Is the clay weakened? Yes. Because nobody in the right mind would mingle iron and clay to build a foundation. It simply weakens both. But now listen, the union of iron and clay is strong enough to keep the image on foot, isn't it? The image was standing on feet of iron and clay, so in other words, the mixture was strong enough to keep the massive image standing. However, God considers this union fashioned by men to be illegitimate. Daniel 2 presents God's perspective of history, doesn't it? Doesn't Daniel 2 present God's perspective of history? Yes, and so the mingling of iron and clay that's done by human beings, in their sight, does it appear to be a strong mixture of men? Yes. But how is it looked upon by God? It's not looked upon as a legitimate mixture. And the next paragraph explains what I mean.

 

Dan apa yang terjadi bila kita mencampur besi dengan tanah liat? Baik besinya maupun tanah liatnya menjadi lemah, benar? Ya. Apakah besinya dilemahkan? Ya. Apakah tanah liatnya dilemahkan? Ya. Karena tidak ada orang yang waras akan mencampurkan besi dengan tanah liat untuk membangun suatu fondasi. Itu semata-mata melemahkan keduanya. Tetapi sekarang dengarkan, persekutuan besi dengan tanah liat itu cukup kuat untuk membuat patung itu tetap berdiri di atas kakinya, bukan? Patung itu berdiri di atas kaki dari besi dan tanah liat, maka dengan kata lain, campuran itu cukup kuat untuk menahan patung raksasa tersebut tetap berdiri. Namun, Allah menganggap persekutuan ini yang dibuat oleh manusia sebagai tidak sah. Daniel 2 menyatakan perspektif Allah tentang sejarah, bukan? Bukankah Daniel 2 menyatakan perspektif Allah tentang sejarah? Ya, maka pencampuran besi dengan tanah liat yang dilakukan manusia, apakah di pemandangan mereka itu campuran yang kuat? Ya. Tetapi bagaimana itu di pemandangan Allah? Ini tidak dianggap campuran yang sah. Dan paragraf berikutnya menjelaskan apa yang saya maksudkan.

 

 

We can compare the union of iron and clay with a marriage union between a man and a woman. When they unite in marriage God looks upon the union as legitimate, agreed? If they fulfill the conditions, God looks upon the union between the man and the woman as legitimate. However, if one of the partners breaks the wedding vows, and has a sexual relationship with someone else, is there still union? Is there union? If they get together, they have sexual relations, was there union? Yes, but is it a legitimate union? There's union but it is not legitimate in the sight of God. It is noteworthy that Daniel 2:43 tells us that these nations would try to cement their relationships by illegitimate marriages.

 

Kita bisa membandingkan campuran besi dan tanah liat dengan persatuan dalam perkawinan antara seorang pria dan seorang wanita. Ketika mereka bersatu dalam perkawinan, Allah memandang persatuan tersebut sebagai sah, setuju? Jika mereka telah memenuhi persyaratannya, maka Allah memandang persatuan antara pria dan wanita itu sebagai sah. Namun, jika salah satu pihak melanggar janji perkawinan dan menjalin hubungan seksual dengan orang lain, apakah masih ada persatuan? Apakah masih ada persatuan? Jika mereka bercampur dan menjalin hubungan seksual, apakah ada persatuan? Ya, tetapi apakah itu persatuan yang sah? Ada persatuan tetapi itu tidak sah di pemandangan Allah. Perlu dicatat bahwa Daniel 2:43 memberitahu kita bahwa bangsa-bangsa ini berusaha merekatkan hubungan mereka dengan perkawinan-perkawinan yang tidak sah.

 

 

By the way this clay is not the mud that gets on your shoes after it rains. This is a particular kind of clay, this is potter's clay according to Daniel 2:41 and the word for clay in the Greek translation of the Old Testament is στράκινος [ostrakinos] where the word “ostraca” comes from. Do you know what “ostraca” is? They're pieces of a vessel, a  potter's vessel that has been broken, that's “ostraca”.

So this is talking about  potter's clay, it's not talking about mud so-called.

 

Nah, tanah liat ini bukanlah lumpur yang menempel di sepatu kita setelah hujan. Ini adalah jenis tanah liat yang khusus, ini tanah liat untuk membuat bejana-bejana tembikar menurut Daniel 2:41, dan kata untuk tanah liat di terjemahan Perjanjian Lama dalam bahasa Greeka adalah  στράκινος [ostrakinos] dari mana kata “ostraca” berasal. Tahukah kalian apa itu “ostraca”? Itu adalah potongan atau pecahan bejana, bejana tembikar yang pecah, itulah “ostraca”. Jadi ini bicara tentang tanah liat tembikar, ini bukan bicara tentang tanah lumpur.

