THE GREAT PROPHECIES OF THE OLD TESTAMENT – 2
(DANIEL AND REVELATION)
Part 17/26 - Stephen Bohr
NOTES ON DANIEL 9 PART 1
https://www.youtube.com/watch?v=yb632SD4d1M&list=PLIWJyuxBfZ7hLabh9R9FPRklAb6fafzft&index=17
Dibuka
dengan doa.
All right,
like I mentioned, page 465. As chapter 9 begins, Jerusalem was in ruins and
Daniel was diligently studying the prophecy of the 70-year captivity of Israel
in Babylon. That prophecy is found in Jeremiah 25:9-13. He was studying this
specific prophecy for a particular reason. Through
Jeremiah God had promised that the captivity of Israel will last 70 years.
However, 11 years earlier in the vision of Daniel 8, God seemed to say that the
Sanctuary, the Prince, and the people would be trampled underfoot, not for 70
years but for 2300 years. This seeming discrepancy between the 70-year prophecy
and the 2300-year prophecy perplexed Daniel. He could not comprehend how the prophecy of Jeremiah 25 was related to the
prophecy of the 2300 years in Daniel 8:14. So in anguish Daniel did
what we're supposed to do when we're perplexed. He actually prayed to the Lord
and he prayed one of the most deeply spiritual prayers that we find in the
whole Bible. He first confessed his sin and the sin of his people in verses 4-11,
then he described the results of the sin of him and his people in verses 12-14;
and finally he interceded with God asking Him to restore Israel to its land as He
had promised at the conclusion of the 70 years.
Baiklah, seperti yang saya
katakan tadi, hal. 465. Ketika pasal 9 dimulai, Yerusalem dalam keadaan hancur,
dan Daniel sedang dengan rajin mempelajari nubuatan 70 tahun pengasingan Israel
di Babilon. Nubuatan itu ada di Yeremia 25:9-13. Daniel sedang mempelajari
nubuatan khusus ini karena alasan tertentu. Melalui Yeremia, Allah telah
berjanji bahwa pengasingan Israel akan berlangsung 70 tahun.
Namun, 11 tahun sebelumnya dalam penglihatan Danile 8, Allah sepertinya
mengatakan bahwa Bait Suci, Sang Pangeran dan umat, akan diinjak-injak, bukan
selama 70 tahun melainkan selama 2300 tahun. Perbedaan ini, antara nubuatan 70
tahun dengan nubuatan 2300 tahun membingungkan Daniel.
Dia tidak bisa mengerti bagaimana nubuatan Yeremia 25 itu
berkaitan dengan nubuatan 2300 tahun di Daniel 8:14. Maka dalam
kesedihannya Daniel melakukan apa yang seharusnya kita lakukan bila kita
kebingungan. Daniel berdoa kepada Tuhan, dan dia memanjatkan salah satu doa
yang paling mendalam secara spiritual yang ada di Alkitab. Pertama dia mengakui
dosa-dosanya dan dosa-dosa bangsanya di ayat 4-11, kemudian dia menggambarkan
akibat dosa-dosanya dan dosa-dosa bangsanya di ayat 12-14; dan akhirnya dia
memohon kepada Allah, minta Allah memulihkan Israel ke negerinya sebagaimana
yang dijanjikan Allah, yaitu pada akhir dari 70 tahun itu.
The urgency of Daniel's prayer was directly
related to the vision or the מראה [mar'eh mar-eh'] he had
received 11 years earlier in Danel chapter 8. Because of the Covenant
unfaithfulness of Israel, Daniel assumed that perhaps God intended to prolong
the 70 years to 2300 years. Of course Daniel loathed the possibility that God
would lengthen this period. And so in his prayer he pleads for God to forgive his
people, and to fulfill His promise of release from captivity after 70 years.
Mendesaknya doa Daniel itu langsung terkait kepada
penglihatan atau מראה [mar'eh mar-eh'] yang diterimanya 11 tahun sebelumnya di Daniel
pasal 8. Karena ketidaksetiaan Israel terhadap Perjanjiannya dengan Allah,
Daniel berasumsi barangkali Allah bermaksud memperpanjang masa 70 tahun itu
menjadi 2300 tahun. Tentu saja Daniel tidak suka kemungkinan Allah mau
memperpanjang masa itu. Maka dalam doanya dia memohon agar Allah mengampuni
bangsanya, dan memenuhi janjiNya untuk melepaskan mereka dari pengasingan
setelah 70 tahun.
In response to Daniel's plea God sent
Gabriel to inform the prophet that He had heard his prayer and an explanation
of the 2300 days or years would be given to him. The desolation of Jerusalem in
Daniel 9:2 was the motivation for Daniel's prayer, and Daniel chapter 9 provides
God's answer to his prayer in the prophecy of the 70 weeks. Gabriel explained that Jerusalem and its people
would be given another opportunity after the captivity. The city, the temple,
the walls, would be rebuilt on schedule in fulfillment of God's promise in
Jeremiah's 70-year prophecy.
Sebagai jawaban kepada permohonan Daniel, Allah
mengutus Gabriel untuk memberitahu si nabi bahwa Allah telah mendengar doanya
dan sebuah penjelasan mengenai nubuatan 2300 hari atau tahun itu akan diberikan
kepadanya. Penghancuran Yerusalem di Daniel 9:2 adalah motivasi Daniel berdoa,
dan di Daniel pasal 9 Allah menyediakan jawaban kepada doanya melalui nubuatan
70 minggu. Gabriel menjelaskan bahwa Yerusalem dan penduduknya akan
diberi satu kesempatan lagi setelah pengasingan itu. Kotanya, Bait Sucinya,
dinding-dindingnya, akan dibangun kembali sesuai skedul menurut penggenapan
janji Allah di nubuatan 70-tahunnya Yeremia.
70 weeks would be given to Israel to
redeem her past failures. At the end of this period God would send the Messiah, the Prince, to make a final and urgent appeal to Israel. However,
this appeal according to the prophecy of Daniel 9 would fall on deaf ears, thus ending the Hebrew theocracy. Jerusalem
would be destroyed once more, the temple demolished, and the people of Israel
scattered among the nations.
70 minggu akan diberikan kepada Israel untuk menebus
kegagalan-kegagalan masa lampau mereka. Pada akhir dari masa ini, Allah akan
mengutus Sang Messias, Sang Pangeran, untuk mengajukan
permintaan yang terakhir dan mendesak kepada Israel. Namun,
permintaan ini menurut nubuatan Daniel 9, akan diterima oleh
telinga-telinga yang tuli, dengan demikian mengakhiri
theokrasi Ibrani. Yerusalem akan dihancurkan sekali lagi, Bait
Suci akan diratakan, dan bangsa Israel diserakkan di antara bangsa-bangsa lain.
Now there are some links between Daniel
8 and Daniel 9. Virtually all Protestant and Roman Catholic scholars see no
link between the prophecy of Daniel 8 and the events of Daniel chapter 9. This
is really puzzling because there are multiple textual and contextual reasons to
connect these two chapters. Let's take a look at several reasons why we need to
link together Daniel 8 and Daniel 9.
Nah, ada beberapa kaitan antara Daniel 8 dan Daniel 9.
Nyaris semua pakar Protestan dan Roma Katolik tidak melihat adanya kaitan
antara nubuatan Daniel 8 dan peristiwa-peristiwa di pasal 9. Ini sungguh
mengherankan karena ada banyak alasan tekstual dan kontekstual yang
menghubungkan kedua pasal ini. Mari kita simak beberapa alasan mengapa kita
perlu mengaitkan Daniel 8 dengan Daniel 9.
1.
First Reason
Number 1, Daniel 8:1-12 contains a
vision, a חזון [châzôn khaw-zone'] as we noticed. And Daniel 8:13 and 14 contains an audition, that is two
angels that are speaking in Heaven, one speaking to the other. Gabriel then
explained the חזון [châzôn khaw-zone'] or the vision in verses 19-26 of Daniel 8, we've already noticed this
in our previous study. A careful examination of this chapter reveals that all
the elements of the vision of the חזון [châzôn khaw-zone'] were
explained in Daniel 8, except the conversation of the two angels concerning the
2300 days, that was not explained in Daniel chapter 8. Most likely ~
undoubtedly I would say ~ the reason is because Daniel got sick and Gabriel was
not able to complete his explanation. And Daniel 8:27 explicitly tells us that.
It appears that Daniel's illness was due to his inability to reconcile
Jeremiah's 70-year prophecy with the prophecy of the 2300 days or years. After
all, how could God's people be restored to their land after 70 years if their
City, Temple, would be trampled upon by the Little Horn for 2300 years? Are you
understanding Daniel's dilemma?
1.
Alasan
Pertama
Pertama, Daniel 8:1-12 berisikan sebuah penglihatan,
sebuah חזון [châzôn khaw-zone'] yang
sudah kita simak. Dan Daniel 8:13-14 berisikan audio, yaitu dua malaikat yang
sedang berbicara di Surga, yang satu berbicara kepada yang lain. Lalu Gabriel
menjelaskan חזון [châzôn khaw-zone']-nya atau
penglihatan itu di Daniel 8:19-26. Kita sudah menyimak ini di pelajaran kita
sebelumnya. Pemeriksaan yang teliti tentang pasal ini menyatakan bahwa semua
unsur di penglihatan itu, חזון [châzôn khaw-zone'] itu,
dijelaskan di Daniel 8, kecuali pembicaraan kedua malaikat mengenai 2300 hari,
itu tidak dijelaskan di Daniel pasal 8. Kemungkinan besar ~ menurut saya tidak
diragukan lagi ~ alasannya karena Daniel jatuh sakit dan Gabriel tidak bisa
menyelesaikan penjelasannya. Dan Daniel 8:27 secara eksplisit memberitahu kita
mengenai hal ini. Sepertinya sakitnya Daniel itu dikarenakan
ketidaksanggupannya untuk mengaitkan nubuatan 70-tahunnya Yeremia dengan
nubuatan 2300 hari atau tahun. Bagaimana pun juga, mana mungkin umat Allah
dipulihkan ke negeri mereka setelah 70 tahun jika Kota dan Bait Suci mereka
akan diinjak-injak Tanduk Kecil selama 2300 tahun? Apakah kalian memahami
dilema Daniel?
When Daniel received the vision of
chapter 8 ~ that's 550 BC ~ Babylon had not yet fallen. However, when the
events of Daniel 9 transpired ~ this is 538 BC, about 11 or 12 years later ~
Babylon had just fallen and the Medes and Persians had taken over the kingdom
just like the prophecy of Daniel 8 had said. Daniel
knew that the fall of Babylon was the harbinger that Israel would soon be
released from bondage, and yet he couldn't see anything of what was
happening that indicated that the release of Israel was imminent, because the
release of Israel would not take place until 536 BC, approximately 3 years
later.
