THE GREAT PROPHECIES OF THE OLD TESTAMENT – 2
(DANIEL AND REVELATION)
Part 15/26 - Stephen Bohr
NOTES ON DANIEL 8 PART 3
https://www.youtube.com/watch?v=wXDCXTKpvtk&list=PLIWJyuxBfZ7hLabh9R9FPRklAb6fafzft&index=15
Dibuka
dengan doa.
Okay, let's
review what we've studied about Daniel chapter 8. Daniel chapter 8 begins with the kingdom of Medo-Persia. Why
doesn't it begin with Babylon? Because the 2300
days begin during the period of Medo-Persia, in other words Medo-Persia
is the first kingdom that is mentioned because the 2300 days begin during the
period of that kingdom. And then after Medo-Persia we have Greece, and Daniel 8
speaks about the first king who is Alexander the Great. Then the horn is broken.
Alexander the Great dies, and this Greek kingdom is divided into four kingdoms.
And we notice that then a Little Horn comes
out of one of those horns, it comes out of Pergamum. I hope that you read the notes, you have all of the
historical backing in the notes. So in its
horizontal stage, the Little Horn rises from the kingdom of Pergamum. In its vertical stage it rises from the
fourth kingdom, from the Roman Empire.
And then after we have Rome extending itself geographically and then the Little
Horn exercising its arrogance, then we have a conversation between two beings
in Heaven.
Baiklah, mari kita ulangi
apa yang telah kita pelajari tentang Daniel pasal 8. Daniel pasal 8
mulai dengan kerajaan Medo-Persia. Mengapa tidak mulai dengan
Babilon? Karena nubuatan 2300 petang dan pagi dimulai di masa
Medo-Persia, dengan kata lain Medo-Persia adalah kerajaan yang
pertama disebutkan karena ke-2300 hari itu mulai di zaman kerajaan tersebut.
Kemudian setelah Medo-Persia, ada Greeka, dan Daniel 8 bicara tentang rajanya
yang pertama yaitu Alexander Agung. Lalu tanduk tersebut patah, Alexander Agung
mati, dan kerajaan Greeka ini terbagi menjadi empat kerajaan. Dan kita menyimak
bahwa kemudian sebuah Tanduk Kecil muncul dari
salah satu tanduk-tanduk itu, dia muncul dari Pergamum. Saya
harap kalian membaca makalahnya, ada semua latar belakang sejarahnya di
makalah. Jadi di tahap horizontalnya, Tanduk Kecil ini
muncul dari kerajaan Pergamum. Di tahap vertikalnya, dia muncul
dari kerajaan keempat, dari Kekaisaran Roma.
Kemudian setelah Roma memperluas dirinya secara geografis, lalu Tanduk Kecil
itu menunjukkan keangkuhannya. Setelah itu ada pembicaraan antara dua sosok di
Surga.
Let's go to
Daniel chapter 8 and let's read verses 13 and 14. So everything that I
mentioned has already transpired, and now one angel is speaking to another, and
the other is answering. It says in verse 13, “13 Then I heard a holy one
speaking; and another holy
one said to that certain one who
was speaking, ‘How long...” a better
translation is what? “until when”, right? It’s talking about the ending point of the 2300 days, not the
length of the period. “...until
when will the vision be...” what is the word “vision”? It's חזון [châzôn khaw-zone']. Does that include the entire vision, including Medo-Persia, Greece,
the divisions of Greece, and the Little Horn? It includes the whole vision. That's
an important point. So it says, “...‘How long will the חזון
[châzôn khaw-zone'], will the vision be...” the word “concerning” is added, it shouldn't be there. The vision
includes not only the daily and the transgression of desolation, the Sanctuary
being trampled under foot by the Little Horn; it includes everything, right? Because
it's the same word that is used early in the chapter to describe the total
vision. So really it should say, “...‘How long will the vision be...” that includes “... concerning the daily, sacrifices and the
transgression of desolation, the giving of both the Sanctuary and the host
to be trampled underfoot?’...” So that's the
question that is asked.
Mari ke
Daniel pasal 8 dan membaca ayat 13 dan 14. Jadi semua yang saya sebutkan di
atas sudah terjadi, dan sekarang satu malaikat sedang berbicara kepada yang
lain, dan yang satunya sedang memberikan jawaban. Dikatakan di ayat 13, “13 Kemudian kudengar satu sosok kudus berbicara, dan satu sosok kudus lain berkata kepada sosok
kudus yang berbicara itu, ‘Berapa lamanyakah…” terjemahan yang lebih tepat itu apa? “Sampai kapan”, benar? Ini
bicara tentang kapan titik akhir dari ke-2300 hari tersebut, bukan lamanya
periode itu. “13 Sampai
kapan penglihatan…” kata
“penglihatan” itu apa? Itu חזון [châzôn, khaw-zone']. Apakah itu
seluruh penglihatan termasuk Medo-Persia, Greeka, perpecahan Greeka, dan si
Tanduk Kecil? Itu termasuk keseluruhan penglihatan itu. Ini poin yang penting.
Jadi dikatakan, “…13 Sampai
kapan חזון [châzôn, khaw-zone'] penglihatan…” kata “mengenai” itu ditambahkan, itu
tidak seharusnya ada di sini. Penglihatan itu termasuk bukan hanya yang
sehari-hari dan pelanggaran yang menyebabkan penelantaran, Bait Suci yang
diinjak-injak oleh Tanduk Kecil; tapi termasuk semuanya, benar? Karena itu
dipakai kata yang sama, yang dipakai sebelumnya di pasal yang sama untuk
menggambarkan keseluruhan penglihatan. Maka seharusnya ayat ini bunyinya
demikian, “…13 Sampai kapan penglihatan…” yaitu termasuk “…mengenai kurban yang sehari-hari, dan pelanggaran yang mengakibatkan penelantaran, diserahkannya baik Tempat Kudus maupun bala tentara untuk diinjak-injak? …” Jadi inilah pertanyaan yang diajukan.
In the very next verse we find the answer to that question. It says in
verse 14, the central verse of the Millerite movement, the central verse that
gives the Seventh Day Adventist Church its distinctiveness from every other church,
says this, “...14 And he said to me, ‘For two thousand three
hundred days; then the Sanctuary shall be cleansed.’...”
Di ayat berikutnya kita temukan jawaban untuk pertanyaan itu. Dikatakan
di ayat 14, ayat sentral gerakan Miller, ayat sentral yang memberikan MAHK ciri
khasnya yang berbeda dari setiap gereja yang lain, dikatakan begini, “14 Dan ia menjawab kepadaku, ‘Untuk dua ribu tiga ratus
petang dan pagi, lalu Bait
Suci itu akan dibersihkan.’...”
Now we're
going to dedicate quite a period of time to discuss this very central verse in
Daniel chapter 8. So we're going to begin on page 438, at the middle of the
page where it says Verse 14: Cleansing of The
Sanctuary. Once again, Verse 14: Cleansing The Sanctuary page 438. Preterist
interpreters ~ that is those who believe that this prophecy was referring to Antiochus
Epiphanies in the Old Testament ~ they know that 2300 days or 6½ literal years don't
fit Antiochus Epiphanies. “Time, times,
and the dividing of time” it doesn't
totally fit, because Antiochus Epiphanies actually worked for three years but
they say 3 ~ 3½ round figures. But 2300
days, 6½ years does not fit the story of
Antiochus Epiphanies. So they
have a crafty way of reducing the 2300 days
to 1150, and this is the way it works out. They say that the 2300
evenings and mornings really refer to 2300 evening and morning sacrifices. If
this were true, the end result would be like this: 1150 days times 2 sacrifices
per day, equals 2300 sacrifices. Interesting and crafty way of trying to figure
it out. But this has serious problems.
Sekarang kita akan
mendedikasikan waktu yang cukup banyak untuk membicarakan ayat sentral di
Daniel pasal 8 ini. Jadi kita akan mulai di hal. 438, bagian tengah halaman itu
di mana tertulis, Ayat 14: Pembersihan Bait
Suci.
Para penerjemah Preterist ~
yaitu mereka yang meyakini bahwa nubuatan ini merujuk kepada Antiochus
Epiphanes di Perjanjian Lama ~ mereka
tahu bahwa 2300 hari atau 6½ tahun literal tidak klop dengan Antiochus
Epiphanes. “Satu masa, masa-masa, dan setengah
masa” itu tidak klop, karena Antiochus Epiphanes sebetulnya
bekerja selama 3 tahun, tetapi mereka mengatakan 3-3½ tahun dibulatkan. Tetapi 2300
hari atau 6½ tahun tidak klop dengan cerita Antiochus Epiphanes. Maka mereka
memakai cara licik untuk mengurangi 2300 hari itu menjadi
1150, dan beginilah mereka membuatnya. Mereka mengatakan bahwa
2300 petang dan pagi sesungguhnya mengacu kepada 2300 kurban petang dan kurban pagi.
Jika ini benar, maka hasil akhirnya demikian: 1150 hari dikalikan 2 kurban
setiap hari, sama dengan 2300 kurban. Menarik dan licik cara untuk mencoba
menemukan jawabannya. Tetapi ini mengandung masalah yang serius.
There are
four of them on the next page.
1.
The expression in Daniel 8 is not “evening
and morning sacrifices”, the word “sacrifices”
is not there.
The translation “daily sacrifice” as we
notice for תָּמִיד [tâmı̂yd] is unacceptable. There is a Hebrew expression for “daily sacrifice”
it's the word, the expression: תָּמִיד
[olat tâmı̂yd].
2.
The daily sacrifices were not called “evening
and morning sacrifices”, they are referred to as “morning and evening sacrifices”, the order is reversed whenever they are
referred to.
3.
The Hebrew of Daniel 8:14 literally
reads “until evening morning 2300”, in other words, “evening and morning” are singular not plural in the
original Hebrew.
This is important because we notice that
it's the same expression that appears where? In Genesis chapter 1, “it was the evening and the morning of the first day”. So you can't divide the day into two parts, you have to know that “evening and morning” refers to a single day,
are you with me or not? We cannot reduce the six days of creation to three
anymore than we can reduce the 2300 days to 1150. It's just that they're trying
to accommodate this so that it can apply to Antiochus Epiphanies and not to the
Roman Catholic Papacy.
4.
And this is related to the previous point.
“evening and morning” in Daniel 8:14 are both singular, which means that they are a unit.
The Septuagint, the Theodotian
translations understood that Daniel 8:14 was
referring to 2300 units of days. They literally translated “until evening and morning days 2300”. So it's 2300 days, and we apply the Year=Day principle to those 2300
days and there are some reasons that we're going to mention a little later on,
on this.
Di halaman berikut, ada
empat masalahnya:
1.
Ungkapan di Daniel 8 bukanlah “kurban petang dan
pagi”, kata “kurban”
tidak ada di sana.
Terjemahan “kurban sehari-hari” seperti yang kita
simak untuk תָּמִיד [tâmı̂yd] tidak
bisa diterima. Ada istilah Ibrani khusus untuk “kurban harian” itu istilah: תָּמִיד [olat tâmı̂yd].
2.
Kurban harian tidak disebut “kurban petang dan
pagi”, mereka disebut “kurban pagi dan petang”, susunannya terbalik
bilamana mereka disebutkan.
3.
Bahasa Ibrani Daniel 8:14 secara literal
berbunyi: “sampai petang dan pagi 2300”, dengan
kata lain, petang dan pagi itu bentuk tunggal, bukan jamak di tulisan asli
Ibraninya.
