THE GREAT PROPHECIES OF THE OLD TESTAMENT – 2
(DANIEL AND REVELATION)
Part
10/26
- Stephen Bohr
NOTES ON DANIEL 7 PART 5
https://www.youtube.com/watch?v=V4KfJDUOiog
Dibuka
dengan doa.
So we are in
page 309 and we are going to go to the end of this chapter. It ends actually on
page 321. And we're going to go as quickly as possible. There's lots of pages. Usually
I cover 10 pages in one hour. This has 13 pages so we're going to really motor.
Okay.
Jadi kita di hal. 309, dan
kita akan terus jalan hingga akhir dari bab ini. Ini berakhir di hal. 321. Dan
kita akan meliputnya secepat mungkin. Ada banyak halaman. Biasanya saya menyelesaikan
10 halaman dalam satu jam. Ini ada 13 halaman, jadi kita benar-benar harus
cepat. Oke.
Characteristic # 11: The Papacy depends on human wisdom
Eyes in
Scripture symbolize wisdom, knowledge, or understanding. When eyes are used to
describe God ~ because there are eyes in the Bible where God's eyes are being described ~ when they're used of God, they connote His
omniscience, His infinite wisdom and knowledge. God's perfect wisdom
for example is represented by the eyes on the bodies of the four living
creatures, who carry on God's work, administrating the universe with perfect
knowledge and wisdom. Have you ever noticed that the four living creatures that
move the wheels of history, they're full of eyes everywhere? And the wheels are
full of eyes? Ellen White explains that this represents the wisdom of God in
managing and administrating history, through the ministry of the angelic hosts.
We find there
in Ezekiel 10:12, it says, “ 12 And
their whole body, with their back, their hands, their wings, and the wheels
that the four had, were full
of eyes all around.” Represents
God's wisdom as He manages the affairs of this earth.
Karakteristik # 11: Kepausan bergantung pada hikmat
manusia
Mata di Kitab Suci adalah
simbol hikmat, pengetahuan, atau pengertian. Ketika mata dipakai untuk
menggambarkan Allah ~ karena di Alkitab ada mata, di mana mata
Allah digambarkan ~ bilamana itu dipakai untuk
Allah, mereka berarti kemahatahuanNya, hikmat dan pengetahuanNya yang tidak
terbatas. Hikmat Allah yang sempurna misalnya dilambangkan oleh
mata-mata pada tubuh keempat makhluk hidup, yang melaksanakan pekerjaan Allah,
mengatur alam semesta dengan pengetahuan dan hikmat yang sempurna. Pernahkah
kalian perhatikan bahwa keempat makhluk hidup yang menggerakkan roda-roda
sejarah, mereka penuh dengan mata di mana-mana? Dan roda-rodanya juga penuh
mata? Ellen White menjelaskan bahwa ini melambangkan hikmat Allah dalam
mengelola dan mengatur sejarah, melalui pelayanan para balatentara malaikat.
Kita lihat di Yehezkiel
10:12, dikatakan, “12 Dan seluruh badan mereka, dengan punggung mereka, tangan mereka, sayap mereka,
dan roda-roda yang dimiliki keempatnya, penuh
dengan mata sekelilingnya...” melambangkan hikmat Allah ketika Dia mengatur
urusan-urusan dunia ini.
Notice also
Proverbs 15:3, “3The eyes of the Lord...” so the Lord has eyes too, right? Represents His wisdom, His
understanding “...3 The eyes of the Lord are in every place,
keeping watch on the evil and the good.”
Simak juga Amsal 15:3, “3 Mata TUHAN…” jadi Tuhan punya mata juga, bukan?
Melambangkan hikmatNya, pengertianNya. “…3 Mata TUHAN ada di segala
tempat, mengawasi yang jahat dan yang baik.”
In Revelation
5:6 once again eyes, seven eyes are used to represent fullness of wisdom. It
says there, “6 And I looked, and behold, in the midst of the
throne and of the four living creatures, and in the midst of the elders,
stood a Lamb as though it had been slain, having seven horns
and seven eyes, which are the seven Spirits of God sent out into all
the earth.”
Di Wahyu 5:6 sekali lagi mata, tujuh mata dipakai untuk melambangkan
kepenuhan hikmat. Dikatakan di sana, “6 Maka aku melihat, dan
tampaklah, di tengah-tengah takhta dan keempat makhluk hidup itu dan di tengah-tengah tua-tua itu, berdiri seekor Anak Domba
seperti telah disembelih, memiliki tujuh tanduk dan tujuh mata, yang adalah ketujuh Roh Allah yang diutus ke
seluruh bumi.”
And in
connection with this, this actually the idea comes from Zechariah 4:10 where it
says, “For who has despised the day of small things? For these
seven...”
seven candlesticks “...these seven rejoice to see the
plumb line in the hand of Zerubbabel. They are the
eyes of the Lord...” so the seven candlesticks of Revelation are interpreted here as the eyes
of the Lord “...They are the eyes of the Lord which scan to
and fro
throughout
the whole earth.”
Dan berkaitan dengan ini, konsep ini sesungguhnya berasal dari Zakharia
4:10 di mana dikatakan, “10 Sebab siapa
yang telah memandang hina hari
peristiwa-peristiwa yang kecil? Karena mereka bertujuh ini…” ketujuh kaki dian “…mereka bertujuh ini bersukaria melihat bandul pengukur (unting-unting) di tangan
Zerubabel. Mereka adalah mata-mata TUHAN…” jadi ketujuh kaki dian kitab Wahyu diartikan di sini sebagai mata-mata
Tuhan “…Mereka adalah mata-mata TUHAN, yang mengamati ke sana kemari di seluruh bumi.”
Once again
God observes everything, He knows the end from the beginning, and nothing
escapes His attention and therefore He's able to manage history in fullness of
wisdom. Notice Hebrews 4:12-13, “12 For the Word of
God is living and
powerful, and sharper than any two-edged sword, piercing even to the
division of soul and spirit, and of joints and marrow, and is a discerner
of the thoughts and intents of the heart. 13 And there is no creature hidden from His sight...” notice that the Word is a Person.
Did you notice that? “...from His sight...” who is the Word? Christ, “...13 And
there is no creature hidden from His sight but all things are naked and open to the eyes
of Him to whom we must give account.”
So when eyes are used of God, it
represents fullness of wisdom and understanding.
Sekali lagi, Allah melihat
segala sesuatu, Dia tahu akhirnya dari awal, dan tidak ada yang terluput dari
perhatianNya, dan oleh karena itu Dia sanggup mengatur sejarah dalam kepenuhan
hikmat. Simak Ibrani 4:12-13, “12 Sebab Firman
Allah itu hidup dan berkuasa dan lebih tajam daripada pedang bermata dua mana pun, Ia menembus bahkan
sampai ke pemisahan jiwa dan roh, dan dari sendi-sendi dan sumsum; dan adalah pengenal dari pikiran dan niat hati. 13 Dan tidak ada satu makhluk
pun yang tersembunyi dari pandangan-Nya…” simak bahwa Firman itu Satu Pribadi. Apakah
kalian menyadari itu? “…dari pandangan-Nya…” siapakah Firman? Kristus. “…13 Dan tidak ada satu makhluk pun yang tersembunyi dari pandangan-Nya tetapi segala sesuatu telanjang dan terbuka bagi mataNya, kepada siapa kita harus memberikan pertanggungjawaban.”
Jadi ketika
mata itu dipakai untuk Allah, itu melambangkan kepenuhan hikmat dan pengertian.
Now the Bible
teaches that there is a wisdom from above and a wisdom from below. Notice James
1:5 and then we'll read chapter 3:13 and 17. It says there, “5 If any of you lacks wisdom, let him ask of God...” because God has
fullness of wisdom, right? “...5 If any of you lacks
wisdom, let him ask of God who gives to all liberally and without
reproach, and it will be given to him. 13Who is wise and understanding among you...” now how do we show that we're wise
and understanding? Notice the answer, “...let him show by...” what? “...by good conduct that his works are done in the meekness of wisdom...” So what does it mean to have wisdom? It means to have good conduct, and that the works
are done with meekness not pride, but meekness of wisdom. But then it contrasts
two kinds of wisdom, it says, “...17 But the wisdom that is
from above is first
pure, then
peaceable, gentle,
willing to
yield,
full
of
mercy and good fruits, without
partiality and without
hypocrisy.”
That's quite a description of the wisdom from above, isn't it?
Nah,
Alkitab mengajarkan bahwa ada hikmat yang dari atas dan hikmat dari bawah.
Simak Yakobus 1:5 lalu kita akan membaca pasal 3:13 dan 17. Dikatakan di sana, “5 Jika ada
di antara kamu yang kekurangan hikmat, hendaklah ia meminta dari Allah,…”
karena Allah memiliki kepenuhan hikmat, bukan? “…5 Jika
ada di antara kamu yang kekurangan hikmat, hendaklah ia meminta dari Allah ~ yang memberikan kepada semua orang
dengan limpah dan tanpa teguran ~ dan itu akan diberikan kepadanya. 13 Siapakah
di antara kamu yang bijak dan punya pengertian…” nah,
bagaimanakah kita menunjukkan bahwa kita bijak dan berpengertian? Simak
jawabannya, “… hendaknya
ia menunjukkan dengan…” apa? “…dengan sikapnya yang baik bahwa perbuatan-perbuatannya
dilakukan dengan kerendahan hati yang datang
dari hikmat…” Jadi apa artinya memiliki hikmat? Artinya punya sikap yang baik, dan
bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dengan kerendahan hati, bukan dengan
kesombongan, melainkan kerendahan hati dari hikmat. Tetapi sekarang
dibandingkan dua jenis hikmat, dikatakan, “…17 Tetapi hikmat yang dari atas itu pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, lemah lembut, rela mengalah, penuh belas
kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tanpa kemunafikan.” Ini deskripsi yang
mengagumkan tentang hikmat yang dari atas, bukan?
On the other
hand, there is another kind of wisdom, it is human
wisdom, it is wisdom from below.