Ketika Daniel menerima penglihatan yang di pasal 8 ~
itu tahun 550 BC ~ Babilon saat itu belum jatuh. Namun, ketika
peristiwa-peristiwa Daniel 9 terjadi ~ itu tahun 538 BC, sekitar 11-12 tahun
kemudian ~ Babilon baru jatuh, dan bangsa Medo-Persia telah mengambilalih
kerajaan itu seperti yang dikatakan Daniel 8. Daniel tahu bahwa jatuhnya Babilon
merupakan pertanda bahwa Israel akan segera dilepaskan dari penawanan,
namun dia tidak melihat dari apa yang terjadi, apa pun yang memberikan indikasi
bahwa pelepasan Israel akan segera terjadi, karena pelepasan Israel belum akan
terjadi hingga tahun 536 BC, sekitar 3 tahun kemudian.
Daniel knew that Jeremiah's prophecy of
the 70 years had begun in 605 BC, so therefore he knew that the release of
Israel needed to take place in 536 BC, 70 years after 605. No doubt, at this
point in the prophecy of the 2300 days or years, Daniel was haunted. He surmised
that Israel's unfaithfulness was so great that God was determined to postpone Israel's
70-year prophecy to 2300 years. This is the reason why at the start of
chapter 9, Daniel was studying Jeremiah's 70-year prophecy, he desperately
wanted to know how the 70 years related to the 2300 years or days. Daniel's
prayer to God as he studied Jeremiah's prophecy was followed by a confession of
Israel's sin, and an appeal for God's mercy.
Daniel sudah tahu bahwa nubuatan Yeremia mengenai 70
tahun itu dimulai di tahun 605 BC, maka dia tahu bahwa pelepasan Israel harus
terjadi di 536 BC, 70 tahun setelah 605. Tidak diragukan, di titik ini Daniel
dihantui oleh nubuatan 2300 hari atau tahun, dia menyimpulkan
ketidaksetiaan Israel itu sedemikian
parahnya sehingga Allah memutuskan untuk memperpanjang nubuatan 70 tahun Israel
ke 2300 tahun. Inilah alasannya mengapa saat pasal 9 dibuka,
Daniel sedang mempelajari nubuatan 70 tahun Yeremia, dia benar-benar sangat
ingin mengetahui bagaimana ke-70 tahun itu terkait kepada nubuatan 2300 tahun
atau hari. Doa Daniel kepada Allah saat dia mempelajari nubuatan Yeremia,
diikuti oleh pengakuan dosa-dosa Israel dan permohonan untuk belas kasihan
Allah.
Now I want us to go to Daniel chapter 9,
there's a very interesting little word here, it's short but extremely important.
Daniel chapter 9, at the conclusion of Daniel's prayer, notice what Daniel says,
a very important little word here. Daniel 9:19, “ 19 O Lord, hear! O Lord,
forgive! O Lord, listen and act! Do not delay...” delay what? God had said 70 years, but Daniel think that there's going
to be what? A delay in the fulfillment of the 70 years. He's thinking 2300
years. 2300 years! So that word “delay” is extremely important, at the very climax of the prayer that Daniel
uttered to the Lord. And so once again, verse 19,
“... 19 O
Lord, hear! O Lord, forgive! O Lord, listen and act! Do not delay for Your own
sake, my God, for Your city and Your people are called by Your name.’” In other words, “You promised
that You were going to deliver Your people 70 years after the captivity began.
And if You don't do that, it's a reflection on Your name.” Are you
following me or not? So Daniel is appealing to God to be faithful in the
promise that He had made.
Nah, saya
mau kita ke Daniel pasal 9, ada sebuah kata kecil yang sangat menarik di sini,
pendek tetapi sangat penting. Daniel pasal 9, di bagian akhir doa Daniel, simak
apa yang dikatakan Daniel, sebuah kata kecil yang sangat penting di sini.
Daniel 9:19, “19 Ya Tuhan, dengarlah! Ya,
Tuhan, ampunilah! Ya Tuhan, dengar dan
bertindaklah. Jangan menunda…” menunda apa? Allah sudah berkata 70 tahun, tetapi
Daniel sangka akan ada apa? Penundaan dalam penggenapan 70 tahun itu. Dia
mengira itu 2300 tahun, 2300 tahun! Maka kata “menunda” itu sangat penting, diutarakan
Daniel pada saat klimaks doanya kepada Tuhan. Jadi sekali lagi, “…19 Ya Tuhan, dengarlah! Ya,
Tuhan, ampunilah! Ya Tuhan, dengar dan
bertindaklah. Jangan menunda demi diriMu sendiri,
ya Allahku, sebab kota-Mu dan
umat-Mu disebut dengan nama-Mu.” Dengan kata lain, “Engkau
telah berjanji Engkau akan menyelamatkan umatMu 70 tahun setelah pengasingan
itu dimulai. Dan jika Engkau tidak melakukan itu, itu terpantul di namaMu.”
Apakah kalian mengikuti saya atau tidak? Jadi Daniel memohon kepada Allah
supaya setia kepada janji yang telah dibuatNya.
Now let's notice at the middle of the
page, the meaning of the word “defer”. The word “defer” at the climax of his prayer, is important. The Hebrew word אָחַר ['âchar] is variously translated in the Old Testament. It can mean to loiter, to delay, to procrastinate, to hinder, to tarry, or
to slacken. Exodus 22:29 translates “delay”. Genesis 24:56 translates “hinder”. Deuteronomy 23:21 translates “slack”. Judges 5:28 translates “tarry”.
Daniel's deepest fear was that God had
planned to delay the release of Israel beyond the 70 years. This is why he
poured out his heart in prayer to the Lord, pleading with Him to remember His
Covenant loyalty and faithfulness.
Nah, sekarang mari simak di bagian tengah halaman,
makna kata “menunda”. Kata “menunda” di klimaks doa Daniel, itu penting. Kata Ibraninya
ialah אָחַר ['âchar] yang diterjemahkan
bermacam-macam di Perjanjian Lama. Bisa berarti luntang-lantung,
menunda, menangguhkan, menghalangi, menunggu, atau memperlambat.
Keluaran 22:29 menerjemahkannya “menunda”.
Kejadian 24:56 menerjemahkannya “menghalangi”. Ulangan
23:21 menerjemahkannya “memperlambat”.
Hakim-hakim 5:28 menerjemahkannya “menunggu”.
Ketakutan terbesar Daniel ialah Allah berencana
menunda pelepasan Israel melampaui 70 tahun itu. Itulah mengapa dia mencurahkan
isi hatinya dalam doa kepada Tuhan, memohon Tuhan untuk mengingat supaya tetap loyal
dan setia kepada PerjanjianNya.
So is there a connection between Daniel
8 and Daniel 9? Absolutely! This is only the first reason.
Jadi apakah ada kaitan antara Daniel 8 dan Daniel 9?
Tentu saja! Dan ini baru alasan pertama.
2.
Second Reason
Let's notice a second reason. This is at
the bottom of page 467. The same angel who explained the vision of Daniel 8 to
Daniel returned in chapter 9 to explain the time element that he had left
unexplained. Is it significant that it's the same angel Gabriel? He's mentioned by
name in both chapters, that's significant. In other words, the angel
came back to further expand in Daniel 9 the explanation that he was interrupted
because of Daniel's illness in chapter 8.
Thus these two chapters are linked by the selfsame angel. Is that
point clear?
2.
Alasan
kedua
Mari kita simak alasan kedua. Ini di bagian bawah hal.
467. Malaikat yang sama yang menjelaskan penglihatan Daniel 8 kepada Daniel,
kembali di pasal 9 untuk menjelaskan unsur waktu yang belum dijelaskannya.
Apakah signifikan bahwa ini adalah malaikat yang sama, Gabriel?
Dia disebutkan namanya di kedua pasal itu, itu
signifikan. Dengan kata lain, malaikat itu datang kembali untuk lebih banyak
memperluas Daniel 9, yang penjelasannya terputus karena Daniel jatuh sakit di
pasal 8.
Dengan demikian kedua pasal ini terkait
satu sama lain oleh malaikat yang sama. Apakah poin ini jelas?
3.
Third Reason
Now let's notice reason # 3. I don't
have them numbered in the study notes, but you might want to put the numbers there.
Furthermore, it is of more than passing interest that the unexplained time element
of Daniel 8, Gabriel began his explanation in chapter 9 with a time prophecy. Isn't
that significant? You have a time prophecy in Daniel 8, and now he begins his
explanation in Daniel 9 with a time prophecy, that is the prophecy of the 70
weeks. That is to say, the unexplained
element of Daniel 8 was explained with another time prophecy in Daniel chapter
9, that provides the starting point for the 2300 days. Gabriel told Daniel about the time element of
the prophecy in Daniel 9. He said, “24
Seventy weeks are determined upon thy people and upon thy holy city…” (Daniel 9:24 KJV). Now God is
going to tell Daniel, “Daniel, don't worry. The captivity is going to come
to an end as scheduled.
And when the 70 years come to an end, I'm going to give Israel another chance,
I'm going to give them 70 weeks, I'm going to give them 490 years to repent, to
change their ways.” And He's going to say in the prophecy, “If
you don't, the theocracy comes to an end, the door of probation closes for the
Jewish nation as God’s instrument.” Now Daniel did not understand the
transition from literal Israel to spiritual Israel. This is point number…, well
I'm going too far down.
3.
Alasan
Ketiga
Sekarang mari kita simak alasan # 3. Di makalah tidak
saya beri nomor, tetapi kalian boleh mencantumkan nomornya di sana. Lebih jauh,
tidak dijelaskannya unsur waktu di Daniel 8 itu lebih daripada sekadar hal sepele.
Gabriel memulai penjelasannya di pasal 9 dengan nubuatan waktu. Bukankah itu
signifikan? Ada nubuatan waktu di Daniel 8, dan sekarang dia memulai
penjelasannya di Daniel 9 dengan sebuah nubuatan waktu, yaitu nubuatan 70
minggu. Dengan kata lain, unsur yang tidak dijelaskan dari
Daniel 8, dijelaskan dengan nubuatan waktu lain di Daniel pasal 9, yang
memberikan titik mulai bagi nubuatan 2300 hari. Gabriel
memberitahu Daniel mengenai unsur waktu dari nubuatan Daniel 9, dia berkata, “24 Tujuh puluh minggu telah ditetapkan bagi bangsamu
dan bagi kotamu yang kudus...” Sekarang Allah akan memberitahu Daniel, “Daniel, jangan khawatir. Pengasingan akan berakhir
sesuai skedul. Dan ketika ke-70 tahun itu berakhir, Aku akan memberi Israel
satu kesempatan lagi, Aku akan memberi mereka 70 minggu, Aku akan memberi
mereka 490 tahun untuk bertobat, untuk
mengubah sikap mereka.” Dan dalam nubuatan itu Dia akan mengatakan, “Jika
tidak, maka theokrasi akan berakhir, pintu kasihan bagi bangsa Yahudi menutup
sebagai alat Allah.” Nah, Daniel tidak mengerti transisi dari Israel literal
ke Israel spiritual. Ini adalah nomor..., wah saya sudah pergi terlalu jauh.