Ini penting karena kita simak, itu adalah ungkapan
yang sama yang muncul di mana? Di Kejadian pasal 1, “5 Dan
petang itu dan pagi itu, adalah hari pertama”. Jadi kita tidak bisa
membagai hari itu menjadi dua bagian, kita harus tahu bahwa petang dan pagi mengacu ke satu
hari. Apakah kalian mengikuti saya atau tidak? Kita tidak bisa
mengurangi enam hari penciptaan menjadi tiga hari, sama seperti kita tidak bisa
mengurangi 2300 hari menjadi 1150 hari. Mereka hanya berusaha mengakomodasi ini
supaya ini bisa diaplikasikan ke Antiochus Epiphanes dan bukan kepada Kepausan
Roma Katolik.
4.
Dan ini terkait poin sebelumnya. “petang dan pagi” di Daniel 8:14 juga bentuk
tunggal, yang berarti itu satu unit.
Septuaginta, terjemahan Theodotian memahami bahwa Daniel 8:14 mengacu ke 2300 unit
hari. Mereka menerjemahkannya secara literal “sampai petang dan pagi 2300 hari”. Jadi itu 2300 hari, dan kita memberlakukan prinsip 1 Tahun =
1 Hari kepada 2300 hari tersebut dan ada beberapa alasan yang akan disebutkan
kemudian mengenai ini.
Now the
question is, which Sanctuary is being spoken of here: “The Sanctuary will be cleansed”? Well, the
word “Sanctuary” appears twice in verses 1 to 13 and we already noticed that it
is the Sanctuary where the תָּמִיד [tâmı̂yd] takes place, right? Where the daily takes
place. So let me ask you, must the reference in Daniel 8:14 be referring to the
same Sanctuary? Of course, because in the previous verses it talks about the תָּמִיד [tâmı̂yd] which is
what occurred in the Court and in the Holy Place of the Sanctuary. So it's very
important that this is the same Sanctuary that is referred to in the previous
verses. It is the Hebrew Sanctuary.
Nah, pertanyaannya ialah,
Bait Suci mana yang dibicarakan di sini: “Bait Suci
itu akan dibersihkan”? Nah, kata “Bait Suci” di ayat 1 hingga 13,
muncul dua kali, dan kita sudah menyimak bahwa itu adalah Bait Suci di mana תָּמִיד [tâmı̂yd]nya terjadi, benar? Di mana
yang sehari-hari terjadi. Jadi coba saya tanya, haruskah Daniel 8:14 mengacu ke
Bait Suci yang sama? Tentu saja, karena di ayat-ayat sebelumnya disebut tentang
תָּמִיד [tâmı̂yd] yaitu apa yang terjadi di
Pelataran dan di Bilik Kudus Bait Suci itu. Jadi sangatlah penting ini haruslah
Bait Suci yang sama yang disebutkan di ayat-ayat sebelumnya. Ini adalah Bait
Suci bangsa Yahudi.
However ~
this is an important point ~ there is an important terminological nuance that
is missed in the translations. You see, the previous verses translate
“Sanctuary”, and verse 14 translates “Sanctuary”. If you only read the Bible in
English, you would conclude that it's the same word, but it's not the same word for “Sanctuary”. This is a
significant point. You see the word “Sanctuary” as it appears in the first two
references (v. 11, 13) is the word מקּדש מקדּשׁ [miqdâs], but in verse
14 it's the word קדשׁ [qôdesh
ko'-desh].
Namun ~ ini poin yang
penting ~ ada nuansa terminologi yang penting yang terlewatkan dalam
terjemahannya. Kalian lihat, ayat-ayat sebelumnya menerjemahkan “Bait Suci”,
dan ayat 14 menerjemahkannya “Bait Suci”. Jika kita hanya membaca Alkitab dalam
bahasa Inggris, kita akan mengambil kesimpulan bahwa itu adalah kata yang sama,
tapi itu bukan kata yang sama untuk “Bait Suci”.
Ini poin yang signifikan. Kalian lihat, kata “Bait Suci” yang muncul di dua
ayat yang pertama (ayat 11, 13) adalah kata מקּדש
מקדּשׁ [miqdâs], tetapi di
ayat 14 itu adalah kata קדשׁ [qôdesh ko'-desh].
Let me ask
you, do you suppose that there's some significance to that? Why do the first
two references in the previous verses use the word מקּדש מקדּשׁ [miqdâs], and the
reference in verse 14 uses קדשׁ [qôdesh ko'-desh]? It's the same
Sanctuary, but a different word is used. And the question is, why do we have
this sudden unexpected change of terms? The change must be intentional, Yes or No?
Of course, because the same person is writing the previous 13 verses and verse
14 as well. We're on page 440 at the top of the page. The change seems to
indicate that the focus will now change to a different apartment of the
Sanctuary, namely the Most Holy Place. This is indicated by the fact that the
term קדשׁ [qôdesh ko'-desh] not מקּדש מקדּשׁ [miqdâs] is used for the Sanctuary ~ this is interesting ~ in Leviticus16 (Leviticus 16:2,
3,
16, 17, 20, 23, 27 and 33) for the Day
of Atonement. Are you understanding this
point? Very important. The word that is used in Leviticus 16 for the cleansing
of the Sanctuary, for “Sanctuary” is קדשׁ [qôdesh
ko'-desh] not מקּדש מקדּשׁ [miqdâs]. That's significant. So does this
link Daniel 8 with Leviticus 16? It links Leviticus 16 with Daniel chapter
8.
Coba saya tanya, menurut kalian apakah ada signifikannya untuk hal itu?
Mengapa dua referensi pertama ayat-ayat sebelumnya menggunakan kata מקּדש
מקדּשׁ [miqdâs] dan referensi di ayat 14 menggunakan קדשׁ [qôdesh ko'-desh]? Bait Suci yang sama, tetapi kata berbeda yang
dipakai. Dan pertanyaannya ialah, mengapa tiba-tiba ada perubahan istilah yang
tidak terduga ini? Perubahan itu tentunya disengaja, Ya atau Tidak? Tentu saja,
karena yang menulis 13 ayat yang pertama dan ayat 14 adalah orang yang sama.
Kita sekarang di hal. 440 bagian atas. Perubahan ini sepertinya mengindikasikan
bahwa fokusnya sekarang akan berubah ke bilik yang berbeda dari Bait Suci,
yaitu Bilik Mahakudus. Ini diindikasikan oleh fakta bahwa istilah קדשׁ [qôdesh ko'-desh] bukan קּדש
מקדּש [miqdâs] yang dipakai
untuk Bait Suci ~ ini menarik ~ di Imamat 16 (Imamat 16:2, 3, 16, 17, 20, 23, 27 dan
33)
untuk Hari Pendamaian. Apakah kalian mengerti poin ini? Sangat penting. Kata
yang dipakai di Imamat 16 untuk pembersihan Bait Suci, untuk “Bait Suci”nya
ialah קדשׁ [qôdesh ko'-desh] bukanמקּדש מקדּשׁ [miqdâs]. Ini signifikan. Maka, apakah ini mengaitkan Daniel 8 dengan
Imamat 16? Ini mengaitkan Imamat 16 dengan Daniel 8.
Another link
between Daniel 8 and Leviticus 16 is the use of the Hebrew word פֶּשַׁע [pesha‛]. The word פֶּשַׁע [pesha‛] means ~ as we studied yesterday ~ “rebellion”,
“revolt” or we can use the term that is used today “insurrection” against the
Lord.
In both Daniel 8 and Leviticus 16 the Sanctuary is central ~ this is an important point~ not the individual believer. As we
continue to study, however, we will see that the individual believer also comes
to view indirectly on the Day of Atonement. So the focus of the Day of Atonement is the cleansing of the Sanctuary; the
daily service is the cleansing of the individual. Keep that in your
mind because we're going to come back to it later.
Kaitan lain antara Daniel 8 dan Imamat 16 adalah digunakannya kata
Ibrani פֶּשַׁע [pesha‛]. Kata פֶּשַׁע [pesha‛] berarti ~ seperti yang kita pelajari kemarin ~ “pemberontakan
terorganisir”, “kerusuhan mendadak” atau kita bisa menggunakan istilah hari ini
“perlawanan terbuka” terhadap Tuhan.
Baik
di Daniel 8 dan Imamat 16, Bait Suci itu sentral ~ ini
poin yang penting ~ bukan
individu orang percayanya. Namun bila kita teruskan pelajaran kita, kita akan melihat bahwa
individu orang percaya juga tampil secara tidak langsung pada Hari Pendamaian.
Maka fokus Hari Pendamaian
adalah pembersihan Bait Suci; pelayanan
hariannya itulah pembersihan individunya. Ingat itu karena kita nanti akan kembali
kemari.
Another
important nuance which is glossed over in the English translations is a change
for the word “vision”. This is all important. You say, “This is all
technical stuff.” Yes, you cannot make any personal applications unless you
understand the technical stuff. The Adventist view is rock solid, when we
notice all of these details, all of these important details within the text. So
what has been the word for “vision” before Daniel 8:14? It has been the word חזון [châzôn khaw-zone'], it's used
once in verse 1, twice in verse 2, once in verse 13, and once in verse 15. However,
when God commands Gabriel to explain the vision to Daniel, the word for “vision”
is changed to מראה [mar'eh
mar-eh']. Isn't that
interesting? A different word for “vision”. We can see the impact of this
change more clearly by placing the question about the vision and the command to
explain it together. The question is, “Until when
be the
חזון [châzôn
khaw-zone']...” this is literal Hebrew, “…Until when shall be the חזון [châzôn
khaw-zone'], I Daniel had
seen the
חזון [châzôn
khaw-zone']…” And then comes the order to Gabriel. “Gabriel, make this man understand the מראה [mar'eh
mar-eh']…” Excuse me, not the חזון [châzôn
khaw-zone'], but the what? But the מראה [mar'eh
mar-eh']. Why is the
Hebrew word for “vision” suddenly changed from חזון [châzôn
khaw-zone'] to מראה [mar'eh
mar-eh'] in verse 16?
Surely there must be a good reason. A careful study of the words חזון [châzôn khaw-zone'] and מראה [mar'eh
mar-eh'] in Daniel
8-12 reveals that חזון [châzôn khaw-zone'] refers to
the total vision. We've already seen that, right? חזון [châzôn khaw-zone'] refers to
the total vision from the kingdom of Medes
and Persians till the cleansing of the Sanctuary. On the other hand,
the word מראה [mar'eh mar-eh'] has to
do with a narrower sense, it has to do
with the question that the angel asks, and which is answered “Until when will the vision end?” The word מראה [mar'eh mar-eh'] is directly
related to the apparition of the two Heavenly beings, and the audition which
follows, the conversation which follows. In short the word מראה [mar'eh
mar-eh'] is focused
directly on what? On the time element of the חזון [châzôn
khaw-zone'] because the question had to do with time, it has to do with the 2300
days.
Nuansa penting lainnya yang
kurang diperhatikan dalam terjemahan bahasa Inggris adalah perubahan untuk kata
“penglihatan”. Ini sangat penting. Kalian berkata, “Ini
semua masalah teknis.” Benar, kita tidak bisa membuat aplikasi pribadi untuk
ini kecuali kita mengerti masalah teknisnya.
Pandangan Advent itu kokoh, bilamana kita memperhatikan semua detail
ini, semua detail yang penting ini di dalam ayatnya. Nah, apakah kata untuk
“penglihatan” sebelum Daniel 8:14? Itu kata חזון [châzôn khaw-zone'], itu
digunakan di ayat 1, dua kali di ayat 2, sekali di ayat 13, sekali di ayat 15.
