Monday, August 17, 2026

EPISODE 01/09 ~ REFLECTIONS OF THE MOTHER OF ALL CONSPIRACIES ~ STEPHEN BOHR

 

2025 SERMONS AT HAMMOND SDA CHURCH

Stephen Bohr

01/09 REFLECTIONS OF THE MOTHER OF ALL CONSPIRACIES

https://www.youtube.com/watch?v=pyZOTBu4nJE&list=PLBBip1YOAghAc4hqc9hD_SO0JEL3fy2tX&index=1&t=11s

 

 

Dibuka dengan doa.

 

 

The title of our study for this evening ~  I've changed the title, but it's the same presentation that's on the flyer ~ is “Reflections On The Mother Of All Conspiracies”. As we look out at the world with bloodshot eyes, everything seems to be in disorder and in disarray. Wars, rumors of wars, the disintegration of the nuclear family, unprecedented economic stress for many people, pandemics, floods, droughts, famines, tornadoes, hurricanes, earthquakes, fires, political strife, riots in the streets, mass shootings, armed robberies, mass migration, drug trafficking, suicides, I could lengthen the list of everything that is taking place in this world, and it is becoming worse and worse as time goes by. The world seems to be spinning out of control. It seems like the demons are in control of historical events. But the question is, are they really in control of historical events? The Bible provides us the unequivocal answer. The answer is that the demons are not in control, even though it might appear that they are. You see, the Bible tells us that Satan was cast out as the representative of this world, the ruler of this world, at the cross of Calvary. He has legally lost the right to represent this world. He has legally lost his position as ruler of the world, which he took away from Adam when he overcame Adam and Eve in the Garden of Eden. And because of this, he's a wounded warrior. He has  a wound on his head. Remember the prophecy of Genesis 3:15? “He will wound your head and you will wound His heel”. And so he's like a lion that has been wounded. A wounded lion is more dangerous than a well lion, because the lion becomes furious.

 

Judul pelajaran kita petang ini ~ saya telah mengubah judulnya, tetapi ini adalah presentasi yang sama dengan yang ada di brosur ~ ialah “Refleksi pada Ibu dari segala Konspirasi.” Ketika kita memandang dunia dengan mata merah, segalanya tampak berantakan dan tidak keruan. Peperangan, berita-berita perang, hancurnya keluarga inti, stres ekonomi yang belum pernah ada seperti ini bagi banyak orang, pandemik, banjir, kekeringan, kelaparan, tornado, badai topan, gempa bumi, kebakaran, pertikaian politik, kerusuhan di jalan-jalan, penembakan masal, perampokan bersenjata, migrasi masal, penjualan narkoba, bunuh diri, saya bisa memperpanjang daftar ini dengan segala yang sedang terjadi di dunia ini, dan ini semakin lama menjadi semakin parah dengan berlalunya waktu. Dunia seperti berputar tak terkendalikan. Sudah seperti para iblis yang mengendalikan peristiwa-peristiwa sejarah. Tetapi pertanyaannya ialah, apakah memang benar mereka yang mengendalikan peristiwa-peristiwa sejarah? Alkitab memberi kita jawaban yang sangat pasti. Jawabannya ialah, iblis-iblis tidak mengendalikan, walaupun tampaknya seolah-olah mereka yang mengendalikan. Kalian lihat, Alkitab memberitahu kita bahwa  di salib di Kalvari, Setan telah dilemparkan keluar sebagai wakil dari dunia ini, sebagai penguasa dunia ini. Secara legal dia telah kehilangan haknya untuk mewakili dunia ini. Dia telah secara resmi kehilangan kedudukannya sebagai penguasa dunia ini, yang sebelumnya telah dia rebut dari Adam ketika dia mengalahkan Adam dan Hawa di Taman Eden. Dan sebagai akibatnya, Setan adalah seorang pejuang yang terluka. Dia punya luka di kepalanya. Ingat nubuatan di Kejadian 3:15? 15 ...Benihnya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan melukai tumitNya.” Maka Setan seperti seekor singa yang terluka. Singa yang terluka itu lebih berbahaya daripada singa yang sehat, karena singa yang terluka itu marah.

 

 

Go with me in your Bibles to Revelation 12:12. Revelation 12:12 is telling us what the world should look forward to. And it also tells us how Heaven reacted to the victory of Christ at the cross of Calvary. It says, because Satan was cast out as the ruler of this world and as the representative of this world, “ 12 Therefore rejoice, O Heavens, and you who dwell in them!...” You see, Heaven can rejoice because Satan has been cast out as the ruler and representative of planet earth. Jesus now is the Representative and the Ruler of this earth. So Heaven could could rejoice. But now notice what it says about the earth.  “...Woe...” Catch the contrast? Rejoice: Heaven. On the earth: “...Woe to the inhabitants of the earth and the sea! For the Devil has come down to you, having great wrath, because he knows that he has a short time.”

Now you say, “Pastor, where does the Bible say that Satan was cast out at the cross? I thought he was cast out of Heaven originally when he sinned against God?”

He did. He was, according to Isaiah 14:12-14. But Revelation chapter 12 is not referring to his original casting out from Heaven. It's referring to him being cast out as the ruler and representative of planet earth.

 

Marilah bersama saya ke Alkitab kalian ke Wahyu 12:12. Wahyu 12:12 memberitahu kita apa yang harus dinantikan dunia. Dan juga memberitahu kita bagaimana Surga bereaksi terhadap kemenangan Kristus di salib di Kalvari. Karena Setan telah dilemparkan keluar sebagai penguasa dunia ini dan sebagai wakil dunia ini, maka dikatakan, 12 Karena itu bersukacitalah, hai semesta langit dan  kamu sekalian yang diam di sana…”  kalian lihat, Surga bisa bersukacita karena Setan telah dilemparkan keluar sebagai penguasa dan wakil planet bumi. Sekarang Yesus-lah Wakil dan Penguasa dari bumi ini. Jadi Surga bisa bersukacita. Tetapi sekarang simak apa katanya tentang dunia, “…Celakalah kamu…”  kalian menangkap kontrasnya? Sukacita: Surga. Di bumi:  “…Celakalah kamu, hai penghuni bumi dan laut! Karena Iblis telah turun kepadamu, dalam geramnya yang dahsyat, karena ia tahu, bahwa waktunya sudah singkat…” 

Sekarang kalian berkata, “Pastor, di mana di Alkitab dikatakan bahwa Setan dilemparkan keluar di salib? Bukannya dia sudah dilemparkan keluar dari Surga pada mulanya ketika dia berbuat dosa melawan Allah?”

Betul. Menurut Yesaya 14:12-14 dia memang dilemparkan keluar. Tetapi Wahyu 12 tidak merujuk kepada pertama kalinya Setan dilemparkan keluar dari Surga. Ini merujuk kepada dilemparkannya keluar sebagai penguasa dan wakil planet bumi.

 

 

I want you to notice John 12:31-33. Here Jesus is about to die. It's a couple of days before Jesus actually dies on the cross. And He's going to say something very interesting. It says there in John 12:31, 32 and 33, Jesus is speaking, 31 Now is the judgment of this world; now the ruler of this world will be cast out...” So was there a casting out at the cross? Yes.

And you say, “How do you know that Jesus was referring to the cross?”

Because of verse 32 and 33. Jesus says, “...32 ‘And I, if I am lifted up from the earth, will draw all peoples to Myself.’ 33 This He said, signifying by what death He would die.”

 

Saya mau kalian menyimak Yohanes 12:31-33. Di sini menjelang kematian Yesus. Ini terjadi dua hari sebelum Yesus benar-benar mati di salib. Dan Dia akan mengatakan sesuatu yang sangat menarik. Dikatakan di Yohanes 12:31, 32, 33, Yesus sedang berbicara, 31 ‘Sekarang inilah penghakiman atas dunia ini; sekarang penguasa dunia ini akan dilemparkan ke luar…”  jadi apakah ada pelemparan keluar di salib? Ya.

Dan kalian berkata, “Dari mana kita tahu bahwa Yesus merujuk kepada salib?”

Karena ayat 32 dan 33. Yesus berkata,  “…32 dan Aku, apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua bangsa  kepada-Ku.’ 33 Ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana caranya Ia akan mati.”

 

 

So, how was Satan cast out? By the way, who represented this world before Jesus died on the cross? Remember the book of Job where you have this Heavenly council and the representatives of the worlds of the universe go to present themselves before the Lord? Who went representing planet earth? It was Satan who went representing planet earth, because he stole Adam's position. In fact, when Jesus was tempted in the wilderness, Satan says to him, you know, “If You bow down and worship me, I will give You all of this power that has been given to me.”

And so, Satan was cast out as the ruler of this world and as the representative who would go to Heavenly meetings representing planet earth. So Heaven could rejoice, but woe to the earth.

 

Jadi bagaimana Setan dilemparkan keluar? Nah, siapa yang mewakili dunia ini sebelum Yesus mati di salib? Ingat kitab Ayub di mana ada pertemuan Dewan Surgawi dan para wakil dari dunia-dunia seluruh alam semesta pergi untuk hadir di hadapan Tuhan sebagai wakil dari dunianya masing-masing? Siapa yang pergi mewakili planet bumi? Setanlah yang pergi mewakili planet bumi, karena dia telah merebut posisi Adam. Bahkan ketika Yesus dicobai di padang gurun, Setan berkata kepadaNya, 9 ‘Semua  ini akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau mau sujud dan menyembah aku.’” (Matius 4:9)

Maka Setan dilemparkan keluar sebagai penguasa dunia ini dan sebagai wakil dunia ini yang hadir di pertemuan-pertemuan Surgawi mewakili planet bumi. Jadi Surga bisa bersukacita, tetapi celakalah bumi.  

 

 

And as time nears its end, Satan will be more and more active because he's a desperate foe. He sees that he's losing his kingdom. And he says, "I'm not going to go without a bang." Do you remember the Gulf War? Saddam Hussein when he realized that he was lost, that he could not prevail, he lit all of the oil wells. It took months to put them out. It was what? The action of a desperate foe. And that's what Satan is doing in the world today. He knows that his time is short, the Bible says. And of course, you say, "Well, it's been 2’000 years since Jesus died on the cross." Yeah, but what is 2’000 years compared to eternity? I mean, within the context of eternity, 2’000 years is a short period of time. And he knows now that his time is really, really short, now as we've neared the end of history.

 

Dan dengan semakin mendekati akhir, Setan akan menjadi semakin aktif karena dia adalah musuh yang nekad. Dia melihat bahwa dia akan kehilangan kerajaannya. Dan dia berkata, “Aku tidak akan pergi tanpa melawan.” Ingatkah kalian Perang Teluk? Ketika Sadam Hussein sadar bahwa dia sudah kalah, bahwa dia tidak bisa menang, dia meledakkan semua sumur minyak. Butuh waktu berbulan-bulan untuk memadamkan apinya. Itu tindakan apa? Tindakan musuh yang nekad.  Dan itulah yang sedang dilakukan Setan di dunia sekarang ini. Dia tahu waktunya singkat, kata Alkitab. Tentu saja kalian berkata, “Nah, sudah selama 2’000 tahun sejak Yesus mati di salib.” Iya, tetapi apa artinya 2’000 tahun dibandingkan kekekalan? Maksud saya dalam konteks kekekalan, 2’000 tahun itu waktu yang pendek. Dan Setan tahu sekarang ini waktunya benar-benar pendek sementara kita menuju akhir sejarah.

 

 

So, as we approach the end, the angels are going to release the winds of strife. And Ellen White has a statement which is amazing in the book Education page 179 and 180 where she wrote, "Angels are now restraining the winds of strife that they may not blow until the world shall be warned of its coming doom. But a storm is gathering, ready to burst upon the earth. And when God shall bid his angels ‘Loose the winds!’, there will be such a scene of strife as no pen can picture.”

 

Maka sementara kita mendekati hari-hari akhir, para malaikat akan melepaskan angin-angin pertikaian. Dan Ellen White punya pernyataan yang mengagumkan di buku Education hal. 179-180 di mana dia menulis, “…Malaikat-malaikat sekarang sedang menahan angin-angin kekacauan supaya mereka tidak bertiup hingga dunia diperingatkan akan kehancurannya yang akan datang. Tetapi awan badai sedang mengumpul, siap meletus di atas bumi. Dan ketika Allah memerintahkan malaikat-malaikatNya, ‘Lepaskan angin-angin itu!’ akan muncul adegan kekacauan sedemikian rupa yang tidak dapat dilukiskan oleh pena mana pun…”

 

 

In fact, Ellen White states that when probation closes, Satan will have full control of the impenitent. He doesn't have full control now because the angels are restraining the winds. But when probation closes, and all cases are decided, Satan will have full control over all of the wicked. Can we imagine a world where Satan is in control of the wicked, of all of the wicked? You're going to have the same experience as is described in the book of Job,  you know, with one exception, and that is Satan is going to cause suffering for God's people, severe suffering, but God is going to say to him, "You can't kill them. There will be no one who will die during this time of trouble after probation closes."