Let's go back up to the word “determined” first, up at the top of the page.
This is the third reason why the two chapters are connected. The word “determined” in the Hebrew is חָתַךְ [châthak] it can mean to cut, to decide, to decree, to ordain, or to appoint.
Mari kita kembali ke kata “ditetapkan” dulu, di bagian atas halaman. Inilah alasan
ketiga mengapa kedua pasal tersebut terkait. Kata “ditetapkan” dalam bahasa Ibrani ialah חָתַךְ [châthak], bisa berarti memotong, menetapkan, membuat
perintah, mengurapi, atau menunjuk.
For example, the New English Bible
translates it “marked out” 70 weeks. The word appears only this time in the Hebrew Bible. So in
other words, we don't have any other text in the Bible that we can compare the
word חָתַךְ [châthak] with,
because it's appears only once in the Old Testament. However, the word is used frequently in Mishnaic Hebrew
and it is frequently used to describe the
act of cutting off parts of animals for the sacrificial service, the cutting off of the foreskin in
circumcision, the cutting off of a lamp wick,
and a minor cutting out ore from a mountain. Figuratively, the word is also used to
describe in Mishnaic Hebrew, the Mishna, that's later Hebrew, is used to
describe the act of cutting or dividing
Bible verses into two parts for study. The root meaning of this word
then appears to be “cut off”.
Misalnya di New English Bible, itu
diterjemahkan “diberi tanda batasan” ke-70
minggu itu. Kata ini hanya muncul sekali ini di Alkitab Ibrani. Jadi, dengan
kata lain, tidak ada ayat lain di Alkitab dengan mana kita bisa membandingkan
kata חָתַךְ [châthak] ini, karena dia hanya
muncul satu kali di Perjanjian Baru. Namun begitu, kata ini sering
dipakai di Mishna Ibrani, dan itu sering dipakai untuk
menggambarkan tindakan memotong bagian-bagian seekor hewan untuk pelayanan
kurban, pemotongkan kulit kulup dalam sunat, pemotongan sumbu pelita, dan
pemotongan kecil bahan tambang dari sebuah gunung. Secara kiasan kata
itu juga dipakai dalam Mishna Ibrani, yaitu bahasa Ibrani yang kemudian, untuk
melukiskan tindakan memotong atau membagi ayat-ayat Alkitab
menjadi dua bagian untuk penelitian. Akar arti kata ini sepertinya adalah
“dipotong”.
Now when something is cut off, it must
be cut off from something else. Agreed? For instance if you cut off a branch of
a tree, there must be a tree to cut it off from. Hello? This being the case,
what question comes to mind? If the 70 weeks
are cut off, they must be cut off from a
larger time prophecy, correct? And which prophecy would that be? Well,
there's only one that we can refer to, the one that is in the previous chapter,
the one that is in chapter 8.
Nah, bila sesuatu itu dipotong, tentunya itu harus
dipotong dari sesuatu yang lain. Setuju? Misalnya jika kita memotong cabang
sebuah pohon, harus ada pohonnya dari mana cabang itu dipotong. Halo? Maka,
pertanyaan apa yang muncul? Jika ke-70 minggu itu
dipotong, mereka haruslah dipotong dari nubuatan waktu yang lebih
besar, benar? Dan nubuatan mana itu? Nah, hanya ada satu yang
bisa kita rujuk, yaitu yang ada di pasal sebelumnya, yang ada di pasal 8.
4.
Fourth Reason
Now we go to point # 4, is where I wrongly went before. Number 4,
furthermore a careful inspection of Daniel 8
and 9 reveals that both chapters share a common central theme, they both deal with the trampling of the City, the
people, the Sanctuary, and the Prince. You're going to see this in
chapter 9, all these words reappear in chapter 9, the trampling of the City,
the people, the Sanctuary, and the Prince. However ~ and we'll see more of this
when we get to Daniel chapter 11 ~ however, while Daniel 8 focuses primarily on
the trampling of spiritual Israel by the Papacy ~ is that true? Does Daniel 8
describe the Little Horn attacking the Prince and trampling on the daily, etc.?
Of course. So Daniel 8 focuses primarily on
the trampling of spiritual Israel by the Papacy. While Daniel 9 deals with the
trampling of literal Israel by Rome. This is a very important point.
4.
Alasan
Keempat
Sekarang kita ke poin # 4 yang tadi salah saya masuki.
Nomor 4, lebih lanjut menyimak Daniel 8 dan 9 secara teliti, menyatakan bahwa kedua pasal
mempunyai tema sentral yang sama, keduanya sama-sama berurusan
dengan diinjak-injaknya Kota Suci, umat Allah, Bait Suci, dan Sang Pangeran.
Namun ~ dan kita akan melihat semakin banyak dari hal ini saat kita tiba di
Daniel pasal 11 ~ namun, sementara Daniel 8 fokus utamanya pada
diinjak-injaknya Israel spiritual oleh Kepausan ~ apakah itu benar? Apakah
Daniel 8 menggambarkan Tanduk Kecil menyerang Sang Pangeran dan menginjak-injak
yang sehari-hari, dll.? Tentu saja. Maka
Daniel 8 fokus utamanya pada diinjak-injaknya Israel spiritual oleh
Kepausan, sementara Daniel 9 berurusan dengan diinjak-injaknya Israel literal
oleh Roma. Ini adalah poin yang sangat penting.
So notice the bottom of the page. Daniel
did not understand the transition from literal to spiritual Israel. If he had,
he would have realized that while the 70
weeks applied to literal Jews, in literal Jerusalem, and the literal Temple;
the 2300 years have to do with spiritual
Israel, spiritual Jerusalem, with a spiritual Temple. Are you
understanding this point? Critically important. Daniel's inability to
comprehend this distinction led him to believe that the 2300 days applied to
literal Israel, an idea he could not reconcile with Jeremiah's prophecy of the
70-year prophecy.
Jadi simak bagian bawah halaman. Daniel tidak paham
transisi dari Israel literal ke Israel spiritual. Andaikan dia paham, dia akan
menyadari bahwa sementara ke-70 minggu itu berlaku untuk
Yahudi literal, di Yerusalem literal, dan pada Bait Suci literal; ke-2300 tahun
itu berkaitan dengan Israel spiritual, Yerusalem spiritual, dan Bait Suci
spiritual. Apakah kalian paham poin ini? Sangat penting.
Ketidaksanggupan Daniel untuk memahami perbedaan ini membuatnya meyakini bahwa
ke-2300 hari itu berlaku pada Israel literal, suatu konsep yang tidak bisa
dikaitkannya kepada nubuatan 70-tahunnya Yeremia.
Succinctly Daniel 8 ~ this is a crucial
paragraph now ~ Daniel 8 refers to both Pagan
and Papal Rome. Did we notice that the Little Horn first extends how? Horizontally,
it conquers territory. But then what happens? Then it morphs, and it attacks
the Heavenly Prince, and the daily, and the Heavenly Sanctuary. So,
·
Daniel 8 refers to both Pagan and Papal
Rome.
·
Daniel 9 then picks up on the destruction
of literal Jerusalem by Pagan Rome
·
and Daniel 10-12 takes us further ahead to the
destruction of spiritual Jerusalem by Papal Rome.
Are you catching the point? Very, very important.
Perhaps this is the reason why Daniel 8 provides only one Little Horn to
represent both the Roman Empire and Papal Rome. Daniel 9 then explains the role
of pagan Rome in the desolation of literal Israel. While Daniel 10-12 expands
upon the role of Papal Rome in trampling on spiritual Israel.
Ringkasnya, Daniel 8 ~ ini adalah paragraf yang
penting ~ Daniel 8 mengacu baik ke Roma Pagan dan Roma Kepausan.
Apakah kita menyimak bagaimana Tanduk Kecil pertama memperluas dirinya? Secara
horizontal, dia menaklukkan teritori. Tetapi kemudian apa yang terjadi?
Kemudian dia berubah, dan dia menyerang Sang Pangeran Surgawi, dan yang
sehari-hari, dan Bait Suci Surgawi. Maka:
·
Daniel 8 merujuk baik ke Roma Pagan dan Roma
Kepausan.
·
Daniel 9 kemudian melanjutkan dari penghancuran
Yerusalem literal oleh Roma Pagan.
·
dan Daniel 10-12 membawa kita semakin jauh ke depan, ke
penghancuran Yerusalem spiritual oleh Roma Kepausan.
Apakah kalian menangkap poinnya? Amat sangat penting.
Mungkin ini adalah alasannya mengapa Danie 8 menyajikan hanya satu Tanduk Kecil
untuk mewakili baik kekaisaran Roma dan Kepausan Roma. Daniel 9 kemudian
menjelaskan peranan Roma Pagan dalam penghancuran Israel literal. Sementara
Daniel 10-12 memperluas peranan Roma Kepausan dalam menginjak-injak Israel
spiritual.
5.
Fifth Reason
Number 5, after God gave Daniel the
vision of chapter 8, Gabriel was commanded to help Daniel understand. It's the
Hebrew word בִּין [bı̂yn], it's used repeatedly in the book of Daniel.
So God commands Gabriel, “Help Daniel understand.” Gabriel obeyed and proceeded
to explain the meaning of the ram, the he-goat, and the Little Horn, that's the
חזון
[châzôn khaw-zone']. However, the last verse of chapter 8 tells us that Daniel was
astonished at the vision, the מראה [mar'eh
mar-eh'], not the חזון
[châzôn khaw-zone'], not the
entire vision, but the part that has to do with the time element “the evening and the morning”. Daniel was
astonished at the vision, the מראה
[mar'eh mar-eh'] but none
what? Understood.
Hadn't God told Gabriel to help Daniel
understand? Yes, of course He did. But when the chapter ends, what does it say?
Evidently he failed in his mission, because it says Daniel was astonished at
the vision, of the מראה
[mar'eh mar-eh'], but none
understood. If Daniel did not understand the vision at the end of the chapter,
then Gabriel had not completed his commanded mission. True or false? True. Therefore
we would expect Gabriel to what? To come back later to complete his mission and
obey God's command. And where would we expect to find that? Da! The next chapter, chapter 9.
5.
Alasan
Kelima
Nomor 5, setelah Allah memberi Daniel penglihatan
pasal 8, Gabriel diperintahkan untuk membantu Daniel memahami. Itu adalah kata
Ibrani בִּין [bı̂yn] itu
dipakai berulang-ulang di kitab Daniel. Maka Allah memerintahkan Gabriel, “Bantulah
Daniel memahami.” Gabriel mematuhi dan mulai menjelaskan makna domba jantan,
kambing jantan, dan Tanduk Kecil, itulah חזון [châzôn khaw-zone']. Tetapi,
ayat terakhir di Daniel 8 mengatakan bahwa Daniel masih tercengang dengan
penglihatan itu, dengan מראה [mar'eh mar-eh']-nya,
bukan dengan חזון [châzôn khaw-zone']-nya,
bukan keseluruhan penglihatan itu melainkan bagian yang berkaitan dengan unsur
waktu “petang dan pagi”. Daniel
tercengang pada penglihatan itu, pada מראה [mar'eh mar-eh']-nya,
tetapi tidak ada yang apa? Tidak ada yang paham.