It is perverted wisdom, if you please. Let's notice James 3:13 through,
actually 14 through 17, “14 But
if you have bitter envy and...” and what's
the next word, next expression? “...and self-seeking in your hearts, do not boast and lie
against the truth...” so what does it mean to have human
wisdom devoid of God? It means to have envy, self-seeking, and lying against
the truth. That's important. “...15 This wisdom does not
descend from above, but is earthly,
sensual, demonic. 16 For where
envy and self-seeking exist...” does this kind of sound like Lucifer? Does it sound like Lucifer? Was he
filled with envy about Jesus, and self-seeking? Yes! So it says, “...16 For where envy and
self-seeking exist
confusion and every evil thing are there...”.
Di pihak
lain, ada hikmat jenis lain, hikmat manusia, itulah hikmat
yang dari bawah. Hikmat yang sesat, katakanlah demikian. Mari
kita simak Yakobus 3:14-17, “14 Tetapi jika kamu iri hati parah dan…” apa kata berikutnya,
ungkapan berikutnya? “…dan kamu
mementingkan diri sendiri di hatimu,
janganlah kamu membual dan berdusta melawan
kebenaran…” Jadi apa artinya punya hikmat
manusia tanpa Allah? Artinya punya iri hati, mementingkan diri, dan berdusta
melawan kebenaran. Ini penting. “…15 Hikmat ini tidak turun dari atas, tetapi dari dunia, sensual, setaniah. 16 Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan
diri,…” apakah ini
terdengar seperti Lucifer? Apakah dia dipenuhi oleh iri hati terhadap Yesus dan
sifat mementingkan diri? Ya! Jadi dikatakan, “…16 Sebab di mana ada iri hati
dan mementingkan diri, di situ ada kekacauan
dan segala macam hal yang jahat.”
The story of
the fall in Genesis 3 contains the key that helps us to distinguish between the
wisdom that comes from above and the wisdom that is earthly, sensual, and
satanic. God instructed Adam and Eve that
they should abstain from eating of the tree of the knowledge of good and
evil. As long as they obeyed God they would have the wisdom from above,
experience peace, and retain their purity. God did not explain why they could not eat from this
particular tree, He simply expected them to trust in Him and to obey His word. Thus
obedience to God's truth was wisdom from
above. But then Satan hypocritically
~ did we read that the wisdom
from below is hypocritical? Oh yeah ~ but Satan hypocritically disguised
himself and offered Eve a wisdom from below.
Are you understanding this? Trust in her own wisdom, to act independently of God's word, that wisdom was earthly, sensual and demonic. So there are
two kinds of wisdom.
Kisah kejatuhan di Kejadian
3 berisikan kunci yang membantu kita membedakan antara hikmat yang datang dari
atas dan hikmat yang duniawi, sensual, dan setaniah. Allah memberi instruksi
kepada Adam dan Hawa bahwa mereka harus menghindar dari makan buah pohon
pengetahuan baik dan jahat. Selama mereka patuh kepada Allah, mereka akan punya
hikmat dari atas, mengalami damai, dan mempertahankan kemurnian mereka. Allah
tidak menjelaskan mengapa mereka tidak boleh makan dari pohon khusus ini, Dia
hanya berharap mereka mempercayaiNya dan mematuhi kata-kataNya. Dengan
demikian, kepatuhan kepada kebenaran Allah itu hikmat dari atas.
Tetapi kemudian Setan secara munafik ~ apakah kita tadi sudah membaca bahwa
hikmat dari bawah itu bersifat munafik? Oh, iya ~ tetapi Setan secara munafik
menyamarkan dirinya dan menawari Hawa hikmat yang dari bawah.
Apakah kalian paham ini? Agar Hawa bersandar pada hikmatnya sendiri, bertindak
di luar Firman Allah, itulah hikmat yang duniawi, sensual
dan setaniah. Jadi ada dua jenis hikmat.
When Eve
encountered Satan ~ now we're going to see the eyes ~ when Eve encountered
Satan at the tree, he promised that if she disobeys God's word her what? Was
she blind? No! She had 20/20 vision, folks. What was he saying to her? Her eyes
would be opened and she would be like God. I'm certain that Eve had better than
20/20 physical vision, but here eyes
represent what? Wisdom. The
enemy of God was offering Eve what kind of wisdom? The wisdom from below. In disobedience
to God's word Eve believed that even the fruit would open her eyes and make her
what? And make her wise. You can read that in Genesis 3:6, the word “wise” is
used, but the wisdom that was offered was satanic. The original test was
obedience to God's word, that's God's wisdom, true wisdom. Or obedience to
Satan's word which is the counterfeit.
Ketika Hawa bertemu Setan ~
sekarang kita akan menyimak bagian mata ~ ketika Hawa bertemu Setan di pohon
itu, Setan berjanji jika Hawa tidak mematuhi Firman Allah, apanya? Apakah Hawa
buta? Tidak! Dia punya penglihatan fisik 20/20, Saudara-saudara. Apa yang
dikatakan Setan kepadanya? Matanya akan terbuka dan dia akan menjadi seperti
Allah. Saya yakin Hawa punya penglihatan fisik yang lebih bagus dari 20/20,
tetapi di sini mata melambangkan apa? Hikmat.
Musuh Allah menawari Hawa hikmat jenis apa? Hikmat yang dari bawah. Dengan
tidak mematuhi Firman Allah, Hawa yakin bahwa buah itu akan membuka matanya dan
membuatnya apa? Dan membuatnya bijak. Kalian bisa membaca ini di Kejadian 3:6,
kata “bijak” dipakai, tetapi hikmat yang ditawarkan itu setaniah. Ujian aslinya
adalah kepatuhan kepada Firman Allah, itu hikmat dari Allah, hikmat sejati.
Atau kepatuhan kepada kata-kata Setan, yang adalah tiruan palsu.
Remember,
that we're talking about the Little Horn that had eyes of a man, which means
that the Little Horn depends on what
kind of wisdom? Earthly, sensual, demonic,
which is disobedience to God's Word and substituting for God's Word. At the
beginning God tested Adam and Eve with a tree. However, the tree was only a
means to test whose authority and word they would obey, God's or the serpent's
word.
Ingat, kita bicara tentang
Tanduk Kecil yang punya mata manusia, berarti Tanduk Kecil bersandar pada
hikmat macam apa? Yang duniawi, sensual, setaniah,
yaitu ketidakpatuhan kepada Firman Allah, dan mengganti Firman Allah. Pada
mulanya Allah menguji Adam dan Hawa dengan sebuah pohon. Namun, pohon itu hanya
sebuah sarana untuk menguji autoritas dan kata-kata siapa yang akan mereka
patuhi, Allah atau ular.
Likewise, the final test will be over a day, the Sabbath,
in obedience to God's authority or Sunday in obedience to Satan's authority. So
at the beginning, the test was a tree; at the end the test will be a day. But
behind the tree and the day is whose authority we respect and obey, which
wisdom do we live by, the wisdom of God that says the Sabbath is the day of
worship of the Lord our God; or Sunday which depends on human wisdom, sensual,
demonic wisdom.
Demikian juga, ujian
yang terakhir ialah tentang satu hari, Sabat, mematuhi autoritas
Allah, atau hari Minggu mematuhi autoritas Setan. Jadi di awalnya, ujiannya
sebuah pohon; pada akhirnya ujiannya mengenai satu hari. Tetapi di balik pohon
dan hari itu ialah autoritas siapa yang kita hormati dan patuhi, kita hidup dengan
hikmat siapa, hikmat Allah yang mengatakan Sabat itulah hari ibadah Tuhan Allah
kita; atau hari Minggu yang berdasarkan hikmat manusia, yang sensual, dan
hikmat setaniah.
Ellen White
wrote this really profound statement in the devotional book The Faith I Live By page
73, “Notwithstanding the
sophistry of Satan to the contrary, it is always disastrous
to disobey God. We must set our hearts to know
what is truth. All the lessons which God has caused to be placed on record
in His Word are for our warning
and
instruction. They are
given to save us from deception. Their neglect will result in ruin to ourselves. Whatever contradicts God's Word, we may be sure proceeds from Satan.”
That's the
contrast between the two wisdoms:
·
human wisdom from below
·
Divine wisdom from above
Ellen White menulis pernyataan yang sungguh
mendalam ini di buku devosinya The Faith I Live By hal. 73, “…Walaupun
kelicikan Setan menyatakan yang sebaliknya, tidak mematuhi Allah itu selalu
membawa bencana. Kita harus memantapkan hati kita untuk mengetahui apa itu
kebenaran. Semua pelajaran yang telah Allah buat tercatat dalam FirmanNya, itu
untuk peringatan dan petunjuk kita. Mereka diberikan untuk menyelamatkan kita
dari penyesatan. Mengabaikan mereka akan berakibat kehancuran bagi diri kita
sendiri. Apa pun yang mengkontradiksi Firman Allah, boleh kita pastikan itu
berasal dari Setan.”
Itulah kontrasnya antara kedua hikmat:
·
Hikmat manusia yang dari
bawah,
·
Hikmat Ilahi dari atas.
Now with
regards to man, eyes also represent wisdom,
discernment, knowledge and understanding. Not only do those definitions
apply to God, they also apply to human beings. Notice Ephesians 1:15-18 here Paul
says, “15 Therefore I also, after I
heard of your faith in the Lord Jesus and your love for all the saints, 16 do not cease to give
thanks for you, making mention of you in my prayers: 17 that the God of our
Lord Jesus Christ, the Father of glory, may give to you the spirit of...” what? “...wisdom and revelation in the...” see, wisdom and knowledge coupled together,
“...and revelation in the knowledge of Him...” and now
notice what is compared to “...18 the eyes of your understanding being..” what? “...being enlightened...” so what do
eyes represent? The enlightening of our eyes through God's wisdom.