 

Bahkan Ellen White menyatakan bahwa ketika pintu kasihan menutup, Setan akan punya kendali penuh atas mereka yang tidak bertobat. Sekarang dia belum punya kendali penuh karena malaikat-malaikat masih sedang menahan angin-angin. Tetapi ketika pintu kasihan menutup, dan semua kasus telah diputuskan, Setan akan punya kendali penuh atas semua orang jahat. Bisakah kita bayangkan sebuah dunia di mana Setan yang mengendalikan orang-orang jahat, semua orang jahat? Kita akan melihat pengalaman yang sama yang digambarkan di kitab Ayub, kalian tahu, dengan satu perkecualian, dan itu ialah Setan akan mendatangkan penderitaan bagi umat Allah, penderitaan hebat, tetapi Allah akan berkata kepadanya, “Kamu tidak bisa membunuh mereka. Tidak ada yang akan mati selama Masa Kesukaran Besar setelah pintu kasihan menutup.”

 

 

Now, with the passing of time, I have become keenly aware of the importance of studying history.

You say, "Why is it important to study history?"

Because what happened in the past is going to happen again. History repeats itself.

You say, “Now why does history repeat itself?”

For three reasons:.

1.    God doesn't change.

2.    the Devil doesn't change, and

3.    unconverted human beings don't change.

So you put a God that doesn't change, and a Satan that doesn't change, and the wicked that don't change, and you have a repetition of the events of history over and over again.

 

Nah, dengan berlalunya waktu, saya menjadi sangat sadar akan pentingnya mempelajari sejarah.

Kalian berkata, “Mengapa penting mempelajari sejarah?”

Karena apa yang terjadi di masa lampau akan terjadi lagi. Sejarah akan terulang kembali.

Kalian berkata, “Nah, mengapa sejarah terulang kembali?”

Karena tiga alasan:

1.    Allah tidak berubah.

2.    Iblis tidak berubah, dan

3.    Manusia yang tidak bertobat tidak berubah.

Maka jika ada Allah yang tidak berubah, dan Setan yang tidak brubah, dan orang-orang jahat yang tidak berubah, maka kita mendapat pengulangan dari peristiwa-peristiwa sejarah berulang-ulang kembali.

 

 

Go with me to Ecclesiastes 1:9. And I'm reading this from the New King James Version. Ecclesiastes 1:9. Here it speaks about the repetition of history. It says, That which has been is what will be, that which is done is what will be done, and there is nothing new under the sun.”

 

Mari bersama saya ke Pengkhotbah 1:9, dan saya membacakan ini dari NKJV. Pengkhotbah 1:9, di sini bicara tentang terulangnya sejarah. Dikatakan, 9 Apa yang pernah ada, itulah yang akan ada lagi, dan apa yang pernah dibuat itulah yang akan dibuat lagi; dan tidak ada yang baru di bawah matahari.”

 

 

And then we have chapter 3:15, Ecclesiastes 3:15, the same book and I'm reading from the New  Century Version here. It says, 15 What happens now has happened in the past, and what will happen in the future has happened before. God makes the same things happen again and again.” (NCV)

 

Lalu di pasal 3:15, Pengkhotbah 3:15, kitab yang sama, dan ini saya baca dari New Century Version di sini. Dikatakan, 15 Apa yang terjadi sekarang, sudah pernah terjadi di masa lampau, dan apa yang akan terjadi di masa depan sudah pernah terjadi sebelumnya. Allah membuat hal-hal yang sama terjadi lagi dan lagi.” (NCV)

 

 

So the Bible itself tells us that history repeats itself. However, the history that we see with our naked eye is not the real history that is transpiring in this world. You see, there are two powers in the background that we can't see that are struggling one with the other. And the events in visible history are only a repercussion of what is taking place behind the scenes that we can't see with the physical eye. You know a historian, a common ordinary historian, can only tell you what is before the eye. A historian can tell you about events that occurred with certain individuals at a certain time in a certain way within a certain place. That's visible history. That's what I call horizontal history, the history that we can see. But there is a vertical history which is the battle between Christ and Satan which we can't see. We can only see the effects. We can only see the impact of the events that are before our eyes. But what happens before our eyes is simply a repercussion, a visible repercussion of what Satan and God are doing in the backdrop that we cannot see.

 

Jadi Alkitab sendiri memberitahu kita bahwa sejarah mengulangi dirinya sendiri. Namun, sejarah yang kita lihat dengan mata telanjang kita bukanlah sejarah yang sebenarnya terjadi di dunia ini. Kalian lihat, ada dua kekuasaan di latar belakang yang tidak bisa kita lihat, yang sedang bergumul satu sama lain. Dan peristiwa-peristiwa yang tampak di sejarah hanyalah akibat dari apa yang sedang terjadi di balik layar yang tidak bisa kita lihat dengan mata fisik. Kalian tahu, seorang sejarahwan, seorang sejarahwan biasa, hanya bisa memberitahu kalian apa yang ada di depan mata. Seorang sejarahwan bisa memberitahu kita tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi pada individu-individu tertentu, pada waktu tertentu, dengan cara tertentu, di tempat tertentu. Itu sejarah yang tampak. Ini yang saya sebut sejarah horizontal, sejarah yang bisa kita lihat. Tetapi ada sejarah vertikal, yang adalah pertempuran antara Kristus dan Setan, yang tidak bisa kita lihat. Kita hanya bisa melihat dampaknya. Kita hanya bisa melihat dampak peristiwa-peristiwa yang ada di depan mata kita. Tetapi apa yang terjadi di depan mata kita hanyalah akibat, akibat yang tampak dari apa yang sedang dilakukan Setan dan Allah di latar belakang yang tidak bisa kita lihat.

 

 

The apostle Paul expressed this in Ephesians 6:12. And this is a well-known passage that's speaking about clothing ourselves with the armor of God. He said, 12 For we do not wrestle against flesh and blood...” what does that mean, “flesh and blood”? It means human beings.  “...we do not wrestle against flesh and blood but against principalities, against powers, against the rulers of the darkness of this age, against spiritual hosts of wickedness in the heavenly places.”

 

Rasul Paulus mengungkapkan ini di Efesus 6:12. Dan ini adalah bacaan yang dikenal, yang bicara tentang mengenakan pada diri kita kelengkapan senjata Allah. Dia berkata, 12 Karena kita tidak bergumul melawan darah dan daging…”  apa maksudnya “darah dan daging”? Artinya manusia, “…kita tidak bergumul melawan darah dan daging, tetapi melawan pemimpin-pemimpin, melawan penguasa-penguasa, melawan pemerintah-pemerintah kegelapan masa kini, melawan balatentara roh-roh jahat di langit.”

 

 

You know, let's say something about the book of Esther. Have you all read the book of Esther? You know, this is an interesting book. It's the only book in the Bible that does not mention the name of God. But when you read the story, there's just too many “coincidences” in order for this simply to be the result of human decisions and human events. The providence of God can clearly be seen behind the scenes.

Ellen White wrote this statement that’s found in Manuscript 51, 1899 where she speaks about what was really going on behind the scenes in the story of Esther. She wrote, "History repeats itself..." See, she realized that history repeats itself. She continues, "…The same masterful mind that plotted against the faithful in ages past is now at work to gain control of the fallen (Protestant) churches, that through them…” see, we can see the churches; but we can't see the one who is influencing the apostate churches. It's not enough for us simply to say, well, you know, “The churches are in apostasy.” We have to see who has led them into apostasy and why. So she continues saying, "…The same masterful mind that plotted against the faithful in ages past is now at work to gain control of the fallen (Protestant) churches, that through them…”  the visible organizations, “…he may condemn and put to death all who will not worship the idol Sabbath. We have not to battle with mere mortals, as it may appear. We wrestle not against flesh and blood, but against principalities, against powers, against the rulers of the darkness of this world, against spiritual wickedness in high places...” (Signs of the Times, November 8, 1899).  So there is a conspiracy behind history and the conspiracy cannot be seen with the naked eye.

 

Nah, mari kita membahas sedikit tentang kitab Ester. Apakah kalian semua sudah pernah membaca kitab Ester? Ini adalah kitab yang menarik. Ini adalah satu-satunya kitab di Alkitab yang tidak menyebut nama Allah. Tetapi ketika kita baca kisahnya, ada terlalu banyak “kebetulan” di dalamnya untuk menganggapnya sekadar hasil dari keputusan-keputusan manusia dan peristiwa-peristwa manusia. Campur tangan Allah jelas terlihat di balik layar.

Ellen White menulis pernyataan ini yang ada di Manuscript 51, 1899, di mana dia berbicara tentang apa yang sesungguhnya terjadi di balik layar di kisah Ester. Dia menulis,  “…Sejarah mengulangi dirinya sendiri…” lihat, Ellen White menyadari bahwa sejarah mengulangi dirinya sendiri. Dia melanjutkan, “…Pikiran hebat yang sama yang merencanakan konspirasi terhadap orang-orang yang setia di masa lampau sekarang sedang bekerja untuk mendapatkan kendali atas gereja-gereja (Protestan) yang murtad, supaya melalui mereka…” lihat, kita bisa melihat gereja-gereja itu, tetapi kita tidak bisa melihat dia yang sedang mempengaruhi gereja-gereja yang murtad itu. Tidak cukup bagi kita untuk sekadar berkata, “Nah, gereja-gereja itu murtad.” Kita harus melihat siapa yang  telah membawa mereka ke kemurtadan dan mengapa. Jadi Ellen White melanjutkan berkata, “…Pikiran hebat yang sama yang merencanakan konspirasi terhadap orang-orang yang setia di masa lampau sekarang sedang bekerja untuk mendapatkan kendali atas gereja-gereja (Protestan) yang murtad, supaya melalui mereka…” organisasi-organisasi yang tampak, “…dia boleh menghukum dan membunuh semua yang tidak mau menyembah Sabat berhala. Kita tidak perlu bertempur dengan manusia biasa, seperti yang terlihat. ‘Kita tidak bergumul melawan darah dan daging, tetapi melawan pemimpin-pemimpin, melawan penguasa-penguasa, melawan pemerintah-pemerintah kegelapan’ dunia ini, melawan roh-roh jahat di tempat tinggi.(Efesus 6:12)…” (Signs of the Times, November 8, 1899).  Jadi ada konspirasi di balik sejarah, dan konspirasi itu tidak bisa dilihat oleh mata telanjang.

 

 

What does the word “conspiracy” awaken in our minds? Well, I think the best way to illustrate what a conspiracy is, is by referring to the story of Judas Iscariot. You know, the Bible tells us that Judas Iscariot feigned or faked love for Jesus. He exhibited apparently his support of Christ, but behind the scenes which could not be seen, he was actually plotting to have Christ betrayed. Now, if we didn't have the Bible, we would think that Judas was just a nasty guy. But the Bible takes away the veil and shows us the conspiracy behind Judas’ feigning support for Christ and at the same time in the background plotting to betray Him.

 

Kata “konspirasi” membangkitkan apa di benak kita? Nah, menurut saya, cara terbaik untuk menggambarkan apa itu konspirasi ialah dengan mengacu kepada kisah Yudas Iskariot. Kalian tahu, Alkitab memberitahu kita bahwa Yudas Iskariot memalsukan atau berpura-pura mengasihi Yesus. Dia menunjukkan dukungannya pada Kristus, tetapi di belakang layar yang tidak terlihat, sesungguhnya dia sedang merencanakan untuk mengkhianati Kristus. Nah, andaikan kita tidak punya Alkitab, kita akan berpikir bahwa Yudas hanyalah seorang yang tidak baik. Tetapi Alkitab menyingkirkan tabirnya dan menunjukkan kepada kita konspirasi di balik kepalsuan Yudas mendukung Kristus, dan pada waktu yang sama di belakang layar sedang diam-diam merencanakan untuk mengkhianati Dia.

 

 

Let's notice several verses so that you can see the conspiracy behind visible events.

John 13:27. See who is behind Judas. There's a power behind Judas. A historian could never tell you this, because historians deal only with events that they can see, that occurred in a certain place, with certain people, in a certain way, for a certain reason. A historian simply can describe, you know, what is before the eye. But notice what it says in John 13:27. 27 Now after the piece of bread, Satan entered him...” Could a common ordinary historian write that? No. Because Satan is invisible. All you see is the impact of what Satan is doing with Judas. So it says,  “...after the piece of bread, Satan entered him. Then Jesus said to him, ‘What you do, do quickly.’” By the way, were the disciples aware that there was a conspiracy in the heart of Judas behind his feigning support for Christ? They did not have the foggiest idea, because they were looking at the history that you can see. Notice John 13:28 and 29. Speaking about the disciples, it says,28 But no one at the table knew for what reason He said this to him...” You know, “what you're going to do, do quickly." They thought that Jesus was sending him on an errand, maybe to get some bread or something. It continues saying,  “...29 For some thought, because Judas had the money box, that Jesus had said to him, ‘Buy those things we need for the feast,’ or that he should give something to the poor.” So what were the disciples looking at? They were simply looking at the history that can be seen before the naked eye. But they didn't realize that behind the scenes there was a conspiracy, feigning support for Christ visibly, but invisibly plotting to overthrow Christ. And by the way, Satan was behind it.