Bukankah Allah sudah menyuruh Gabriel membantu Daniel
untuk memahami? Ya, tentu saja. Tetapi ketika pasal itu berakhir, apa katanya?
Ternyata Gabriel gagal menyelesaikan misinya karena dikatakan Daniel tercengang
pada penglihatan itu, pada מראה [mar'eh mar-eh']-nya,
tetapi tidak ada yang paham. Jika Daniel tidak paham dengan penglihatan itu di
akhir pasal, berarti Gabriel belum menyelesaikan misi yang diperintahkan
kepadanya. Benar atau salah? Benar. Maka apa yang kita harapkan akan diperbuat
Gabriel? Untuk kembali nanti menyelesaikan misinya dan mematuhi perintah Allah.
Dan di mana kita berharap bisa menemukan itu? Benar! Di pasal berikutnya, pasal
9.
6.
Sixth Reason
The use ~ notice,
also this is point number six ~ the use
of the Hebrew word בִּין [bı̂yn] also forms an important link between
the two chapters. Daniel 9:2 says that Daniel understood that Jeremiah's prophecy
would be fulfilled after 70 years. You can find that in Daniel 9:2, Daniel says,
“I understood that the captivity was going to last 70 years”, however,
as we have seen there were some things that Daniel did not yet understand. Therefore
after Daniel's prayer, Gabriel returned to give Daniel further understanding.
Now Gabriel told Daniel that he had come
to give him what? This is in Daniel chapter 9, he says “I came to give you…”
what? “…understanding…” understanding
of what? The last chapter ends “I didn't understand”, so must it be what
he didn't understand in chapter 8? Of course! The use of the Hebrew word בִּין [bı̂yn] then is very, very important here,
because Gabriel returns to give him understanding. And then in the imperative
which is a command he commanded that “understand
the matter and consider…” that's the
word בִּין [bı̂yn] even though
it's translated “consider; “…understand the matter and consider the
vision…”.
6.
Alasan
Keenam
Digunakannya ~ simak, ini poin nomor enam ~
digunakannya kata Ibrani בִּין [bı̂yn] juga membentuk kaitan yang penting antara
kedua pasal itu. Daniel 9:2 mengatakan bahwa Daniel memahami nubuatan Yeremia
akan digenapi setelah 70 tahun. Kalian bisa menemukan itu di Daniel 9:2, Daniel
berkata, “Aku paham bahwa pengasingan itu akan berlangsung 70
tahun.” Namun seperti yang sudah kita lihat, ada beberapa hal yang tidak
dipahami Daniel. Karena itu, setelah doa Daniel, Gabriel kembali untuk memberi
Daniel pemahaman lebih lanjut.
Sekarang
Gabriel memberitahu Daniel bahwa dia telah datang untuk memberinya apa? Ini di
Daniel 9, Gabriel berkata, "Daniel, sekarang aku
datang untuk memberi akal budi kepadamu untuk ...” apa? “...mengerti….”(Daniel
9:21). Pengertian
mengenai apa? Pasal sebelumnya berakhir dengan “Aku tidak paham.” Maka
haruskah apa yang tidak dipahami Daniel itu ada di pasal 8? Tentu saja! Maka
digunakannya kata Ibrani בִּין [bı̂yn] itu amat sangat penting di sini,
karena Gabriel kembali untuk memberi pengertian kepada Daniel. Kemudian dalam
bentuk perintah, Gabriel memberi perintah, “...pahamilah hal itu, dan renungkanlah…” inilah kata בִּין
[bı̂yn] walaupun diterjemahkan “renungkanlah”, “…pahamilah hal itu, dan renungkanlah penglihatan itu...” (Daniel 9:23).
Now we've got another problem. You say, “What's
the problem?” The question that begs to be asked is which vision? There's
no vision in Daniel 9. Is there a vision in Daniel 9? So which vision could
Gabriel be meaning when he says “understand
the matter and בִּין [bı̂yn] consider the vision”? He must be referring to the vision that was given to him in the previous
chapter. Raise your hand if you understand what I'm saying. See, we can't only
read the Bible. Jesus said, “search the
Scriptures”, right? It takes time to look at all of
these angles, all of these details, to see how everything fits together
perfectly, how the Seventh Day Adventist message is ironclad. So which vision? Up
to this point there was no vision in Daniel 9, only a prayer. The use of the
word מראה
[mar'eh mar-eh'] indicates
that Gabriel returned to shed light on the unexplained portion of the vision,
because when it says “consider the vision” what vision is he referring to? Not the חזון [châzôn
khaw-zone'] but the what?
The מראה
[mar'eh mar-eh']. What is
Gabriel going to explain? Does he have to explain the חזון
[châzôn khaw-zone']? No, he explained that in chapter 8. So Gabriel is commanded, “Explain
the מראה
[mar'eh mar-eh'], the time
element, the vision of the evenings and mornings. Explain that to Daniel!” So he comes back to explain the מראה [mar'eh
mar-eh'].
Sekarang kita punya masalah lain. Kalian berkata, “Masalah
apa?” Pertanyaan yang perlu ditanyakan ialah penglihatan yang mana? Di
Daniel 9 tidak ada penglihatan. Apakah di Daniel 9 ada penglihatan? Maka
penglihatan mana yang dimaksud Gabriel ketika dia berkata, “...pahamilah בִּין
[bı̂yn] hal itu, dan
renungkanlah penglihatan itu...” Dia tentunya mengacu kepada penglihatan yang
diberikan kepadanya di pasal sebelumnya. Angkat tangan kalian jika kalian sudah
paham apa yang saya katakan. Lihat, kita tidak bisa hanya membaca Alkitab.
Yesus berkata, “selidikilah Kitab Suci” (Yohanes 5:39), benar? Butuh waktu
untuk meneliti semua sudutnya, semua detailnya, untuk melihat bagaimana
semuanya itu cocok satu sama lain secara sempurna, bagaimana pekabaran MAHK itu
kokoh. Jadi penglihatan yang mana? Sampai titik ini tidak ada penglihatan di
Daniel 9, hanya sebuah doa. Digunakannya perkataan מראה [mar'eh mar-eh'] mengindikasi bahwa Gabriel kembali untuk memberikan
penerangan pada bagian penglihatan yang belum dijelaskan, karena ketika
dikatakan “renungkanlah
penglihatan itu” penglihatan mana yang dimaksudnya? Bukan חזון [châzôn khaw-zone']-nya, tetapi apanya? מראה [mar'eh mar-eh']-nya. Apa yang akan dijelaskan Gabriel? Apakah dia
harus menjelaskan חזון [châzôn khaw-zone']-nya? Tidak, dia sudah menjelaskan itu di pasal 8.
Maka Gabriel diperintahkan untuk “Jelaskan
מראה [mar'eh mar-eh']-nya, unsur waktunya, penglihatan tentang petang
dan pagi itu. Jelaskan itu kepada Daniel!” Maka Gabriel kembali untuk menjelaskan מראה [mar'eh mar-eh']-nya.
We're on page 470 now. Significantly
after Gabriel explained the מראה [mar'eh
mar-eh'] in Daniel 9,
the prophet understood. Now notice, this is Daniel 10:1. After Daniel 9 ends,
notice what Daniel chapter 10 says. That Daniel understood ~ by the way that's
the word בִּין [bı̂yn] again ~ Daniel understood the thing,
and had understanding; once again that's the word בִּין [bı̂yn], in the מראה [mar'eh
mar-eh']. So after Daniel 9, did Daniel understand the מראה [mar'eh
mar-eh']? He says so. It says so. So did the further explanation of Gabriel
fulfill its purpose? Of course it did. So, is there a link then between Daniel
8 and Daniel 9? It's as subtle as a tornado in the midwestern United States.
Kita sekarang di hal. 470. Secara signifikan setelah
Gabriel menjelaskan מראה [mar'eh mar-eh']-nya di
Daniel 9, nabi itu paham. Sekarang simak, ini di Daniel 10:1. Setelah Daniel 9
berakhir, simak apa kata Daniel pasal 10. Bahwa Daniel paham ~ nah, ini kata בִּין
[bı̂yn] itu lagi
~ Daniel memahami hal itu, dan mengerti; sekali lagi kata בִּין
[bı̂yn] dalam מראה [mar'eh mar-eh']-nya.
Jadi setelah Daniel 9, apakah Daniel paham
מראה [mar'eh mar-eh']-nya?
Daniel berkata begitu. Dikatakan begitu. Maka, apakah penjelasan lebih lanjut
dari Gabriel telah memenuhi tujuannya? Tentu saja iya. Maka, kalau begitu
apakah ada kaitan antara Daniel 8 dan Daniel 9? Ini sejelas tornado di daerah Barat-Tengah
Amerika Serikat (daerah 12 negara bagian: Illinois, Indiana, Iowa, Kansas,
Michigan, Minnesota, Missouri, Nebraska, North Dakota, Ohio, South Dakota,
Wisconsin).
So why in the world do Protestants not
accept this? It's because if they believed that the 70 weeks are years, then
they have to include that it's the first part of the 2300 days, then the 2300
days take you to 1844, and then they would have to be Seventh Day Adventists,
and that they do not want to be.
Jadi mengapa dunia Protestan tidak mau menerima ini?
Karena jika mereka meyakini bahwa ke-70 minggu itu adalah tahun, maka mereka
harus memasukkan itu sebagai bagian pertama dari nubuatan 2300 hari, maka nubuatan
2300 hari itu akan membawa mereka ke 1844, dan mereka akan harus menjadi
orang-orang MAHK, dan itu mereka tidak mau.
7.
Seventh Reason
Another link between the two ~ this is at
the top of page 470 ~ it says in very explicitly, “21 Yea, while I was speaking in prayer…” this is Daniel speaking “…even the man Gabriel, whom I had seen in
the vision at the beginning…” what vision
at the beginning? Daniel 8, “…being
caused to fly swiftly, touched me about the time of the evening oblation.” The expression “whom I had seen in the vision” that's the חזון [châzôn
khaw-zone'] by the way, “…at the beginning…” echoes back to where? To Daniel 8:16. There was no new vision in Daniel
9. So Daniel must have been referring to the vision of chapter 8. This is
persuasive evidence, that the vision that Gabriel referred to in Daniel 9 is
the same as the one in Daniel 8.
7.