Nah,
sehubungan dengan manusia, mata juga melambangkan hikmat,
pemahaman, pengetahuan dan pengertian. Definisi-definisi
tersebut bukan saja berlaku bagi Allah, mereka juga berlaku bagi manusia. Simak
Efesus 1:15-18 di sini Paulus berkata, “15
Karena itu, aku pun setelah aku mendengar
tentang imanmu dalam Tuhan Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang
kudus, 16 tidak berhenti mengucap syukur untuk kamu, sambil menyebut kamu
dalam doaku, 17 agar Allah Tuhan
kita Yesus Kristus, Bapa yang mulia itu, boleh
memberikan kepadamu Roh…” apa? “…hikmat
dan pengungkapan dalam…” lihat, hikmat dan pengetahuan digabungkan bersama, “…dan pengungkapan
dalam pengetahuan tentang Dia,…” dan sekarang simak
itu dibandingkan dengan apa, “…18 mata pemahamanmu telah…” apa? “…telah dicerahkan…” Jadi mata
melambangkan apa? Pencerahan mata kita melalui hikmat Allah.
Notice Proverbs
3:19-21, “19 The Lord by wisdom founded the earth; by understanding...” see, wisdom
and understanding are used together, these words occur repeatedly in the book
of Daniel. Time after time, after time, in the book of Daniel, Divine wisdom. So
it says, “...19 The Lord by wisdom founded the earth; by understanding He established
the heavens; 20 By His knowledge...” see there's another synonym
“...20 By
His knowledge the depths were broken up, and clouds drop down the dew. 21 My son...” and now notice what it's compared
with “...21 My son, let them not
depart from your...” what? Don't let wisdom, understanding or
knowledge “...depart from your eyes— Keep sound wisdom and discretion...” Now if there's sound wisdom, must
there be also unsound wisdom? Absolutely!
Simak
Amsal 3:19-21, “19 TUHAN dengan
hikmat telah meletakkan dasar bumi; dengan pengertian Dia mendirikan langit, 20 Dengan pengetahuan-Nya…” lihat, ini ada
sinonim yang lain, “…20 Dengan
pengetahuan-Nya, air samudera raya dipecahkan,
dan awan menitikkan embun. 21 Anakku,…” sekarang simak ini dibandingkan dengan apa, “…21 Anakku, janganlah sampai mereka meninggalkan…” apa? Jangan
biarkan hikmat, pengertian atau pengetahuan “…meninggalkan
matamu-- peliharalah hikmat yang benar dan
kebijaksanaan…” Nah, jika ada hikmat yang benar,
apakah juga pasti ada hikmat yang tidak benar? Tepat sekali.
Now when Saul
of Tarsus was converted, God commissioned him to go and preach the gospel. Notice
Acts 26:17 and 18, God says to Paul (later he's Paul), this is Saul of Tarsus,
“ 17 I will deliver you
from the Jewish people,
as well as from the
Gentiles, to whom I now send you,...” what is He sending Paul to them for? So all of the Gentiles were blind,
physically blind? No! Wisdom is represented by the eyes, and so it says “...18 to open their
eyes, in order to
turn them from...” what? Yeah, because when you're blind it's dark, right? “...18 to open their
eyes, in order to
turn them from
darkness to light, and from the
power of Satan to God, that they may receive forgiveness of sins
and an inheritance among those who are sanctified by faith in
Me.’...”
Nah,
ketika Saulus dari Tarsus ditobatkan, Allah memberinya tugas untuk pergi dan
mengabarkan Injil. Simak Kisah 26:17-18, Allah berkata kepada Paulus (belakangan
dia disebut Paulus), di sini masih Saulus dari Tarsus, “17 Aku akan menyelamatkan
engkau dari bangsa Yahudi, dan juga dari bangsa-bangsa lain, ke mana sekarang Aku mengutusmu…” Mengapa Dia mengirim Paulus kepada mereka? Berarti semua bangsa-bangsa
lain itu buta, buta secara fisik? Tidak! Hikmat dilambangkan oleh mata, maka
dikatakan, “…18 untuk membuka mata mereka, untuk memutar mereka berbalik dari…” apa? Iya, karena bila orang itu buta, itu gelap baginya, benar? “…18 untuk membuka mata mereka, untuk memutar mereka berbalik dari kegelapan
kepada terang, dan dari kuasa Setan kepada
Allah, supaya mereka boleh menerima pengampunan
dosa dan hak waris dari antara mereka yang
dikuduskan oleh iman dalam Aku.’...”
Now, Jesus
referred to the religious leaders of His day as “blind guides”, you can find that several times
in Matthew chapter 23, as well as in John 9:39. Why did Jesus refer to them as
blind guides? Because they made of none
effect the what? The Word and the Commandments
of God, and in their place what did they
put? The traditions of men, human wisdom. Are you with me or not?
For a deeper
study of this concept I would recommend a series that I did several years ago,
it's one of the least popular series. We don't sell hardly any of those because
people don't know the importance of the series. The
Bible or Tradition, oh okay, The Bible or Tradition. There I go through the
Roman Catholic view of tradition, and I compare it with the view of tradition
in the days of Christ. It is identical. So I would recommend that you get that
series The Bible or Tradition, it's a short
series, I think it has only maybe eight or 10 presentations, but I compare why the Jews rejected Christ because
of their tradition, with the Roman Catholic Church rejecting God's wisdom
because they depend also on tradition. So I recommend that you get a copy of
that.
Nah, Yesus merujuk kepada
para pemimpin rohani di zamannya sebagai “pemandu-pemandu
buta”, kalian bisa menemukan itu beberapa kali di Matius
pasal 23:24 juga di Yohanes 9:39. Mengapa Yesus menyebut mereka sebagai
pemandu-pemandu buta? Karena mereka membuat
apa menjadi tidak berarti? Firman dan Perintah-perintah Allah, dan di
tempatnya apa yang mereka letakkan? Tradisi manusia, hikmat manusia.
Apakah kalian mengikuti saya atau tidak?
Untuk pembelajaran yang
lebih mendalam dari konsep ini, saya merekomendasikan sebuah serial yang saya
buat beberapa tahun lalu, itu salah satu serial yang kurang populer. Kami
nyaris tidak berhasil menjualnya karena orang-orang tidak tahu pentingnya serial
itu. The Bible or Tradition. Oh,
oke, Alkitab atau Tradisi. Di sana saya membahas pandangan Roma Katolik tentang
tradisi dan saya bandingkan dengan pandangan tradisi di zaman Kristus. Itu
identik. Jadi saya merekomendasikan kalian mendapatkan serial itu The Bible or Tradition, ini
serial yang pendek, saya rasa hanya 8 atau 10 presentasi, tetapi saya
membandingkan mengapa bangsa Yahudi menolak Kristus gara-gara tradisi mereka,
dengan mengapa Gereja Roma Katolik menolak hikmat Allah karena mereka juga
bersandar pada tradisi. Jadi saya rekomendasikan kalian mendapatkan satu copy
dari pelajaran itu.
Now Ellen
White also described the symbolic meaning of eyes. Notice these two statements:
“My brethren in responsible positions, may the Lord not only anoint your...” what? “...your eyes that they
may
see. . . May He ‘give unto you the spirit of...” what? “...wisdom and
revelation in the knowledge
of Him;...” and then notice what it's compared
with
“...the eyes of your understanding being..” what? “...enlightened
(Ephesians 1:17-19)...” (Counsels to Writers and Editors, p. 91).
She's quoting from the text that we read from the apostle Paul in the
book of Ephesians. .
Nah,
Ellen White juga menggambarkan makna simbolis dari mata. Simak dua pernyataan
ini:
“…Saudara-saudaraku yang ada di
posisi yang bertanggung jawab, semoga Tuhan tidak saja mengurapi…” apa?
“…matamu agar mereka boleh melihat… Semoga Dia ‘memberikan kepadamu
Roh…” apa? “…hikmat dan pengungkapan dalam pengetahuan tentang Dia,…” dan simak ini dibandingkan
dengan apa, “…18 mata pemahamanmu telah…” apa?
“…dicerahkan’ (Efesus 1:17-19)…” (Counsels to Writers and Editors, hal. 91). Ellen White mengutip ayat yang
baru kita baca dari rasul Paulus di kitab Efesus.
Notice the next statement, Vol. IV of the Testimonies page 88, “The
eyesalve...” why do you apply the eyesalve? It’s
because Laodicea is what? Blind, right? So, “...The eyesalve.is that
wisdom and grace which enables us to discern between the evil and the good, and to
detect sin under
any guise. God has given His church...” what? “...eyes...”
by the way do you know what the eyes
of the church are? The Gift of Prophecy. Do you know what prophets were
called before they were called “prophets”? “Seers”. Why are they called seers? Because
they see what normal everyday people don't see. See, God gives them visions and
dreams. Why is Laodicea blind? Is it just possible Laodicea is blind because Laodicea has rejected the seer that God has
given the Seventh Day Adventist Church, and that's the reason why we're
lukewarm? I just throw that out. “...God has given His church eyes which He requires them to anoint with wisdom, that they may...”
what? “... see clearly;
but
many would put out the eyes of the church if they could; for they would not have their deeds come to the light, lest they should be reproved. The divine eyesalve will impart clearness to the...”
what? “...understanding. Christ
is the depositary of
all
graces. He says: ‘Buy of
Me.’...”
Simak
pernyataan berikut, Testimonies Vol. IV hal. 88, “…Salep mata…” mengapa kita membubuhkan
salep mata? Itu karena Laodekia apa? Buta, benar? Jadi, “…Salep
mata ialah hikmat dan rahmat yang membuat kita bisa membedakan antara yang
jahat dengan yang baik, dan mendeteksi dosa apa pun yang tersamar. Allah telah
memberikan kepada GerejaNya…” apa? “…mata…”
Nah, tahukan kalian mata Gereja
itu apa? Itulah Karunia Nubuat. Tahukah kalian
nabi-nabi disebut apa sebelum mereka disebut “nabi”? “Pelihat”. Mengapa mereka
disebut “pelihat”? Karena mereka melihat apa yang orang-orang biasa tidak
lihat. Lihat, Allah memberi mereka penglihatan-penglihatan dan mimpi-mimpi.
Mengapa Laodekia buta? Mungkinkah Laodekia itu buta karena
Laodekia telah menolak pelihat yang telah dikaruniakan Allah kepada Gereja MAHK?