Namun ketika Allah memerintahkan Gabriel untuk menjelaskan penglihatan itu
kepada Daniel, kata “penglihatan” diganti menjadi מראה [mar'eh mar-eh'], apa ini
tidak menarik? Sebuah kata yang berbeda untuk “penglihatan”. Kita bisa melihat
dampak perubahan ini secara lebih jelas dengan menempatkan pertanyaan tentang
penglihatan dan perintah untuk menjelaskannya bersama-sama. Pertanyaannya
ialah, “Sampai kapan חזון [châzôn khaw-zone']…” ini
dalam bahasa Ibraninya, “Sampai kapan חזון [châzôn khaw-zone'], aku Daniel telah melihat חזון [châzôn khaw-zone']…”
Kemudian perintah kepada Gabriel, “Gabriel,
buatlah orang ini memahami מראה [mar'eh mar-eh']-nya…” Perhatikan, bukan חזון [châzôn khaw-zone']-nya
tetapi apanya? מראה [mar'eh mar-eh']-nya.
Mengapa kata Ibrani untuk “penglihatan” tiba-tiba berubah dari חזון [châzôn khaw-zone'] ke מראה [mar'eh mar-eh'] di ayat
16? Tentunya ada alasan yang bagus. Pembelajaran yang teliti pada kata חזון [châzôn khaw-zone'] danמראה [mar'eh mar-eh'] di Daniel
8-12 mengungkapkan bahwa חזון [châzôn khaw-zone'] mengacu ke keseluruhan penglihatan. Kita
sudah melihat itu, benar? חזון [châzôn khaw-zone'] mengacu
ke seluruh penglihatan dari kerajaan bangsa Media dan
Persia terus hingga pembersihan Bait Suci. Di pihak lain, kata מראה [mar'eh mar-eh']
berkaitan dengan pengertian yang lebih sempit, itu berkaitan dengan pertanyaan
yang diajukan malaikat, yang dijawab.”Sampai kapan
akhir dari penglihatan itu?” Kata מראה [mar'eh mar-eh'] langsung
terkait kepada penglihatan dua sosok surgawi dan suara yang mengikuti,
pembicaraan yang mengikuti. Singkatnya kata מראה [mar'eh mar-eh'] itu
fokus langsung pada apa? Pada elemen waktu dari חזון [châzôn khaw-zone'], karena
pertanyaannya berkaitan dengan waktu, berkaitan dengan ke-2300 hari.
Now for those
who wish to study this further, this is a fascinating study if you dedicate
time to it, I included all of the references in Daniel to the word חזון
[châzôn khaw-zone'] and all of the references to the word מראה [mar'eh
mar-eh'] so you can do your own study. it's a fascinating study.
We're going
to skip this of course. You have the references there. The use of the word מראה [mar'eh
mar-eh'] in Daniel 8:26 is important.
Nah bagi mereka yang ingin
mempelajari ini lebih jauh, ini adalah pelajaran yang menarik jika kita
mendedikasikan waktu kita kepadanya, saya telah memasukkan semua referensi di
Daniel ke kata חזון [châzôn khaw-zone'] dan
semua referensi ke kata מראה [mar'eh mar-eh'] sehingga
kalian bisa mempelajarinya sendiri. Ini adalah pelajaran yang menarik.
Kita akan meloncati ini
tentunya. Kalian sudah punya referensinya di sini. Pemakaian kataמראה [mar'eh mar-eh'] di
Daniel 8:26 itu penting.
Occurrences of the word חזון châzôn khaw-zone']:
·
Daniel 8:1:
“a vision appeared to me”
·
Daniel 8:2:
“I saw in the
vision. .
. I saw in the vision”
·
Daniel 8:13: “How long will the vision
be”
·
Daniel 8:15: “had seen the vision”
·
Daniel 8:17: “the vision refers to the time of the end”
·
Daniel 8:26: “therefore
seal up the vision”
·
Daniel 9:21: “whom
I had
seen in the vision at
the beginning”
·
Daniel 9:24: “to
seal up vision”
·
Daniel 10:14: “for the
vision
refers to many
days yet to come”
·
Daniel 11:14: “in
fulfillment of the vision”
Occurrences of the word מראה [mar'eh mar-eh']:
·
Daniel 8:16: “make this
man
understand the vision”
·
Daniel 8:26: “the vision of the evenings and
mornings”
·
Daniel 8:27: “astonished at the
vision,
but no one understood
it”
·
Daniel 9:23: “and understand
the
vision”
·
Daniel 10:1: “had understanding
of the vision”
·
Daniel 10:6: “his face was like the appearance
of lightning”
·
Daniel 10:18: “having
the
likeness of a man”
The use of the word מראה [mar'eh
mar-eh'] in Daniel 8:26 is important. There, Daniel links the
word directly with the evening and morning aspect of the 2300-day prophecy:
Pemakaian kata חזון châzôn khaw-zone']:
·
Daniel 8:1:
“suatu pengelihatan
tampak kepadaku”.
·
Daniel 8:2:
“Aku melihat dalam penglihatan
... aku melihat dalam penglihatan”.
·
Daniel 8:13: “Berapa
lamanyakah penglihatan itu”.
·
Daniel 8:15:
”telah melihat penglihatan”.
·
Daniel 8:17: “penglihatan itu mengenai akhir masa”.
·
Daniel 8:26: “Oleh karena itu, meteraikanlah penglihatan
itu”.
·
Daniel 9:21: “yang
telah kulihat dalam penglihatan pada awalnya” .
·
Daniel 9:24: “untuk memeteraikan penglihatan”.
·
Daniel 10:14: “sebab penglihatan
ini masih untuk banyak hari yang akan datang”.
·
Daniel 11:14: “untuk menggenapi penglihatan”.
Pemakaian kata מראה [mar'eh mar-eh']:
·
Daniel 8:16: “buatlah orang ini memahami penglihatan”.
·
Daniel 8:26: “penglihatan tentang petang dan pagi”.
·
Daniel 8:27: “tercengang oleh penglihatan itu, tetapi tidak ada yang memahaminya”.
·
Daniel 9:23: “dan
pahamilah penglihatan itu”.
·
Daniel 10:1: “memahami penglihatan itu”.
·
Daniel 10:6: “wajahNya seperti cahaya kilat”.
·
Daniel 10:18: “memiliki keserupaan dengan manusia”.
Penggunaan kata מראה [mar'eh mar-eh'] di Daniel 8:26 itu
penting. Di sana Daniel mengaitkan kata itu langsung dengan aspek petang dan
pagi dari nubuatan 2300 hari.
Now let's go
back to chapter 8 and let's read verse 16, “ 16 And I heard a Man’s
voice between the banks of the
Ulai, who called, and said, ‘Gabriel, make this man understand the מראה [mar'eh
mar-eh']’...” not the חזון [châzôn khaw-zone']. So what is Gabriel instructed to do? To
explain the entire vision? No! To explain what? To explain the מראה[mar'eh mar-eh'].
Mari kita kembali ke pasal
8 dan membaca ayat 16, “16 Dan aku
mendengar suara seorang manusia di antara kedua tepi sungai Ulai, yang memanggil, dan berkata, ‘Gabriel,
buatlah orang ini memahami מראה [mar'eh mar-eh'] itu!...” bukan חזון [châzôn khaw-zone']-nya. Maka Gabriel diinstruksikan untuk berbuat apa?
Untuk menjelaskan seluruh penglihatannya? Tidak! Untuk menjelaskan apa? Untuk
menjelaskan מראה[mar'eh mar-eh']-nya.
Now how do we
know that the מראה[mar'eh
mar-eh'] is related
to the 2300 days, to the time element in the chapter? Because in Daniel 8:26 we
find the word מראה [mar'eh
mar-eh'] again. So
let's go to verse 26, here it makes it very clear that the מראה [mar'eh mar-eh'] has to do with evenings and mornings, it's not
dealing with the entire vision, it's dealing with the aspect of the cleansing of the Sanctuary. Notice verse 26, “26 And the vision...” that's the word מראה [mar'eh
mar-eh'] “...26 And the vision of the evening and morning...” so what does the מראה [mar'eh
mar-eh'] have to do
with it? It has to do with the time element, with a conversation between the
two angels. It's not focusing on the entire vision. This is important. So it
says, “...26 And the vision of the evening
and the morning which was told is true: wherefore shut thou up the vision; for
it shall be for many days.’” (KJV) And by the way, that word “vision” there is the word חזון
[châzôn khaw-zone']. Was the חזון [châzôn khaw-zone'] for many days in the times of Daniel? Of course it was.
Nah, dari
mana kita tahu bahwa מראה [mar'eh mar-eh'] itu
terkait kepada 2300 hari, ke elemen waktu di pasal itu? Karena di Daniel 8:26
kita dapati kata מראה [mar'eh mar-eh'] lagi.
Jadi mari ke ayat 26, di sini jelas bahwa מראה [mar'eh mar-eh'] itu berkaitan dengan petang dan pagi, dia tidak
berurusan dengan seluruh penglihatan. Dia berurusan dengan aspek
pembersihan Bait Suci. Simak ayat 26, “26 Dan penglihatan itu…” itu adalah kata מראה [mar'eh mar-eh'], “…26
Dan penglihatan itu tentang
petang dan pagi…” jadi apa
kaitan מראה [mar'eh mar-eh'] dengan itu?
Ada kaitannya dengan elemen waktu, dengan pembicaraan kedua malaikat. Tidak
fokus pada seluruh penglihatan. Ini penting. Jadi dikatakan, “…26 Dan penglihatan itu tentang petang dan pagi yang dikatakan itu, benar. Oleh karena itu, meteraikanlah olehmu penglihatan itu, sebab itu masih untuk banyak hari.” (KJV) Nah, kata “penglihatan” di
sana adalah kata חזון [châzôn khaw-zone']. Apakah חזון [châzôn khaw-zone'] itu masih untuk banyak hari di zaman Daniel?
Tentu saja iya.
Now clearly
the מראה [mar'eh
mar-eh'] ~ at the bottom of page 441 ~ clearly the מראה [mar'eh
mar-eh'] relates to what?
It relates to the time factor of the 2300 days. Shortly we will find that
Gabriel explained the חזון [châzôn khaw-zone'] of Daniel 8, and Daniel understood it. In the second half of the
chapter you have the explanation of the vision that we find in the first half
of the chapter. However, the מראה [mar'eh
mar-eh'] was left
unexplained. You'll notice that in the explanation that Gabriel gives in the
second half of the chapter, he explains the ram, he explains the he-goat, he
explains the Little Horn, but he never explains the מראה [mar'eh
mar-eh']. Daniel 8 ends without an explanation of the מראה [mar'eh mar-eh'], of the time
period. Would we expect Gabriel to come back and explain when the time begins
and when it ends? Of course we would expect that. God is not going to leave it
in the air. This is why Gabriel returns in
Daniel 9 to clarify the time aspect that was not clear to Daniel. Are
you understanding this point? Crucially important.
Nah, jelas מראה [mar'eh mar-eh']-nya ~ di
bagian bawah hal. 441 ~ jelas מראה [mar'eh mar-eh']-nya
terkait apa? Itu terkait faktor waktu dari ke-2300 hari. Sebentar lagi kita
akan melihat Gabriel menjelaskan חזון [châzôn khaw-zone']-nya Daniel 8, dan Daniel memahaminya.
Di paro kedua pasal itu kita melihat penjelasan penglihatan yang ada di paro
pertama pasal itu. Namun, מראה [mar'eh mar-eh']-nya
dibiarkan tanpa penjelasan. Kalian akan melihat bahwa penjelasan yang diberikan
Gabriel di paro kedua dari pasal itu, dia menjelaskan domba jantannya, dia
menjelaskan kambing jantannya, dia menjelaskan Tanduk Kecil, tetapi dia tidak
pernah menjelaskan מראה [mar'eh mar-eh']-nya. Daniel
8 berakhir tanpa penjelasan מראה [mar'eh mar-eh']-nya, periode
waktunya. Apakah kita tidak berharap Gabriel akan kembali dan menjelaskan kapan
waktunya dimulai dan kapan itu berakhir? Tentu saja kita mengharapkan itu.