Alasan
Ketujuh
Kaitan
lain antara keduanya ~ ini di bagian atas hal. 470 ~ dikatakan secara sangat
eksplisit, “21 Ya, sementara aku berbicara dalam
doa…” ini Daniel yang
berbicara, “…orang itu,
Gabriel, yang telah kulihat dalam penglihatan pada awalnya,…” penglihatan apa pada awalnya? Daniel
8, “…yang disuruh terbang cepat, tiba padaku sekitar waktu persembahan korban
petang hari.” Ungkapan “yang telah
kulihat dalam penglihatan…” itu ialah חזון [châzôn khaw-zone']-nya, “…pada awalnya” merupakan gema dari apa? Dari
Daniel 8:16. Di Daniel 9 tidak ada penglihatan baru. Maka Daniel tentunya
mengacu kepada penglihatan pasal 8. Ini adalah bukti yang meyakinkan, bahwa
penglihatan yang dimaksud Gabriel di Daniel 9 adalah sama dengan yang di Daniel
8.
8.
Eighth Reason
Number 8, although the vision of Daniel
8 was given to Daniel while Babylon still ruled the world, he was taken in
vision to Shushan. So in Daniel 8 Daniel is taken in vision to Shushan which is
in the middle of the Persian Empire. So he's physically in Babylon but he's transported
to Shushan which was the Citadel of the Medes and Persian Kingdom, in other
words, the capital. Thus the vision of Daniel 8 began with the kingdom of the Medes
and Persians where Daniel was taken in vision, and where the interpretation was
given in chapter 9. Although the kingdom of the Medes is mentioned no more in
chapters 10-12 the fact still remains that the visions and explanations of
Daniel 8-12 were given within the time frame of the kingdom of the Medes and
Persians. This indicates that Daniel 8-12 centers on the same subject. All
these chapters are united, they're joined together, they are a book within a
book, if you please.
8.
Alasan
Kedelapan
Nomor 8, walaupun penglihatan Daniel 8 diberikan
kepada Daniel selagi Babilon masih berkuasa di dunia, dalam penglihatan itu
Daniel dibawa ke Sushan. Jadi di Daniel 8, Daniel dibawa dalam penglihatan ke
Sushan yang ada di tengah kekaisaran Persia. Jadi secara fisik Daniel ada di
Babilon tetapi dia ditransportasi ke Sushan yang adalah benteng kerajaan
Medo-Persia, dengan kata lain, ibukotanya. Dengan demikian, penglihatan Daniel
8 mulai dengan kerajaan Medo-Persia ke
mana Daniel dibawa dalam penglihatan, dan di mana interpretasinya diberikan di
pasal 9. Walaupun kerajaan Media tidak pernah disebutkan lagi di pasal 10-12,
faktanya masih tetap bahwa penglihatan dan penjelasan Daniel 8-12 itu diberikan
dalam kerangka kerajaan Media dan Persia. Ini mengindikasikan bahwa Daniel 8-12
berpusat pada subjek yang sama. Semua pasal itu adalah satu, mereka terkait
menjadi satu, mereka adalah sebuah buku di dalam buku, katakanlah demikian.
9.
Ninth Reason
Number 9, a structural matter will help
us understand the relationship between Daniel 8, 9, 10, 11, and 12. As we study
the chain prophecies of Daniel, we find that each has a vision with a
corresponding explanation, right? You have a vision, and then the vision is
explained. Except Daniel 11:1 through 12:3
there is no vision for that passage. Let's notice what we find at the
foot of the page.
·
In Daniel 2 do we have a dream or vision
and an audio interpretation? Yes or No? Yes, of course we do.
·
In Daniel 7 do we have a dream and an
audio interpretation? Yes.
·
In Daniel 8 do we have a vision and an audio
interpretation? Yes.
·
Do we have a new vision in Daniel 9? No!
There's no vision in Daniel 9, only an
audio interpretation from Gabriel. So if there's no new vision in Daniel
chapter 9 where would you expect the expansion of Daniel chapter 8 and chapter
9? It must be in Daniel 11.
·
do you you know that Daniel 11 does not
have a vision before it, and Daniel 11 begins exactly where Daniel 8 begins?
So what does that mean? It means that:
·
Daniel 8 gives us the 2300 day prophecy,
·
Daniel 9 gives us the beginning date,
·
Daniel 10 talks about the struggle of
Michael and Gabriel to convince the kings of Persia to favor the Jews so that
everything that God had established would be fulfilled,
·
and then Gabriel comes back to Daniel.
He says, “Now Daniel, I'm not going
to give you a new vision, you had the vision already in chapter 8. So now what
I'm going to do is, I'm going to give you a full explanation. I'm going to
start with the Medo-Persian Empire like I did in Daniel 8, but we're going to
go all the way to the establishment of the everlasting Kingdom.” which was
not in Daniel chapter 8.
I mean this so simple, it's not rocket
science, you don't have to be King Solomon to figure it out.
9.
Alasan
Kesembilan
Nomor 9. Suatu kerangka struktural akan membantu kita
memahami kaitan antara Daniel 8, 9, 10, 11, dan 12. Saat kita mempelajari rangkaian nubuatan Daniel,
kita mendapati bahwa setiap pasal punya
penglihatan dengan penjelasan yang terkait, benar? Ada penglihatan, lalu
penglihatan tersebut dijelaskan. Kecuali Daniel 11:1 hingga 12:3 tidak
ada penglihatan untuk bacaan itu. Mari kita simak apa yang kita
dapatkan di bagian bawah halaman.
·
Di Daniel 2 apakah ada sebuah mimpi atau
penglihatan dan interpretasi audionya? Ya atau Tidak? Tentu saja iya.
·
Di Daniel 7 apakah ada sebuah mimpi dan
interpretasi audionya? Ya.
·
Di Daniel 8 apakah ada sebuah penglihatan dan interpretasi
audionya? Ya.
·
Di Daniel 9 apakah ada penglihatan baru? Tidak!
Tidak ada penglihatan di Daniel 9, hanya sebuah
interpretasi audio dari Gabriel. Maka, kalau tidak ada penglihatan baru di Daniel
9 di mana kita berharap mendapatkan
perluasan Daniel 8 dan 9? Tentunya itu harus di Daniel 11.
·
Tahukah kalian bahwa di Daniel 11 tidak ada
penglihatan sebelumnya, dan Daniel 11 mulai persis sama di mana Daniel 8 mulai?
Maka apa maksudnya itu? Itu artinya bahwa:
·
Daniel 8 memberi kita nubuatan 2300 hari,
·
Daniel 9 memberi kita tanggal mulainya,
·
Daniel 10 bicara tentang pergumulan Mikhael dan
Gabriel untuk meyakinkan raja-raja Persia agar memihak bangsa Yahudi supaya
segala yang telah ditetapkan Allah bisa digenapi,
·
kemudian Gabriel kembali ke Daniel.
Dia berkata, “Sekarang Daniel, aku tidak
akan memberimu penglihatan yang baru, kamu sudah punya penglihatannya di pasal
8. Maka apa yang akan aku lakukan sekarang ialah aku akan memberimu suatu
penjelasan lengkap. Aku akan mulai dari kerajaan Medo-Persia seperti yang aku
lakukan di Daniel 8, tetapi kita akan terus lanjut sampai didirikannya
Kerajaaan yang kekal.” Yang tidak ada di Daniel pasal 8.
Jadi ini begitu sederhana, ini bukan sains roket, kita
tidak usah menjadi Raja Salomo untuk mendapatkan jawabannya.
Let’s go to the top of page 471. The
fact that the last chain prophecy vision in the book of Daniel is in chapter 8,
indicates that Daniel 9-12 is simply an auditory explanation of the contents of
chapter 8. Are you with me? So the vision is chapter 8, everything that comes after
that is what? An expansion or an explanation. There
is no new and unrelated material after Daniel 8. Chapters 9-12 simply
explain and expand the video and audio already given in chapter 8. This
provides strong evidence that Daniel 8-12 is a book within a book, that is the
sealed book of Daniel 12:4.
Mari ke bagian atas hal. 471. Faktanya bahwa rangkaian
penglihatan nubuatan yang terakhir di kitab Daniel ada di pasal 8,
mengindikasikan bahwa Daniel 9-12 itu semata-mata sebuah penjelasan audio dari
isi pasal 8. Apakah kalian mengikuti saya? Maka penglihatannya itu pasal 8,
segala yang datang setelah itu adalah apa? Perluasan atau penjelasan. Tidak
ada bahan baru yang tidak terkait setelah Daniel 8, Ini
memberikan bukti yang kuat bahwa Daniel 8-12 adalah sebuah kitab di dalam
kitab, itulah kitab yang dimeteraikan yang disebut Daniel 12:4.
In response to Daniel's prayer, Gabriel
came back to further explain the vision of Daniel 8. Especially what part of
Daniel 8? The מראה
[mar'eh mar-eh']. However, he
not only came to explain the מראה [mar'eh
mar-eh'] or the
audition, but also to give the starting point for the חזון
[châzôn khaw-zone']. In other words, when the vision, when the 2300 days begin, that is he
began his expansion in Daniel 9 during the kingdom of Persia, the very same kingdom
that ruled when he explained the vision of Daniel 8. This was necessary because
the 2300 days begin within the historical time frame of Persia.
Gabriel said, “23 …I am come to shew thee; for thou art greatly beloved:
therefore understand the matter בִּין [bı̂yn], and consider בִּין [bı̂yn] the vision מראה
[mar'eh mar-eh'].” (KJV)
Then Gabriel undertook the task of
explaining the 70 weeks as that which marks the starting point of the 2300 days
or years. So far so good? All right.
Sebagai respons kepada doa Daniel, Gabriel kembali
untuk menjelaskan lebih jauh mengenai penglihatan Daniel 8. Terutama bagian
mana dari Daniel 8? Bagian מראה [mar'eh mar-eh']-nya.
Namun, Gabriel bukan hanya datang untuk menjelaskan מראה [mar'eh mar-eh']-nya atau
audionya, tetapi juga memberikan titik mulanya untuk חזון [châzôn khaw-zone']. Dengan
kata lain, ketika penglihatan itu, ketika ke-2300 hari itu dimulai, dia memulai
penjelasannya di Daniel 9 pada masa kerajaan Persia, kerajaan yang sama yang
memerintah ketika dia menjelaskan penglihatan Daniel 8. Ini perlu karena
ke-2300 hari mulai dalam kerangka waktu sejarah Persia.
Gabriel berkata, “23
…dan aku datang untuk menunjukkan kepadamu, sebab engkau sangat dikasihi. Karena itu, pahamilah בִּין
[bı̂yn] hal itu, dan
renungkan בִּין
[bı̂yn] penglihatan מראה [mar'eh mar-eh'] itu.” (KJV)
Lalu Gabriel melakukan tugasnya menjelaskan ke-70
minggu sebagai yang menandai titik mula dari ke-2300 hari atau tahun. Sampai di
sini semua oke? Baiklah.
Now let's take a look at the literary
structure of Daniel 9:24-27 where we find the prophecy of the 70 weeks. The
prophecy of the 70 weeks appears to be in a literary sense a disorganized mumbo
jumbo. However, a careful study of the structure shows a beautiful symmetry. In
the following chart we see that Gabriel's explanation alternates between the City
and the people on the one hand, and the Messiah the Prince on the other hand. Notice
this chart.