Dan itulah alasannya mengapa mereka suam-suam? Saya lemparkan saja pertanyaan
ini kepada kalian.
“…Allah telah memberikan kepada GerejaNya mata yang Dia suruh mereka minyaki
dengan hikmat, supaya mereka boleh…” apa? “…melihat
dengan jelas; tetapi banyak yang mau
membutakan mata Gereja sekiranya mereka bisa; karena mereka tidak mau
perbuatan-perbuatan mereka ketahuan, supaya mereka tidak ditegur. Salep mata
Ilahi akan membagikan kejernihan kepada…” apa? “…pengertian.
Kristus adalah gudang semua rahmat. Dia berkata, ‘Belilah dari Aku…’”
Now it's no
coincidence that in three of the portraits of the Antichrist the emphasis is
that it's a system that depends on man. You have for example
·
Daniel chapter 7, the eyes of a man.
·
In Revelation chapter 13 he has the number of man.
·
And in 2 Thessalonians chapter 2 he's
called the “man of sin”.
It's a system
that depends on human wisdom and knowledge and understanding, apart from God's Word.
Nah, bukan suatu kebetulan
dalam tiga gambaran tentang Antikristus, tekanannya ialah itu suatu sistem yang
bersandar pada manusia. Ada misalnya:
·
Daniel pasal 7, mata manusia.
·
Di Wahyu pasal 13 dia punya angka manusia.
·
Dan di 2 Tesalonika 2, dia disebut “manusia dosa (manusia durhaka)”.
Ini sebuah sistem yang
bersandar pada hikmat dan pengetahuan dan pengertian manusia, di luar Firman
Allah.
Now Daniel
chapter 7 describes, as we studied, a sequence of powers. You have Babylon, the
Medes and Persians, Greece, Rome, the divisions of Rome, the Little Horn. And
the Little Horn has what? Eyes like a man. The text especially that interests us
in this study is Daniel 7:8, let's notice that verse. “ 8 I was considering the
horns, and there was another horn, a little one, coming up among them,
before whom three of the first horns were plucked out by the roots. And there,
in this horn, were...” what?
“...eyes...” what kind of
eyes? God's eyes, right? No! Eyes “...like the eyes of a man, and a mouth
speaking pompous words.”
Nah,
Daniel pasal 7 menggambarkan seperti yang sudah kita pelajari, urut-urutan
kekuasaan. Ada Babilon, Medo-Persia, Greeka, Roma, Roma yang terbagi, Tanduk
Kecil. Dan Tanduk Kecil memiliki apa? Mata seperti manusia. Ayat yang terutama
menarik bagi kita dalam pelajaran ini ialah Daniel 7:8, mari kita simak ayat
itu, “8 Aku sedang mempertimbangkan tanduk-tanduk itu, dan ada tanduk yang lain, yang kecil, yang muncul di antara mereka, yang sebelumnya tiga dari tanduk-tanduk yang pertama dicabut dengan akar-akarnya. Dan di sana pada
tanduk ini ada…” apa? “…mata-mata…” mata-mata jenis apa? Mata-mata Allah, benar? Bukan!
Mata-mata “…seperti mata-mata manusia, dan sebuah mulut
yang mengucapkan kata-kata besar (sombong).”
Now let me
ask you, is everything in Daniel chapter 7
symbolic? Are the Beasts symbolic? Are the heads symbolic? Are the wings
symbolic? Is the sea symbolic? Are the winds symbolic? Are the ten horns symbolic?
Is the Little Horn symbolic? Is the mouth symbolic? Are the actions symbolic? Is
the time period symbolic? Yes! So the eyes must also be symbolic. But we never
address what the eyes mean; or maybe I shouldn't say “never”, maybe somebody
does, but I've never heard it in evangelism, I've never heard anybody talk
about the meaning of the eyes.
Nah,coba saya tanya, apakah
semua di Daniel pasal 7 itu simbolis? Apakah
binatang-binatangnya simbolis? Apakah kepala-kepalanya simbolis? Apakah
sayap-sayapnya simbolis? Apakah lautan itu simbolis? Apakah angin-angin itu
simbolis? Apakah ke-10 tanduk itu simbolis? Apakah Tanduk Kecil itu simbolis?
Apakah mulut itu simbolis? Apakah tindakan-tindakan itu simbolis? Apakah
periode waktunya simbolis? Ya! Maka matanya tentunya juga harus simbolis.
Tetapi kita tidak pernah membicarakan apa makna mata itu; mungkin saya tidak
boleh mengatakan “tidak pernah”, mungkin ada yang membahasnya, tetapi saya
tidak pernah mendengarnya di penginjilan, saya belum pernah mendengar siapa pun
bicara tentang makna mata itu.
We're at the
bottom of page 313, we have already seen that the Little Horn has eyes like the
eyes of a man. Daniel 8 describes ~ this is important now ~ Daniel 8 describes the same Little Horn of Daniel
7, but not as a horn, but as a king
who has a fierce countenance because Daniel
8 is transitioning from the Little Horn to the king of the North in Daniel chapter 11. So the
Little Horn is the king of the North. Here in Daniel 8, the Little Horn is called
the king of fierce countenance. This chapter, chapter 8 pictures the arrogant
king or the Little Horn, and I looked for as many synonyms that I could find to
describe him: Sly, slithery, cunning, wily, scheming, devious, duplicitous, and
crafty politician who exalts himself to the very height of God, and uses keen
wisdom and knowledge to deceive his subjects. Why would the Little Horn be
described that way? Notice Daniel 8:23
and 25 on the next page, “23 And in the latter time of their
kingdom, when the transgressors have reached their fullness, a king shall
arise, having fierce features,...” and what is the characteristic he's going to have?
“...who understands...” that word is used 22 times in the book of Daniel, interestingly enough, “...who understands...” what? Oo, “...sinister schemes....
25 Through his
cunning he shall cause deceit to prosper under his rule;...”
Kita di
bagian bawah hal. 313, kita sudah menyimak bahwa Tanduk Kecil punya mata
seperti mata manusia. Daniel 8 menggambarkan ~ ini penting ~ Daniel
8 menggambarkan Tanduk Kecil yang sama di Daniel 7, tetapi bukan
sebagai tanduk, melainkan sebagai seorang raja dengan
wajah yang garang karena Daniel 8 sedang berpindah dari
Tanduk Kecil ke raja negeri Utara di Daniel pasal 11. Jadi Tanduk
Kecil itu ialah raja negeri Utara. Di sini di Daniel 8, Tanduk
Kecil itu disebut raja dengan wajah yang garang. Pasal ini, pasal 8
menggambarkan raja yang angkuh itu atau Tanduk Kecil ~ dan saya cari
sebanyak-banyaknya sinonim yang bisa saya temukan untuk menggambarkan dia:
culas, licin, licik, banyak akal bulusnya, membuat rencana jahat, cerdik,
berwajah dua, dan politikus yang lihai yang meninggikan dirinya ke ketinggian
Allah, dan menggunakan hikmat yang tajam dan pengetahuan untuk menipu mereka
yang tunduk padanya. Mengapa Tanduk Kecil digambarkan seperti ini? Simak Daniel
8:23 dan 25 di halaman berikut, “23 Dan pada bagian akhir kerajaan mereka, ketika
pelanggaran-pelanggaran telah mencapai kepenuhannya, seorang raja akan bangkit, yang berwajah garang…” dan dia akan
punya karakter bagaimana? “…yang memahami…” kata ini
dipakai 22 kali di kitab Daniel, cukup menarik, “…yang memahami…” apa? Ooo, “…rancangan-rancangan
yang gelap… 25 Dan melalui kelicikannya, ia akan membuat tipu muslihat berjaya di bawah pemerintahannya…”
I like the
way many Bible versions describe this power.
·
The American Standard Bible, New
American Standard Version (NASB) says that he's “insolent and skilled in intrigue, and through his shrewdness he will
cause deceit to succeed by his influence” Does that sound
like someone who depends on secret esoteric wisdom?
·
The English Standard Version (ESV) translates
“a king of bold face who understands
riddles. By his cunning he shall make deceit prosper.”
·
The New English Translation (NET) “a rash and deceitful king. By his treachery he will succeed through
deceit.”
·
God's Word Translation (GW) “stern looking king who understands mysterious things. He will cleverly
use his power to deceive others successfully.”
·
The New Revised Standard Version (NRSV) “a king of bold countenance shall arise, skilled in intrigue, by his
cunning he shall make deceit prosper under his hand.”
·
The Living Bible (LB/TLB) “an angry king shall rise to power with great shrewdness and
intelligence…” this is dealing with human wisdom and eyes,
correct? “…He will be a master of deception.”
·
The American Standard Version (ASV) “a king of fierce countenance and understanding dark sentences, and
through his policy he shall cause craft to prosper in his hand.”
·
The Amplified version (AMP) “a king of fierce countenance and understanding dark trickery and
craftiness shall stand up, and through his policy he shall cause trickery to prosper in his hand.”
Are you
catching a picture of the way the Little Horn is?
Saya suka cara banyak versi
Alkitab menggambarkan kekuasaan ini.
·
The American Standard Bible, New American Standard
Version (NASB) berkata bahwa dia “tidak
beradab dan mahir dalam intrik, dan melalui kelicikannya dia akan membuat tipu
muslihat berjaya melalui pengaruhnya.” Apakah ini terdengar
seperti seseorang yang bersandar pada rahasia hikmat esoterik?
·
The English Standard Version (ESV) menerjemahkannya:
“seorang raja berwajah garang yang mengerti
teka-teki. Dengan kelicikannya dia akan membuat tipu muslihat berjaya.”.
·
The New English Translation (NET), “seorang raja yang gegabah dan suka menipu. Dengan
pengkhianatannya dia akan berhasil melalui penipuan.”.
·
God's Word Translation (GW), “raja yang berpenampilan keras yang mengerti hal-hal yang
misterius. Dia akan menggunakan kemampuannya dengan cerdik untuk menipu
orang-orang lain dengan sukses.”.