Allah tidak akan membiarkannya menguap. Itulah mengapa Gabriel kembali di
pasal 9 untuk menjelaskan aspek waktunya yang belum dimengerti
Daniel. Apakah kalian memahami poin ini? Sangat penting.
The Adventist
view is Ironclad when you realize that Daniel 9 is connected to Daniel 8. By
the way most Protestant scholars say that there is no connection between Daniel
9 and Daniel 8. Of course that's very convenient because if the 70 weeks are
the first part of the 2300 days that leads us to 1844, and that's what the
enemies of Adventism particularly dislike because they say, “If your case is
going to be examined in the Heavenly judgment that takes away your assurance of
salvation.” That's what they say. They say, you know, “Your case isn't
going to be examined as long as you accepted Jesus Christ as your Savior and
Lord. You know, you're eventually going to be saved.” They don't like the
idea of the investigative judgment, which is unique to the 7th Day Adventist
church.
Pandangan Advent itu tidak
tergoyahkan bila kita menyadari bahwa Daniel 9 itu terkait kepada Daniel 8.
Nah, kebanyakan pakar Protestan mengatakan tidak ada kaitan antara Daniel 9 dan
Daniel 8. Itu tentu saja sangat memudahkan mereka, karena jika ke-70 minggu
adalah bagian pertama dari 2300 hari yang membawa kita sampai ke 1844, dan
itulah yang terutama tidak disukai musuh-musuh Adventisme, karena mereka
berkata, “Jika
kasus kita akan diperiksa di pengadilan Surgawi, itu menyingkirkan jaminan
keselematan kita.” Itu kata mereka. Mereka mengatakan, “Kasus kita tidak
akan diperiksa selama kita menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat dan Tuhan
kita. Pada akhirnya kita akan diselamatkan.” Mereka tidak suka pada ide
penghakiman investigasi, yang adalah konsep
unik dari MAHK.
Now let's go
to page 442. There's a translation problem in Daniel 8:14. The King James
version translates “the Sanctuary shall be cleansed”. However, Desmond Ford among others, objected, that the word “cleansed” is a mistranslation. In fact most
modern translations shun the use of the word “cleansed” although the Geneva Bible, The
Bishop's Bible, the Great Bible, Tyndale's Bible, Wycliffe's Bible, the Coptic
and Syriac versions and the Latin Vulgate all translated “cleansed”. By the way all these versions come
from the Textus Receptus not from
the Western text. Very significant. All modern versions shun the word “cleansed”. In fact as you notice, here on the
next paragraph, the modern versions use “shall be
justified”, “shall emerge victorious”, “shall be vindicated”, “shall be
reconsecrated”, “shall be restored to its rightful state”. The question is which is the proper translation?
Nah, mari kita ke hal. 442.
Ada masalah penerjemahan Daniel 8:14. KJV menerjemahkannya “Bait Suci itu akan dibersihkan”. Namun Desmond Ford di
antara yang lainnya, menolak kata “dibersihkan”, bahwa
itu suatu kesalahan terjemahan. Bahkan kebanyakan terjemahan yang modern menolak
pemakaian kata “dibersihkan” walaupun
The Geneva Bible, The Bishop's Bible, the Great Bible,
Tyndale's Bible, Wycliffe's Bible, versi-versi Coptic dan Syriac, dan Vulgata
Latin semuanya menerjemahkannya “dibersihkan”.
Nah, semua versi terjemahan ini berasal dari Textus
Receptus, bukan dari text Barat. Sangat signifikan. Semua versi modern
menolak kata “dibersihkan”.
Bahkan, seperti yang kalian simak di sini di paragraf berikutnya, versi-versi
modern memakai “akan dibenarkan”, “akan
muncul sebagai pemenang”, “akan divindikasi”, “akan direkonsekrasi”, “akan dipulihkan ke statusnya yang benar”.
Pertanyaannya sekarang, terjemahan mana yang benar?
On the
surface, Desmond Ford seemed to have a point, because the word “cleansed” is not in the Hebrew, but
rather is based on the Greek translation of the Old Testament. It's based on the Septuagint. The Hebrew word that
is translated into Greek is καθαρίζω [katharízo]. In other words, the Greek translation uses the word καθαρίζω [katharízo] which means “cleansed”, and of course
the King James translators took the translation that is provided by the LXX or
by the Septuagint version. By the way, what word do we get from καθαρίζω [katharízo]? We get the word “catharsis”. Do you
know what a “catharsis” is? It's a cleansing, right? And so the King James translation is based on the
Septuagint, on the Greek translation, it's not based on the Hebrew word. So it appears to be a problem.
Di permukaan, sepertinya
Desmond Ford punya alasan, karena kata “dibersihkan” itu tidak ada
di bahasa Ibraninya, melainkan itu berdasarkan
terjemahan bahasa Greeka dari Perjanjian Lama. Itu berdasarkan
Septuaginta. Kata Ibrani itu diterjemahkan ke bahasa Greeka
sebagai καθαρίζω [katharízo]. Dengan
kata lain, terjemahan Greeka menggunakan kata καθαρίζω [katharízo] yang
berarti “dibersihkan”. Dan tentu saja penerjemah KJV mengambil terjemahan yang
diberikan oleh LXX atau versi Septuaginta. Nah, kata apa yang kita peroleh dari
καθαρίζω [katharízo]? Kita
mendapat kata “catharsis”. Tahukah kalian “catharsis” itu
apa? Itu pembersihan, benar? Maka terjemahan KJV berdasarkan
Septuaginta, berdasarkan terjemahan bahasa Greeka, bukan
berdasarkan kata Ibraninya. Jadi sepertinya itu menjadi masalah.
Now Daniel Augsburger ~ I have his full study, but
I've synthesized parts of it so that we understand why the word “cleansed” is
used ~ in his master's thesis The Good News of
Daniel 8:14 which by the way he wrote In 1980 ~ why is 1980 significant? Because
Desmond Ford came out with his theories in 1979 at Pacific Union College. This
is a response to Desmond Ford who did great damage to the 7th Day Adventist
Church, in many cases, in the cases of many people, irretrievable damage to the
lives of people in the Adventist Church. And we are still harvesting the
results of his theology. So anyway, he did a careful study of the word צָדַק [tsâdaq]. The word צָדַק [tsâdaq] is the word that appears in the Hebrew, okay? Now let's pursue this. We're going to ~ for several pages now ~ we're
going to pursue Augsburger’s study which is very significant. The Hebrew verb צָדַק [tsâdaq] is in the passive voice. What does this
word mean, is the question. Remember this is the Hebrew word צָדַק [tsâdaq]. The Hebrew root צָדַק [tsâdaq] appears some 500 times in the Old
Testament and of those 41 are verbal forms, in other words, in a verbal form
the word צָדַק [tsâdaq] out of the 500 times the verbal form is
used 41 times in the Old Testament. 22 of those 41 are active voice, and only
one is passive: Daniel 8:14, the word צָדַק [tsâdaq] is passive. It's the only place in the Old Testament where צָדַק [tsâdaq] appears in the passive voice. According
to the Hebrew lexicons, that is the Hebrew dictionaries that define words, the word צָדַק [tsâdaq] means “to be justified”, “to be
vindicated from wrongs”, “to make it to be brought back to its right”. The word is not connected with the ritual Sanctuary but rather is a legal term that is used in the context of a
court of law. Are you understanding the issue here? The word צָדַק [tsâdaq] in Hebrew does not mean “cleansed”, it means it has to do with a court of law, it has to do with legal
proceedings.
By the way,
did we notice that Daniel chapter 7 is describing a legal proceeding? Why would
Daniel 8 not use the terminology of a legal proceeding? Because Daniel chapter
8 is in the context of the Sanctuary, right?
Sekarang, Daniel Augsburger ~ saya punya makalahnya
lengkap, tetapi saya telah meringkas bagian-bagiannya supaya kita boleh
mengerti mengapa kata “dibersihkan” dipakai ~ di thesis masternya berjudul The Good News of Daniel 8:14, yang
ditulisnya di tahun 1980 ~ mengapa 1980 ini signifikan? Karena Desmond Ford
muncul dengan theori-theorinya di tahun 1979 di Pacific
Union College. Tulisan Augsburger ini merupakan tanggapan kepada Desmond
Ford yang telah mendatangkan kerusakan besar dalam gereja MAHK, dalam banyak
kasus, dalam kasus-kasus banyak orang, kerusakan pada kehidupan banyak orang di
dalam gereja Advent, tidak bisa diperbaiki. Dan sampai sekarang kita masih
sedang menuai akibat dari theologinya. Nah, Desmond Ford mempelajari dengan
teliti kata צָדַק [tsâdaq]. Kata צָדַק [tsâdaq] adalah kata
yang ada di bahasa Ibrani Daniel 8:14, oke?
Nah, sekarang mari kita
kupas ini. Kita akan ~ untuk beberapa halaman ~ kita akan mengupas makalah
Augsburger yang sangat signifikan. Kata kerja bahasa Ibrani צָדַק [tsâdaq] itu
dalam bentuk pasif. Apa arti kata ini, itulah pertanyaannya. Ingat ini adalah
kata Ibrani, צָדַק [tsâdaq]. Akar
kata Ibrani צָדַק [tsâdaq] ini
muncul sekitar 500 kali di Perjanjian Lama dan 41 kalinya adalah dalam bentuk
kata kerja. Dengan kata lain, dari 500
kali, dalam bentuk kata kerja, kata צָדַק [tsâdaq] itu, bentuk kata kerjanya dipakai 41 kali di
Perjanjian Lama. 22 kali dari 41 kali itu adalah bentuk aktif, dan hanya satu
yang pasif: Daniel 8:14, kata צָדַק [tsâdaq] itu
pasif. Ini satu-satunya tempat di Perjanjian Lama di mana צָדַק [tsâdaq] muncul
dalam bentuk pasif. Menurut leksikon Ibrani, yaitu kamus-kamus Ibrani yang
menerangkan kata-kata, kata צָדַק [tsâdaq] berarti
“dibenarkan”, “divindikasi dari kesalahan”, “membuatnya dikembalikan ke haknya”. Kata
itu tidak terkait dengan ritual Bait Suci melainkan adalah sebuah
istilah legal yang dipakai dalam konteks pengadilan hukum.
Apakah kalian mengerti isunya di sini? Kata צָדַק [tsâdaq] dalam bahasa
Ibrani tidak berarti “dibersihkan”, tapi ada kaitannya dengan
pengadilan hukum, ada kaitannya dengan proses hukum.
Nah, apakah kita melihat
bahwa Daniel pasal 7 itu menggambarkan sebuah proses hukum? Mengapa Daniel 8
tidak memakai istilah proses hukum? Karena Daniel pasal 8 itu konteksnya Bait
Suci, benar?
Now let's
continue here. The basic emphasis of the
word צָדַק [tsâdaq] is “vindication of an innocent party
who has been falsely accused”. Is that
true of what the Little Horn did to the saints of the Most High? Yes or No? Absolutely! The vindication process is carried on in a court
of law, where the judge employs all the powers at his disposal to make
sure that the injured party is vindicated. Deuteronomy 25:1 provides an example.
“1 If there be a
controversy between men, and they come unto judgment, that the judges may judge
them; then they shall צָדַק [tsâdaq] the righteous…” that is, “…justify the righteous, and condemn the wicked.”