Sekarang mari kita simak struktur sastra Daniel
9:24-27 di mana kita temukan nubuatan 70 minggu. Nubuatan 70 minggu ini dalam
pemahanan sastra tampaknya seperti susunan yang tidak teratur. Namun suatu
pembelajaran yang teliti dari struktur itu menunjukkan simetri yang indah. Di
bagan berikut kita melihat bahwa penjelasan Gabriel silih berganti antara Kota
itu dan penduduknya di satu pihak, dengan Messias Sang Pangeran di pihak yang
lain. Simak bagan ini.
The introduction is from the “going forth of the word”, that's the introduction to this structure that we have here, from the “going forth of the word”. And then what does it talk about? “to restore and build…” what? “Jerusalem”, see that has to do with the City and the people, “until Messiah the Prince” Jerusalem and its people ~ Messiah the Prince, “…there will be seven weeks and 62 weeks”. Have you ever wondered why it doesn't simply say 69 weeks? Why 7 and 62? Because the seven weeks is the period that it took to rebuild Jerusalem, reestablish it, and rebuild the wall. It has to do with the literal City and its people. And then after 62 weeks it's dealing with whom? With the Messiah. So you see, going forth of the word ~ restore and build Jerusalem ~ to Messiah the Prince. Seven weeks having to do with the city; 62 weeks takes us to the Messiah. Then it says, referring again to the City “…the street shall be built again and the wall even in troublous times” (Daniel 9:25).
Pengantarnya ialah “25 ... dari saat keluarnya perintah…” itulah pengantarnya ke struktur yang di hadapan kita, “25 ... dari saat keluarnya perintah…” lalu dia bicara tentang apa? “…untuk memulihkan dan membangunn kembali…” apa? “…Yerusalem…” lihat, ini berkaitan dengan Kotanya dan penduduknya, “…hingga Mesias, Pangeran itu,…” Yerusalem dan penduduknya ~ Messias Sang Pangeran, “…akan ada tujuh minggu; dan enam puluh dua minggu,…” Pernahkah kalian berpikir mengapa tidak dikatakan saja 69 minggu? Mengapa 7 dan 62? Karena ke-7 minggu itu adalah lamanya yang dibutuhkan untuk membangun kembali Yerusalem, mendirikannya, dan membangun kembali dindingnya. Itu berkaitan dengan Kotanya yang literal dan penduduknya. Dan setelah 62 minggu itu berkaitan dengan siapa? Dengan Sang Messias. Jadi kalian lihat, mulai dari keluarnya perintah ~ untuk memulihkan dan membangun kembali Yerusalem ~ hingga Messias Sang Pangeran: 7 minggu berkaitan dengan Kotanya; 62 minggu setelah itu membawa kita ke Sang Messias. Lalu dikatakan, mengacu lagi kepada Kotanya, “...jalan akan dibangun kembali, dan dindingnya, yaitu di masa yang sulit.” (Daniel 9:25).
And then it goes back to talk about the
Messiah, it says “after 62 weeks shall Messiah be cut off”. Are you seeing the structure here? It's going back and forth, back and
forth. If you try to read it in linear fashion, you'll be so goofed up you
don't know what planet you're on. That's why we have to study structural
matters. It's not enough to interpret symbols, we have to study the structure
of verses, the structure of chapters, and the structure of entire books.
And then it says, “the street shall be built again, and the wall, even in troublous
times” referring to the literal City, that's
the seven weeks, by the way, the 49 years.
And then it says “after 62 weeks Messiah shall be cut off” (Daniel 9:26), and then notice that it goes back to speak about the
destruction of Jerusalem. It says, “the people
of the Prince that shall come, shall destroy the City and the Sanctuary, and
the end thereof shall be with a flood” (v. 26) that's talking about the final
destruction of Jerusalem.
And then it goes back to talk about the
Prince again, “he…” that is the Prince, “…shall
confirm the Covenant with many for one week and in the midst of the week He
shall cause the sacrifice and the oblation to cease” (v. 27). So are you following this? City ~ Messiah
~ City ~ Messiah ~ City ~ Messiah.
And then you have the conclusion. It
says at the bottom, “and for the overspreading of
Abominations He shall make it desolate even until the consummation and that
determined shall be poured upon the
desolate” (v. 27), it's referring to the
destruction, the final destruction of Jerusalem in the year AD 70.
Kemudian dia kembali lagi berbicara tentang Sang
Messias, dikatakan, “26 … sesudah enam puluh dua minggu Messias akan dipotong,…” Apakah kalian
melihat strukturnya di sini? Bolak-balik, bolak-balik. Jika kita mencoba
membacanya secara linear, kita akan menjadi begitu bingung kita tidak tahu lagi
kita hidup di planet mana. Itulah mengapa kita harus mempelajari hal-hal
strukturalnya. Tidak cukup menginterpretasikan simbol-simbol, kita harus
mempelajari struktur ayat-ayatnya, struktur pasal-pasalnya, dan struktur
keseluruhan kitab-kitabnya.
Kemudian dikatakan, “…jalan akan dibangun kembali, dan dindingnya, yaitu
di masa yang sulit. (Daniel 9:25)...” mengacu
kepada Kota literalnya, itulah ke-7 minggunya, nah itu 49 tahun.
Kemudian
dikatakan, “26… sesudah enam puluh dua
minggu Messias akan dipotong…” kemudian simak bahwa dia kembali lagi berbicara tentang penghancuran
Yerusalem. Dikatakan, “...Dan rakyat Pangeran yang bakal datang itu, akan memusnahkan kota itu dan Bait Suci itu, dan akhir darinya akan dengan air
bah,
(ay. 26).” Ini bicara
tentang penghancuran Yerusalem yang terakhir.
Kemudian dia
kembali lagi berbicara tentang Sang Pangeran, “27
…Dia…” yaitu Sang
Pangeran “…akan menguatkan Perjanjian dengan banyak orang untuk satu minggu.
Dan pada pertengahan minggu itu Ia akan mengakhiri
kurban sembelihan dan kurban persembahan (ay. 27)…” Jadi apakah kalian mengikuti ini? Kota ~ Messias ~ Kota ~ Messias ~ Kota
~ Messias.
Kemudian kita mendapatkan konklusinya. Dikatakan di bagian bawah, “…Dan karena adanya penyebaran kekejian-kekejian, Ia akan membuatnya
terlantar, yaitu hingga penggenapannya, dan apa
yang sudah ditentukan, dicurahkan
di atas yang terlantar.” (ay. 27). Ini
mengacu kepada penghancuran terakhir Yerusalem di tahun 70 AD.
So are you understanding this structure?
The back and forth here, it helps us understand that, you know, why there's
this mixture that we can't seem to decipher? It's because it's structured in a
certain way.
Jadi apakah kalian memahami struktur ini?
Bolak-baliknya di sini, ini membantu kita memahami mengapa ada pencampuran ini
yang membuat kita sepertinya sulit untuk menangkapnya? Ini karena memang dibuat
mengikuti struktur yang tertentu.
Now let's talk about the accomplishments of the 70 weeks. The
accomplishments ~ there are six accomplishments that are going to take place
during the 70 weeks, particularly at the end of the 70 weeks.
1.
the first is “to finish the transgression”.
You can read this in Daniel chapter 9
beginning with verse 24, and following. The word “transgression” פֶּשַׁע [pesha‛] is the
strongest word for sin in the entire Old Testament as I've noted before. It
literally means rebellion or revolt. The rebellion described here is not an
ordinary rebellion. The use of the definite article “the transgression” not “transgression”, “the transgression” indicates that this was a specific rebellion.
The 70 weeks would bring an end to the revolt
of the Jewish nation, and it could end in one of two ways:
a)
It would end if they received the Messiah, and if they received Him it would
bring their rebellion to an end.
b)
But on the other hand if they rejected the Messiah, it would
bring the theocracy to an end, and Jerusalem would be destroyed once more
because she did not produce the fruits of righteousness.
And so the
prophecy was given, and it speaks about the destruction of Jerusalem. And we're
going to find that the reason for the
destruction of Jerusalem was the rejection of the Messiah.
2.
The second thing that was going to be successful
during this period particularly at the end, it says “to make an end of sins.”
The prophecy does not say that at the
end of the 70 weeks sinning would come to an end. It says that He would bring
an end of sins. Now how did this happen? Jesus
made an end of sins because He what? He
bore them in Gethsemane and on the cross.
John the the Baptist prophesied that
Jesus would legally take away the sins of the world.
Hebrews 1:3 tells us that when Jesus “had by Himself purged our…” what? “…our sins…”, He “…sat down on the right hand of the Majesty on high”. (KJV)
Hebrews 9:28 assures us that “Christ was once offered to bear the sins of many”. (KJV)
Hebrews 9:26 adds that Jesus “once in the end of the world hath appeared to put away sin by the
sacrifice of Himself.” (KJV)
In Hebrews 10:12 adds that “this Man…” Jesus, “…after He had offered one sacrifice for sins forever, sat down on the
right hand of God”.(KJV)
Who was to bring an end of sins by
bearing them? None less than the Messiah Jesus Christ.
3.
The next accomplishment was “to make reconciliation for iniquity”.
Did Jesus do that? He most certainly did.
Isaiah chapter 53 says, “but He was wounded for our transgressions he was bruised for our
iniquities. The chastisement of our peace…” what is reconciliation? If two individuals are at odds, and they make
things right, suddenly there's what? There's peace between them. So it says, “…The chastisement of our peace was upon Him, and with His stripes we
are healed.” (KJV)
In Romans 5:10, you know this verse, “for if when we were enemies we were reconciled to God by the death of His
Son; much more being reconciled we shall be saved by His life.” (KJV) So who brings reconciliation for
iniquity? It's Jesus Christ.
Notice 2 Corinthians 5:18-21, here the apostle
Paul wrote, “to wit that God was in Christ…” doing what? “…reconciling the world unto Himself
not imputing their trespasses unto them… 21 for He…” that is the Father, “…hath made Him…” Jesus, “…to be sinned for us, who knew no sin,
that we might be made the righteousness of God in Him…” (KJV) Jesus
reconciled us to God and that's one of the things that were going to be
accomplished during the prophecy of the 70 weeks.
4.
the next accomplishment was “to bring in everlasting righteousness”.
The prophet Jeremiah chapter 23:6 wrote
that one of the names of Jesus is what? “the Lord our
righteousness.” (KJV)
The Messianic prophecy of Isaiah 53:11
says, that “by His knowledge shall My righteous Servant
justify many, for He shall bear their iniquities.” (KJV). And this thought is developed many times in
the New Testament, for example in Romans 3:4, the apostle Paul emphasizes and explains
what it means that Christ is our righteousness. By living a sinless life what
did Jesus weave when He lived a sinless life? He weaved a perfect robe of
righteousness, that is, He is willing to impute to all who believe. This righteousness is available now in Jesus,
is it? It's available now.
When we receive Jesus, we have His life
now. (1 John 5:11-12).
We are citizens
of Heaven now (Philippians 3:20).