 

Mari kita simak beberapa ayat supaya kalian bisa melihat konspirasi di balik peristiwa-peristiwa yang tampak.

Yohanes 13:27, lihat siapa yang ada di belakang Yudas. Ada suatu kuasa di belakang Yudas. Seorang sejarahwan tidak akan pernah bisa memberitahu kita ini, karena sejarahwan hanya berurusan dengan peristiwa-peristiwa yang bisa mereka lihat, yang terjadi di suatu tempat, pada orang-orang tertentu, dengan cara tertentu, demi alasan tertentu. Seorang sejarahwan hanya bisa menulis apa yang ada di depan mata. Tetapi simak apa yang dikatakan di Yohanes 13:27, 27 Dan sesudah potongan roti itu, Setan memasuki dirinya…”  Bisakah seorang sejarahwan biasa menulis itu? Tidak, karena Setan tidak terlihat. Apa yang kita lihat adalah dampak dari apa yang dilakukan Setan kepada Yudas. Jadi dikatakan, “…sesudah potongan roti itu, Setan memasuki dirinya. Maka Yesus berkata kepadanya, ‘Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah segera.’…”  Nah, apakah para murid sadar bahwa ada konspirasi di hati Yudas di balik tindakannya memalsukan dukungan bagi Kristus? Mereka tidak tahu apa-apa, karena mereka memandang ke sejarah yang bisa dilihat mata. Simak Yohanes 13:28-29. Bicara tentang para murid, dikatakan, “…28 Tetapi tidak ada seorang pun yang duduk di meja itu tahu untuk tujuan apa Yesus mengatakan itu kepada Yudas…” “Apa yang mau kaulakukan, lakukan segera”. Mereka menyangka Yesus mengirim Yudus untuk suatu tugas, mungkin untuk membeli roti atau sesuatu. Selanjutnya dikatakan, “…29 Karena ada yang menyangka karena Yudas memegang uang kas, bahwa Yesus berkata kepadanya, ‘Belilah apa-apa yang kita perlu untuk perayaan itu’, atau bahwa dia harus memberi sesuatu kepada orang miskin.Jadi apa yang dilihat oleh para murid? Mereka hanya melihat sejarah yang bisa dilihat oleh mata telanjang. Tetapi mereka tidak menyadari bahwa di belakang layar, ada konspirasi, yang terlihat: pura-pura memberikan dukungan kepada Kristus; tetapi yang tidak terlihat: bersekongkol untuk menjatuhkan Kristus. Dan ketahuilah, Setan-lah yang ada di balik layar itu.

 

 

Notice John 6:70 and 71, how Jesus referred to Judas. John 6:70 and 71, Jesus says, 70.... ‘Did I not choose you...” speaking to “...the twelve, and one of you is a Devil?’...” Could a common ordinary historian write that? “Judas is a Devil.” No. But Jesus knew that there was somebody behind Judas encouraging Judas to do what he did. So it says,  “...‘Did I not choose you, the twelve, and one of you is a Devil?’...”  And then it explains “...71 He spoke of Judas Iscariot, the son of Simon, for it was he who would betray Him, being one of the twelve.” So was Judas an instrument of the Devil? Yes. Did the people discern that at that point? No. It was a secret conspiracy. So we have to look at the history behind history.

 

Simak Yohanes 6:70-71, bagaimana Yesus menyebut Yudas. Yohanes 6:70-71, Yesus berkata, 70 .... ‘Bukankah Aku yang telah memilih kamu…”  bicara kepada  “…yang dua belas ini, dan seorang di antaramu adalah Iblis?’…”  Bisakah seorang sejarahwan biasa menulis itu? “Yudas itu iblis.” Tidak! Tetapi Yesus tahu bahwa ada suatu sosok di belakang Yudas yang mendorong Yudas untuk melakukan apa yang dia lakukan. Jadi dikatakan,    “…‘Bukankah Aku yang telah memilih kamu yang dua belas ini, dan seorang di antaramu adalah Iblis?’…” Kemudian dijelaskan. “…71 Dia bicara tentang Yudas Iskariot, anak Simon; sebab dialah yang akan mengkhianati Yesus, seorang dari antara kedua belas itu.Jadi apakah Yudas itu alat Iblis? Ya. Apakah orang-orang menyadari itu pada saat itu? Tidak. Ini adalah konspirasi rahasia. Jadi kita harus melihat pada sejarah di belakang sejarah.

 

 

And of course in a moment we're going to say, “How can we do that? How can we see the history that we can't see?” Let's read one more the verse on Judas. John 13:2.  Here Christ explicitly says why Judas is going to betray Him. It says there, And supper being ended, the Devil...” who? The Devil  “...having already put it into the heart of Judas Iscariot, Simon’s son, to betray Him...” Was there a conspiracy? Could people discern the conspiracy? No. Did Jesus discern it? He most certainly did.

 

Dan tentu saja tak lama lagi kita akan berkata, “Bagaimana kita bisa melakukannya? Bagaimana kita bisa melihat sejarah yang tidak bisa kita lihat?” Mari kita baca satu ayat lagi tentang Yudas. Yohanes 13:2, di sini Kristus secara eksplisit mengatakan mengapa Yudas akan mengkhianatiNya. Dikatakan di sana, 2 Dan ketika makan malam sudah usai, Iblis…”  siapa? Iblis! “…telah memasukkan ke dalam hati Yudas Iskariot, anak Simon, untuk mengkhianati Dia.” Apakah ada konspirasi? Bisakah orang-orang melihat konspirasi itu? Tidak. Apakah Yesus melihatnya? Tentu saja Dia melihatnya.

 

 

Now, here's the big question. How can we fight an invisible foe? It would seem to be well nigh impossible to fight against an enemy that we can't see. But we can see it because this Book removes the veil and helps us see the history behind history. Furthermore, God has given us a great gift in the Spirit of Prophecy. If you read the book, The Great Controversy, that is not a book of history, it is a philosophy of history. What makes her book unique? She did borrow from other writers. And in the introduction to the book, she says she did. So she's not trying to hide anything. But Ellen White in The Great Controversy, what makes the book unique is that on every page she's talking about what Satan is doing and history that is transpiring as a result, is a result of what Satan is trying to do. We need to look at history that way. You know, our teachers in our universities, our teachers in our schools, they need to teach the history behind history. They need to teach that what we see in history is only the result of events and movements that are taking place behind the scenes.

 

Nah, inilah pertanyaan besarnya. Bagaimana kita bisa melawan musuh yang tidak terlihat? Itu tampaknya sangat mustahil, melawan musuh yang tidak bisa kita lihat. Tetapi kita bisa melihatnya karena Buku ini (Alkitab) menyingkirkan tabirnya dan membantu kita untuk melihat sejarah di belakang sejarah. Lebih jauh, Allah telah memberi kita karunia besar dalam Roh Nubuat. Jika kita membaca buku The Great Controversy ~ ini bukan buku sejarah, ini adalah filosofi dari sejarah. Apa yang membuat buku Ellen White ini unik? Dia memang mengutip dari penulis-penulis lain. Dan di kata pengantar buku itu dia mengatakan bahwa dia melakukan itu. Jadi dia tidak berusaha untuk menyembunyikan apa-apa. Tetapi Ellen White di The Great Controversy, apa yang membuat buku itu unik ialah di setiap halamannya Ellen White bicara tentang apa yang dilakukan Setan dan sejarah yang terjadi sebagai akibatnya, itu adalah akibat dari apa yang Setan berusaha lakukan. Kita harus melihat sejarah dengan cara itu. Kalian tahu, dosen-dosen kita di universitas-universitas kita, guru-guru kita di sekolah-sekolah kita, mereka perlu mengajarkan sejarah di belakang sejarah. Mereka perlu mengajarkan bahwa apa yang kita lihat di sejarah itu hanyalah akibat dari peristiwa-peristiwa dan gerakan-gerakan yang terjadi di belakang layar.

 

 

So, the book Great Controversy, it shouldn't surprise us that Satan tried to kill Ellen White. You've heard the story, undoubtedly. Ellen White went to a funeral in Lovett’s Grove, it's Bowling Green today, Ohio. And at the funeral, God gave her a vision, a two-hour vision of the great controversy theme from beginning to end. It was only a sketch. Later on, the Lord would give her additional visions to fill in the gaps. But,  she received that vision two hours long. And when she came out of vision after the funeral, she and her husband were going back to Battle Creek where they lived, on the train, and they decided to stop at the Palmers’ residence. The Palmers were good friends of the Whites. And Ellen White there suddenly felt a very strong sensation on one side of her body. She had a stroke and after that she was only able to write one page, and then she had to rest three days, and write another page. Because she had been talking with her husband on the train ride back to Michigan about the need to publish what she had seen in the vision, which would be the original Great Controversy which is Spiritual Gifts. The book Spiritual Gifts is the first Great Controversy vision. You can still get those little books written by Ellen White. And so she had a stroke. Couple of months later, God showed her that at the Palmer residence, it was the plan of Satan to kill her because of the book that she was going to write. But the Lord spared her, and she regained her health, and she was able to write freely. And of course, the book Great Controversy that we have today is the greatest expansion of all of the visions that God gave Ellen White.

 

Jadi tentang buku The Great Controversy, kita tidak seharusnya heran bahwa Setan berusaha membunuh Ellen White. Tidak diragukan kalian tentu sudah tahu kisahnya. Ellen White pergi ke sebuah acara pemakaman di Lovett’s Grove, hari ini namanya Bowling Green, di Ohio. Dan di acara itu Allah memberinya sebuah penglihatan, selama dua jam lamanya penglihatan itu, dan temanya adalah pertentangn besar dari awal hingga akhir. Pada waktu itu hanya garis besarnya. Belakangan, Tuhan memberinya penglihatan-penglihatan tambahan untuk mengisi kekurangan-kekurangannya. Tetapi saat itu Ellen White menerima penglihatan itu selama dua jam. Dan ketika dia keluar dari penglihatan itu setelah acara pemakaman itu, dia dan suaminya sedang dalam perjalanan pulang ke Battle Creek, di mana mereka tinggal, naik kereta api, dan mereka memutuskan untuk mampir di rumah keluarga Palmer. Keluarga Palmer adalah teman-teman baik dari keluarga White. Dan tiba-tiba Ellen White merasakan rangsangan yang sangat kuat di satu sisi dari tubuhnya. Dia mengalami stroke dan setelah itu dia hanya bisa menulis satu halaman, lalu dia harus beristirahat selama 3 hari sebelum dia bisa menulis satu halaman yang lain. Karena di kereta api dalam perjalanan pulang ke Michigan, Ellen White berbicara dengan suaminya bahwa apa yang telah dilihatnya dalam penglihatan harus diterbitkan. Itulah Great Controversy yang asli, yang waktu itu diberi judul Spiritual Gifts. Buku Spiritual Gifts adalah penglihatan pertama Great Controversy. Kalian masih bisa mendapatkan buku-buku kecil itu yang ditulis oleh Ellen White. Jadi dia kena stroke. Dua bulan kemudian, Allah menunjukkan kepadanya bahwa ketika dia berada di rumah keluarga Palmer, Setan merencanakan untuk membunuhnya karena buku yang mau ditulisnya. Tetapi Tuhan menyelamatkan dia, dan dia kemudian pulih, dan dia bisa menulis dengan bebas. Dan tentu saja buku The Great Controversy yang kita miliki sekarang adalah perluasan yang paling lengkap dari semua penglihatan yang Allah berikan kepada Ellen White.

 

 

And once again, the book takes away the veil like the book of Revelation does, and shows us the real controversy behind the controversies that take place in history. In the book Colporteur Ministry, it's a book that she wrote for literature evangelists page 127, she wrote this about The Great Controversy, The Great Controversy should be very widely circulated. It contains the story of the past, the present, and the future. In its outline of the closing scenes of this earths history, it bears a powerful testimony in behalf of the truth. I am more anxious to see a wide circulation for this book than for any others I have written; for in The Great Controversy, the last messsage of warning to the world is given more distinctly than in any of my other books.” (Letter 281, 1905).