 

 

Now let me ask you, is everything in Daniel 2 symbolic? Is the head of gold symbolic? Yes. Breast and arms symbolic? Belly of bronze symbolic? Yes. Legs of iron symbolic? The mountain that is formed symbolic? Everything in Daniel 2 is symbolic. So let me ask you must the clay also be symbolic? We don't usually dwell on that point. When we deal with Daniel chapter 2 you know, we say everything, oh yeah, the head of gold represents Babylon; the chest and arms of silver Medo Persia; the belly of bronze Greece; the legs of iron represent Rome; and then there's a mixture of iron and clay in the feet that means that the 10 nations of Europe, are never going to come together, never going to be united. And we stop at that. But we never interpret the meaning of the clay, which is a symbol along with all of the rest of the symbols.  And so what do we need to do? We need to interpret the meaning of the clay, because we already know what the gold is, we already know what the silver is, we already know what the bronze is, we already know what the legs of iron are, we know what the stone that hits the feet of the image represents: the coming of Christ, we already know that the mountain represents this everlasting kingdom, but what does the clay, the  potter's clay that is mingled with the iron of Rome? What does that represent? So that's what we're going to dedicate the next few minutes to.

 

Sekarang coba saya tanya, apakah semuanya di Daniel 2 itu simbolis? Apakah kepala yang dari emas itu simbolis? Ya. Dada dan lengan yang dari perak simbolis? Perut dari kuningan simbolis? Ya. Kaki-kaki dari besi simbolis? Gunung yang terbentuk itu simbolis? Semua yang di Daniel 2 itu simbolis. Jadi coba saya tanya, apakah tanah liatnya juga harus simbolis? Biasanya kita tidak membahas poin itu. Bila kita bicara tentang Daniel pasal 2, kita mengatakan segalanya, oh iya, kepala dari emas melambangkan Babilon; dada dan lengan dari perak Medo Persia; perut kuningan Greeka; kaki-kaki besi melambangkan Roma; kemudian ada campurann besi dan tanah liat di bagian kaki, itu berarti ke 10 bangsa Eropa tidak akan bersatu, tidak akan dipersatukan. Dan kita berhenti di sana. Tetapi kita tidak pernah menginterpretasi makna tanah liatnya, yang juga adalah simbol bersama-sama dengan semua simbol yang lain. Maka apa yang harus kita lakukan? Kita perlu meninterpretasi makna dari tanah liatnya, karena kita sudah tahu emasnya itu apa, kita sudah tahu peraknya itu apa, kita sudah tahu kuningannya itu apa, kita sudah tahu kaki-kaki dari besinya itu apa, kita tahu Batu yang menghantam kaki patung itu melambangkan kedatangan Kristus, kita sudah tahu bahwa Gunung itu melambangkan kerajaan yang kekal, tetapi tanah liatnya, tanah liat tembikar yang bercampur dengan besi Roma itu melambangkan apa? Jadi kita akan mendedikasikan beberapa menit berikutnya kepada itu.

 

 

We're at the bottom of page 66. In order to understand the symbolic meaning of the  potter's clay it is helpful to go back and read about the creation of Adam. The Bible says that God formed man ~ and by the way what does the word “formed” mean? It's the Hebrew word יָצַר [yâtsar] which means  to mold or to squeeze into shape. So you're dealing with  potter's vessel, aren't you? In other words,  Adam was God's vessel that God made. So God acted like a  potter, He formed Adam like a  potter forms a vessel. Notice Genesis 2:7 and then we'll go back to Isaiah 64:8.

And the Lord God formed man of the dust of the ground…” by the way you can't form anything with dust. This was wet dust, this was clay.

Notice Isaiah 64:8, But now, O Lord, You are our  Father; we are the clay, and You our  potter; and all we are the work of Your hand.”

So what did God do? He formed the literal body of Adam, closely knit with all of its body parts, each to fulfill its own particular function. However, the body had a problem. It was lifeless. Don't say it was dead, there was no death. The body was lifeless. Therefore after forming like a  potter, the body of Adam with all of its organs, all of its systems, what did God do? God breathed into his nostrils the Spirit or breath of life, and now every member of Adam's body began to fulfill its own particular function. Are you with me or not? This is speaking about literal, this is literal that we find here; but we're going to see soon that it has symbolic value as well.