·
The New Revised Standard Version (NRSV) “seorang raja berwajah berani akan bangkit, mahir dalam
intrik, dengan kelicikannya dia akan menjadikan tipu muslihat berjaya di bawah
tangannya.”.
·
The Living Bible (LB/TLB) “seorang raja yang pemarah akan bangkit ke kekuasaan
dengan kelicikan hebat dan kecerdikan…” ini
berkaitan dengan hikmat manusia dan mata, benar? “…dia akan menjadi ahli dalam penipuan.”.
·
The American Standard Version (ASV) “seorang raja berwajah garang dan yang mengerti
mantra-mantra kegelapan, dan melalui kebijakannya dia akan membuat praktek
mistik berjaya dalam tangannya.”.
·
The Amplified version (AMP) “seorang raja berwajah garang dan mengerti
penipuan-penipuan kegelapan dan praktek mistik akan berdiri, dan melalui
kebijakannya dia akan membuat tipu muslihat berjaya di tangannya.”.
Apakah kalian menangkap
gambaran bagaimana Tanduk Kecil ini?
You know we
don't have this same picture in Daniel 7, Little Horn in Daniel 7. Daniel 8
expands upon details of the Little Horn that is found in Daniel 7. The word
that is translated “dark sentences” in the King James version, “shrewdness,
cunning, treachery, intrigue, intelligence” in other versions, appears in several places in the Old Testament, and
refers to using crafty intelligence, to unlock riddles or mysteries or dark
sayings. For example it is used in eight times for Samson's riddles. Do you
remember that Samson was an expert at riddles? And it's also use of the Queen
of Sheba who came with hard questions to test Solomon's wisdom.
Kita tidak mendapatkan
gambaran yang sama di Daniel 7, Tanduk Kecil di Daniel 7. Daniel 8 memperluas
detail-detail Tanduk Kecil yang ditemukan di Daniel 7. Kata yang diterjemahkan “rancangan-rancangan yang gelap” di KJV, dan “keculasan, kelicikan, pengkhianatan, intrik, kecerdasan” di
versi-versi lain, muncul di beberapa tempat di Perjanjian Lama dan mengacu
kepada menggunakan kecerdasan gelap untuk membuka kunci teka teki atau
misteri-misteri atau mantra-mantra gelap. Misalnya dipakai 8 kali untuk
teka-teki Simson. Ingatkah kalian bahwa Simson itu ahli bikin teka-teki? Dan
itu juga dipakai untuk Ratu Sjeba yang datang dengan pertanyaan-pertanyaan
berat untuk menguji hikmat Salomo.
Now the Beast of Revelation 13:6 and 7 has the same
characteristics as the Little Horn of Daniel 7 and 8. We already
noticed that. The Beast that comes from the sea speaks blasphemies, persecutes
the saints of the Most High, tramples on the sanctuary, rules for 42 months,
and has the number of ~ a better
translation is not “a number of a man” ~ but “a number of man”. At the end
we're going to notice that this is very interesting, it has the number of man.
Nah, Binatang
di Wahyu 13:6-7 mempunyai karakteristik seperti Tanduk Kecilnya Daniel 7 dan 8.
Kita sudah melihat itu. Binatang yang keluar dari laut ini menghujat,
mempersekusi orang-orang saleh Yang Mahakudus, menginjak-injak Bait Suci,
berkuasa selama 42 bulan, dan mempunyai bilangan ~ terjemahan yang lebih baik
bukanlah “bilangan seorang
manusia” melainkan “bilangan
manusia”. Di bagian akhir kita akan menyimak bahwa ini sangat
menarik, dia memiliki “bilangan manusia”.
The apostle
Paul described the Antichrist who sits in the temple of God as “the man of sin” or “the mystery of lawlessness”. And of course you know this passage I'm not
going to take the time to read it, 2 Thessalonians 2:3 and 4, and verse 7. And
what does this “man of sin” do? He sits in the temple of God, claiming to be what? Does that have
any relationship with the Little Horn that we studied? Is it a system that
claims to be God? We read statement after statement to that effect, and you'll
notice that he's called “the man of sin”. That expression simply means an
individual or a system that promotes sinning.
You say, “Well,
does the Papacy promote sin?”
Of course it
does. You know, if you sin you can either work your way to Heaven, by
performing all kinds of good works; or on the other hand you can just go to the
priest and confess, and then afterwards continue sinning. This is “the man of
sin”.
Rasul Paulus menggambarkan
Antikristus yang duduk di Bait Suci Allah sebagai “manusia dosa” atau “misteri tidak adanya Hukum”. Dan tentu saja kalian tahu ayat-ayat ini, saya
tidak akan mengambil waktu untuk membacanya, 2 Tesalonika 2:3-4, dan 7.
Dan apa yang dilakukan “manusia dosa” ini? Dia duduk di Bait Suci
Allah, mengklaim sebagai apa? Apakah itu ada kaitannya dengan Tanduk Kecil yang
kita pelajari? Apakah ini sebuah sistem yang mengklaim sebagai Allah? Kita
telah membaca pelbagai pernyataan tentang hal itu, dan kalian simak dia disebut
“manusia dosa”. Ungkapan
ini semata-mata berarti seorang individu atau sistem yang mempromosikan berbuat
dosa.
Kalian berkata, “Nah,
apakah Kepausan mempromosikan dosa?”
Tentu saja iya. Kalian tahu,
jika orang berdosa, dia bisa mengandalkan perbuatannya sendiri untuk mencapai
Surga dengan melakukan segala macam perbuatan baik; atau di pihak lain dia bisa
saja pergi ke seorang imam dan mengakui dosanya, kemudian setelah itu
melanjutkan berbuat dosa lagi. Inilah “manusia
dosa”.
Now the
expression , “who understands sinister schemes”. In the New King James version of verse 23 it’s also used in a positive
sense. In Proverbs 1:5 and 6 it is linked with wisdom, understanding to solve
perplexing questions.
Nah, ungkapan “yang memahami rancangan-rancangan yang gelap”. Di NKJV
ayat 23 ini juga dipakai dalam pengertian yang positif. Di Amsal 1:5-6 ini
dikaitkan dengan hikmat, pengertian untuk menyelesaikan pertanyaan-pertanyaan
yang membingungkan.
Let me ask you,
is the study of the book of Daniel very profound and not easy to understand? So
what do we need to do when we're going to open the book of Daniel? We’ve got to
pray for understanding, for wisdom, “Lord, open my eyes…”, hello? “…so
that I can understand this book, because it's complex.” It's not like reading the newspaper, it takes
effort, it takes time, it takes wisdom, and so it's used in a positive sense in
Proverbs 1:5 and 6 where it says, “5 A wise man will hear and increase...” what? “...learning, and a man of understanding
will attain wise counsel, 6 to understand a proverb and an enigma, the words of the wise and
their riddles.” So in a positive sense, when we pray, we
can be cunning in a good sense of the word, and gain understanding.
In contrast
with the positive connotation in Proverbs, Daniel 8 presents a horn that does
not act with sanctified use of wisdom and intelligence but rather a corruption
of wisdom.
Coba saya
tanya, apakah mempelajari kitab Daniel itu sangat mendalam dan susah dipahami?
Jadi apa yang perlu kita lakukan ketika kita mau membuka kitab Daniel? Kita
harus berdoa minta pengertian, minta hikmat, “Tuhan, bukalah mataku…” halo?
“…supaya aku bisa mengerti kitab ini, karena kitab ini kompleks.” Ini
tidak seperti membaca surat kabar, dibutuhkan upaya, butuh waktu, butuh hikmat,
maka di Amsal 1:5-6 ini dipakai dalam pengertian yang positif di mana
dikatakan, “5 orang bijak mau mendengar dan menambah…” apa? “…pengetahuan, dan orang yang berpengertian akan memperoleh nasihat
yang bijak, 6 untuk mengerti suatu
peribahasa dan tebakan, perkataan-perkataan
orang bijak dan teka-teki mereka…” Jadi dalam arti yang positif, ketika kita berdoa kita bisa menjadi
cerdik dalam pengertian yang baik, dan mendapatkan pengertian.
Sebagai kontrasnya dengan konotasi positif di Amsal, Daniel 8
menampilkan sebuah tanduk yang bertindak tidak dengan pemahaman hikmat dan
kecerdasan yang kudus, melainkan dengan hikmat yang rusak.
Who was the
first that corrupted wisdom? It was an individual called Lucifer. And I want us
to go to the book of Ezekiel chapter 28, and this is definitely connected, this
shows that the Papacy is the vicegerent or
the viceregent of Satan because the Little Horn has the same
characteristics as Lucifer. Notice Ezekiel chapter 28 and we'll begin reading
at verse 2, “2 ... ‘Because your heart is lifted up, and you
say,...” this is talking about Lucifer, “...‘I am a god, I sit in the seat of gods...” did Lucifer say he was going to ascend to God's throne and he would be
like the Most High? Read Isaiah 14. “...2 ‘Because your heart is lifted up, and you
say, ‘I am a god, I
sit in the seat of
gods in the midst of the seas,’ yet you are a man,...” by the way don't get all hung up because Lucifer is an angel and he's
called “a man” here. Well, you know Daniel says “that man Gabriel” came to talk to me”. Sometimes the Bible describes angels as man. So anyway it says, “…in the midst of the seas,’ yet you are a man, and not a god, though you set your heart as the
heart of a god...” and then you
have this sarcastic expression “...3 Behold, you are wiser than Daniel!...” interesting that Daniel is brought up here
“...There is no secret that can be hidden from you! 4 With your wisdom and your
understanding you have gained riches for yourself, and gathered gold and
silver into your treasuries;...” is that what the Papacy did? Just read
about the Harlot in Revelation chapter 17. “…5 By your great wisdom in trade
you have increased your riches, and your heart is lifted up because of your
riches...” And then it says, as he was
originally, “...12 ‘You were the seal of perfection,
full of wisdom and perfect in beauty...” ah, but now notice, there's another kind of wisdom.