(KJV) So are you seeing the nuance of צָדַק [tsâdaq]? The nuance of צָדַק [tsâdaq] is to be declared not guilty in a court proceeding, and that's the word
that is used in chapter 8 of Daniel.
Sekarang mari kita lanjut
di sini. Penekanan dasar dari kata צָדַק [tsâdaq] ialah
“vindikasi bagi pihak yang tidak bersalah, yang telah dituduh secara tidak
adil”. Apakah ini benar tentang apa yang dilakukan Tanduk
Kecil kepada orang-orang kudus Yang Mahatinggi? Ya atau Tidak? Benar sekali! Proses
vindikasi itu dijalankan di pengadilan hukum di mana hakimnya
memakai seluruh kekuasaannya untuk memastikan bahwa pihak yang dirugikan itu
tervindikasi. Ulangan 25:1 memberikan contoh, “1 Apabila ada perselisihan
di antara beberapa orang, dan mereka pergi
ke pengadilan, supaya hakim boleh mengadili
mereka, maka mereka akan צָדַק
[tsâdaq] yang
benar…” yaitu “…membenarkan yang
benar dan menghukum yang jahat.” (KJV). Jadi
apakah kalian melihat nuansa צָדַק [tsâdaq]? Nuansa צָדַק [tsâdaq] ialah
dinyatakan tidak bersalah dalam suatu proses hukum, dan itulah kata yang
dipakai di Daniel pasal 8.
However,
we're going to see that it's very proper to
translate the word צָדַק [tsâdaq] with “cleansed” as well. We'll come to that in a few moments. Are we doing okay so far? This
explains why the psalmist envied the wicked, why did the psalmist envy the wicked?
When he went into the Sanctuary he saw their final end. This text indicates
that the Sanctuary not only provides the
means for salvation of the righteous, but it also provides for what? For
the condemnation of the wicked.
Namun, kita akan melihat
bahwa sangat tepat menerjemahkan kata צָדַק [tsâdaq] dengan
“dibersihkan” juga. Kita akan ke sana
sebentar lagi. Apakah kita oke sampai di sini? Ini menjelaskan mengapa si
pemazmur merasa iri hati kepada orang-orang jahat. Mengapa si pemazmur iri hati
pada orang jahat? Ketika dia masuk ke
Bait Suci, dia melihat akhir mereka. Ayat ini mengindikasikan bahwa Bait
Suci tidak hanya memberi sarana untuk menyelamatkan orang benar, tetapi juga
memberikan sarana untuk apa? Untuk menghukum yang
jahat.
Let me ask
you. In Daniel chapter 7, going back to chapter 7, does Jesus in the
investigative judgment justify the righteous? Yes. Yeah, does He condemn the
Little Horn? Absolutely! We have to connect Daniel 7 with Daniel 8, folks,
because Daniel 8 is an expansion of Daniel 7. Hello? An expansion of Daniel
chapter 7 from a different perspective, from the perspective of the Sanctuary. This
explains why the psalmist envied the wicked. This text indicates that the Sanctuary not only save the righteous but it
also condemns the wicked.
Coba saya tanya. Di Daniel
pasal 7, kembali ke pasal 7, apakah Yesus di penghakiman investigasi
membenarkan orang-orang benar? Ya. Apakah Dia menghukum Tanduk Kecil? Betul
sekali! Kita harus mengaitkan Daniel 7 dengan Daniel 8, Saudara-saudara, karena
Daniel 8 adalah perluasan Daniel 7. Halo? Perluasan Daniel 7 dari perspektif yang
berbeda, dari perspektif Bait Suci. Ini menjelaskan mengapa si pemazmur iri
hati terhadap yang jahat. Ayat ini mengindikasikan bahwa Bait
Suci tidak hanya menyelamatkan orang benar tetapi juga menghukum orang jahat.
So on the
surface it would appear that the best translation of Daniel 8:14 would be “vindicated”
or “justified” rather than what? Rather than “cleansed”. However, appearances
can be deceiving, and we need to be aware of jumping to hasty conclusions before
considering all the evidence. Before we explain why “cleansed” is a proper
translation, we need to bring another potential problem to light. So now we
have two problems.
Jadi di permukaannya
tampaknya terjemahan yang paling bagus untuk Daniel 8:14 itu “tervindikasi”
atau “dibenarkan” dan bukan apa? Bukan “dibersihkan”. Namun, penampilan bisa
menyesatkan, dan kita perlu menyadari bahayanya mengambil keputusan terlalu
cepat sebelum mempertimbangkan semua alasannya. Sebelum kita menjelaskan
mengapa “dibersihkan” itu terjemahan yang tepat, kita perlu mengetengahkan hal
lain yang berpotensi menjadi masalah. Jadi sekarang ada dua masalah.
The Seventh-Day
Adventist pioneers were convinced that Daniel 8:14 needed to be studied in the
light of Leviticus 16, because Leviticus 16 is describing the cleansing of the
Sanctuary, right? So they linked the two because Daniel 8:14 uses the word “cleansed” as does Leviticus 16. But
the problem is that Daniel 8:14, the word is צָדַק [tsâdaq] which means “to be justified”. So how
did the pioneers link Daniel 8:14 with Leviticus 16? Because Daniel 8:14 the
King James uses the word “cleansed” and in Leviticus 16 the word “cleansed”
also appears, but they are two different
words:
·
in Daniel 8 it’s צָדַק [tsâdaq],
·
in Leviticus 16 it is טָהֵר [ṭâhêr].
Are you
understanding the problem of linking Daniel 8 with Leviticus chapter 16? It
appears to be a problem.
Para pionir MAHK merasa
yakin bahwa Daniel 8:14 perlu dipelajari dalam konteks Imamat 16, karena Imamat
16 menggambarkan pembersihan Bait Suci, benar? Maka mereka mengaitkan keduanya
karena Daniel 8:14 menggunakan kata “dibersihkan” sama seperti
Imamat 16. Tapi masalahnya ialah Daniel 8:14, kata itu צָדַק [tsâdaq] yang
berarti “dibenarkan”. Jadi bagaimana para pionir mengaitkan Daniel 8:14 dengan
Imamat 16? Karena Daniel 8:14 KJV menggunakan kata “dibersihkan” dan di Imamat
16 juga ada kata “dibersihkan” tapi mereka adalah dua kata yang
berbeda:
·
di Daniel 8 itu צָדַק [tsâdaq],
·
di Imamat 16
itu טָהֵר [ṭâhêr].
Apakah kalian paham
sekarang masalah mengaitkan Daniel 8 dengan Imamat 16? Itu sepertinya sebuah
masalah.
The potential
problem with this method is that the Hebrew word in Daniel 8:14 is צָדַק [tsâdaq] while the
word in Leviticus is טָהֵר [ṭâhêr]. Even
more problematic is the fact that the
King James version is not based on the Hebrew but on the Greek Septuagint. And
we're going to see one of the reasons why in a few moments.
As we have
pointed out,
·
צָדַק [tsâdaq] is a legal
term, whose basic meaning is to vindicate
·
and טָהֵר [ṭâhêr] “cleanse” is
a ritual term, whose basic meaning is to cleanse.
How do we
solve this apparent problem? The answer is that we must understand the
historical period in which Daniel wrote his book. This is going to be extremely
helpful. By the way, everything that I'm sharing here is not mine, it is from ~
I've checked it out of course ~ but it comes from this document that was
written by Daniel Augsburger, an excellent article that refutes many of the
arguments that were used by Desmond Ford against the idea of the cleansing of
the Sanctuary in 1844.
Masalah yang potensial
dengan metode ini ialah kata Ibrani di Daniel 8:14 itu צָדַק [tsâdaq]
sementara di Imamat itu טָהֵר
[ṭâhêr]. Lebih problematik lagi ialah fakta bahwa KJV
tidak berdasarkan pada bahasa Ibraninya, melainkan pada Septuaginta yang
berbahasa Greeka. Dan sebentar lagi kita akan melihat salah satu alasannya
mengapa.
Sebagaimana telah
ditunjukkan,
·
צָדַק [tsâdaq] itu
sebuah istilah legal, yang makna dasarnya ialah untuk memvindikasi
·
dan טָהֵר
[ṭâhêr] “membersihkan” adalah
istilah ritual, yang makna dasarnya berarti “membersihkan”.
Bagaimana kita
menyelesaikan masalah yang muncul ini? Jawabannya ialah kita harus memahami
periode sejarah ketika Daniel menulis kitabnya. Ini akan sangat membantu. Nah,
segala yang saya bagikan di sini bukan dari saya ~ tentu saja sudah saya
periksa ~ tetapi ini berasal dari dokumen yang ditulis Daniel Augsburger,
sebuah artikel yang bagus sekali yang membantah banyak argumentasi yang dipakai
Desmond Ford terhadap konsep pembersihan Bait Suci di 1844.
Before the Babylonian captivity, that’s 605
to 536 BC, the Jews used which
language? They used Hebrew as the written
and spoken language. However, those who were taken captive to Babylon soon adopted Aramaic as their spoken and
written language.
You know Aramaic and Hebrew are very closely related, it's kind of like
Spanish and Portuguese. I can understand a lot of Portuguese but there's a lot
of words that I can't understand, but I can kind of somewhat understand when
people are speaking to me in Portuguese, not the ones from Portugal, the ones
from Brazil, because the ones from Portugal I can understand very little of
what they're saying; but Brazil has been influenced I think by Spanish, and so
I can understand much more.
So Hebrew and
Aramaic are related, kind of like Spanish and
Portuguese are related.
Sebelum
penawanan Babilon, yaitu 605 sampai 536 BC, bangsa
Yahudi menggunakan bahasa apa? Mereka menggunakan bahasa Ibrani
sebagai bahasa tulisan dan verbal mereka. Namun mereka yang
dibawa ke pengasingan di Babilon, tak lama kemudian mengadopsi
bahasa Aram sebagai bahasa tertulis dan verbal mereka.
Kalian
tahu bahasa Aram dan Ibrani itu terkait sangat dekat, seperti bahasa Spanyol
dan Portugis. Saya bisa mengerti bahasa Portugis, tetapi ada banyak kata yang
tidak saya pahami, tetapi saya bisa mengerti bila orang berbicara bahasa
Portugis kepada saya, bukan mereka yang berasal dari Portugal, tapi mereka yang
dari Brazil, karena saya hanya mengerti
sedikit sekali dari apa yang dikatakan mereka yang berasal dari Portugal,
tetapi saya rasa Brazil sudah terpengaruh bahasa Spanyol, sehingga saya bisa
mengerti lebih banyak.
Jadi bahasa Ibrani dan
bahasa Aram itu terkait, macam bahasa Spanyol dan Portugis itu terkait.
Daniel Augsburger in his unpublished master's thesis The Good News of Daniel 8:14 refers to a
scholarly article by Frank Zimmerman, the
title of that article is The Aramaic Original
of Daniel 8-12 and it appears in the journal of Biblical Literature Volume 57 that's September
of 1938 Pages 255 to 272. A tremendous article, really, really powerful. This
is one of the statements that he makes, that Zimmerman makes, about the customs
of the post exilic rabbis. Do you
know what the rabbis did? They explained and
interpreted Scripture for the populace who were not well-versed in Scripture.
They were actually the explainers of Scripture to the people. Notice what he
wrote, “It is important to note . . . that certain words used in the Hebrew Bible regarding
particular events and places would be changed to another word in Aramaic, even
though the original Hebrew word
also existed in Aramaic...” are you catching what this is
saying? This is important for what we're going to notice in the following pages.