 

Kita di bagian bawah hal. 66. Supaya bisa mengerti makna simbolis tanah liat tembikar, baiklah kita kembali dan membaca tentang penciptaan Adam. Alkitab berkata Allah membentuk manusia ~ dan apa artinya kata “membentuk”? Itu adalah kata Ibrani יָצַר [yâtsar] yang berarti membentuk atau menekannya supaya berbentuk. Jadi kita berurusan dengan tanah liat untuk membuat bejana dari tembikar, bukan? Dengan kata lain, Adam itu bejana Allah yang dibuat Allah. Maka Allah bertindak seperti seorang penjunan, Dia membentuk Adam seperti seorang penjunan membentuk sebuah bejana. Simak Kejadian 2:7 kemudian kita kembali ke Yesaya 64:8.

7 Dan TUHAN Allah membentuk manusia dari debu tanah…”  nah, kita tidak bisa membentuk apa pun dari debu. Itu debu basah, itu tanah liat.

Simak Yesaya 64:8,   “…8 Tetapi sekarang, ya TUHAN, Engkaulah Bapa kami; kami adalah tanah liat dan Engkaulah penjunan kami, dan kami sekalian adalah buatan tangan-Mu.”

Jadi apa yang dilakukan Allah? Dia membentuk tubuh literal Adam, lengkap dengan semua anggota tubuhnya, setiap bagian memenuhi fungsinya sendiri yang khusus. Namun, tubuh itu punya masalah. Tubuh itu tidak hidup. Jangan mengatakan mati, tidak ada kematian. Tubuh itu tidak hidup. Itulah mengapa setelah membentuknya seperti seorang penjunan, tubuh Adam dengan semua organnya, semua sistemnya, apa yang dilakukan Allah? Allah meniupkan nafas ke lubang hidungnya, Roh atau nafas kehidupan, dan sekarang setiap bagian tubuh Adam mulai memenuhi fungsinya sendiri yang khusus. Apakah kalian mengikuti saya atau tidak? Ini bicara tentang yang literal, yang kita temukan di sini itu literal; tetapi kita akan segera melihat bahwa ini juga ada nilai simbolisnya.  

 

 

Genesis 2:7 says, “... and breathed into his nostrils the breath of life; and man became a living being.”

The clay metaphor in Daniel 2 is symbolic, that is to say, the literal  potter's clay that God used to create the body of Adam, is not literal in its application, but symbolic. The question is what does the creation of the literal body of Adam and the Spirit of life that were placed in that body, what do they represent? In the first instance, the potter's clay represents the spiritual formation of Israel as God's Old Testament Church. So as God formed the literal body of Adam, gave gave him the literal breath of life, and Adam began to function, all of the parts of the body began to fulfill their particular function, something similar happens symbolically with the church.

 

Kejadian 2:7 berkata, 7 ….dan menghembuskan nafas hidup ke lubang hidungnya; dan manusia  menjadi makhluk yang hidup…”  Metafora tanah liat di Daniel 2 itu simbolis, maksudnya tanah liat tembikar yang literal yang dipakai Allah untuk menciptakan tubuh Adam, itu tidak literal dalam aplikasinya, melainkan simbolis. Pertanyaannya ialah, apakah yang dilambangkan oleh penciptaan tubuh literal Adam dan ditempatkannya Roh kehidupan dalam tubuh itu? Pertama, tanah liat tembikar itu melambangkan dibentuknya Israel secara spiritual sebagai gereja Perjanjian Lama Allah. Maka ketika Allah membentuk tubuh literal Adam, memberinya nafas hidup yang literal, dan Adam mulai berfungsi, semua bagian tubuhnya mulai melakukan fungsi khusus masing-masing, sesuatu yang mirip itu terjadi secara simbolis pada gereja.

 

 

Notice Jeremiah 18:1-6, 1 The word which came to Jeremiah from the Lord, saying, 2 ‘Arise and go down to the  potter’s house, and there I will cause you to hear My words.’  Then I went down to the  potter’s house, and there he was, making something at the wheel. And the vessel that he made of clay was marred in the hand of the  potter; so he made it again into another vessel, as it seemed good to the  potter to make...” so we have three stages here:

1)    the  potter is making the vessel.