 

Dan sekali lagi buku itu menyingkapkan tabir seperti kitab Wahyu, dan menunjukkan kepada kita pertentangan yang sesungguhnya di belakang pertentangan-pertentangan yang terjadi dalam sejarah. Di buku Colporteur Ministry hal. 127, buku yang ditulis  Ellen White untuk para penginjil literatur, dia menulis ini tentang buku The Great Controversy, “…Buku The Great Controversy harus dibagikan secara sangat luas. Ini berisikan kisah masa lampau, masa kini, dan masa depan. Dalam garis besarnya tentang adegan-adegan penutup sejarah dunia ini, dia menyampaikan kesaksian yang kuat tentang kebenaran. Aku lebih rindu melihat sirkulasi yang luas dari buku ini daripada buku-buku lainnya yang pernah aku tulis, karena di The Great Controversy, pekabaran peringatan yang terakhir kepada dunia ini, diberikan lebih jelas daripada di buku-bukuku yang lain mana pun.”  (Letter 281, 1905).

 

 

In another quotation, Manuscript 31, 1890, she wrote, "The results of the circulation of this book, The Great Controversy, are not to be judged by what now appears. By reading it, some souls will be aroused and will have courage to unite themselves at once with those who keep the Commandments of God…" In other words, some people right after they get the book, they read it, they say, "Wow, this is wonderful." And they embrace the truth. But then she speaks of another group. “...But a much larger number who read it will not take their position until they see the very events taking place that are foretold in it...”  when Sunday starts being agitated, they say, "Oh, I remember that Seventh Day Adventist evangelist talking about Sunday and now it's taking place." And so then they'll read more carefully The Great Controversy and they'll embrace the truth. She continues, “...The fulfillment of some of the predictions will inspire faith that others also will come to pass, and when the earth is lightened with the glory of the Lord...” that's the Loud Cry,  “...in the closing work, many souls will take their position on the Commandments  of God as the result of this agency.”  (Manuscript 31, 1890, Colporteur Ministry 128-129).

 

Di kutipan yang lain, Manuscript 31, 1890, Ellen White menulis,  “…Hasil dari diedarkannya buku The Great Controversy ini, jangan dinilai menurut apa yang terjadi sekarang. Beberapa orang, dengan membacanya, akan dibangunkan dan akan memiliki keberanian untuk segera bergabung dengan mereka yang memelihara Perintah-perintah Allah…”  Dengan kata lain, ada orang-orang yang segera setelah mendapat buku itu, akan membacanya, dan mereka berkata, “Wow, ini bagus sekali!” Dan mereka lalu menerima kebenarannya. Tetapi Ellen White kemudian bicara tentang kelompok yang lain.  “…Tetapi ada jumlah yang lebih besar yang membacanya, yang tidak akan mengambil posisi mereka hingga mereka melihat peristiwa-peristiwa yang sama yang diramalkan di dalam buku itu, benar-benar terjadi…”  ketika hari Minggu mulai diributkan, mereka berkata, “O, aku ingat penginjil MAHK itu pernah bicara tentang hari Minggu dan sekarang itu benar-benar terjadi.” Maka mereka akan membaca buku The Great Controversy dengan lebih seksama, dan mereka akan menerima kebenarannya. Ellen White melanjutkan, “…Digenapinya beberapa hal yang diprediksikan akan menimbulkan iman sehingga orang-orang lain juga akan datang, dan ketika bumi diterangi oleh kemuliaan Tuhan…”  inilah Seruan Nyaring,  “…dalam pekerjaan  penutup, banyak jiwa akan mengambil posisi mereka di pihak Perintah-perintah Allah sebagai hasil dari sarana ini…” (Manuscript 31, 1890, Colporteur Ministry 128-129).

 

 

So, you know, we distribute the book Steps to Christ, it's a wonderful book. And we distribute Desire of Ages, that's also a wonderful book. But Ellen White stated that The Great Controversy needs to go out like the leaves of autumn. And she even says that for some people they'll take the book and they'll put it on their bookcase and they won't give it another look until the Holy Spirit tells them, “Now's the time!” And they will not only embrace the truth, but they will become champions in proclaiming the truth.

 

Jadi kalian tahu, kita mendistribusikan buku Steps to Christ, sebuah buku yang sangat bagus. Dan kita membagikan buku Desire of Ages, itu juga buku yang sangat bagus. Tetapi Ellen White menyatakan bahwa The Great Controversy harus disebarkan seperti daun yang berguguran di musim gugur. Dan dia bahkan berkata bahwa bagi beberapa orang, mereka akan mengambil buku itu dan akan meletakkannya di rak buku mereka dan mereka tidak akan mendingusnya sama sekali hingga Roh Kudus memberitahu mereka, “Sekarang inilah waktunya!” Dan mereka tidak hanya akan menerima kebenarannya, mereka bahkan akan menjadi jawara dalam menyampaikan kebenaran itu.

 

 

So what's my point? My point is that Daniel and Revelation take away the veil so that we can see the history behind history. The book Great Controversy, the genius of the book Great Controversy is that on every single page, Ellen White is telling why Satan is doing behind the scenes what we can see. So, we need to read history with enlightened eyes.

You say, "Oh, wars and rumors of wars”, you know, “pestilence and hunger”, and  you know, “riots and all those things. Why is this happening?"

Well, Ellen White explains, and I'm coming to this a little bit later, she says, "Because ultimately, Satan, when things get really bad, he's going to blame God's people." All these things, all these wars and pestilences and everything have one purpose, and that is to eventually say, “The Lord is angry because Sunday is not being kept. And we have this little group that insists on being rebellious. They don't obey the laws of the land. And therefore, if we can get rid of them, God is going to favor us again.”

 

Jadi apa poin saya? Poin saya adalah Daniel dan Wahyu menyingkirkan tabirnya sehingga kita bisa melihat sejarah di belakang sejarah. Buku The Great Controversy, hebatnya buku The Great Controversy ialah, di setiap halaman, Ellen White menceritakan mengapa Setan melakukan di balik layar apa yang tidak bisa kita lihat. Maka kita perlu membaca sejarah dengan mata yang dicerahkan.

Kalian berkata, “Oh, perang-perang dan berita tentang peperangan”, “wabah dan kelaparan”, dan “kerusuhan dan segala hal itu. Mengapa ini terjadi?”

Nah, Ellen White menjelaskan dan nanti sebentar saya akan bahas, Ellen White berkata, “Karena pada akhirnya, ketika kondisi sudah benar-benar buruk, Setan akan menyalahkan umat Allah. Semua hal ini, perang-perang dan wabah-wabah, dan segalanya itu hanya punya satu tujuan, yaitu untuk akhirnya berkata, “Tuhan marah karena hari Minggu tidak dipelihara. Dan ada satu kelompok kecil ini yang ngotot terus memberontak. Mereka tidak mau mematuhi hukum negara. Dan oleh karena itu, jika kita boleh menyingkirkan mereka, Allah akan baik lagi kepada kita.”

 

 

By the way, it's not a new argument. Who did the people persecute in the days of Elijah? The king said, "Oh, you troubler of Israel. All these problems have come because of you." Tell me one prophet that the people ever loved. One true prophet that the people ever loved. You want to give me one? There's none. Why? Because the prophets, true prophets, ruffle feathers. True prophets tell it like it is. And people want to continue living in their sins. And so the best way instead of letting the Holy Spirit change their life, what they do is try and crucify the prophet. And they think that by getting rid of the prophet, they're getting rid of the problem, but they're not really getting rid of the problem at all.

 

Nah, ini bukan argumentasi yang baru. Siapa yang dipersekusi di zaman Elia? Rajanya berkata, “Oh, ‘Engkaukah dia yang menyusahkan Israel?’ Semua masalah ini timbul gara-gara kamu.” Sebutkan satu nabi yang pernah dikasihi oleh orang-orang, satu nabi sejati yang pernah dikasihi orang. Kalian mau menyebutkan satu nama? Tidak ada. Mengapa? Karena nabi-nabi yang sejati, membuat orang kesal. Nabi-nabi yang sejati bicara apa adanya. Dan orang-orang mau melanjutkan hidup dalam dosa-dosa mereka. Maka cara yang terbaik, gantinya mengizinkan Roh Kudus mengubahkan hidup mereka, apa yang mereka lakukan ialah mencoba membunuh si nabi. Dan mereka menyangka dengan menyingkirkan si nabi, mereka menyingkirkan masalahnya, tetapi sebenarnya mereka sama sekali tidak menyingkirkan masalahnya.

 

 

Now, I want you to notice this statement in the book Education page 173. This is an important statement because she's referring to the history behind history that we can only read with enlightened eyes. See, I can't read these pages without my glasses. Everything's blurry. But when I put on my glasses, I can read perfectly. And so it is with history. When we look at history, if we don't do it through the Bible and the Spirit of Prophecy, everything's blurry. But when we take the Bible, Daniel, Revelation, and we take the Spirit of Prophecy, The Great Controversy, we say, "Oo, I can see clearly now. I can see what is transpiring behind the scenes. Why Satan is doing what he's doing."

 

Nah, saya mau kalian memperhatikan pernyataan ini di buku Education hal. 173.  Ini adalah pernyataan yang penting karena Ellen White mengacu kepada sejarah di belakang sejarah yang hanya bisa kita lihat dengan mata yang telah dicerahkan. Lihat, saya tidak bisa membaca halaman-halaman ini tanpa kacamata saya. Semuanya buram. Tetapi ketika saya memakai kacamata saya, saya bisa membacanya dengan sempurna. Begitu juga dengan sejarah. Ketika kita memandang sejarah, jika kita tidak melihatnya melalui Alkitab dan Roh Nubuat, semuanya buram. Tetapi bila kita pakai Alkitab, Daniel, Wahyu, dan kita pakai Roh Nubuat, The Great Controversy, kita berkata, “Oo, saya bisa melihat dengan jelas sekarang. Saya bisa melihat apa yang terjadi di balik layar, mengapa Setan melakukan apa yang dilakukannya.”

 

 

Notice this statement, this is 173 Education. In the annals of human history...” the annals mean the records, the books.  “...In the annals of human history the growth of nations, the rise and fall of empires, appear...” that's the key word. Once again,  “....In the annals of human history the growth of nations, the rise and fall of empires, appear as dependent on the will and prowess of man...” Is that true? Powerful nations. Why do they rise? Well, because they have better weapons. They have more intelligent individuals. They have more resources. That's the way you people usually explain it. And she says they appear to depend on the will and prowess of man. “...The shaping of events seems,...”  see, first of all she says, “appear” now she says  “...seems to a great degree, to be determined by his...” man's  “...power, ambition, or caprice...” now if you look at history simply as it's being written, it appears that it's because of the prowess and the  greatness of man, like Nebuchadnezzar, “Isn't this great Babylon that I have built with my power, for my glory?” And if you look at Nebuchadnezzar's kingdom, you say, “You know, he brought about this great kingdom.” But the Lord taught him a great lesson. He says, "Oh, really? You're going to be a vegan for seven years." [Laughter] And by the way, it did him well because after seven years, he had a much clearer mind. I'm not making a point of it. But in that story, we find very clearly what is happening behind the scenes that God is in control. And God teaches rulers, “I'm in control”. And Ellen White says, that the pearl of reason that God gave Nebuchadnezzar, He removed the pearl of reason and he thought that he was an animal. She continues writing,  “...But in the Word of God...” see?   “...In the annals of human history, the growth of nations, the rise and fall of empires, appear as dependent on the will and prowess of man. The shaping of events seems, to a great degree, to be determined by his power, ambition, or caprice. But in the Word of God the curtain is drawn aside, and we behold,...” remember these words,   “...we behold behind, above, and through  all  the  play  and  counterplay  of  human  interests  and  power  and passions, the agencies of the all-merciful One, silently, patiently working out the counsels of His own will.”