So once again, “...It is important to note . . . that certain words used in the Hebrew Bible regarding
particular events and places would be
changed to another word...”
this is by the rabbis “...in Aramaic, even
though the original Hebrew word
also existed in Aramaic. Likewise, some of
these new Aramaic ‘synonyms’ would have multiple meanings, which when translated
back into
Hebrew or Greek, would be
written with new words”
Daniel
Augsburger di thesisnya yang tidak diterbitkan berjudul The Good
News of Daniel 8:14 mengacu
ke sebuah artikel ilmiah oleh Frank Zimmerman,
judulnya The Aramaic Original of Daniel 8-12, dan ini muncul di jurnal Biblical
Literature Vol. 57 dari September 1938, hal. 255-272. Artikel yang luar biasa, sungguh sangat
mantap. Ini salah satu pernyataan yang dibuat Zimmerman, mengenai kebiasaan para
rabbi pasca pengasingan. Tahukah kalian apa yang dilakukan para
rabbi? Mereka menjelaskan dan menginterpretasikan Kitab Suci bagi
masyarakat yang tidak mahir dalam Kitab Suci. Mereka adalah
orang-orang yang menjelaskan Kitab Suci kepada umat. Simak apa yang dia tulis, “…Penting untuk dicacat… bahwa kata-kata
tertentu yang dipakai di Alkitab Ibrani mengenai peristiwa-peristiwa dan
tempat-tempat tertentu, akan diubah ke kata yang lain dalam bahasa Aram,
walaupun kata yang asli dalam bahasa Ibrani juga eksis dalam bahasa Aram…” apakah kalian menangkap
apa yang dikatakan di sini? Ini penting untuk apa yang akan kita simak di
halaman-halaman berikut. Jadi sekali lagi, “…Penting untuk dicacat… bahwa kata-kata
tertentu yang dipakai di Alkitab Ibrani mengenai peristiwa-peristiwa dan
tempat-tempat tertentu, akan diubah ke kata yang lain…” oleh para rabbi, “…dalam bahasa Aram, walaupun kata yang asli
dalam bahasa Ibrani juga eksis dalam bahasa Aram. Demikian pula, beberapa dari
sinonim-sinonim baru bahasa Aram ini akan punya banyak makna, yang jika
diterjemahkan kembali ke bahasa Ibrani atau Greeka, akan ditulis dengan kata
yang baru.”
Augsburger
makes a significant point. The post exilic Jews, that is after the exile,
because the language of Babylon was Aramaic, so you know they spent 70 years
there, so the language became Aramaic. So Augsburger makes a significant point.
The post exilic Jews having lost to
a great degree the use of Hebrew as their lingua franka, in other words
as their main language, needed
the rabbis to provide them with an Aramaic interpretation of the Hebrew
that they could understand. In order to do this, the rabbis composed what is known as the Targums, and the Targums were Aramaic
translations and explanations of the Hebrew text. Is this getting too
complicated? No? Is it clear? Okay. It is to the Targums that Augsburger’s
article makes reference above.
Augsburger membuat poin
yang signifikan. Orang Yahudi pasca pengasingan, setelah penawanan, karena
bahasa Babilon itu Aram, jadi mereka menghabiskan 70 tahun hidup di sana, maka
bahasa mereka menjadi Aram. Jadi Augsburger membuat poin yang signifikan. Orang
Yahudi pasca pengasingan telah kehilangan sebagian besar
pemakaian bahasa Ibrani sebagai lingua franka mereka,
dengan kata lain sebagai bahasa utama mereka, sehingga mereka butuh
para rabbi untuk memberi mereka interpretasi dalam bahasa Aram mengenai bahasa
Ibrani supaya mereka bisa mengerti. Untuk melakukan ini, para
rabbi menyusun apa yang dikenal sebagai Targum,
dan Targum ini adalah terjemahan dan penjelasan dalam bahasa Aram
tentang ayat-ayat Ibrani. Apakah ini terlalu rumit bagi kalian? Tidak? Apakah
ini jelas? Oke. Jadi artikel Augsburger di atas membuat referensi kepada Targum
ini.
We must also
remember that the Greek translation of the Old Testament, the Septuagint or the
LXX was prepared in an environment where Aramaic had become the language of the
people. Thus Aramaic had a profound
influence on the translators of the Septuagint. Why is that significant?
Because the Septuagint uses καθαρίζω [katharízo] whereas the Hebrew uses צָדַק [tsâdaq]. Obviously the
translators of the Septuagint they said, “You know the idea of ‘cleansed’
fits perfectly with the word צָדַק [tsâdaq].” Are you still following me?
Kita juga harus ingat bahwa
terjemahan Perjanjian Lama dalam bahasa Greeka, Septuaginta atau LXX, disiapkan
dalam lingkungan di mana bahasa Aram telah menjadi bahasa masyarakat. Dengan
demikian bahasa Aram punya pengaruh mendalam pada para penerjemah
Septuaginta. Mengapa ini signifikan? Karena Septuaginta
menggunakan kata καθαρίζω [katharízo] sementara bahasa Ibrani
menggunakan צָדַק [tsâdaq]. Jelas
para penerjemah Septuaginta berkata, “Kalian tahu konsep
‘dibersihkan’ pas sekali dengan kata צָדַק [tsâdaq].” Apakah
kalian masih mengikuti saya?
Now why have
we dedicated so much space to this issue of the historical and linguistic
postexilic context? Simply because it has a powerful bearing on the subject
that we are covering. The Aramic Targums
and the Septuagint frequently translate the Hebrew word צָדַק [tsâdaq] not with a word that means “to justify” or “to vindicate”; but rather with
an Aramaic or Greek word whose basic meaning is “cleanse” or “purify”. Are
you understanding that point? And I'm going to give you some examples in a few
moments.
Nah, mengapa kita
mendedikasikan begitu banyak tempat untuk isu konteks historis dan linguistik
pasca pengasingan? Semata-mata karena ini punya pengaruh yang besar pada topik
yang sedang kita bahas. Targum berbahasa Aram dan Septuaginta sering
menerjemahkan kata Ibrani צָדַק
[tsâdaq], bukan
dengan kata yang berarti “membenarkan” atau “memvindikasi”; melainkan dengan
kata Aram atau Greeka yang makna dasarnya ialah “membersihkan” atau
“memurnikan”. Apakah kalian paham poin ini? Dan saya akan
memberikan beberapa contoh sebentar lagi.
By the way,
another excellent article was written by W.E. Read:
“Further Observations on צָדַק [tsâdaq]” which is
available. You can find it online Andrews
University Seminary Studies Volume 4 that's 1966 Pages 29 through 36. And
he investigated the Targums as it relates to Daniel 8:14 and notice the
conclusions of his study. He documented that in
the Aramaic Targums the rabbis changed the Hebrew word צָדַק [tsâdaq] to the word זכי [zakah] which means “cleanse” or “purify” 40% of the time. What did the Hebrew rabbis do? They translated the word צָדַק [tsâdaq]
with “cleanse” or “purify”. More significantly he found that in 35 of 38
verbal uses of צָדַק [tsâdaq] ~ because in
Daniel 8:14 the use is verbal ~ the rabbi
subsitute the word זכי [zakah] in place of צָדַק [tsâdaq]. Are you following me or not? You're
wondering what the word זכי [zakah] means. We're going to give some examples in a few moments. It means “cleanse”. And to top it all off,
Read pointed out that when the word צָדַק [tsâdaq] is used in the context of the
Sanctuary, 100% of the cases the rabbis substituted the word זכי [zakah] for צָדַק [tsâdaq]. Do you think
the rabbis knew a little more than Desmond Ford who lived 25 centuries later? Of
course they did. Did they realize that זכי [zakah] is synonymous to צָדַק [tsâdaq]? Yes.
Nah, sebuah artikel lain
yang sangat bagus ditulis oleh W.E. Read, “Further
Observations on צָדַק [tsâdaq]” yang
bisa kalian peroleh. Kalian bisa menemukannya online di Andrews University Seminary Studies Vol. 4 tahun
1966, hal. 29-36. Dan dia menginvestigasi Targum
yang berkaitan dengan Daniel 8:14, dan simak konklusi makalahnya. Dia
mendokumentasikan bahwa di Targum
yang berbahasa Aram itu para rabbi telah mengganti 40% kata Ibrani
צָדַק [tsâdaq] menjadi kata זכי [zakah] yang berarti “membersihkan” atau “memurnikan”. Apa yang dilakukan para rabbi Yahudi? Mereka menerjemahkan kata צָדַק
[tsâdaq] dengan
“membersihkan” atau “memurnikan”. Lebih signifikan lagi dia menemukan bahwa 35
dari 38 kali penggunaan verbal צָדַק [tsâdaq] ~ karena di
Daniel 8:14 pemakaiannya verbal ~ para rabbi mensubstitusi kata זכי [zakah] di tempat דַק [tsâdaq]. Apakah
kalian mengikuti saya atau tidak? Kalian sedang bertanya-tanya apakah
makna kata זכי [zakah]. Kami akan memberikan beberapa contoh sebentar lagi. Itu
artinya “membersihkan”. Dan di atas semua itu Read menunjukkan
bahwa ketika kata דַק [tsâdaq] dipakai
dalam konteks Bait Suci, 100% para rabbi mensubstitusi kata זכי [zakah] untuk דַק [tsâdaq]. Menurut
kalian apakah para rabbi tahu sedikit lebih banyak daripada Desmond Ford yang
hidup 25 abad kemudian? Tentu saja iya. Apakah mereka menyadari
bahwa זכי [zakah] itu bersinonim dengan דַק
[tsâdaq]? Iya.
Now let's
notice some examples of this.
Genesis 6:9
states that Noah was צָדַק [tsâdaq] in Hebrew. Let's read Genesis 6:9. Based
on the Hebrew it says, “that Noah was a just man”. By the way in English we have the
word “just” and “righteous”, they're synonymous. In Spanish we only have the
word “justo”. It's kind of like in English we have “testimony” and “witness”;
in Spanish just “testimonial”, they're parallel terms, “just” and “righteous”
are the same thing. So what is Noah called in chapter 6:9? “Noah was a righteous man.” But do you
know what the Aramaic Targum says? Noah was a זכי [zakah] man, “a pure man.”
Sekarang mari kita simak
beberapa contoh dari ini.
Kejadian 6:9 menyatakan Nuh
itu דַק [tsâdaq] dalam
bahasa Ibrani. Mari kita baca Kejadian 6:9. Berdasarkan tulisan Ibraninya
dikatakan, “9 ...Nuh adalah orang yang benar”. Nah, dalam bahasa Inggris ada kata
“just” dan
“righteous”, mereka bersinonim. Di bahasa Spanyol hanya ada kata “justo”.
Seperti dalam bahasa Inggris ada kata “testimony” dan “witness”;
dalam bahasa Spanyol hanya “testimonial”, mereka istilah yang paralel; “just”
dan “righteous” sama kasusnya. Jadi di Kejadian 6:9 Nuh disebut apa? “9 ...Nuh adalah orang yang
benar”. Tetapi
tahukah kalian apa kata Targum bahasa Aramnya? Nuh adalah orang yang זכי [zakah], “orang yang murni”.
In Job 40:8
the word צָדַק [tsâdaq] “justified”
is translated זכי [zakah] in the Targum.
The same is
true of Jeremiah 12:1 where the Hebrew has צָדַק [tsâdaq] and the Aramaic Targum has זכי [zakah].
These
examples as well as others reveal that in the minds of the rabbis זכי [zakah] and צָדַק [tsâdaq] were closely
related.
Di Ayub 40:8 kata דַק
[tsâdaq]
“dibenarkan” diterjemahkan זכי [zakah] di Targum.
Hal yang sama juga di
Yeremia 12:1, di mana dalam bahasa Ibrani itu דַק
[tsâdaq], dan di
Targum bahasa Aramnya itu זכי [zakah].