2)    The vessel is broken.

3)    so the potter makes a new vessel. Okay? Three stages.

Now what does this mean? We don't have to guess. The vessel is a symbol of Israel, God's people, God's Old Testament Church. Notice verse 5, “...Then the word of the Lord came to me, saying, 6 ‘O house of Israel, can I not do with you...” Israel,  “...as this  potter?’ says the Lord. ‘Look, as the clay is in the  potter’s hand, so are you in My hand, O house of Israel!”

 

Simak Yeremia 18:1-6, 1 Firman yang datang dari TUHAN kepada Yeremia, mengatakan, 2Bangkit dan pergilah ke rumah tukang periuk dan  di sana Aku akan membuat engkau mendengar perkataan-perkataan-Ku’. 3 Lalu pergilah aku ke rumah tukang periuk, dan di sana ia sedang membuat sesuatu di roda pemutar.  4 Dan bejana yang dibuatnya dari tanah liat rusak di tangan tukang periuk, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik untuk dibuat pada pemandangannya. …”  jadi ada tiga tahap di sini:

1)    tukang periuk (penjunan) membuat bejana.

2)    Bejananya pecah.

3)    Maka tukang periuk (penjunan) itu membuat bejana yang baru. Oke? Tiga tahap.

Nah, apa maksudnya ini? Kita tidak usah menebak. Bejana itu adalah simbol Israel, umat Allah, gereja Perjanjian Lama Allah. Simak ayat 5, “...5 Kemudian datanglah firman TUHAN kepadaku, mengatakan,6 ‘Ya, kaum Israel, tidakkah Aku boleh berbuat kepada kamu…”  Israel,  “…seperti tukang periuk ini?’ firman TUHAN. ‘Lihatlah, seperti tanah liat ada di tangan tukang periuk, demikianlah kamu ada di tangan-Ku, hai kaum Israel!’”

 

 

So what does the  potter's clay represent in Jeremiah chapter 18? It represents God's Old Testament Church. It represents Israel, symbolically speaking. Is it proper to refer to the Old Testament Israel as God's Church? The answer is Yes. Revelation 12 teaches that God's Old Testament Church is one, right? You know dispensationalists Futurists they like to divide Israel and the church. They say God has one plan for literal Israel and another plan for the church. God has two mutually separable peoples, is what they say. Revelation 12 disproves what they teach.

You say, “Why?”

Because the woman existed before the Child is born; but after the Child is born the woman, the church, flees to the wilderness. So if the woman has the Child in her womb, and hasn't been born, that's the Old Testament, isn't it? But then the same woman flees to the wilderness for 1260 years, that's during the New Testament period, but it's the same woman. Are you following my point or not? God has only one church, Old and New Testament church. They're not mutually separable.

Incidentally Acts 7:38 describes Israel as God's ἐκκλησία [ekklēsia]. What is the word ἐκκλησία [ekklēsia]? It's a word for “church”. So God calls Israel in the wilderness His church, His Ecclesia.  And by the way, the prophet Isaiah uses the word יָצַר [yâtsar] to describe God forming Israel into His people. Same word that is used in Genesis 2:7.

 

Jadi tanah liat tembikar di Yeremia pasal 18 melambangkan apa? Itu melambangkan gereja Perjanjian Lama Allah. Itu melambangkan Israel, bicara secara simbolis. Apakah tepat merujuk Israel Perjanjian Lama sebagai gereja Allah? Jawabannya adalah Iya. Wahyu 12 mengajarkan bahwa gereja Perjanjian Lama Allah itu satu, benar? Golongan dispensasionalis Futurist mereka suka memisahkan Israel dengan gereja. Mereka mengatakan Allah punya satu rencana bagi Israel literal dan rencana lain bagi gereja. Allah punya dua umat yang terpisah, itulah yang mereka katakan. Wahyu 12 membantah apa yang mereka ajarkan.

Kalian berkata, “Mengapa?”

Karena perempuan itu sudah ada sebelum Anak itu lahir; tetapi setelah Anak itu lahir, perempuan itu, gereja, lari ke padang gurun. Maka jika perempuan itu masih mengandung Anak itu dalam rahimnya dan belum melahirkan, itulah Perjanjian Lama, bukan? Tetapi kemudian perempuan yang sama lari ke padang gurun selama 1260 tahun, itu di periode Perjanjian Baru, tapi itu perempuan yang sama. Apakah kalian mengikuti poin saya atau tidak? Allah hanya punya satu gereja, gereja Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Mereka tidak bisa saling dipisahkan.