 

Simak pernyataan ini di Education hal.173. “…Dalam catatan sejarah manusia…”  catatan artinya rekornya, kitab-kitab.  “…Dalam catatan sejarah manusia, berkembangnya bangsa-bangsa, kemunculan dan jatuhnya kekaisaran-kekaisaran, tampaknya…”  ini sebuah kata kunci. Sekali lagi, “…Dalam catatan sejarah manusia, berkembangnya bangsa-bangsa, kemunculan dan jatuhnya kekaisaran-kekaisaran, tampaknya tergantung pada kemauan dan keahlian manusia…” apakah ini benar? Bangsa-bangsa yang kuat, mengapa mereka bangkit? Nah, karena mereka punya senjata yang lebih baik, mereka punya orang-orang yang lebih inteligen, mereka punya lebih banyak sumber daya. Begitulah biasanya manusia menjelaskannya. Dan Ellen White berkata mereka tampaknya bergantung pada kemauan dan keahlian manusia.   “…Terbentuknya peristiwa-peristiwa sepertinya…”  lihat, pertama tadi Ellen White mengatakan “tampaknya”, sekarang dia berkata,    “…sepertinya  sangat ditentukan oleh kekuatan, ambisi, atau suasana hati manusia. …”  Nah, jika kita memandang sejarah semata-mata sebagaimana tertulis, akan tampak itu terjadi karena keahlian dan kehebatan manusia. Seperti Nebukadnezar, “…‘Bukankah itu Babel yang besar ini, yang telah aku bangun dengan kuasaku yang besar, untuk .... kehormatan akan kemuliaanku?’” (Daniel 4:30) Dan jika kita lihat kerajaan Nebukadnezar, kalian berkata, “Memang benar dialah yang telah mendirikan kerajaan yang besar ini.” Tetapi Tuhan mengajarkan padanya pelajaran yang luar biasa. Tuhan berkata, “Masa? Kamu akan menjadi vegan selama tujuh tahun!” Nah, dan itu ternyata berhasil baik baginya karena setelah tujuh tahun pikirannya jauh lebih jernih. Saya tidak menekankan poin ini. Tetapi dalam kisah ini, kita dapati dengan sangat jelas apa yang terjadi di belakang layar, bahwa Allah yang memegang kendali. Dan Allah mengajarkan kepada para penguasa, “Aku yang memegang kendali!”. Ellen White berkata bahwa akal sehat yang telah Allah berikan Nebukadnezar Dia singkirkan dan  Nebukadnezar mengira dirinya adalah seekor binatang. Ellen White melanjutkan menulis, “…Tetapi dalam Firman Allah…” lihat? “…Dalam catatan sejarah manusia, berkembangnya bangsa-bangsa, kemunculan dan jatuhnya kekaisaran-kekaisaran, tampaknya tergantung pada kemauan dan keahlian manusia. Terbentuknya peristiwa-peristiwa sepertinya sangat ditentukan oleh kekuatan, ambisi, atau suasana hati manusia.  Tetapi dalam Firman Allah, tirainya dikuakkan dan kita melihat…”  ingat kata-kata ini,   “…kita melihat  di belakang, di atas, dan dalam semua langkah permainan dan kontra permainan antara kepentingan, kekuasaan, dan nafsu manusia; adanya campur tangan Dia yang mahamurah, dengan diam-diam dan sabar, mengerjakan tujuan kehendakNya sendiri.”

 

 

Powerful statement. Man seems to be great, but it says that in the Bible the curtain is drawn aside and we behold behind, above, and through all the play and counterplay of human interests, and power, and passions, the agencies of the All Merciful One silently, patiently, working out the counsels of His own will. You would never know that unless you had the Bible. You would never know that unless you had the Spirit of Prophecy, that there is a Power behind the scenes that is greater than the power of Satan, and a Power that ultimately will prevail.

 

Pernyataan yang luar biasa. Manusia tampaknya hebat, tetapi dikatakan di Alkitab bahwa tirainya disibakkan dan kita melihat, di belakang, di atas, dan melalui semua dinamika langkah permainan dan kontra-permainan antara kepentingan, kekuasaan, dan nafsu manusia, adanya campur tangan Yang Mahamurah yang dengan diam-diam, dengan sabar, mengerjakan tujuan dari kehendakNya sendiri. Kita tidak akan pernah tahu itu, kecuali kita punya Alkitab. Kita tidak akan pernah tahu itu kecuali kita punya Roh Nubuat, bahwa ada Kekuasaan di belakang layar yang lebih kuat daripada kuasa Setan, Kekuasaan yang pada akhirnya akan menang.

 

 

Now I want to dwell for a few moments on the expression that Ellen White uses “play  and  counterplay  of  human  interests  and  power  and passions”.

“Play and counterplay” that has to do with a game, right? You play and then the other player counterplays. So I like to compare history with a game of chess. I don't play chess because it's too complicated for my mind, you know. I can only play a game where you move forward, not to the sides. Way too complicated for my mind. But I want you to imagine a game of chess. By the way, is history very complicated? You think history is complicated? Oh, extremely complex.

 

Sekarang saya mau membahas beberapa saat lamanya tentang ungkapan yang dipakai Ellen White, yaitu  “langkah permainan dan kontra permainan antara kepentingan, kekuasaan, dan nafsu manusia”.

“langkah permainan dan kontra permainan” itu ada kaitannya dengan sebuah permainan, bukan? Kita membuat langkah, lalu pemain yang lain membuat langkah balasan. Jadi saya mau membandingkan sejarah dengan sebuah permainan catur. Saya tidak main catur karena itu terlalu rumit untuk pikiran saya. Saya hanya bisa bermain di mana kita hanya bergerak maju, tidak ke samping. Jauh terlalu rumit bagi pikiran saya. Tetapi saya mau kalian membayangkan suatu permainan catur. Nah, apakah sejarah itu rumit? Menurut kalian apakah sejarah itu rumit? Oh, sangat kompleks.

 

 

You say, "How is God going to get out of this one?" And “Why is Satan doing this?”

So, I want you to imagine a game of chess where God is sitting on one side of the table and Satan is se seated on the other side of the table, and you have the chessboard and you have the pawns. The movement of the pawns are the movements of history, the events of human history.

So God says to Satan, “I'll give you the first move.”

And so then Satan makes a move.

And God says, "Okay, you've moved. Now it's My turn." So then God moves to counteract what Satan has done.

And Satan says, "Oh, I wish I knew He was going to do that." But then he maneuvers and he finds a way to bypass it. He makes a move.

And then God says, "Okay, My turn." So then God moves.

And so history progresses like that. Play and counterplay. Of course, the ultimate purpose of the game of chess is to put the other  player at check and eventually checkmate, right? And so you have history, the events of history, God playing, Satan counteracting, Satan playing, God counteracting. But here's the beautiful point. Satan can't win. Because before the game starts, God already knows all the moves he's going to make. How would you like to play a game of chess if you already knew all the moves the other player was going to make? There's no chance you could lose. Satan has to guess how God is going to move. And when you have to guess, you make mistakes. And we're going to see that. I'm just giving you the philosophical point now.

 

Kalian berkata, “Bagaimana Allah bisa lolos dari yang satu ini?” Dan “Mengapa Setan melakukan ini?”

Jadi saya mau kalian membayangkan suatu permainan catur di mana Allah duduk di satu sisi meja dan Setan duduk di sisi yang lainnya, dan ada papan catur, dan ada pion-pionnya. Gerakan dari pion-pion itu adalah gerakan sejarah, perisitiwa-peristiwa dalam sejarah manusia.

Maka Allah berkata kepada Setan, “Aku beri kamu giliran yang pertama.”

Jadi Setan membuat satu langkah.

Dan Allah berkata, “Oke, kamu sudah bergerak, sekarang giliranKu.” Jadi Allah melangkah untuk mengkontra apa yang telah dilakukan Setan.

Dan Setan berkata, “Wah, andaikan aku tahu Dia akan melakukan itu.” Tetapi kemudian dia memanuver dan dia menemukan jalan untuk menghindarinya. Dia mengambil langkah lagi.

Kemudian Allah berkata, “Oke, giliranKu.” Jadi Allah mengambil langkah.

Dan seperti itulah sejarah berkembang. Langkah dan kontra-langkah. Tentu saja, tujuan akhir dari permainan catur itu ialah mengurung lawannya dan pada akhirnya membuatnya tidak bisa bergerak, benar? Maka itulah sejarah, peristiwa-peristiwa dalam sejarah, Allah mengambil langkah, Setan mengkontra. Setan mengambil langkah, Allah mengkontra. Tapi inilah poin yang indah: Setan tidak bisa menang. Karena sebelum permainan itu dimulai, Allah sudah tahu semua langkah yang akan dibuat Setan. Maukah kalian main catur jika kalian sudah tahu semua langkah yang akan dibuat lawan? Tidak mungkin kalian bisa kalah. Setan harus menebak bagaimana Allah akan melangkah. Dan bila kita harus menebak, kita bisa bikin kesalahan. Dan kita akan melihat ini. Saya sekarang hanya memberi kalian poin filosofisnya.

 

 

We're going to go through the Bible and I'm going to show you, I'm going to illustrate with real life situations, everything that we're talking about as we begin our study. So, Satan cannot win. It's impossible because he has to guess how God is going to move. Let me give you an example, and we're going to look at several examples from the Old Testament. And then in our second session we're going to look at several examples from the New Testament because the second presentation is just a continuation and a conclusion of what we're studying now.

 

Kita akan memeriksa Alkitab dan saya akan menunjukkan kepada kalian, saya akan mengilustrasikan dengan situasi-situasi kehidupan nyata segala yang kita bicarakan ini, dari awal pelajaran kita. Jadi Setan tidak bisa menang. Mustahil baginya karena dia harus menebak bagaimana Allah akan melangkah. Saya akan memberikan contoh, dan kita akan menyimak beberapa contoh dari Perjanjian Lama. Kemudian di sesi kedua kita akan menyimak beberapa contoh dari Perjanjian Baru karena presentasi kedua adalah kelanjutan dan konklusi dari apa yang kita pelajari sekarang.

 

 

You remember that God told Abram ~ he wasn't Abraham yet, he was Abram ~ in Genesis chapter 15, God said, "Your descendants will go to a nation that is not theirs and they will be enslaved there and after 400 years they will return once again to their land to Canaan." Now there's an interesting detail there and that is that God did not mention the nation. He said they will be taken to a land that is not theirs. Did God know where they were going to go? Did God know they were going to go to Egypt? Yes. Yeah. Did He know they were going to spend 400 years there? That at the end of 400 years they were going to return once again to Canaan with great riches? Yes. God knew that. Why didn’t He say, you know, “Your descendants are going to be taken to Egypt where they'll spend 400 years in bondage and then they'll be delivered to go back to their land with great riches”? Because God already knew how Satan was going to play. Let me explain how.

 

Kalian ingat Allah memberitahu Abram ~ waktu itu dia belum bernama Abraham, dia masih Abram ~ di Kejadian pasal 15, Allah berkata, 13 .... keturunanmu akan menjadi orang asing di negeri yang bukan kepunyaan mereka, dan akan menghamba kepada mereka, dan mereka akan menganiaya mereka empat ratus tahun lamanya 14 ... dan sesudah itu mereka akan keluar ... dan kembali ke tanah mereka di Kanaan.” Nah, ada detail yang menarik di sini dan itu ialah Allah tidak menyebut nama bangsa itu. Dia berkata bahwa mereka akan dibawa ke sebuah tanah yang bukan milik mereka. Apakah Allah tahu ke mana mereka akan pergi? Apakah Allah tahu mereka akan ke Mesir? Ya. Apakah Dia tahu bahwa mereka akan melewatkan 400 tahun di sana? Bahwa di akhir 400 tahun itu mereka akan kembali lagi ke Kanaan dengan banyak harta? Ya. Allah sudah tahu itu. Mengapa Allah tidak berkata, “Keturunanmu akan dibawa ke Mesir di mana mereka akan hidup 400 tahun dalam perbudakan dan kemudian mereka akan diselamatkan kembali ke tanah mereka dengan banyak harta”? Karena Allah sudah tahu langkah apa yang akan diambil Setan. Saya akan menjelaskan bagaimana.

 

 

If God had identified the land as Egypt, he would have never exported Joseph to Egypt, right? Because the Devil's not a dummy, you know, he's a super smart. He can read between the lines. But Satan had no idea that by getting Joseph's brothers to hate him and by exporting him to Egypt and thinking that he had gotten rid of Joseph, that by exporting him, God was making it possible for Jacob's whole family to go to Goshen. By the way it was providential that God could not leave them in the promised land, because they had not grown. They were small, and those nations were powerful, they would not be able to overcome those nations. And furthermore, if they spread out in the land of Canaan, they would have embraced the idolatry of Canaan. So God says, “I'm going to export them to Egypt” and they end up in Goshen, which was isolated from the Egyptians, because the Egyptians could not stand to be in the presence of shepherds. And so to a great degree they were shielded from idolatry. See how God is working? Did God already know that there was going to be a famine for seven years? Yes. So what does God do? He says, "Oh, I'll export Joseph to Egypt. And that way I'll save the seed from whom the Messiah will come. And also after 400 years, I'm going to take them back to the land with great riches.” God already knew all that and He knew how Satan was going to work. Are you following? Are you following how this is a play and a counterplay? And by the way, Joseph three times at the end of the story when he identifies himself to his brothers, he says, "Don't cry. The Lord sent me here before you to save a posterity for you.” He says three times there in Genesis chapter 45. So and by the way our lessons this next quarter are on Exodus. Why do you suppose the Devil, do you think the Devil was the one who hardened Pharaoh's heart? Do you think the Devil was involved in Pharaoh's, how would I say, in being so determined to not let the people go? Was that Pharaoh or was that Satan influencing the mind of Pharaoh? What Satan is saying is, “God got me. I didn't quite understand why, you know, exporting Joseph to Egypt was the wrong idea, but now I'm not going to allow the second part of that prophecy to be fulfilled. I'm going to keep them here. They're not going to go back to their land.” That's the way you read history with enlightened eyes. looking at what Satan's objective is and what God's objective would be.