We are accepted
in the Beloved and are seated in heaven with Him now (Ephesians 1:6; 2:6).
But of course there is an “already” and
a “not yet”. We can have the assurance of His
imputed and imparted righteousness now; but to live in a world where
righteousness dwells is still empirically in the future. Because we find in 2
Peter 3:13, “Nevertheless we according to His
promise look for new heavens and a new Earth wherein dwelleth righteousness”
(KJV). So we can be personally righteous in
Christ now. And that will allow us to dwell in a place where righteousness
dwells, and everybody will be a lawkeeper at that point.
5.
Now the next accomplishment is spoken of
as “to seal up the vision and…” the what? “…the vision and the prophecy.” What does “to seal up” mean?
Well, at this point we're not going to
say a lot because when we deal with the last event of the 70 weeks, the stoning
of Steven, we're going to come back to this particular point. But let me just
say a few things about it. Suffice it to say that by rejecting the Messiah the Jewish nation brought the vision and the
prophecy of the 70 weeks to an end, right? God ceased to communicate with Israel through prophets and visions.
Now you say, “How is that?”
As the leaders of the Sanhedrin stoned Stephen,
what did he have? He's the last prophet to Israel, he had a vision of Christ at
the right hand of God. Thus he fulfilled his role as a prophet, and God's communications
to Israel came to a final end. Stephen
received the last vision, and was the last prophet to Israel. The vision and
the dream were sealed or shut. We'll deal a lot more with that. You
know I used to wonder why the stoning of Steven marks the end of the 70 weeks
if the Bible doesn't seem to explicitly say so. But we're going to provide
abundant evidence that the stoning of Stephen
actually marked the end of the prophecy of the 70 weeks.
6.
Now the final thing that was
accomplished during the prophecy of the 70 weeks is “to anoint the Most Holy” or as it
says in Hebrew, “to anoint the Holy of Holies”. Now what is this referring to?
Does it refer to the anointing of the
Messiah as a Person? Or does “Most Holy” refer to the Most Holy Place of the Heavenly Sanctuary? Which of the
two opinions is correct? Well, let's pursue it.
When the Old Testament Tabernacle
Services were inaugurated, the high priest
as well as the entire Sanctuary were anointed. You can see that in the
Old Testament. In harmony with the type,
when Jesus ascended to Heaven to begin His Heavenly intercessory ministry, the entire Heavenly Sanctuary was anointed.
Before Jesus began officiating His
high priest, He was anointed. However,
not only was the Sanctuary anointed, but Jesus also was anointed as priest and
King to begin His work in the Holy place of the Sanctuary. Now for all of this
we don't have time to get into it. I did a whole presentation on this
particular point. You have the verses there, Acts 2:32-36 and the background is
in Leviticus 8:1-12 and in Psalm 133. It's talking about the anointing of the
high priest with oil.
Now let's notice this remarkable
statement by Ellen White. She's speaking about the Ascension of Christ and His
installation in the Heavenly Sanctuary. Remember that we're studying “anoint the Most Holy”. It did apply
to the entire Sanctuary including the Most Holy, and He was also anointed.
Ellen White wrote, "Christ's ascension to heaven was the signal that His followers were to receive
the promised blessing. For this they were to wait before they entered upon their work.
When Christ passed
within the heavenly gates, He was
enthroned amidst the adoration of the angels. As soon as this ceremony was completed, the Holy Spirit descended
upon the disciples in rich currents, and Christ was indeed glorified, even with the glory which He had
with the Father from all eternity. The Pentecostal outpouring was Heaven's communication that the Redeemer's inauguration was accomplished. According to His promise, He had sent the Holy
Spirit from heaven to His followers, as a token that He had, as Priest and King,...” that's King of the kingdom of
Grace by the way, not King of the kingdom of Glory “...that He had, as Priest and King, received all authority in heaven and on earth, and was the...”
what? “...the Anointed One over His people."
(God's Amazing Grace, p. 193).
So was the Most Holy anointed on the day of Pentecost? The entire Sanctuary
was consecrated for Jesus to start His ministry there. And the most holy Person
was anointed as well with the oil of the Holy Spirit which you can read in the
background, primarily in Leviticus 8 and Psalm 133. Thus it is possible that “the anointing of the Most Holy” refers to Jesus as a Person as well as to the Most
Holy Place of the Heavenly Sanctuary.
Nah mari kita bicara tentang pencapaian ke-70
minggu. Pencapaiannya ~ ada enam pencapaian yang akan terjadi
selama masa 70 minggu itu, terutama pada bagian akhir dari ke-70 minggu itu.
1.
Yang pertama ialah “untuk melenyapkan kefasikan”. Kalian
bisa membaca ini di Daniel pasal 9 mulai dengan ayat 24, dan seterusnya.
Kata “kefasikan” פֶּשַׁע [pesha‛] adalah
kata yang paling keras untuk dosa di seluruh Perjanjian Lama, seperti yang
sudah pernah saya katakan. Kata itu secara literal berarti pemberontakan atau
perlawanan yang terorganisir. Pemberontakan yang digambarkan di sini bukanlah
pemberontakan biasa. Digunakannya kata sandang “the”
(itu) pada “pemberontakan”, bukan hanya “pemberontakan”, tapi “pemberontakan itu” mengindikasikan bahwa ini adalah
pemberontakan yang spesifik. Ke-70 minggu itu akan mengakhiri pemberontakan bangsa Yahudi,
dan itu akan mengakhirinya dengan satu dari dua cara:
a) itu akan berakhir jika mereka menerima Sang Messias. Dan jika
mereka menerimaNya, itu akan mengakhiri pemberontakan mereka.
b)
Tetapi di pihak lain, jika mereka menolak Messias, itu akan
mengakhiri theokrasinya, dan Yerusalem akan dihancurkan sekali lagi karena dia
tidak menghasilkan buah-buah kebenaran.
Maka nubuatan ini
diberikan, dan ini berbicara tentang penghancuran Yerusalem. Dan kita akan
melihat bahwa alasan penghancuran
Yerusalem adalah penolakan terhadap Sang Messias.
2.
Hal kedua yang akan berhasil dicapai selama
periode ini terutama di bagian akhirnya, dikatakan, “untuk mengakhiri dosa”.
Nubuatan ini tidak mengatakan bahwa pada akhir ke-70
minggu itu berbuat dosa akan beakhir. Dikatakan bahwa Dia akan mengakhiri dosa.
Nah, bagaimana ini bisa terjadi? Yesus mengakhiri dosa karena Dia apa? Dia menanggung mereka di Gethsemani
dan di atas salib.
Yohanes Pembaptis menubuatkan bahwa Yesus secara legal
akan menyingkirkan dosa-dosa dunia.
Ibrani 1:3 mengatakan kepada kita bahwa ketika Yesus, “oleh DiriNya sendiri Ia telah
menghapuskan...” apa? “...dosa-dosa kita, Ia duduk di
sebelah tangan kanan Yang Mahabesar di
tempat yang tinggi.” (KJV)
Ibrani 9:28 memberi jaminan kepada kita bahwa ”...Kristus sudah satu kali dipersembahkan untuk menanggung dosa banyak
orang..(KJV)”
Ibrani 9:26 menambahkan bahwa Yesus “satu kali pada akhir zaman Ia telah muncul untuk
menyingkirkan dosa dengan mengorbankan DiriNya.” (KJV)
Di Ibrani 10:12 ditambahkan bahwa “Manusia ini…” Yesus “…setelah Dia mempersembahkan satu kurban untuk
dosa selamanya, duduk di sebelah tangan kanan
Allah.” (KJV)
Siapakah yang harus mengakhiri dosa dengan menanggung
mereka? Tak ada yang lain kecuali Sang Messias Yesus Kristus.
3.
Pencapaikan berikutnya ialah “membuat rekonsiliasi/memperbaiki hubungan akibat dosa”. Apakah Yesus melakukan itu?
Tepat sekali.
Yesaya 53:5 mengatakan, “Dia dilukai
karena pelanggaran-pelanggaran kita, Dia dipukuli hingga memar karena kejahatan-kejahatan kita; hukuman demi pendamaian kita…” rekonsiliasi
itu apa? Jika dua individu berseberangan dan mereka berbaikan lagi, tiba-tiba
ada apa? Ada damai di antara mereka. Maka dikatakan, “…hukuman demi pendamaian kita ditanggung
olehNya, dan
oleh bilur-bilurNya kita disembuhkan” (KJV).
Di Roma 5:10, kalian kenal ayat ini, “Sebab jikalau ketika kita masih seteru, kita diperdamaikan dengan Allah oleh kematian
Anak-Nya, lebih-lebih setelah diperdamaikan,
kita akan diselamatkan oleh hidup-Nya” (KJV). Jadi
siapa yang membawa perdamaian untuk dosa? Yesus Kristus.
Simak 2 Korintus 5:19, 21, di sini rasul Paulus
menulis, “19 yaitu bahwa Allah ada di dalam Kristus…” melakukan apa? “…mendamaikan dunia dengan
diri-Nya, dengan tidak memperhitungkan
pelanggaran mereka kepada mereka, 21 Karena Dia…” yaitu Sang
Bapa, “…telah menjadikan Dia…” Yesus “…yang tidak mengenal dosa
menjadi dosa untuk kita, supaya kita boleh dibenarkan Allah di dalam Dia” (KJV). Yesus mendamaikan kita kepada Allah, dan itulah salah satu hal yang akan dicapai selama
periode nubuatan ke-70 minggu.
4.
Pencapaian berikutnya ialah “untuk mendatangkan kebenaran yang kekal”.
Nabi Jeremiah di 23:6 menulis bahwa salah satu nama
Yesus itu apa? “Tuhan kebenaran kita” (KJV).
Nubuatan Mesianik Yesaya 53:11 mengatakan bahwa, “dengan hikmatNya Hamba-Ku yang benar itu akan
membenarkan banyak orang, karena Dia yang akan memikul dosa-dosa mereka” (KJV). Dan konsep ini dikembangkan banyak kali di
Perjanjian Baru, misalnya di:
Roma 3:4, rasul Paulus menekankan dan menjelaskan apa
artinya Kristus itu kebenaran kita. Dengan menjalani kehidupan yang tanpa dosa,
apa yang dirajut Yesus ketika Dia hidup tanpa dosa? Dia merajut sebuah jubah
kebenaran, yang mau Dia berikan kepada semua orang percaya. Kebenaran ini sekarang sudah
tersedia pada Yesus, bukan? Sudah tersedia sekarang. Bila kita
menerima Yesus kita menerima hidupNya sekarang. (1 Yohanes 5:11-12).
Kita adalah warganegara Surga sekarang (Filipi 3:20).
Kita diterima dalam Yang Dikasihi, dan kita duduk bersamaNya di Surga
sekarang (Efesus 1:6; 2:6).