Nah, Kisah 7:38 menggambarkan Israel sebagai ἐκκλησία [ekklēsia] Allah. Kata ἐκκλησία [ekklēsia]  itu apa? Itu kata untuk “gereja”. Jadi Allah menyebut Israel di padang gurun gerejaNya, ἐκκλησία [ekklēsia]-Nya. Dan ketahuilah nabi Yesaya memakai kata יָצַר [yâtsar] untuk menggambarkan Allah membentuk Israel menjadi umatNya. Kata yang sama yang dipakai di Kejadian 2:7.

 

 

By the way, the prophet Ezekiel uses the same metaphor. Have you ever read about the valley of the dry bones where bones are strewn all over the valley? What do those bones represent? Well, you know, with the  potter's vessel, you know what the making of the vessel represents. It's the formation of Israel. At the Exodus, God formed them as His people, but then what is the broken vessel? They go into Babylonian captivity. Jeremiah lived right before the Babylonian captivity. What did God do after the Babylonian captivity? He restored Israel again. That's the making of the vessel again. Jeremiah is speaking symbolically here. And Ezekiel does too. So what happens? Those bones, what happens? The bones after the captivity all start coming what? Together, and they formed the body. And then God says, “Call the breath of life to enter these dry bones.” And they stand up a powerful army.

Now let's notice what that vision means. We find it in Ezekiel 37:10 and 11, God is going to explain the meaning of the valley of the dry bones. “ 10 So I prophesied as He commanded me, and breath came into them...” that is to the bones  “...and they lived, and stood upon their feet, an exceedingly great army...” here comes the application, “...11 Then He said to me, Son of man, these bones are...” what? “...the whole house of Israel...”   So God forms the body gives it the breath. And this is symbolic of His people, of Israel. Are you with me or not?

 

Nah, nabi Yehezkiel memakai metafora yang sama. Pernahkah kalian membaca tentang lembah tulang-belulang kering di mana tulang-belulang terserak di seluruh lembah? Tulang-belulang itu melambangkan apa? Nah, kita tahu, dari bejana tukang periuk, kita tahu apa yang dilambangkan dengan membuat bejana itu. Itu adalah dibentuknya Israel. Ketika meninggalkan Mesir, Allah membentuk mereka menjadi umatNya, tetapi kemudian bejana yang pecah itu apa? Mereka masuk penawanan Babilon. Yeremia hidup tepat sebelum penawanan Babilon. Apa yang dilakukan Allah setelah penawanan Babilon? Dia memulihkan Israel lagi. Itu adalah membuat ulang bejana itu. Yeremia bicara secara simbolis di sini. Begitu juga Yehezkiel. Jadi apa yang terjadi? Tulang-belulang itu, apa yang terjadi? Setelah penawanan, tulang-belulang itu mulai bagaimana? Mulai menyatu kembali, dan mereka membentuk tubuh. Kemudian Allah berkata, “Panggil nafas hidup agar masuk ke tulang belulang kering itu.” Dan mereka berdiri, sebuah pasukan yang kuat.

Sekarang simak apa yang dimaksud penglihatan tersebut. Kita temukan di Yehezkiel 37:10-11, Allah akan menjelaskan makna dari lembah tulang-belulang kering. 10 Lalu aku bernubuat seperti yang diperintahkan-Nya kepadaku. Dan nafas hidup itu masuk ke dalam mereka…” maksudnya ke tulang-belulang itu, “…sehingga mereka hidup kembali. Mereka berdiri di atas kaki mereka, suatu tentara yang sangat besar…”  Sekarang ini aplikasinya, “…11 Lalu firman-Nya kepadaku, ‘Hai anak manusia, tulang-tulang ini adalah…” apa? “…seluruh kaum Israel.’...” Jadi Allah membentuk tubuhnya, memberinya nafas. Dan ini simbolis tentang umatNya, Israel. Apakah kalian mengikuti saya atau tidak?

 

 

So we have the formation of Adam, we have Jeremiah 18, and we have Ezekiel 37, that shows that the  potter's clay that then is infused with God's breath or God's Spirit, represents the church, the Old Testament Church.

But now you say, “But Pastor Bohr, does the New Testament have anything to say about this?”