 

Andaikan Allah mengidentifikasikan negeri itu sebagai Mesir, Setan tidak akan pernah mengekspor Yusuf ke Mesir, benar? Karena Iblis tidak tolol, dia sangat cerdik. Dia bisa membaca apa yang tersirat. Tetapi Setan tidak tahu bahwa dengan membuat saudara-saudara Yusuf membencinya, dan dengan mengeskpor Yusuf ke Mesir dan menganggap dia sudah menyingkirkan Yusuf dengan mengekspornya, Allah menjadikannya mungkin bagi seluruh keluarga Yusuf untuk pergi ke Gosyen. Nah, adalah kehendak Allah untuk tidak meninggalkan mereka berada di tanah perjanjian karena pada waktu itu mereka belum bertumbuh. Jumlah mereka sedikit, dan bangsa-bangsa di sana kuat-kuat, mereka tidak akan sanggup mengalahkan bangsa-bangsa itu. Dan apalagi jika mereka menyebar di tanah Kanaan, mereka akan memeluk berhala Kanaan. Karena itu Allah berkata, “Aku akan mengirim mereka ke Mesir” dan mereka berakhir di Gosyen, yang terpisah dari bangsa Mesir, karena orang-orang Mesir tidak tahan berada di dekat para gembala. Maka untuk bagian terbesar dari waktu itu mereka terlindung dari penyembahan berhala. Lihat bagaimana Allah bekerja? Apakah Allah sudah tahu bahwa akan ada kelaparan selama tujuh tahun? Ya. Jadi apa yang dilakukan Allah? Dia berkata, “Oh, Aku akan mengekspor Yusuf ke Mesir. Dengan cara itu Aku menyelamatkan benih dari mana Sang Messias akan lahir. Dan setelah 400 tahun Aku akan membawa mereka kembali ke tanah Kanaan dengan banyak harta.” Allah sudah tahu semua itu dan Dia sudah tahu bagaimana Setan akan bekerja. Apakah kalian mengikuti? Apakah kalian mengikuti bagaimana ini adalah sebuah langkah yang diambil dan balasannya? Dan Yusuf tiga kali pada akhir kisah itu ketika dia membuka jatidirinya kepada saudara-saudaranya, dia berkata, 5 janganlah bersusah hati atau menyesali diri bahwa kamu telah menjual aku kemari, sebab Allah yang telah mengutus aku untuk mendahului kamu…(Kejadian 45:5) untuk menyelamatkan keturunan bagimu.” Yusuf berkata demikian tiga kali di Kejadian pasal 45. Nah, kebetulan pelajaran kita kuartal ini adalah tentang Keluaran. Menurut kalian apakah Iblis yang mengeraskan hati Firaun? Menurut kalian, apakah Iblis terlibat kekerasan hati Firaun untuk tidak mau mengizinkan bangsa Israel pergi? Apakah itu berasal dari Firaun sendiri atau Setan yang mempengaruhi pikiran Firaun? Apa yang dikatakan Setan ialah, “Aku telah kena jebakan Allah. Aku tidak terlalu paham mengapa mengirim Yusuf ke Mesir adalah gebrakan yang salah, tetapi sekarang aku tidak akan membiarkan bagian kedua dari nubuatan itu digenapi. Aku akan menahan bangsa Israel di sini. Mereka tidak akan boleh kembali ke tanah mereka.” Beginilah kita membaca sejarah dengan mata yang dicerahkan, melihat apa objektif Setan dan apa yang akan menjadi objektif Allah.

 

 

Now let's go to Isaiah 46:9-11. What distinguishes the true God from all false pretenders? There's one characteristic that identifies the true God which the false gods can never measure up to. Isaiah 46:9-11 says, 9 Remember the former things of old...” here God is speaking.  “...For I am God, and there is no other. I am God, and there is none like Me...” What gives God the right to say that? To say “I am God, there is no other. I am God and there's none like me”? Here comes the reason why He's greater than all the false pretenders.   “...10    declaring the end from the beginning, and from ancient times things that are not yet done...” God is omnisient. Let me ask you, did God already know the entire history of the world before the world was created? Did He know all the moves that Satan was going to make? Yes. By the way, God would not have made the plan of Jesus to be crucified, but He knew that Satan was going to work on the people to crucify Christ. And so what God does is, He counteracts what Satan does, because He gives certain leeway to Satan to act, right? But ultimately God's purpose is fulfilled, even when Satan puts obstacles in the way. I don't believe that it was the purpose of God, the original purpose of God that Jesus would have been taken and crucified. And you know, I don't think that that was God's plan. It was Satan's plan. You can tell that those who crucified Christ, they were demon-possessed and God knew it. So God counteracted everything that Satan was doing. He took the bad that Satan was doing and He made good come out of it. Are you following me or not? Because God knows the end from the beginning. And so it says,   “...10    declaring the end from the beginning, and from ancient times things that are not yet done saying, 'My counsel...” the word “counsel” means “plan”, "My plan”  “... shall stand, and I will do all  My pleasure,' 11 Calling a bird of prey from the east, the man who executes My counsel, from a far country. Indeed, I have spoken it; I will also bring it to pass; I have purposed it, I will also do it.”

 

Nah, mari ke Yesaya 46:9-11. Apa yang membedakan antara Allah yang asli dari semua yang palsu? Ada satu karakteristik yang mengidentifikasi Allah yang benar yang tidak bisa ditandingi oleh ilah-ilah palsu. Yesaya 46:9-11 berkata, 9 Ingatlah hal-hal di zaman dahulu…” di sini Allah yang berbicara, “…karena Akulah Allah dan tidak ada yang lain, Akulah Allah, dan tidak ada yang seperti Aku,…” Apa yang membuat Allah berhak berkata seperti itu? Mengatakan  “…Akulah Allah dan tidak ada yang lain, Akulah Allah, dan tidak ada yang seperti Aku,…” Ini alasannya mengapa Allah lebih besar daripada semua penyamar palsu, “…10 mendeklarasikan yang akhir dari permulaan, dan dari zaman dahulu hal-hal yang belum terjadi,…”  Allah itu mahatahu. Coba saya tanya, apakah Allah sudah tahu seluruh sejarah dunia sebelum dunia diciptakan? Apakah Dia sudah tahu semua langkah yang akan dibuat Setan? Ya. Nah, Allah tidak akan membuat rencana untuk menyalibkan Yesus, tetapi Dia tahu bahwa Setan akan bekerja pada manusia-manusia untuk menyalibkan Kristus. Maka apa yang dilakukan Allah ialah Dia mengkontra apa yang dilakukan Setan, karena Dia memberi kesempatan tertentu kepada Setan untuk bertindak, benar? Namun pada akhirnya tujuan Allah digenapi, walaupun ketika Setan meletakkan halangan-halangan di jalan. Saya tidak percaya itu adalah tujuan asli Allah agar Yesus ditangkap dan disalibkan. Menurut saya itu bukan rencana Allah. Itu rencana Setan. Kita bisa melihat mereka yang menyalibkan Kristus mereka itu kesurupan, dan Allah tahu itu. Maka Allah mengkontra segala yang dilakukan Setan. Dia mengambil yang jahat yang dilakukan Setan, Dia jadikan yang keluar hasilnya baik. Apakah kalian mengikuti saya atau tidak? Karena Allah tahu akhirnya dari awal. Maka dikatakan, “…10  mendeklarasikan yang akhir dari permulaan, dan dari zaman dahulu hal-hal yang belum terjadi, mengatakan, ‘Keputusan-Ku…” kata “keputusan” artinya “rencana”. RencanaKu “…akan tetap berlaku, dan Aku akan melaksanakan segala kesenanganKu. 11 Memanggil burung buas dari timur, orang yang melaksanakan keputusan-Ku dari negeri yang jauh. Iya, Aku telah mengatakannya, Aku juga akan membuatnya jadi, Aku telah merencanakannya, Aku juga akan melakukannya.”

 

 

Two points in these verses. Number one, because God knows the end from the beginning, His plan can't fail. Because He knows everything that Satan is going to do. So, does God have to bypass sometimes? Does He have to overcome obstacles that Satan puts in the way? Of course, He has to. But He has no problem doing it because He knows the end from the beginning. He knows everything that Satan was going to do.

 

Dua poin di ayat-ayat ini. Pertama karena Allah tahu akhirnya dari awal, rencanaNya tidak mungkin gagal, karena Dia tahu segala yang akan dilakukan Setan. Jadi, apakah kadang-kadang Allah harus menghindari? Apakah Dia harus mengatasi halangan-halangan yang ditempatkan Setan di jalan? Tentu saja iya, tetapi tidak ada masalah bagiNya untuk berbuat itu karena Dia tahu akhirnya dari awal. Dia tahu segala yang akan dilakukan Setan.

 

 

Now let's take a biblical example of the history that is being written behind history. The 400 years is one. Let's get another from the Old Testament. We find a story in the book of 2 Chronicles chapter 18 which is very interesting. It just so happens that Ahab, the king of Israel of the 10 tribes of the north, and Jehoshaphat, the king of Judah of the two tribes of the south, had a meeting together in Samaria, which was the capital of the kingdom of the north.

And while they were there, King Ahab, who was a bad king, said to Jehoshaphat, who was a good king, said, "Don't you think that now that we're together here, it would be good for us to get together and go fight together against our common enemy, the Assyrians?"

And Jehoshaphat being a good king, said to Ahab, "Well, you know, that sounds like a good idea. Maybe we should consult the Lord. Do you have a prophet around?”

And Ahab says, “Prophets galore. I've got 400 of them.”

And Jehoshaphat, you know, being a good king, it just didn't sound right. So he says to Ahab, “Now would you happen to have a prophet of the Lord around?”

And Ahab said, "Yes, I do. He's in the dungeon."

And Jehoshaphat says, "Oh, that must be the Lord's prophet.” Because that's where the Lord's prophets live, in the dungeon.

And so then he's called from the dungeon and the king is going to ask him, Ahab is going to ask him the same question that he asked the false prophets, because Ahab asked the false prophets, you know. “Jehoshaphat and me want to go to war against Assyrians. Is that a good idea?” And the false prophets said ~ they told the king what he wanted to hear ~ they said, "Oh yeah, you go to battle, you're going to win a great victory.”

Jehoshaphat says, “No, let's call that prophet who's in the dungeon.”

So he comes, his name was Micaiah, and they ask him, Ahab asks him the same question. Now before we continue with the story I want to go to the end of the story. Let's go to 2 Chronicles 18:33-34. We're going to go to the end of the story, what happened to Ahab. You know, the false prophets said, "Go to war. You're going to win a signal victory." What they didn't tell him is that he was going to be killed in battle. So, notice what it says in 2 Chronicles 18:33 and 34.  “33 Now a certain man drew a bow at random, and struck the king of Israel between the joints of his armor...” In other words, Ahab.  “...So he said to the driver of his chariot, Turn around and take me out of the battle, for I am wounded. 34 The battle increased that day, and the king of Israel propped himself up in his chariot facing the Syrians until evening; and about the time of sunset he died.” The false prophets say, "Go. You're going to gain a signal victory." And that didn't happen. He went to battle and he was killed.

Now let's go back in the story to when Micaiah comes to King Ahab and King Ahab asks him the same question. Suddenly Micaiah seems to digress from the occasion. What he does doesn't seem to have any connection with what's happening. Notice 2 Chronicles 18:18 to 22. See, the death of Ahab had been decided in the Heavenly council before it happened, by the influence of Satan. It was Satan who influenced the false prophets to tell Ahab to go to battle so that he would be killed. You would never know that simply by reading the record of the Bible if the Bible did not explain that Satan was really the one who spoke to the false prophets, so the false prophets would tell Ahab to go to battle, so that Ahab will be killed. Let's read the passage. Verse 18, 18 Then Micaiah said...” remember he's just been asked the question, “should we go to battle or not?” “...18 Then Micaiah said, ‘Therefore hear the word of the Lord: I saw the Lord sitting on His throne...” by the way, it's the same Heavenly council of the book of Job, “...and all the host of Heaven standing on His right hand and His left...” All the angels are there. “...19 And the Lord said, ‘Who will persuade Ahab king of Israel to go up, that he may fall at Ramoth Gilead?’...”  saying to the angels, "Who wants to go and tell Ahab to go to battle so he's killed?” “...So one spoke in this manner, and another spoke in that manner...” Nobody wanted to do it.  “...20 Then a spirit came forward and stood before the Lord, and said, ‘I will persuade him.’...” Did Ahab know that this meeting was taking place in the invisible world? He didn't have the foggiest idea. But the Bible takes away the veil. It takes away the curtain and it shows us why the historical event occurred. We have to look at the history behind history. So it continues saying, “....20 Then a spirit came forward and stood before the Lord, and said, ‘I will persuade him.’ The Lord said to him, ‘In what way?’ 21 So he said, ‘I will go out and be a lying spirit in the mouth of all his prophets.’...” Who was that, that offered his services to put a lie in the mouth of the prophets to tell Ahab to go to battle so he would be killed? It certainly wasn't a faithful angel. The faithful angels would not lie because God cannot lie. So who was this? The same being that went to the Heavenly council in the book of Job. “...21 So he said, ‘I will go out and be a lying spirit in the mouth of all his prophets.’ And the Lord said, ‘You shall persuade him and also prevail; go out and do so.’...” So God gave permission to Satan to influence the false prophets to tell Ahab to go to battle so that he would be killed. That's the history behind history. That's the way we have to look at historical events. That's the way we have to look at prophecy.