“...17 Your heart
was lifted up because of your beauty; you corrupted your wisdom for the
sake of your splendor;...” is there such
a thing as corrupted wisdom? Yes, it's when you depend on yourself. And the Papal
system depends not on what God reveals in His Word, it depends on traditions
created by human beings. By his sly methods Lucifer was successful in deceiving
one-third of the angelic host.
Siapakah
yang pertama merusak hikmat? Dialah satu individu yang disebut Lucifer. Dan
saya mau kita menyimak kitab Yehezkiel pasal 28, dan ini betul-betul terkait,
ini menunjukkan bahwa Kepausan adalah penguasa yang
mewakili Setan karena Tanduk Kecil punya karakteristik yang sama
seperti Lucifer. Simak Yehezkiel 28 dan kita akan mulai membaca dari ayat 2, “2...Karena engkau menjadi tinggi hati, dan engkau berkata…” ini bicara
tentang Lucifer, “…‘Aku adalah Allah! Aku duduk di takhta allah-allah…” apakah Lucifer mengatakan dia akan naik ke takhta Allah dan dia mau
menjadi seperti Yang Mahatinggi? Bacalah Yesaya 14. “2 ... Karena engkau menjadi tinggi hati, dan engkau berkata, ‘Aku adalah Allah! Aku duduk
di takhta allah-allah di tengah-tengah
lautan.’ Padahal engkau adalah manusia…” nah, jangan bingung karena Lucifer
itu malaikat dan di sini dia disebut “manusia”. Kalian tahu Daniel mengatakan, “‘Manusia Gabriel itu’ (Daniel 9:21) datang untuk berbicara padaku.” Terkadang Alkitab
menggambarkan malaikat sebagai manusia. Maka dikatakan, “…di tengah-tengah lautan.’ Padahal engkau adalah manusia, bukan allah, walau engkau menempatkan hatimu seperti hati allah…” lalu ada
ungkapan yang sarkastis ini, “…3 Lihat, engkau lebih bijak
daripada Daniel…” menarik Daniel dimunculkan di sini, “…tiada rahasia yang bisa disembunyikan
darimu. 4 Dengan hikmatmu dan pengertianmu engkau telah mengumpulkan kekayaan bagi dirimu sendiri, dan mengumpulkan emas dan perak ke dalam perbendaharaanmu…” itukah yang dilakukan Kepausan?
Bacalah tentang perempuan pelacur di Wahyu 17. “…5
Dengan hikmatmu yang besar
dalam berdagang engkau memperbanyak kekayaanmu, dan hatimu menjadi sombong karena kekayaanmu…” Kemudian dikatakan keadaannya yang asli, “…12
‘engkaulah
meterai dari
kesempurnaan, penuh hikmat dan sempurna keindahannya.’…” ah, tetapi sekarang simak, ada hikmat jenis lain, “…17 Hatimu menjadi sombong karena kecantikanmu,
kaurusak hikmatmu demi keindahanmu…” apakah ada
hikmat yang rusak? Iya, itu ketika kita bersandar pada diri kita sendiri. Dan
sistem Kepausan tidak bersandar pada apa yang dinyatakan Allah dalam FirmanNya,
dia bersandar pada tradisi yang diciptakan manusia. Dengan cara-caranya yang
licik Lucifer berhasil menyesatkan sepertiga balatentara malaikat.
Like the Antichrist, Lucifer worked with
mysterious secrecy. These are
expressions from Ellen White, “with mysterious secrecy and for a time
concealing his real purpose under an appearance of reverence for God, while at
the same time he was betraying God,” It is no
coincidence that Jesus referred to Judas as “the son of perdition” and the
Bible also refers to the Papacy as “the son of
predition”. Even the disciples were deceived by
Judas till the time that Jesus said, “What you're
going to do, do it quickly” the
disciples thought that Jesus was sending Judas on an errand, they didn't have
the foggiest idea because Judas was deceptive. That's why the Papacy is
described in this same way.
Sama seperti
Antikristus, Lucifer bekerja secara diam-diam penuh misteri. Ini
adalah ungkapan-ungkapan dari Ellen White, “…dengan
kerahasiaan yang misterius, dan selama beberapa waktu lamanya menyembunyikan
tujuan aslinya di bawah sikap hormat kepada Allah, sementara pada waktu yang
sama dia sedang mengkhianati Allah…” Bukan suatu kebetulan Yesus menyebut Yudas “anak kebinasaan” dan Alkitab juga menyebut Kepausan sebagai “anak kebinasaan”. Bahkan para murid tertipu oleh Yudas sampai ketika Yesus berkata, “Apa yang hendak kaulakukan, lakukan segera” (Yohanes 13:27) para murid
menyangka Yesus mengirim Yudas untuk melakukan suatu tugas, mereka sama sekali
tidak tahu apa-apa karena Yudas telah menipu mereka. Itulah sebabnya Kepausan
digambarkan dengan cara yang sama.
Now if eyes
represent ~ we’re at the bottom of the page ~ if eyes represent wisdom or
understanding, then human eyes must represent human wisdom or understanding or
knowledge. This must mean that the Little Horn ~ which is very wicked, right? So
we know that the wisdom the Little Horn has
is not Divine wisdom, it's a wicked horn ~ we must understand that the
Little Horn depends on what? Human wisdom because it has eyes of man and it
claims to exercise the power and prerogatives of God.
Nah, jika mata melambangkan
~ kita di bagian bawah halaman ~ jika mata melambangkan hikmat atau pengertian,
maka mata manusia haruslah melambangkan hikmat atau pengertian atau pengetahuan
manusia. Ini berarti Tanduk Kecil itu haruslah ~ Tanduk Kecil itu sangat jahat,
bukan? Jadi kita tahu bahwa hikmat yang dimiliki Tanduk
Kecil bukanlah hikmat Ilahi, dia tanduk yang jahat ~ kita harus
memahami bahwa Tanduk Kecil bergantung pada apa? Hikmat manusia karena dia
punya mata manusia dan dia mengklaim
mempaktekkan kuasa dan perogatif Allah.
Now I looked
up what is the animal that represents wisdom, the owl. Do you know why? You
know I did some research on this, and I find this very interesting description
on the internet. Notice this, by the way we speak of wise as an owl, don't we? Also
on graduation cards, what do you find frequently on the cover? Owl! Why? Because
the person who is graduating is very intelligent and wise, right?
Nah, saya mencari hewan apa
yang melambangkan hikmat, burung hantu. Tahukah kalian mengapa? Saya melakukan
sedikit riset tentang ini, dan saya menemukan deskripsi ini yang sangat menarik
di internet. Simak ini, nah kita berkata “sebijak burung hantu” bukan? Juga di
kartu-kartu ucapan selamat bagi yang lulus dari sekolah, apa yang sering kita
jumpai? Burung hantu! Mengapa? Karena orang yang lulus ujian itu sangat pandai
dan bijak, benar?
Now let's
talk about the owl. Notice this description, the eyes of owls are fixed, the eyes
are fixed, they don't turn like ours, but they can rotate their necks up to 270°.
Notice the following statement: “Owls have long been associated with wisdom and intelligence in many cultures. From
ancient Greek mythology to Native American folklore, the owl
has been revered as a symbol of knowledge, intuition, and foresight. But why are these nocturnal creatures so often associated with wisdom? Let’s explore the reasons
behind the owl’s reputation for
intelligence and what we can learn from these fascinating creatures.
One of the
main reasons why
owls are
considered
wise is
their exceptional sensory abilities. Owls have
incredibly keen eyesight, even in low-light
conditions. Their eyes are also uniquely designed to see a wide range of colors and detect even the slightest movements. Additionally, owls have excellent hearing,
with some species able to hear prey moving under leaves or snow. This combination of visual and auditory acuity makes owls
formidable hunters, able
to
locate and capture prey with remarkable accuracy. This exceptional
sensory
ability has led to the belief
that owls possess great
insight and
perception....”
See there's a reason why it says “wise as an owl”.
“Another reason why owls are seen as wise is their ability to
navigate through the
dark. Owls are nocturnal hunters, and they have evolved...”
we would question that
“...to be able to fly and hunt in
complete darkness. They do this by using their exceptional hearing to
locate prey and their eyesight to track it. Owls can also fly silently,...” they are stealth, in other words “...which helps
them to sneak up on their prey
without being detected...” almost sounds like the devil,
doesn't it? “...This
remarkable ability
to
navigate through the darkness has been associated with intuition and the ability to
see
through illusions.”
“Owls are also seen as wise because of their unique
physical characteristics. Owls have a distinct appearance, with their large, round eyes and flat faces. These
features give them a
wise and contemplative
look,
which
has
led to
their association with
intelligence and
wisdom. In addition, owls are known for their
longevity, with some species living up to 30 years in the wild. This longevity has been linked to
wisdom and experience.”
Now comes one of the most important remarks about owls. “Finally, owls have played a prominent role in many cultures and mythologies around the world. In ancient Greek mythology, the goddess Athena was often depicted with an owl on her shoulder, symbolizing her wisdom and intelligence. In Native American folklore, the owl was seen as a symbol of prophecy and foresight. In
many
other
cultures, owls are
revered as
spiritual guides
and
messengers, carrying messages from the spirit world.” (Source:
https://medium.com/@ismanuddin.iskandar/animal-wisdom-why-are-owls-considered-wise)
Nah, mari kita bicara
tentang burung hantu. Simak deskripsi ini. Mata burung hantu itu tidak
bergerak, matanya tidak bergerak seperti mata kita, tetapi mereka bisa memutar
leher mereka hingga 270 derajat. Simak pernyataan berikut, “…Burung hantu sudah lama dikaitkan dengan
hikmat dan kecerdasan dalam banyak kebudayaan. Dari mitologi kuno Greeka hingga
dongeng-dongeng rakyat bangsa asli Amerika, burung hantu telah dihormati
sebagai simbol pengetahuan, intuisi, dan kemampuan melihat ke masa depan.
Tetapi mengapa makhluk-makhluk malam hari ini begitu sering diasosiakan dengan
hikmat? Mari kita periksa alasan-alasan di balik reputasi burung hantu untuk
kecerdasan dan apa yang bisa kita pelajari dari makhluk-makhluk yang
mengagumkan ini.