Tetapi tentu saja ada “sudah” dan ada “belum”. Kita bisa mendapatkan jaminan kebenaranNya yang diperhitungan dan
diberikan sekarang; tetapi hidup di sebuah dunia dimana kebenaran
ada, masih ada di masa depan. Karena kita lihat di 2 Petrus 3:13, “Namun demikian, kita, sesuai dengan janji-Nya, menantikan langit yang baru dan bumi yang
baru, di mana kebenaran tinggal”
(KJV). Jadi kita bisa secara
pribadi menjadi benar dalam Kristus sekarang. Dan itu akan mengizinkan kita
hidup di sebuah tempat di mana kebenaran tinggal, di mana semua orang akan
mematuhi Hukum di masa itu.
5.
Nah pencapaian berikutnya disebutkan sebagai, “untuk memeteraikan penglihatan dan…” apa? “…penglihatan dan nubuat”. Apa
maksudnya “memeteraikan”?
Nah, di sini kita tidak akan bicara terlalu banyak
karena nanti saat kita membahas peristiwa terakhir nubuatan 70 minggu,
dirajamnya Stefanus, kita akan kembali ke poin khusus ini. Tetapi saya hanya
mau mengatakan beberapa hal tentang ini. Cukuplah sementara ini dikatakan bahwa
dengan menolak Sang
Messias, bangsa Yahudi mengakhiri penglihatan dan nubuatan 70 minggu itu,
benar? Allah berhenti
berkomunikasi dengan Israel melalui nabi-nabi dan penglihatan-penglihatan.
Nah kalian berkata, “Kok bisa?”
Ketika para pemimpin Sanhedrin merajam Stefanus, dia
punya apa? Dia itu nabi terakhir bagi bangsa Israel, dia punya penglihatan
tentang Kristus yang berada di sebelah tangan kanan Allah. Dengan demikian dia
menggenapi peranannya sebagai seorang nabi. Dan sarana komunikasi Allah kepada
Israel berakhir. Stefanus
menerima penglihatan yang terakhir dan dialah nabi terakhir bagi Israel.
Penglihatan dan mimpi dimeteraikan atau
ditutup. Kita nanti akan membahas ini lebih banyak. Kalian tahu,
dulu saya suka bertanya-tanya mengapa dirajamnya Stefanus menjadi tanda berakhirnya
ke-70 minggu jika Alkitab sepertinya tidak mengatakan demikian secara
eksplisit. Tetapi kita akan menyajikan banyak bukti bahwa dirajamnya Stefanus sesungguhnya
menandai akhir dari nubuatan 70 minggu itu.
6.
Nah, hal terakhir yang dicapai selama nubuatan
70 minggu ialah “untuk mengurapi yang Maha Kudus” atau sebagaimana dikatakan dalam bahasa Ibrani, “untuk mengurapi Yang Kudus dari Segala yang
Kudus”. Nah, ini mengacu kepada apa?
Apakah ini mengacu ke pengurapan Sang Messias sebagai
Pribadi? Atau apakah “yang Maha Kudus” mengacu
ke Bilik Mahakudus Bait Suci Surgawi? Yang mana dari kedua pendapat itu yang
benar? Nah, mari kita kupas.
Ketika pelayanan Bait Suci Perjanjian Lama
diinaugurasi, imam
besar dan juga keseluruhan Bait Suci itu diurapi. Kalian bisa
melihat itu di Perjanjian Lama. Selaras dengan tipenya, ketika Yesus naik ke Surga untuk
memulai pelayanan perantaraan SurgawiNya, seluruh Bait Suci Surgawi diurapi. Sebelum Yesus mulai memangku
jabatanNya sebagai Imam Besar, Dia diurapi. Namun, bukan hanya Bait Suci itu yang
diurapi, tetapi juga Yesus diurapi sebagai Imam dan Raja untuk memulai
pekerjaanNya di Bilik Kudus di Bait Suci. Nah, untuk semua ini kita tidak punya
waktu untuk mengupasnya. Saya sudah membuat sebuah presentasi lengkap mengenai
poin ini. Kalian punya ayat-ayatnya di sana, Kisah 2:32-36 dan latar
belakangnya ada di Imamat 8:1-12 dan di Mazmur 133. Ini bicara tentang
pengurapan imam besar dengan minyak.
Sekarang mari kita simak pernyataan yang luar biasa
ini dari Ellen White. Dia bicara tentang Kenaikan Kristus ke Surga dan
penempatanNya di Bait Suci Surgawi. Ingat bahwa kita sedang mempelajari “untuk mengurapi yang Maha Kudus”. Ini
memang diaplikasikan kepada pengurapan seluruh Bait Suci termasuk Bilik
Mahakudus, dan Yesus juga diurapi.
Ellen White menulis, “…Kenaikan Kristus ke Surga adalah
pertanda bahwa pengikut-pengikutNya akan menerima berkat yang dijanjikan. Untuk
ini mereka harus menunggu sebelum mereka memasuki pekerjaan mereka. Ketika
Kristus melewati gerbang Surgawi, Dia dinaikkan ke takhta di tengah-tengah
puji-pujian para malaikat. Begitu upacara ini selesai, Roh Kudus turun ke atas
para murid dalam aliran yang deras, dan Kristus benar-benar dimuliakan, yaitu
dengan kemuliaan yang sudah dimilikiNya bersama Bapa sejak kekekalan.
Pencurahan Pentakosta adalah komunikasi dari Surga bahwa inaugurasi Sang
Penebus sudah tercapai. Sesuai janjiNya, Dia telah mengirim Roh Kudus dari
Surga kepada pengikut-pengikutNya sebagai tanda bahwa Dia sebagai Imam dan Raja…”
ini Raja dari kerajaan Kasih Karunia, bukan Raja dari kerajaan Kemuliaan “…bahwa Dia sebagai Imam dan Raja telah
menerima segala autoritas di Surga dan di bumi, dan adalah…” apa? “…Yang Diurapi atas umatNya.” (God's Amazing Grace, hal. 193).
Jadi apakah “Yang Maha Kudus” yang diurapi pada hari Pentakosta? Seluruh Bait
Suci dikonsekrasikan bagi Yesus untuk memulai ministriNya di sana. Dan Sosok
Yang Maha Kudus juga diurapi dengan
minyak Roh Kudus yang bisa kalian baca di latar belakang, terutama di Imamat 8
dan Mazmur 133. Maka, bisa saja “mengurapi yang Maha Kudus” mengacu
kepada Yesus sebagai Pribadi dan juga kepada Bilik Mahakudus dari Bait Suci
Surgawi.
This would mean that the week, the 70 week prophecy highlights all the steps of
Jesus’ ministry. Do the 70 weeks speak about His baptism? Yes or No? Yeah,
it says after 69 weeks the Messiah will be anointed (v. 25), that's His baptism.
Does this prophecy of the 70 weeks refer to His death on the cross? Yeah, in
the middle of the week He was cut off (v. 27). And if the anointing of the Most
Holy refers to Jesus, it would refer to His anointing when He ascended to Heaven,
and He received the gift of the Holy Spirit to pour out upon His disciples on
the day of Pentecost. Thus every function of Christ would be there in the
prophecy of the 70 weeks.
Ini berarti bahwa nubuatan 70 minggu menyoroti
semua langkah ministri Yesus. Apakah ke-70 minggu bicara tentang
baptisanNya? Ya atau Tidak? Iya, dikatakan bahwa setelah minggu ke-69 Sang
Messias akan diurapi (ayat 25), itu baptisanNya. Apakah nubuatan 70 minggu ini
mengacu kepada kematianNya di salib? Iya, di pertengahan minggu itu Dia akan
dipotong (ayat 27). Dan jika pengurapan Yang Mahakudus mengacu kepada Yesus,
itu mengacu kepada pengurapanNya ketika Dia naik ke Surga dan Dia menerima
pemberian Roh Kudus untuk dicurahkan ke atas murid-muridNya pada hari
Pentakosta. Maka setiap fungsi Kristus ada di sana di nubuatan 70 minggu itu.
So have you understood what we've
studied so far? Now in our next class we are going to actually get into a study
of the 70 weeks, and we're going to see that there is a decree to restore and
to build Jerusalem, and we're going to find in our study that there are four possible
decrees that mark this event of “the going
forth of the word”, and we're going to look in
detail at these four possible decrees that mark the beginning of the prophecy
of the 70 weeks. And we're going to see that there's only one of these that
actually fulfills all of the details that are necessary for building and
restoring the city of Jerusalem. So very clearly Daniel chapter 9 is an
expansion of Daniel chapter 8. It gives you the date for the beginning of the מראה
[mar'eh mar-eh'], the
beginning of the prophecy of the evenings and mornings, the prophecy of the
2300 days that Daniel had not understood in Daniel 8. But now Gabriel returns
and he says, “Daniel, there's going to be a first part of the 2300 years,
and that applies specifically to your people, to literal Jerusalem, literal
Jews, and the literal Sanctuary.” And so now Daniel, I think, is a little bit more encouraged because he's
understanding a little bit more about the prophecy of the 2300 days.
So in our next study together which is
after we take our question and answer period, we are going to study “from the going forth of the word” (v. 25) and then we're going to take a look at
the four possible decrees that would mark the beginning of the prophecy of the
70 weeks, the first part of the prophecy of the 2300 years.
Jadi sudahkah kalian paham apa yang kita pelajari
sampai di sini? Nah, di kelas kita berikutnya kita akan mempelajari nubuatan 70
minggu ini, dan kita akan melihat bahwa ada sebuah perintah untuk memulihkan
dan membangun Yerusalem, dan kita akan melihat di pelajaran kita bahwa ada
empat perintah yang menandai peristiwa ini, “dari saat keluarnya perintah” dan kita
akan menyimak dengan teliti keempat perintah ini yang mungkin menandai
dimulainya nubuatan 70 minggu ini. Dan kita akan melihat bahwa hanya ada satu
dari mereka yang benar-benar menggenapi semua detail yang dibutuhkan untuk
membangun dan memulihkan kota Yerusalem. Jadi sangat jelas Daniel pasal 9
adalah perluasan dari Daniel pasal 8. Dia memberikan tanggal dimulainya מראה [mar'eh mar-eh']-nya,
saat dimulainya nubuatan petang dan pagi, nubuatan 2300 hari yang tidak
dipahami Daniel di Daniel 8. Tetapi sekarang Gabriel kembali dan dia berkata, “Daniel,
akan ada bagian pertama dari ke2300 tahun, dan itu diaplikasikan khusus kepada
bangsamu, ke Yerusalem literal, Yahudi literal, dan Bait Suci literal.” Dan
sekarang, menurut saya, kira-kira Daniel merasa sedikit lebih lega karena dia
mengerti sedikit lebih banyak mengenai nubuatan 2300 hari.
Maka di pelajaran kita berikutnya, yaitu setelah sesi
tanya-jawab kita, kita akan mempelajari “dari saat keluarnya perintah”
(ayat 25) lalu kita akan menyimak empat perintah yang punya kemungkinan menandai
dimulainya nubuatan 70 minggu, bagian pertama dari nubuatan 2300 hari.
18 03 26

No comments:
Post a Comment