 

Sekarang mari kita lihat contoh dari Alkitab bagaimana sejarah yang tertulis di balik sejarah. Tentang 400 tahun itu salah satunya. Mari kita ambil yang lain dari Perjanjian Lama. Kita menemukan sebuah kisah di kitab 2 Tawarikh pasal 18 yang sangat menarik. Pas waktu itu Ahab, raja Israel dari 10 suku di utara, dan Yosafat raja Yehuda dari 2 suku yang di selatan, bertemu di Samaria, ibukota kerajaan utara.

Dan sementara mereka di sana, Raja Ahab yang adalah raja yang tidak baik, berkata kepada Yosafat, raja yang baik, “Mumpung kita sedang bersama-sama ada di sini, apakah baik menurutmu kita sama-sama pergi berperang melawan musuh kita bersama, bangsa Asyur?”

Dan Yosafat yang adalah raja yang baik, berkata kepada Ahab, “Nah, sepertinya itu ide yang bagus. Barangkali sebaiknya kita bertanya dulu kepada Tuhan. Apakah engkau punya nabi di sini?”

Dan Ahab berkata, “Nabi berjibun. Aku punya 400 dari mereka.”

Dan karena Yosafat adalah raja yang baik, itu kurang pas baginya. Maka dia berkata kepada Ahab, “Apakah engkau punya seorang nabi Tuhan di sini?”

Dan Ahab berkata, “Ya, ada. Dia di dalam penjara.”

Dan Yosafat berkata, “Oh, itu pasti nabi Tuhan.” Karena nabi-nabi Tuhan hidupnya memang di penjara.

Maka nabi itu pun dipanggil dari penjara, dan raja akan bertanya kepadanya. Ahab akan mengajukan pertanyaan yang sama yang ditanyakannya kepada nabi-nabi palsu, karena Ahab sudah bertanya kepada nabi-nabi palsu, “Yosafat dan aku mau pergi berperang melawan bangsa Asyur. Apakah itu ide yang bagus?”  Dan para nabi palsu menjawab ~ mereka mengatakan apa yang raja ingin dengar ~ mereka berkata, “Oh, iya, kalian pergilah berperang. Kalian akan menang dengan kemenangan besar.”

Yosafat berkata, “Tidak, mari kita panggil nabi itu yang ada di penjara.”

Maka datanglah si nabi, namanya Mikha, dan mereka bertanya kepadanya, Ahab mengajukan kepadanya pertanyaan yang sama.

Nah, sebelum kita lanjut dengan kisah ini, saya mau lebih dulu pergi ke akhir kisah ini. Mari kita ke 2 Tawarikh 18:33-34. Kita akan ke bagian akhir kisah ini, apa yang terjadi pada Ahab. Kalian tahu, para nabi palsu berkata, “Pergilah berperang. Kalian akan menang dengan kemenangan gemilang.” Mereka tidak memberitahunya bahwa dia akan mati terbunuh dalam peperangan itu. Jadi simak apa yang dikatakan 2 Tawarikh 18:33-34, 33 Tetapi seseorang asal menarik busurnya dan menembak dengan sembarangan saja, dan mengenai raja Israel di antara sambungan baju zirahnya…”  dengan kata lain Ahab kena.  “…Maka ia berkata kepada pengemudi keretanya, ‘Putar balik! Bawa aku keluar dari pertempuran, sebab aku sudah terluka.’ 34 Tetapi pertempuran itu bertambah seru pada hari itu, dan raja Israel menyanggah dirinya di dalam kereta berhadapan dengan bangsa Aram sampai petang; dan sekitar waktu matahari terbenam Ia mati.” Nabi-nabi palsu berkata, “Pergilah, kalian akan mendapatkan kemenangan gemilang.” Dan bukan itu yang terjadi. Ahab pergi berperang dan dia malah terbunuh.

Sekarang mari kita kembali ke kisah itu ketika Mikha datang ke Raja Ahab dan Raja Ahab bertanya kepadanya pertanyaan yang sama. Tiba-tiba Mikha sepertinya menyimpang dari peristiwa itu. Apa yang dikatakannya sepertinya tidak ada kaitannya dengan apa yang terjadi. Simak 2 Tawarikh 18:18-22. Lihat, kematian Ahab sudah ditentukan oleh pengaruh Setan di Dewan Surgawi sebelum itu terjadi. Setan-lah yang mempengaruhi nabi-nabi palsu agar memberitahu Ahab untuk pergi berperang supaya dia akan dibunuh. Kita tidak akan tahu hal itu hanya dari membaca catatan di Alkitab andaikan Alkitab tidak menjelaskan bahwa sesungguhnya Setan adalah sosok yang bicara kepada nabi-nabi palsu, supaya para nabi palsu akan memberitahu Ahab untuk pergi berperang, supaya Ahab akan dibunuh. Mari kita baca kutipan itu, ayat 18, 18 Maka kata Mikha,…” ingat, dia baru ditanyai, “baikkah kami pergi berperang atau tidak”, “…18 Maka kata Mikha, ‘Sebab itu dengarkanlah firman TUHAN. Aku telah melihat TUHAN sedang duduk di atas takhta-Nya…” nah, ini adalah Dewan Surgawi yang sama yang di kitab Ayub, “…dan segenap tentara sorga berdiri di sebelah kanan-Nya dan di sebelah kiri-Nya…” semua malaikat hadir di sana. “…19 Dan TUHAN berfirman: ‘Siapakah yang akan membujuk Ahab, raja Israel, untuk maju berperang, supaya ia tewas di Ramot-Gilead?’…” berkata kepada para malaikat, “Siapa yang mau pergi dan memberitahu Ahab untuk pergi berperang supaya dia terbunuh?” “…Maka yang seorang berkata begini, yang lain berkata begitu…” tidak ada yang mau melakukan itu. “…20 Kemudian tampillah satu roh, lalu berdiri di hadapan Tuhan dan berkata, ‘Aku akan membujuknya.’…”  Apakah Ahab tahu ada pertemuan ini di dunia yang tidak terlihat? Dia sama sekali tidak tahu apa-apa. Tetapi Alkitab menyingkirkan tirainya, menguak tabirnya dan menunjukkan kepada kita mengapa peristiwa sejarah ini terjadi. Kita harus melihat ke sejarah di balik sejarah. Dikatakan selanjutnya, “…20 Kemudian tampillah satu roh, lalu berdiri di hadapan Tuhan dan berkata, ‘Aku akan membujuknya.’ TUHAN bertanya kepadanya, ‘Dengan cara apa?’ 21 Maka jawabnya, ‘Aku akan keluar dan menjadi roh dusta dalam mulut semua nabinya.’…” siapakah itu yang menawarkan jasanya untuk menaruh dusta di mulut para nabi supaya memberitahu Ahab untuk maju berperang, agar dia akan dibunuh? Sudah pasti itu bukan malaikat yang setia. Malaikat-malaikat yang setia tidak akan berdusta, karena Allah tidak bisa berdusta. Jadi ini siapa? Makhluk yang sama yang pergi ke Dewan Surgawi di kitab Ayub. “…21 Maka jawabnya: ‘Aku akan keluar dan menjadi roh dusta dalam mulut semua nabinya.’ Dan TUHAN berkata: ‘Engkau akan membujuknya, dan engkau akan berhasil pula. Keluarlah dan perbuatlah demikian!’…” Jadi Allah memberi izin kepada Setan untuk mempengaruhi nabi-nabi palsu supaya memberitahu Ahab pergi berperang agar dia akan dibunuh. Itulah sejarah di balik sejarah. Begitulah caranya kita harus menyimak peristiwa-peristiwa sejarah. Begitulah caranya kita harus menyimak nubuatan.

 

 

See, in prophecy, God has removed the veil. In Daniel chapter 2, He removed the veil of the world history. In Daniel chapter 7, He told us about what the Little Horn would do. Revelation 13, the role of the United States in prophecy. And by the way, since this war, I was checking on the internet today as I was sitting there waiting for my car. It's amazing the number of evangelicals that are taking this war between Israel and Iran, they're saying “It's a fulfillment of Ezekiel, of Gog and Magog in Ezekiel 38, and soon the temple is going to be rebuilt, and you know the rapture is going to take place, and then the Antichrist is going to sit in the temple.” Every time that Israel is stirred up, they have this scenario of the rapture and the rebuilding of the temple, a personal Antichrist that's going to sit in the temple, and the nations are going to come against the Jews. Meanwhile, with enlightened eyes, you look at the prophecy of Revelation 13 and you find that the enemy powers are not in the Middle East. They're in Rome and the United States, and people can't see it because they're reading what's before their eyes. Are you with me? That's why we need to get the book Great Controversy out. It presents the best perspective of end time events, the true perspective of end time events.

 

Lihat, dalam nubuatan Allah telah menyingkirkan tirainya. Di Daniel pasal 2, Dia menyingkirkan tirai sejarah dunia. Di Daniel pasal 7, Dia memberitahu kita apa yang akan dilakukan Tanduk Kecil. Di Wahyu 13, peranan Amerika Serikat dalam nubuatan. Dan sejak adanya perang ini (perang Israel-Iran), saya mengecek di internet hari ini ketika saya sedang duduk menunggu datangnya mobil saya, mengherankan jumlah orang-orang evangelis yang melihat perang antara Israel dan Iran ini. Mereka mengatakan, “Itu penggenapan Yehezkiel, tentang Gog dan Magog di Yehezkiel 38, dan tidak lama lagi Bait Sucinya akan dibangun kembali, dan pengangkatan (rapture) akan terjadi, lalu Antikristus akan duduk di Bait Suci.” Setiap kali Israel diusik, mereka membangkitkan skenario ini tentang pengangkatan dan pembangunan Bait Suci kembali, seorang Antikristus individu yang akan duduk di Bait Suci dan bangsa-bangsa yang akan datang untuk melawan orang-orang Yahudi. Sementara itu dengan mata yang dicerahkan, kita memandang nubuatan Wahyu 13 dan kita temukan bahwa kekuasaan musuh bukan di Timur Tengah, mereka di Roma dan Amerika Serikat, dan orang-orang tidak melihatnya karena mereka hanya membaca apa yang ada di depan mata mereka. Apakah kalian mengikuti saya? Itulah mengapa kita perlu menyebarkan buku The Great Controversy. Buku ini menyampaikan perspektif yang paling baik dari peristiwa-peristiwa akhir zaman, perspektif yang benar dari peristiwa-peristiwa akhir zaman.

 

 

Now the Bible then removes the veil and helps us see behind, above and beyond visible history. We can compare the play and counterplay of historical events to a seemingly harmless iceberg that floats leisurely in the North Atlantic. The dangerous part of the iceberg is not what you can see, but what you can't see. Likewise, the history you see is a sliver of the real history that is occurring behind the scenes. And we have to help the world understand this. We have a message for the rulers of the world. You know, Revelation chapter 11 says that we have a message for the kings of the earth that they will make right decisions.

 

Nah, Alkitab kemudian menyingkirkan tirainya dan membantu kita melihat di belakang, di atas, dan melampaui sejarah yang terlihat. Kita bisa membandingkan langkah-langkah yang diambil dan balasannya dari peristiwa-peristiwa sejarah dengan sebuah gunung es yang mengapung dengan tenang di Atlantik Utara. Bagian yang berbahaya dari gunung es itu bukanlah apa yang bisa kita lihat, melainkan apa yang tidak bisa kita lihat. Demikian juga sejarah yang kita lihat hanyalah secuil dari sejarah sesungguhnya yang sedang terjadi di balik layar. Dan kita harus membantu dunia memahami ini. Kita punya pekabaran bagi para pemimpin dunia. Kalian tahu, Wahyu 11 mengatakan kita punya pekabaran bagi raja-raja bumi supaya mereka membuat keputusan yang benar.

 

 

And by the way, in our second sermon, we're going to talk about you know, the importance of helping the political rulers of the earth understand the true scenario of this, what their real role is in history, like Daniel taught Nebuchadnezzar. So the dangerous part is the part that you can't see.