Salah satu alasan utamanya mengapa
burung hantu dianggap bijak ialah kemampuan sensor mereka yang luar biasa.
Burung hantu punya penglihatan yang luar biasa tajam, bahkan di kondisi yang
temeram. Mata mereka juga didisain unik untuk bisa melihat rangkaian warna yang
luas, dan mendeteksi bahkan gerakan yang kecil sekali pun. Selain itu, burung
hantu punya pendengaran yang sangat baik, beberapa spesies bisa mendengar
mangsa bergerak di bawah daun-daun atau salju. Kombinasi ketajaman penglihatan
dan pendengaran ini membuat burung hantu menjadi pemburu yang hebat, sanggup
menemukan lokasi dan menangkap mangsanya dengan akurasi yang mengagumkan.
Kemampuan sensor yang luar biasa ini membuat burung hantu diyakini punya
pandangan dan persepsi yang sangat hebat. …” Lihat, ada alasannya
mengapa dikatakan “sebijak burung hantu”.
“Alasan lain mengapa burung hantu
dianggap bijak ialah kemampuan mereka untuk menavigasi dalam kegelapan. Burung
hantu adalah pemburu malam, dan mereka telah berevolusi…” kita mempertanyakan kata
“evolusi” itu, “…agar sanggup terbang dan berburu
dalam kegelapan pekat. Mereka melakukan ini dengan menggunakan pendengaran
mereka yang hebat untuk mendapatkan lokasi mangsa dan penglihatan mereka untuk
melacaknya. Burung hantu juga bisa terbang tanpa suara…” dengan kata lain mereka bergerak diam-diam, “…yang
membantu mereka untuk menyelinap ke mangsa mereka tanpa terdeteksi…” terdengarnya hampir
seperti Iblis, bukan? “…Kemampuan luar biasa untuk
menavigasi dalam kegelapan telah diasosiakan dengan intuisi dan kemampuan untuk
melihat menembus ilusi.
“Burung hantu juga dianggap bijak
karena karakteristik fisik mereka yang unik. Burung hantu punya penampilan yang
khas, dengan mata mereka yang bulat besar dan wajahnya yang datar. Penampilan
ini memberi mereka kesan bijak dan kontemplatif, yang mengakibatkan mereka
diasosiakan dengan kecerdasan dan hikmat. Selain itu, burung hantu dikenal
panjang umurnya, beberapa spesies hidup hingga 30 tahun di alam bebas. Panjang
umurnya ini dikaitkan kepada hikmat dan pengalaman.…” Sekarang ini salah satu
komentar yang paling penting mengenai burung hantu. “…Akhirnya,
burung hantu telah memainkan peranan yang menonjol dalam banyak kebudayaan dan
mitos di seluruh dunia. Di mitos Greeka kuno, dewi Athena sering digambarkan
dengan seekor burung hantu di bahunya, melambangkan hikmat dan kecerdasannya.
Di dongeng-dongeng rakyat Amerika asli, burung hantu dianggap simbol nubuatan
dan pandangan ke depan. Dalam banyak kebudayaan, burung hantu dihormati sebagai
penuntun-penuntun spiritual dan utusan-utusan, yang membawa pesan dari dunia
roh.”
(Sumber: https://medium.com/@ismanuddin.iskandar/animal-wisdom-why-are-owls-considered-wise)
Quite a
description of the owl, right? Would many of these characteristics fit Satan
and the Antichrist? Of course. Are they always hunting for prey? Are they very
successful in hiding themselves? Absolutely.
Suatu deskripsi yang luar
biasa tentang burung hantu, benar? Apakah banyak dari karakteristik ini cocok
untuk Setan dan Antikristus? Tentu saja. Apakah mereka selalu berburu mangsa?
Apakah mereka sangat berhasil menyembunyikan diri mereka? Betul sekali.
So now you'll
notice that I have after this the alphabet, the
Greek alphabet. You know in Greece they wrote numbers by using letters,
in other words the letters were equivalent to a certain number, and so there
you have the letters of the Greek alphabet: Alpha, Beta, Gamma, Delta, etc. and
the equivalent number on the right hand side.
Jadi sekarang kalian lihat
bahwa di sini ada abjad Greeka. Kalian tahu di Greeka
mereka menulis angka dengan huruf, dengan kata lain huruf-huruf itu sama dengan
nilai tertentu, jadi di sini ada huruf-huruf abjad Greeka: Alpha, Beta, Gamma,
Delta, dll. dan angka persamaannya di sebelah kanan.
|
Alpha |
α |
1 |
|
Beta |
β |
2 |
|
Gamma |
γ |
3 |
|
Delta |
δ |
4 |
|
Épsilon |
ε |
5 |
|
Stigma |
Ϛ |
6 |
|
Zeta |
ζ |
7 |
|
Eta |
η |
8 |
|
Theta |
θ |
9 |
|
Iota |
ι |
10 |
|
Kappa |
κ |
20 |
|
Lamda |
λ |
30 |
|
Mu |
μ |
40 |
|
Nu |
ν |
50 |
|
Xi |
ξ |
60 |
|
Omicron |
ο |
70 |
|
Pi |
π |
80 |
|
Ro |
ρ |
100 |
|
Sigma |
σ
ς |
200 |
|
Tau |
τ |
300 |
|
Upsilon |
υ |
400 |
|
Phi |
φ |
500 |
|
Chi |
χ |
600 |
|
Psi |
ψ |
700 |
|
Omega |
ω |
800 |
Now why do I
mention this? Well, on the next page, page 319, you notice that the name:
Nah, mengapa saya bicara tentang ini? Nah, di halaman berikutnya, hal. 319 kita lihat bahwa nama:
Jesus (Iesous)
Jesus: I (10) E
(8) S (200) O (70) U
(400) S (200) = 888
Cross (stauros)
Cross: ST (6)
A (1) U (400)
R (100) O (70)
S (200)
= 777
Tradition (Paradosis)
P (80) A (1) R (100) A
(1) D (4) O (70) S (200) I (10) S (200) = 666
“Jesus” Ἰησοῦς [Iēsous] in Greek, when you add up the letters, the total is eight 888.
The word “cross”
Σταυρός [stauros] in Greek, when you add up the
letters, the total is 777.
But when you
add up the letters in the word Παράδοσις [paradosis] which is “tradition”, the result is 666.
Interesting, isn't it?
You say, “Well,
it might be a coincidence.”
Maybe, but
God does have a sense of humor, like we noticed in the pictures that we handed
out yesterday. It's interesting that the word Παράδοσις [paradosis] which is “tradition”
it's the word that is used for example in Mark chapter 7, Παράδοσις [paradosis] the
equivalent value of the letters is 666, very significant. The number 666 is a number of man. God's number is 777, and Jesus’ number is 888. But the number of “tradition”,
of the Beast and the Little Horn which is equivalent is 666.
“Yesus” Ἰησοῦς [Iēsous] dalam
bahasa Greeka, bila kita jumlah huruf-hurufnya, totalnya ialah 888.
Kata “salib” Σταυρός [stauros] dalam bahasa Greeka, bila kita jumlah
huruf-hurufnya, totalnya ialah 777.
Tetapi bila kita jumlah
huruf-hurufnya di kata Παράδοσις
[paradosis] yang adalah “tradisi”, hasilnya ialah 666.
Menarik, bukan?
Kalian berkata, “Nah,
mungkin itu kebetulan.”
Mungkin, tetapi Allah suka
bergurau, seperti yang kita simak di gambar yang kami bagikan kemarin. Menarik bahwa kata Παράδοσις [paradosis] yang adalah “tradisi” itulah
kata yang dipakai misalnya di Markus pasal 7, nilai huruf-huruf Παράδοσις [paradosis] ialah
666, sangat signifikan. Bilangan 666 adalah bilangan
manusia. Bilangan Allah ialah 777, dan bilangan Yesus itu 888.
Tetapi bilangan “tradisi”, Binatang, dan Tanduk Kecil itu sama dengan 666.
Now we have a
limited time to do the last three pages. So let's go as quickly as possible. Three
times chapter 7 tells us that the judgment began after the work of the Little
Horn, correct? We noticed that yesterday, we have a description of the work of
the Little Horn, then the Judgment. Little Horn, then the Judgment. Now if
that's the case, will the Judgment begin
after the Little Horn has done its work, during “time, times, and the dividing of time”? Yes or No? Of course! We would expect the judgment to be after the
Little Horn ruled, and the Little Horn ruled “time, times, and the dividing of time”, that means that the Judgment must begin sometime after which date? After
1798, because the “time, times, and the dividing of time” ended in 1798, so we're supposed to expect the Judgment after the work of the Little Horn, sometime after the date 1798.
Nah, kita punya waktu yang
terbatas untuk tiga halaman terakhir jadi mari kita bahas secepat mungkin. Tiga
kali pasal 7 mengatakan kepada kita bahwa penghakiman itu dimulai setelah
pekerjaan Tanduk Kecil, benar? Kita sudah menyimak ini kemarin. Kita punya
deskripsi pekerjaan Tanduk Kecil, lalu penghakiman. Tanduk Kecil, lalu
penghakiman. Nah, jika demikian, apakah penghakiman akan dimulai setelah Tanduk Kecil melakukan
pekerjaannya selama “satu masa, masa-masa, dan setengah masa”? Ya atau
Tidak? Tentu saja! Kita boleh memperkirakan penghakiman terjadi setelah Tanduk
Kecil berkuasa, dan Tanduk Kecil berkuasa selama “satu masa,masa-masa, dan setengah masa”, itu
berarti penghakiman harus dimulai setelah kapan? Setelah 1798, karena “satu masa, masa-masa, dan setengah masa” berakhir
di 1798, jadi kita haruslah berharap penghakiman terjadi
setelah pekerjaan Tanduk Kecil, yaitu suatu waktu setelah tahun 1798.
Now let's
continue here, we know not only that it begins sometime after 1798, but we also
know that when the Judgment began, the Ancient of Days came and sat. You can
read that in Daniel 7:9 and 10, and verse 22. Now if the Ancient of Days came and sat, He
must have been at some other place before that. Are you with me or not? He must
have been in some other place before that.