It most certainly does. We're at the bottom of page 68.  In the New Testament we find the same kind of pattern. Colossians 1:18 calls the church the what? The body of Christ.  Interesting. So the church is a body, right? The body of Christ. The formation of man's literal body at Creation symbolizes the formation of Christ's spiritual body, the church. It says in Colossians 1:18, 18 And He...” that is Jesus, “...is the head of the body, the church, who is the beginning, the firstborn from the dead, that in all things He may have the preeminence.”

So the body is symbolic of the church. Jesus chose 12 apostles to be the legitimate continuation and legacy of Old Testament Israel. He molded this group of misfits into what? One body. You can read it in Acts chapter 1.  He then infused them with His what? Spirit. See, we're dealing here with the symbolic meaning of the body and the Spirit.

So He infused them with the Spirit, and they were united in one accord. And they all began to function according to the gift that God gave them. Every part of the body functioning in harmony just like happened with Adam.

We're told in Acts chapter 2,1 When the day of Pentecost had fully come, they were all with one accord, in one place”. Now all who believed were together and had all things in common. You can read in Acts 2:2-4 it says that the body that Jesus formed was infused by the Holy Spirit.

 

Jadi ada terbentuknya Adam, ada Yeremia 18, dan ada Yehezkiel 37, yang menunjukkan bahwa ketika tanah liat tembikar itu dimasuki oleh nafas Allah atau Roh Allah, itu melambangkan gereja, gereja Perjanjian Lama.

Tetapi sekarang kalian berkata, “Tapi Pastor Bohr, apakah Perjanjian Baru mengatakan apa-apa tentang hal ini?”

Tentu saja iya. Kita di bagian bawah hal. 68. Di Perjanjian Baru kita melihat pola yang sama. Kolose 1:18 menyebut gereja apa? Tubuh Kristus. Menarik. Jadi gereja adalah tubuh, benar? Tubuh Kristus. Terbentuknya tubuh literal manusia saat Penciptaan adalah simbol dari terbentuknya tubuh spiritual Kristus, yaitu gereja. Dikatakan di Kolose 1:18,18 Dan Ialah…”  yaitu Yesus   “…kepala dari tubuh, yaitu gereja, yang adalah permulaannya, yang pertama bangkit dari antara orang mati, supaya dalam segala hal Ia boleh memiliki keunggulan.”

Jadi tubuh itu simbol dari gereja. Yesus memilih 12 rasul untuk menjadi penerus yang sah dan ahliwaris Israel Perjanjian Lama. Dia membentuk kelompok yang tidak serasi itu menjadi apa? Satu tubuh. Kalian bisa membacanya di Kisah pasal 1. Dia lalu memasuki mereka dengan apaNya? Roh. Lihat, di sini kita berurusan dengan makna simbolis dari tubuh dan Roh. Maka Dia memasuki mereka dengan Roh, dan mereka dipersatukan menjadi satu. Dan mereka semuanya mulai berfungsi menurut karunia yang diberikan Allah kepada mereka. Setiap bagian tubuh berfungsi secara harmonis sama seperti yang terjadi pada Adam.

Kita diberitahu di Kisah pasal 2, 1 Ketika hari Pentakosta benar-benar telah tiba, mereka semuanya dengan  sehati berkumpul di satu tempat”. Nah, semua yang percaya berkumpul bersama dan berbagi bersama. Kita bisa membacanya di Kisah 2:2-4, dikatakan bahwa tubuh yang dibentuk Yesus dimasuki oleh Roh Kudus.

 

 

Now let me ask you this, does the body have many members? Yes! Does each have its own function? How only can they function? Well, if the body has the Spirit, right? Or the breath.

Notice 1 Corinthians 12:12 and 13, 12 For as the body is one...” see Paul is going to use this metaphor  “...12 For as the body is one and has many members, but all the members of that one body, being many, are one body, so also is Christ. 13 For by one Spirit...” here’s the Spirit, “...we were all baptized into one body—whether Jews or Greeks, whether slaves or free—and have all been made to drink into one Spirit.”

 

Sekarang coba saya tanya, apakah tubuh punya banyak anggota? Ya! Apakah setiap anggota punya fungsinya sendiri? Bagaimana mereka bisa berfungsi? Nah, hanya jika tubuh punya Roh, benar? Atau nafas.