 

Nah, di khotbah kita yang kedua, kita akan bicara tentang pentingnya menolong para pemimpin politik dunia untuk memahami skenario yang tulen dari ini, apa peranan mereka yang sebenarnya dalam sejarah, seperti Daniel mengajar Nebukadnezar. Jadi bagian yang berbahaya adalah bagian yang tidak bisa kita lihat.

 

 

Let's take another couple of examples from the Old Testament. And in our second session together, we're going to deal with the New Testament and with end time events. The story of Esther. You know, there were three books of the Old Testament that were the last to be included in the biblical cannon of the 39 books. The three last ones to be included were:

1.    The book of Ecclesiastes.

Because Ecclesiastes was too pessimistic. They said, "No, that book of “vanity of vanity, all is vanity”. “Eat, drink, and be merry for tomorrow you die." That doesn't sound like a Christian philosophy. But they eventually included it. Praise the Lord. Because there Solomon is describing his life separated from God. But the book ends by saying “the end of the matter is this: Fear God and keep His Commandments. It's the whole duty of man.” And he actually tells the youth, you know, youth can be vanity. “Remember your Creator in the days of your youth. Don't do like I did in the days of my youth,” is what he's saying. So they included Ecclesiastes.

2.    Another book which was one of the last was Song of Songs because it's too romantic.

3.    And then the book of Esther.

Because Esther is the only book in the Bible that does not mention the name of God. And yet you certainly can see God and Satan playing and counterplay, can't you? I mean, it's as subtle as a freight train whistling, you know. Do you think Haman was acting on his own without any evil influence?

Listen to this statement from Ellen White. 5 Testimonies 450. Satan instigated the scheme...” of Haman influencing the king. By the way, one of our lessons this quarter was on Esther and Ruth. Unfortunately, the lesson did not deal with endtime events. The story of Esther is going to be repeated on a global scale to a T. Ellen White says that, the death decree at the end will have a date in it, when the death decree should be executed. And it will be proposed by religious advisors to the civil power for the civil power to impose it on pain of death. There's all kinds of parallels in the story of Esther that are going to repeat on a global scale at the end of time. The book of Esther is actually a prophecy. It's not only history.

Many things in the Bible are prophecies, not history, not mere history.“As it was in the days of Noah, so also will it be at the coming of the Son of Man”; “As it was in the days of Lot, so will it be at the coming of the Son of Man.” In fact, the book of Genesis contains all of the seeds of future events.

So she wrote, Satan instigated the scheme in order...”  now she gives the reason “...in order to rid the earth of those who preserved the knowledge of the true God...” If he’d gotten rid of all the Jews, where would the Messiah have come from? Satan's plot all throughout the Old Testament is to keep the Messiah from coming. That's how we really need to read the Old Testament; because Satan knew that his enmity was against the Seed of the woman, right? But here's the good news. Satan instigated the scheme in order to rid the earth of those who preserved the knowledge of the true God. But his plots were defeated by a counterpower that reigns among the children of men.”

And you see that clearly in the book of Esther, that God had the last word. He delivered His people.

 

Mari kita lihat dua contoh lagi dari Perjanjian Lama. Dan di sesi kedua kita, kita akan membahas Perjanjian Baru dan peristiwa-peristiwa akhir zaman. Kisah Ester. Kalian tahu, ada tiga buku di Perjanjian Lama yang terakhir dimasukkan dalam kanon Alkitab yang 39 kitab. Tiga kitab yang terakhir dimasukkan adalah:

1.    Kitab Pengkhotbah.

Karena Pengkhotbah terlalu pesimis. Mereka berkata, “Tidak, kitab tentang “kesombongan dari kesombongan” (Pengkhotbah 12:8), “Makan, minum, dan bersukacita, karena besok kamu mati” (Pengkhotbah 8:15, Yesaya 22:13), ini tidak mirip filosofi Kristen. Tetapi akhirnya mereka memasukkannya juga, puji Tuhan. Karena di situ Salomo menggambarkan hidupnya saat terpisah dari Allah. Tetapi kitab itu diakhiri dengan mengatakan, kesimpulan dari semua ini ialah: takutlah akan Allah dan  peliharalah perintah-perintah-Nya, karena ini adalah seluruh kewajiban setiap orang.” (Pengkhotbah 12:13). Dan dia malah memberitahu orang-orang muda, orang muda bisa menjadi sombong, Ingatlah akan Penciptamu pada masa mudamu” (Pengkhotbah 12:1) Jangan berbuat seperti yang aku perbuat di masa mudaku.” Itulah yang dikatakan Salomo. Jadi akhirnya mereka memasukkan kitab Pengkhotbah.

2.    Kitab lain yang juga salah satu yang terakhir dimasukkan adalah Kidung Agung, karena itu terlalu romantis.

3.    Lalu kitab Ester.

Karena Ester itu satu-satunya kitab di Alkitab di mana tidak ditemukan kata Allah. Namun jelas kita bisa melihat Allah dan Setan sedang mengambil langkah dan langkah kontranya, bukan? Maksud saya, itu jelas sekali. Menurut kalian apakah perbuatan Haman itu dari dirinya sendiri tanpa pengaruh jahat apa pun?

Dengarkan pernyataan ini dari Ellen White. Testimonies Vol. 5 hal. 450. Setan yang menginstigasi rencana jahat itu...” mengenai Haman mempengaruhi raja. Nah, salah satu pelajaran kita di kuartal ini adalah tentang Ester dan Rut. Sayangnya pelajaran itu tidak membahas peristiwa-peristiwa akhir zaman. Kisah Ester akan diulangi pada skala global tanpa ada yang kurang. Ellen White berkata bahwa, surat perintah bunuh di akhir zaman akan ada tanggalnya, kapan perintah bunuh itu harus dijalankan. Dan itu akan diusulkan oleh penasihat-penasihat relijius kepada kekuasaan sipil, untuk dijalankan kekuasaan sipil dengan ancaman kematian. Ada segala macam paralel di kisah Ester yang akan diulangi dalam skala yang global di akhir zaman. Kitab Ester sesungguhnya adalah sebuah nubuatan, itu bukan hanya sejarah.

Banyak hal di Alkitab itu nubuatan, bukan sekadar sejarah. “...sebagaimana terjadi di hari-hari Nuh, demikian pulalah halnya kelak di hari-hari Anak Manusia” (Lukas 17:26). “…seperti yang terjadi di zaman Lot… demikianlah yang akan terjadi pada hari ketika Anak Manusia dinyatakan” (Lukas 17:28, 30).  Malah kitab Kejadian berisi semua benih dari peristiwa-peristiwa masa depan.

Jadi Ellen White menulis, Setan yang menginstigasi rencana jahat itu untuk...”  sekarang dia memberikan alasannya, “...untuk membersihkan dunia dari mereka yang memelihara pengetahuan tentang Allah yang benar..” Jika Setan telah melenyapkan semua orang Yahudi, dari mana Sang Messias nanti akan lahir?  Rencana Setan sepanjang Perjanjian Lama ialah untuk mencegah Sang Messias datang. Seperti inilah bagaimana kita sesungguhnya harus membaca Perjanjian Lama; karena Setan tahu bahwa permusuhannya adalah dengan Benih perempuan itu, benar? Tetapi inilah kabar baiknya, Setan yang menginstigasi rencana jahat itu untuk membersihkan dunia dari mereka yang memelihara pengetahuan tentang Allah yang benar. Tetapi rencana-rencananya dikalahkan oleh suatu kekuasaan kontra yang berkuasa di antara anak-anak manusia.”

Dan kita melihat ini dengan jelas di kitab Ester, bahwa Allah-lah yang menang akhirnya. Dia menyelamatkan umatNya.

 

 

What about the book of Job? Another illustration. You know what could a historian say about Job if he was simply looking at what happened to Job? “Man, that guy really had bad luck, didn't he? Karma caught up to him.” A historian could only say that, because he's looking only at, you know, it happened to this guy at this place, you know, just all of a sudden he lost everything. Man, what bad luck! But the book of Job removes the veil and it tells us that behind the scenes there was a meeting in Heaven. Just like we notice in the case of Ahab, there was a meeting in Heaven and there was a conversation and God says to Satan who goes before the Heavenly council, He says, “Have you seen My servant Job? He lives in your territory, but he's My servant.” Does Job know that he's the subject of conversation? Do you think it would have been easier for him if he had known the subject of conversation? Of course, it would have been easier. He would have said, “All the more I'm going to be faithful to the Lord. I'm going to make the Devil look bad." But he didn't know. Did all the Heavenly beings know what was going on? See, all Heaven knows what's going on in history. But unfortunately, human beings simply see what's before their eyes. Job didn't have the foggiest idea until the end of the story. He now understands it. "Oh, now I understand who was causing all my problems."  The one who was causing his problems in the beginning of the book is called Satan. But at the end of the book, he's called Leviathan in Job 41. "Now I understand." Job says, "I've been the subject of conversation. Praise the Lord that I make the right decisions.

 

Bagaimana dengan kitab Ayub? Ilustrasi yang lain. Kalian tahu, apa yang bisa dikatakan seorang sejarahwan tentang Ayub jika dia hanya melihat pada apa yang terjadi pada Ayub? “Ya, ampun, orang ini sungguh-sungguh sial, bukan? Dia kena karma.” Seorang sejarahwan hanya bisa mengatakan begitu, karena yang dia lihat adalah apa yang terjadi pada orang ini, di tempat ini, tiba-tiba dia kehilangan segalanya, alamak, betapa sialnya! Tetapi kitab Ayub menyingkirkan tabirnya dan memberitahu kita bahwa di balik adegan-adegan itu ada pertemuan di Surga. Sama seperti yang kita lihat di kasus Ahab, ada pertemuan di Surga, dan ada pembicaraan, dan Allah berkata kepada Setan yang hadir di hadapan Dewan Surgawi, Allah berkata,Sudahkah engkau mempertimbangkan hamba-Ku Ayub? (Ayub 1:8) Dia hidup di teritorimu, tetapi dia hambaKu.” Apakah Ayub tahu bahwa dia dibicarakan? Menurut kalian apakah akan lebih mudah bagi Ayub andaikan dia tahu apa yang dibicarakan? Tentu saja, itu akan membuat Ayub lebih menerima. Dia mungkin berkata, “Aku akan lebih-lebih setia kepada Tuhan, aku akan membuat Iblis malu.” Tapi Ayub tidak tahu. Apakah seluruh makhluk surgawi tahu apa yang sedang terjadi? Lihat, seluruh Surga tahu apa yang sedang terjadi dalam sejarah. Tetapi sayangnya manusia semata-mata hanya melihat apa yang tampak di depan mata mereka. Ayub sama sekali tidak tahu apa-apa hingga akhir kisah itu. Baru saat itu dia paham. “Oh, sekarang aku mengerti siapa yang menyebabkan semua masalahku.” Yang menyebabkan masalah-masalahnya di awal kitab itu disebut Setan. Tetapi di bagian akhir kitab, dia  disebut Lewiatan di Ayub 41. “Sekarang aku mengerti,” kata Ayub, “Aku telah menjadi topik pembicaraan. Puji Tuhan aku telah membuat keputusan yang benar.”

 

 

So, does the Bible remove the veil in the story of Job? You’d better believe it does. You would never know that Satan and God were having a battle unless you had the Bible book. That's the importance of the Bible. It takes away the veil. That's the importance of the book Great Controversy. God wants us to see what's really happening in history and what the reasons are.

 

Nah, apakah Alkitab menyingkirkan tabir dalam kisah Ayub? Percayalah, iya. Kita tidak akan tahu bahwa Setan dan Allah sedang bergumul kecuali kita punya Alkitab ini. Itulah pentingnya Alkitab. Dia menyingkirkan tabirnya. Itulah pentingnya buku The Great Controversy, Allah mau kita melihat apa yang sesungguhnya terjadi dalam sejarah dan apa alasannya.

 

 

Now, let's see if maybe we'll take a break here, and how do you want to do this? How long are we going to take a break? We still have to deal with the New Testament. All the examples are from… Are you understanding the gist of this? This is foundational to everything else we're going to study in the course of this half a week. How long should we take, Brother? Pardon? What time is it? Maybe, maybe we can start at a quarter to seven, quarter 7? Yeah. That way we'll be on our way at a decent hour. Okay.

 

Nah, coba kita lihat barangkali kita ambil jeda dulu di sini, bagaimana menurut kalian? Berapa lama kita akan jeda? Kita masih harus membahas Perjanjian Baru. Semua contoh… apakah kalian sudah paham intinya di sini? Ini merupakan dasar bagi segala yang lain yang akan kita pelajari selama setengah minggu ini. Berapa lama kita akan jeda, Saudara? Jam berapa ini? Mungkin kita bisa mulai lagi pukul tujuh kurang seperempat? Ya, dengan demikian kita boleh pulang tidak terlalu malam. Oke.

 

 

 

16 08 26

 

 

No comments:

Post a Comment