Contoh-contoh ini dan yang
lain-lain menyatakan bahwa menurut para rabbi, זכי [zakah] dan דַק
[tsâdaq] itu
terkait dekat sekali.
The question
is, who is more worthy of trust to give us the proper meaning of Hebrew and
Aramaic words? Is it the rabbis who lived in the post exilic period, or Desmond
Ford who lived over 25 centuries removed from the Exile? The choice to me seems
to be quite obvious.
Pertanyaannya ialah, siapa
yang lebih bisa dipercaya memberi kita makna yang benar dari kata-kata Ibrani
dan Aram? Apakah para rabbi yang hidup di masa pasca pengasingan, atau Desmond
Ford yang hidup lebih dari 25 abad jauhnya dari pengasingan? Pilihannya bagi
saya cukup jelas.
However, we
need not depend only on the Aramaic Targum as evidence that צָדַק [tsâdaq] is very closely related to other Hebrew
words whose meaning is “cleanse” or “purify”. In the Hebrew Old Testament the word
צָדַק [tsâdaq] is frequently ~ even in the Old
Testament Hebrew, ~ you know that Hebrew poetry is based on parallelism. There
are three main types of parallels.
Namun, kita tidak hanya
bergantung pada Targum bahasa Aram sebagai landasan bahwa דַק
[tsâdaq] itu
terkait erat dengan kata-kata Ibrani lainnya yang berarti “membersihkan” atau
“memurnikan”. Di Perjanjian Lama bahasa Ibrani, kata דַק
[tsâdaq] sering ~
walaupun di Perjanjian Lama bahasa Ibrani ~ kalian tahu puisi bahasa Ibrani itu
berdasarkan paralelisme. Ada tiga tipe utama paralelisme.
You have for
example
·
the synonymous parallelism, where the first line is repeated in the
second line but in different words.
·
you have antithetical parallelism, which the second line says the
opposite of what the first line says.
·
and you have synthetic parallelism where what is in the first line is amplified
in the second line.
So Hebrew
poetry is based on the principle of parallelism.
Misalnya ada:
·
paralelisme
sinonim di mana baris pertama diulangi di baris kedua, tetapi
dengan kata yang berbeda.
·
Paralelisme
antithetis, di mana baris kedua mengatakan yang berlawanan
dengan baris pertama.
·
Dan ada paralelisme synthetis di mana apa yang ada di
baris pertama itu diperkuat di baris kedua.
Jadi puisi Ibrani itu
berdasarkan prinsip paralelisme.
So I want you
to notice that in several verses of the Old
Testament Hebrew צָדַק [tsâdaq] and זכי [zakah] are placed in synonymous parallelism. Let's look up these verses in the book of Job. Let's go to Job chapter
4, are you understanding this point?
· Job 4 and let's read verse 17, and let's see what the Hebrew has to say
there.
Job 4:17, it says, “17 ‘Can a mortal
be more righteous
צָדַק [tsâdaq] than God? Can a man be more pure טָהֵר [ṭâhêr] than his Maker?”
·
Are צָדַק [tsâdaq] and זכי [zakah] parallel in Hebrew? Yes, in Hebrew.
Notice Job 15:14, “14 What is man,
that he could be pure? And he who is born
of a woman, that he could be righteous?” Are you seeing the synonymous
parallelism?
So let me ask you are צָדַק [tsâdaq] and זכי [zakah] parallel words? Were the rabbis justified in translating the word with זכי [zakah] or “cleansed”?
Absolutely! Was the Septuagint correct in using the word “cleanse” καθαρίζω [katharízo]? Absolutely.
· Notice also Job 17:9, “9 Yet the righteous צָדַק [tsâdaq] will hold to his way, and he who has...” what? “...clean hands טָהֵר [ṭâhêr] will be stronger and stronger.”
·
Notice Job 25:4 says, “4 How then can man be righteous צָדַק [tsâdaq] before God? Or how can he be pure זכי [zakah] who is born of a woman?”
Jadi saya mau kalian
menyimak bahwa di beberapa ayat di Perjanjian Lama bahasa Ibrani, צָדַק [tsâdaq] dan זכי [zakah] ditempatkan di
paralelisme sinonim. Mari kita simak ayat-ayat
ini di kitab Ayub. Mari ke Ayub pasal 4. Apakah kalian memahami poin ini?
·
Ayub 4:17, mari kita lihat apa kata bahasa
Ibraninya di sini.
Ayub 4:17 berkata, “17 Bisakah seorang manusia lebih benar צָדַק [tsâdaq] daripada Allah? Bisakah
seorang manusia lebih murni טָהֵר [ṭâhêr] daripada Penciptanya?
·
Apakah צָדַק [tsâdaq] dan זכי [zakah] paralel dalam bahasa Ibrani?
Ya, di bahasa Ibrani.
Simak Ayub 15:14, “14 Apakah manusia itu sehingga dia bisa
murni? Dan dia yang lahir dari seorang perempuan, sehingga dia bisa
benar?” Apakah kalian melihat paralelisme sinonimnya? Jadi
coba saya tanya apakah צָדַק [tsâdaq] dan זכי [zakah] itu
kata-kata yang paralel? Apakah para rabbi bisa dibenarkan menerjemahkan kata
dengan זכי [zakah] atau “dibersihkan”? Tentu
saja! Apakah Septuaginta benar memakai kata “dibersihkan” καθαρίζω [katharízo]? Tepat sekali.
·
Simak juga Ayub 17:9, “9 Meskipun
begitu orang yang benar צָדַק [tsâdaq] akan
berpegang pada jalannya, dan dia
yang punya…” apa? “…tangan
bersih
טָהֵר [ṭâhêr] akan
menjadi semakin kuat dan semakin kuat.”.
·
Simak Ayub 25:4 berkata, “4
Kalau begitu bagaimana manusia bisa benar צָדַק [tsâdaq] di hadapan Allah? Atau bagaimana
dia yang dilahirkan seorang perempuan bisa menjadi murni
זכי [zakah]?”
So was it
perfectly improper to translate “cleansed” in Daniel 8:14? Absolutely not! You
see, the Hebrew scholars understood that Daniel 8 is dealing with the cleansing
of the Sanctuary, they understood that. And that's the reason why they used
that particular word.
Jadi apakah sama sekali
tidak tepat menerjemahkan Daniel 8:14 dengan “dibersihkan”? Sama sekali tidak!
Kalian lihat, para pakar bahasa Ibrani memahami bahwa Daniel 8 itu berurusan
dengan pembersihan Bait Suci, mereka memahami itu. Dan itulah mengapa mereka
memakai kata tersebut.
Now here's a
significant point. These four examples are from the most ancient book of the
Bible. Ellen White stated that Moses wrote the book of Job while he was in the
wilderness of Midian, tending Jethro's sheep. Signs
of The Times February 19, 1880. This places the date for the book at about
1500 BC. Interesting. So even before the post exilic period when the Targums use
זכי [zakah] where צָדַק [tsâdaq] is, was there always 1500 years before
a parallel between צָדַק [tsâdaq] and זכי [zakah]? Yes. It's not only a post exile phenomenon. However, what's more
amazing is that Moses quoted the words of Job and his friends, who lived 500
years earlier. This means that as early as 2,000 BC צָדַק [tsâdaq], זכי [zakah] and טָהֵר [ṭâhêr] were understood as close to synonymous.
Nah, di sini ada poin yang
signifikan. Keempat contoh ini berasal dari kitab yang paling tua dari Alkitab.
Ellen White menyatakan bahwa Musa menulis kitab Ayub ketika dia masih di padang
belantara Midian, menggembalakan domba-domba Jitro. Signs of the Times, 19 Februari 1880. Ini
menempatkan masa kitab itu sekitar tahun 1500 BC. Menarik. Jadi bahkan sebelum
periode pasca pengasingan ketika Targum menggunakan זכי [zakah] di
tempat צָדַק [tsâdaq], apakah
1500 tahun sebelumnya sudah ada paralel antara צָדַק [tsâdaq] dan זכי [zakah]? Ya. Itu
bukan hanya fenomena pasca pengasingan. Namun, yang lebih mengagumkan ialah
Musa mengutip kata-kata Ayub dan sahabat-sahabatnya yang hidup 500 tahun lebih
dulu. Ini berarti sedini tahun 2000 BC, צָדַק [tsâdaq], זכי [zakah], dan טָהֵר
[ṭâhêr] sudah dipahami sebagai
sinonim yang dekat.
And by the
way, one thing that I did not mention is, that:
·
Job 4:17 translates צָדַק [tsâdaq] not with זכי [zakah] but with טָהֵר [ṭâhêr] which is Leviticus 16.
·
Job 15:14 translates זכי [zakah] with צָדַק [tsâdaq].
·
Job 17:9 uses צָדַק [tsâdaq] and טָהֵר [ṭâhêr].
·
And Job 25:4 uses צָדַק [tsâdaq] and זכי [zakah].
So let me ask
you, is צָדַק [tsâdaq] parallel to טָהֵר [ṭâhêr] as well? It's parallel to טָהֵר [ṭâhêr] which is used in Leviticus 16 for the
Day of Atonement, and it is used also with זכי [zakah] which means “to be cleansed” or “pure”.
Dan satu hal yang belum
saya sebutkan ialah:
·
Ayub 4:17 menerjemahkan צָדַק [tsâdaq] bukan
dengan זכי [zakah] tetapi dengan טָהֵר [ṭâhêr] yang ada
di Imamat 16.
·
Ayub 15:14 menerjemahkan זכי [zakah] dengan צָדַק [tsâdaq].
·
Ayub 17:9 menggunakan
צָדַק [tsâdaq] dan טָהֵר
[ṭâhêr].
·
Dan Ayub 25:4 menggunakan צָדַק [tsâdaq] dan זכי [zakah].
Jadi coba saya tanya,
apakah צָדַק [tsâdaq] paralel dengan
טָהֵר [ṭâhêr] juga? Itu
paralel dengan טָהֵר [ṭâhêr] yang
dipakai di Imamat 16 untuk Hari Perdamaian, dan itu juga dipakai dengan זכי [zakah] yang
berarti “dibersihkan” atau “murni”.
Let's
consider a few references from elsewhere in the Old Testament.
·
Psalm 19:9 “clean” טָהֵר [ṭâhêr] is coupled with “righteous” צָדַק [tsâdaq]. We're not going to read all these
verses.
·
Psalm 51:4, well let's read Psalm 51:4
that's an interesting text. Psalm 51:4 ~ by the way this is from the Hebrew.
Psalm 51 this is talking about David,
this is David's penitential Psalm after he committed adultery, and after he had
his general murdered. Chapter 51:4 says, “4 Against You, You only, have I
sinned, and done this evil in
Your sight— that You may be found...” what? “...just צָדַק [tsâdaq] when You speak, and blameless
זכי [zakah] when You judge.”
·
Proverbs 20:7-9 “righteous” צָדַק [tsâdaq] is coupled with זכי [zakah].
·
Ecclesiastes 9:2 “righteous” צָדַק [tsâdaq] is coupled with טָהֵר [ṭâhêr] the word of Leviticus 16.
·
Psalm 18:20 “righteousness” צָדַק [tsâdaq] is coupled with “blamelessness” בר [bor].
And notably the LXX also translates the
word בר [bor] ~ that has nothing to do with me ~ it translates the word בר [bor] with καθαριότητα
[kathariótita] which means “cleansed”.
·
Now let's continue Job 22:3 the word “righteous”
is צָדַק [tsâdaq] but in the Septuagint
it is translated ἄμεμπτος [amemptos]
which means “blameless” or “faultless”.