Simak 1 Korintus 12:12-13,  12 Karena sebagaimana tubuh itu satu…”  lihat, Paulus akan menggunakan metafora ini,   “…12 Karena sebagaimana tubuh itu satu dan punya banyak anggota, tetapi semua anggota dari satu tubuh itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus. 13  Sebab oleh satu Roh…”  ini Rohnya, “…kita semua telah dibaptis ke dalam satu tubuh -- apakah orang Yahudi atau orang Yunani, apakah budak atau orang merdeka -- dan  semua telah dibuat minum ke dalam satu Roh.”

 

 

So in the light of everything that we've noticed, what does the potter's clay represent symbolically? What does it represent? It represents the church, right? You find that in Jeremiah 18, “Israel, you're like  potter's clay in My hands.”

You have the valley of the dry bones, bodies are formed and the Spirit enters them, so that they can begin to function.

The creation of Adam, a body made of clay, infused with the Spirit, and now all the functions of Adam begin to work together.

And so the apostle Paul is saying that he's comparing the creation of the church with the formation of a body, that is then infused by the Holy Spirit, and every member of the body now fulfills his or her particular function.

 

Maka dalam konteks semua yang telah kita simak, tanah liat tembikar itu secara simbolis melambangkan apa? Itu melambangkan apa? Itu melambangkan gereja, benar? Kita lihat itu di Yeremia 18:6, “...seperti tanah liat ada di tangan tukang periuk, demikianlah kamu ada di tangan-Ku, hai kaum Israel!”

Ada lembah tulang-belulang kering, tubuh-tubuh terbentuk, dan Roh memasuki mereka, sehingga mereka bisa mulai berfungsi lagi.

Penciptaan Adam, sebuah tubuh terbuat dari tanah liat, dimasuki Roh, dan sekarang semua fungsi dalam Adam mulai bekerja bersama.

Maka rasul Paulus mengatakan bahwa dia membandingkan penciptaan gereja dengan terbentuknya sebuah tubuh, yang kemudian dimasuki Roh Kudus, dan setiap anggota tubuh sekarang memenuhi fungsi khusus masing-masing.

 

 

On page 70 based on the evidence the  potter's clay symbolizes God's Church in both Testaments. Thus during the foot stage of the image, the political power of Rome  ~ that's a Roman element: the iron, would continue, but it would be mingled with what? With the church, with the clay. History proves that this is precisely what happened during the period of Papal rule. There was a union of two things that do not belong together, a union of church and state.

 

Di hal. 70 berdasarkan alasan bahwa tanah liat tembikar melambangkan gereja Allah di kedua Perjanjian. Dengan demikian tahap kaki dari patung itu, kekuasaan politis Roma ~ itu elemen Romanya: besinya, akan berlanjut, tetapi dia akan bercampur dengan apa? Dengan gereja, dengan tanah liat. Sejarah membuktikan bahwa tepat inilah yang terjadi di masa kekuasaan Kepausan. Ada persekutuan dua hal yang tidak seharusnya menjadi satu,  persekutuan gereja dengan pemerintah.

 

 

And I'll finish with this. The church at the foot stage felt that it needed to unite with the state in order to guarantee its continued existence. What the church failed to realize is that this illegitimate union weakened both church and state. The church should have realized that the guarantee of her continued existence is in the protection of the One who molded her into existence. The strength of the church does not reside in using the power of the political systems of the world to accomplish its mission. Her power resides in fulfilling the mission of preaching the gospel to the world by the power of the Holy Spirit. Simply put, God is saying to Daniel, “What God has cast asunder let no man join together.”

 

Dan saya akhiri dengan ini. Gereja di tahap kaki patung merasa bahwa dia perlu bersatu dengan pemerintah demi menjamin kelanjutan eksistensinya. Apa yang gagal disadari gereja ialah, persekutuan yang tidak sah ini malah melemahkan baik gereja maupun pemerintah. Gereja seharusnya menyadari bahwa jaminan kelanjutan eksistensinya ada pada perlindungan Dia yang telah membentuknya terwujud. Kekuatan gereja tidak bersandar pada menggunakan kekuatan sistem-sistem politis dunia untuk menyelesaikan misinya. Kekuatannya bersandar pada menggenapi misinya membawakan injil ke dunia oleh kuasa Roh Kudus. Singkatnya, Allah berkata kepada Daniel, “Apa yang telah dipisahkan Allah, janganlah dipersatukan manusisa.”

 

 

 

 

29 10 25

 

 

  

No comments:

Post a Comment