·
In Psalm 51:4 like I mentioned, the word
“just” is צָדַק [tsâdaq] and the word “clean” is זכי [zakah].
However the LXX, the Septuagint has the
word “just” δικαιωθῇς [dikaiōthēs] and νικάω [nikaō] which means “to
conquer”, “to overcome” or “to win the verdict”.
Mari kita pertimbangkan
beberapa referensi dari tempat-tempat lain di Perjanjian Lama.
·
Mazmur 19:9 “bersih” טָהֵר [ṭâhêr] digabungkan
dengan “kebenaran” צָדַק [tsâdaq]. Kita
tidak akan membaca semua ayat ini.
·
Mazmur 51:4, nah, mari kita baca Mazmur 51:4,
ini ayat yang menarik.
Mazmur 51:4 ~ nah, ini dari
bahasa Ibrani. Mazmur 51 ini bicara tentang Daud, ini adalah mazmur penyesalan
Daud setelah dia berzinah dan setelah dia menyuruh jenderalnya dibunuh. Pasal
51:4 berkata, “4 Terhadap Engkau, Engkau sajalah aku telah berdosa dan
melakukan kejahatan ini di pemandanganMu,
supaya Engkau boleh didapati…” apa? “…benar צָדַק [tsâdaq] ketika Engkau bicara, dan tidak bersalah זכי [zakah] ketika Engkau menghakimi.”
·
Amsal 20:7-9 “benar” צָדַק [tsâdaq] digabungkan dengan זכי [zakah].
·
Pengkhotbah 9:2 “benar” צָדַק [tsâdaq] digabungkan
dengan טָהֵר [ṭâhêr] kata di
Imamat 16.
·
Mazmur 18:20 “kebenaran” צָדַק [tsâdaq] digabungkan
dengan “tidak bersalah” בר [bor].
Dan perlu dicatat LXX (Septuaginta) juga menerjemahkan
kata בר
[bor] ~ ini tidak ada kaitannya
dengan saya (yang bernama Bohr) ~ menerjemahkan kata בר
[bor] dengan καθαριότητα [kathariótita] yang
berarti “dibersihkan”.
·
Sekarang mari lanjut, Ayub 22:3 kata “benar” itu
צָדַק [tsâdaq] tetapi di
Septuaginta ini diterjemahkan ἄμεμπτος [amemptos] yang berarti “tidak
bersalah” atau “tidak punya salah”.
·
Di Mazmur 51:4 seperti yang saya katakan, kata
“benar” itu צָדַק [tsâdaq] dan kata
“bersih” itu זכי [zakah].
Namun di LXX, Septuaginta kata “benar” itu δικαιωθῇς [dikaiōthēs] dan νικάω [nikaō] yang
berarti “menaklukkan”, “mengatasi” atau “memenangkan vonis.”
Let me ask
you does the word צָדַק [tsâdaq] have an entire range of meanings? Or does it mean just one thing? It has an entire range of meanings, it can
mean “blameless”, it can be “clean”, it can be “pure”, it can be “righteous”,
all of those are within the meaning range of the word צָדַק [tsâdaq]. Clearly these examples show that the
Hebrew and Greek words have many shades of meaning and none of them are mutually exclusive of others.
Coba saya tanya, apakah kata
צָדַק [tsâdaq] punya
serangkaian makna? Atau dia hanya berarti satu hal? Dia punya serangkaian
makna. Dia bisa berarti “tidak bersalah”,
dia bisa “bersih”, dia bisa “murni”,
dia bisa “benar”. Semua ini ada dalam rangkaian
makna kata צָדַק [tsâdaq]. Jelas
contoh-contoh ini menunjukkan bahwa kata-kata Ibrani dan Greeka punya banyak
nuansa makna dan tidak ada dari mereka yang ekslusif dari yang lain.
Let's examine
some additional passages from both the Old and New Testaments. This is really a
significant example that we're going to look at now.
In Psalm 14:3
and 53:3 ~ they say the same thing, these two Psalms ~ David describes “fools” as
“filthy” and “not doing good”, okay? So David in Psalm 14:3 and Psalm 53:3
describe fools as filthy and not doing good, and this is how it reads, “3… they are all together become
filthy…” what is the antonym of “filthy”? What is the antonym of “filthy”? “Clean”,
okay? So that means that the wicked are not clean, right? “…they are all together become filthy there
is none that doeth good, no, not one.” (KJV) Clearly “filthy” means not doing what? Not
doing good.
Mari kita periksa beberapa
ayat tambahan dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Ini betul-betul sebuah
contoh yang signifikan yang akan kita simak sekarang.
Di Mazmur
14:3 dan 53:3 ~ kedua ayat ini mengatakan hal yang sama, kedua Mazmur ini ~
Daud menggambarkan “orang-orang bodoh” sebagai “kotor” dan “tidak berbuat
baik”, oke? Jadi Daud di Mazmur 14:3 dan 53:3 menggambarkan orang-orang bodoh
sebagai kotor dan tidak berbuat baik. Beginilah bunyi ayatnya, “3 … mereka semuanya
telah menjadi kotor;…” apa lawan kata “kotor”? “Bersih”, oke? Maka itu berarti orang-orang
jahat itu tidak bersih, benar? “3 … mereka semuanya telah menjadi kotor; tidak ada yang berbuat baik, tidak, seorang pun tidak.” (KJV). Jelaslah “kotor” berarti tidak berbuat apa? Tidak berbuat baik.
Paul quoted
these Psalms. How did Paul understand these Psalms? Notice in Romans 3:10 the apostle
Paul is quoting these Psalms, and he says, “10 As
it is written:’There is none righteous, no, not one.’”
So the Psalm
says “filthy”, Paul says “none righteous”. So “not being righteous” is “to be
filthy”, “being righteous” is “to be clean”. Hello? The apostle Paul knew what
he was writing about.
Paulus mengutip mazmur-mazmur ini. Bagaimana Paulus memahami
mazmur-mazmur ini? Simak Roma 3:10, rasul Paulus mengutip mazmur-mazmur ini dan
dia berkata, “10 seperti ada tertulis: ‘Tidak ada yang benar,
seorang pun tidak.”
Jadi Mazmur mengatakan “kotor”, Paulus berkata “tidak ada yang benar”.
Jadi “tidak benar” itu “kotor”, “benar” itu “bersih”. Halo? Rasul Paulus tahu
apa yang dia tulis.
Now notice
Isaiah 64:6 it says ~ once a again it relates “righteousness” with “cleanliness”.
Let's read Isaiah 64:6, look it up for me. You know I probably could have put
all of these verses in the study notes, but then you would have 1500 pages in
the study notes, which I don't think that you would want to negotiate three
volumes. Notice Isaiah 64:6, once again the idea of cleanliness and
righteousness are related. It says there in chapter 64:6, “6 But we are all like an
unclean thing, and
all our righteousnesses are like
filthy rags...”
Sekarang simak Yesaya 64:6,
mengatakan ~ sekali lagi itu mengaitkan “kebenaran” dengan “kebersihan”. Mari
kita baca Yesaya 64:6, cari ayat itu untuk saya. Kalian tahu, seharusnya saya
bisa saja memasukkan semua ayat di makalah, tetapi kalau begitu makalahnya akan
menjadi 1500 halaman, yang menurut saya kalian tidak akan ingin membahas tiga
jilid. Simak Yesaya 64:6, sekali lagi konsep kebersihan dan kebenaran itu
terkait. Dikatakan di sana di pasal 64:6, “6 Tetapi kami sekalian seperti barang yang
najis (tidak bersih) dan segala kebenaran
kami seperti kain kotor...”
Do you think
we have enough evidence that “cleansed” is a
perfectly adequate translation in Daniel 8:14? Does “cleansed” have, is
it totally different than “righteous”?
What needs to
happen for the Sanctuary to be restored to its rightful state? The Sanctuary to
be justified or vindicated. You have to cleanse it. The process of cleansing is what justifies the Sanctuary. So
it's not, oh, cleansed; it means justified, it has nothing to do with Leviticus
16, it has nothing to do with cleansing. But we've already noticed that צָדַק [tsâdaq], and טָהֵר [ṭâhêr], and זכי [zakah] appear in synonymous
parallelism. So when you meet ~ you know, you're not going to meet very many people
out there that are going to say “Well the word is really ‘justified’ it's
not ‘cleansed’.” But it's good for us to
know the solid ground that we're standing on, isn't it? That the
Adventist Church is standing on rock solid ground. We have even some in our own
midst who are saying that Daniel 14 is not referring to anything that happened
in 1844. If you get rid of this, if you get rid of our interpretation of 1844,
we might as well pack our bags and go to another church, because Daniel 8:14 is what makes us who we are, it's what
makes us distinctive. It's not even the Sabbath, because there are
other churches that keep the Sabbath, there are other churches that believe
that the dead know nothing, there are other churches that believe that hell is
not going to burn forever. But there's no
other church in the world that believes that there will be an investigative
judgment before the Second Coming of Jesus Christ and that the cases of
the righteous will be examined, and all those who were martyred by the Little
Horn are going to be justified, vindicated. The Sanctuary is going to be set to
where it should be, cleansed. And so don't miss the next exciting episode.
Menurut kalian apakah kita
punya cukup bukti bahwa “dibersihkan” itu adalah
terjemahan yang cukup tepat di Daniel 8:14? Apakah “dibersihkan”
itu sama sekali berbeda dari “benar”?
Apa yang perlu terjadi bagi
Bait Suci untuk dipulihkan ke kondisinya yang benar? Bait Suci harus dibenarkan
atau divindikasi. Harus dibersihkan. Proses pembersihan itulah yang
membenarkan Bait Suci. Maka itu bukan, oh dibersihkan; itu
berarti dibenarkan, itu tidak ada kaitannya dengan Imamat 16, itu tidak ada
kaitannya dengan pembersihan. Tetapi kita sudah menyimak bahwa צָדַק [tsâdaq], dan טָהֵר
[ṭâhêr], dan זכי [zakah], muncul
dalam paralelisme sinonim. Maka ketika kalian bertemu, nah, kalian tidak akan
bertemu banyak orang di luar sana yang akan berkata, “Nah,
perkataannya itu sebenarnya ‘dibenarkan’, bukan ‘dibersihkan’.” Tetapi baik
bagi kita untuk mengetahui landasan kuat di mana kita berpijak,
bukan? Bahwa gereja MAHK itu berdiri di atas landasan yang kokoh. Bahkan di
tengah-tengah kita sendiri ada yang berkata bahwa Daniel 14 itu tidak merujuk
kepada apa yang terjadi di 1844. Jika kita menyingkirkan ini, jika kita menyingkirkan
interpretasi kita tentang 1844, lebih baik kita kemasi saja barang-barang kita
dan pergi bergabung dengan gereja lain, karena Daniel 8:14 itulah
yang menjadikan siapa kita ini, itulah yang membuat kita beda.
Bahkan bukan Sabatnya, karena ada
gereja-gereja lain yang memelihara Sabat; ada gereja-gereja lain yang meyakini
orang mati tidak tahu apa-apa; ada gereja-gereja lain yang meyakini neraka
tidak akan selamanya menyala. Tetapi tidak ada gereja lain di dunia
ini yang meyakini bahwa akan ada penghakiman investigasi sebelum Kedatangan
Kedua Yesus Kristus dan kasus-kasus orang-orang benar akan
diperiksa, dan semua yang dimartir oleh Tanduk Kecil akan dibenarkan, akan
divindikasi. Bait Suci akan dikembalikan ke statusnya yang seharusnya,
dibersihkan. Maka jangan melewawtkan episode berikutnya yang menarik.
27 02 26