Now
Revelation 4 and 5 indicate that the Father and the Son were in the Holy Place when
Jesus ascended to Heaven, because you have the seven branch candlestick and you
have the altar of incense there. So the Father and the Son, the Father's on the
throne then Jesus ascends to heaven and He joins the Father on the throne. We
know that in Revelation 4 and 5 the Father and the Son are both in the Holy
Place where the altar of incense and where the seven branch candlestick are.
Nah, mari kita lanjut. Kita
tahu bukan hanya penghakiman dimulai suatu waktu setelah 1798, tetapi kita juga
tahu bahwa ketika penghakiman dimulai, Yang Lanjut Usia datang dan duduk.
Kalian bisa membaca ini di Daniel 7:9-10, dan 22. Nah, jika Yang Lanjut Usia
datang dan duduk, tentunya sebelum itu Dia berada di tempat lain. Apakah kalian
mengikuti saya atau tidak? Tentunya Dia ada di tempat lain sebelum itu.
Nah, Wahyu 4 dan 5
mengindikasikan bahwa Bapa dan Anak berada di Bilik Kudus ketika Yesus naik ke
Surga, karena kita melihat ketujuh kaki dian, dan mezbah ukupan di sana. Jadi
Bapa dan Anak, Bapa duduk di takhta lalu Yesus naik ke Surga dan Dia bergabung
dengan Bapa di takhtaNya. Kita tahu bahwa di Wahyu 4 dan 5, Bapa dan Anak
sama-sama ada di Bilik Kudus di mana terdapat mezbah ukupan dan ketujuh kaki
dian.
Now Revelation
3:7 and 8 describes a door that opens. There's
a door that's closed and then there's another door that’s opened in the period
of the Church of Philadelphia, Church number six. So must this be
towards the end time, if it's Church number six? Of course it must be towards
the end time. So there's a door that's closed and another door that's opened. The
question is which is the door that is closed, and which is the door that is
opened.
The door that is closed is the door to the Holy Place. By the way what period is the Church of Philadelphia? The Millerite
movement. Interesting. When was the open
door placed before the Church? Under
the Church of Philadelphia.
Nah, Wahyu 3:7-8
menggambarkan sebuah pintu yang terbuka. Ada pintu yang tertutup kemudian
ada pintu lain yang terbuka di periode Gereja Filadelfia, Gereja
nomor enam. Jadi ini haruslah menjelang akhir masa jika ini Gereja nomor enam?
Tentu saja ini menjelang akhir masa. Jadi ada sebuah pintu yang ditutup dan
pintu lain yang dibuka. Pertanyaannya ialah pintu mana yang ditutup dan pintu
mana yang dibuka. Pintu yang ditutup ialah pintu ke Bilik Kudus.
Nah, Gereja Filadelfia itu di periode apa? Gerakan Millerite. Menarik. Kapan pintu
yang terbuka ditempatkan di depan Gereja? Di
masa Gereja Filadelfia.
Now let's continue.
·
This door could not be the one from the Court
to the Holy Place because Jesus came from the Court to the Holy Place when He
ascended to Heaven.
·
It also cannot be the the door that goes
from the Camp to the Court because that's when Jesus became incarnate, right?
·
So it must be a door that leads to the Most Holy Place.
Sekarang mari kita lanjut.
·
Pintu ini tidak mungkin yang dari Pelataran ke
Bilik Kudus karena Yesus datang dari Pelataran ke Bilik Kudus ketika Dia naik
ke Surga.
·
Juga itu tidak mungkin pintu yang dari
Perkemahan ke Pelataran karena itu ketika Yesus menjelma menjadi manusia,
benar?
·
Jadi ini haruslah sebuah pintu yang membuka ke Bilik
Mahakudus.
The word
“throne” is common in the Bible, but the “throne” in Daniel 7 is special and
unique, because the Aramaic word is found only in Daniel. The word “throne”
it's a special throne, it's not like the word “throne” is used many many times
in the Old Testament, but this is a unique term, for “throne” there was not
only one throne ~ this is important ~ where the Father sat, but also what?
“Thrones” this hints that other Heavenly beings are involved in the Judgment.
As I have shown in my study notes on the 24 Elders, the plural word “thrones” refers to the Heavenly jury that is composed
of the representatives of the worlds that never sinned, who were
present in the Holy Place to welcome Jesus when He ascended to heaven. The word
“sat”: once again, “the Judgment sat” is a rare Aramaic word, once again in the Old Testament, appearing in
Daniel 7:9, 10, verse 26. It indicates the beginning of a Judicial procedure,
or the beginning of a judgment.
Kata “takhta” itu umum di
Alkitab, tetapi “takhta” yang di Daniel 7 itu istimewa dan unik, karena kata
Aramnya hanya ditemukan di Daniel. Kata “takhta” adalah takhta yang istimewa,
bukan kata “takhta” yang dipakai banyak kali di Perjanjian Lama, tetapi ini
adalah istilah yang unik, karena “takhta” di sini bukan hanya satu takhta ~ ini
penting ~ di mana Bapa duduk, tetapi
juga apa? “Takhta-takhta” ini menunjukkan bahwa makhluk-makhluk Surgawi yang
lain terlibat dalam penghakiman. Seperti yang telah saya tunjukkan di makalah
serial 24 Tua-tua, kata jamak “takhta-takhta” mengacu kepada juri
surgawi yang terdiri atas wakil-wakil dari dunia-dunia yang tidak pernah
berdosa, yang hadir di Bilik Kudus untuk menyambut Yesus ketika
Dia naik ke Surga.
Kata “duduk”: sekali lagi “Majelis
Pengadilan duduk” adalah kata Aram yang langka, sekali lagi di
Perjanjian Lama muncul di Daniel 7:9-10, 26. Ini mengindikasikan dimulainya suatu
prosedur judisial, atau dimulainya penghakiman.
You know some
people see similarities between Revelation 4 and 5, and Daniel chapter 7, because
you have One seated on the throne, and you have thrones, and so on, in both
passages. And so they assume that Daniel chapter 7 is talking about the
Ascension of Christ.
Why do you have
these common elements between Revelation 4, 5 and Daniel chapter 7? It's very
simple. Because the same beings that are in
the Holy Place they moved to the Most Holy Place in 1844 in Daniel chapter 7.
That's why in Daniel chapter 7 you have One seated on the throne. By the way
does the Father move and then does the Son move in Daniel chapter 7? Of course They
move, and if They're moving They must be moving from the Holy Place to the Most
Holy Place.
Ada orang yang melihat
persamaan antara Wahyu 4 dan 5 dan Daniel pasal 7 karena ada Satu yang duduk di
takhta, dan ada takhta-takhta, dan lain-lain, di kedua bacaan. Maka mereka
berasumsi bahwa Daniel pasal 7 itu bicara tentang Kenaikan Kristus. Mengapa ada
unsur-unsur yang sama ini antara Wahyu 4, 5, dan Daniel pasal 7? Jawabannya
mudah. Karena sosok-sosok yang sama yang ada di Bilik Kudus, mereka
pindah ke Bilik Mahakudus di tahun 1844 di Daniel pasal 7.
Itulah mengapa di Daniel pasal 7 ada Satu yang duduk di takhta. Nah, apakah
Bapa pindah, kemudian Anak pindah di Daniel pasal 7? Tentu saja, Mereka pindah,
dan jika Mereka pindah, tentunya Mereka pindah dari Bilik Kudus ke Bilik
Mahakudus.
Daniel uses
the word “book”, we're at the middle of the page, in both singular and plural.
Daniel 7:9 and 10, it says “the books
were opened”,
but in Daniel 12:1 it says “everyone who
is found written in the book” so you have “books”
and you have “book”. The difference is intentional, because there is a
difference between the contents in both.
·
“The books” contain the life records of every person who has ever lived;
·
and “the book” contains their names.
Daniel menggunakan kata
“kitab” ~ kita di bagian tengah halaman ~ dalam bentuk baik tunggal maupun
jamak. Daniel 7:9-10 mengatakan “kitab-kitab dibuka”, tetapi di
Daniel 12:1 dikatakan, “setiap orang yang namanya didapati tertulis dalam kitab itu.” Jadi ada
“kitab-kitab” dan ada “kitab”. Bedanya memang disengaja, karena ada perbedaan
isi dalam keduanya.
· “kitab-kitab” berisikan catatan hidup setiap manusia yang pernah
hidup;
· “kitab” berisikan nama-nama mereka.
In a restricted sense the martyrs will now get
a fair shake and the Judgment against them in earthly courts will be overturned
in God's Supreme Court. However, in a
broader sense the cases of all who have claimed Jesus as Savior will be
examined. This is made clear in the parables of Jesus. So you know, some people
say, “Well, Daniel chapter 7 is not talking about the beginning of the
investigative judgment for everyone who has ever claimed Christ. It's talking
about the investigative judgment to reverse the judgments of the Little Horn
against those who were killed during its period of dominion.” But you know
this is used in a restricted sense in Daniel chapter 7, but that does not
eliminate the broader sense.
Dalam
pengertian yang
terbatas para martir sekarang
akan mendapatkan kesempatan yang adil, dan penghakiman yang menjatuhkan mereka
di pengadilan duniawi akan diputar balik dalam Pengadilan Tinggi Allah. Namun dalam pengertian yang lebih luas, semua orang
yang telah mengklaim Yesus sebagai Juruselamat, kasusnya akan diperiksa. Ini dijelaskan dalam
perumpamaan-perumpamaan Yesus. Jadi ada orang yang berkata, “Nah, Daniel pasal 7 tidak bicara tentang dimulainya
penghakiman investigasi bagi semua orang yang pernah mengklaim Kristus. Ini
bicara tentang penghakiman investigasi untuk mengoreksi penghakiman Tanduk
Kecil terhadap mereka yang dibunuh selama masa kepemimpinannya.” Tetapi
kalian tahu, di Daniel pasal 7 ini dipakai dalam pengertian yang terbatas,
tetapi itu tidak mengeliminasi pengertian yang lebih luas.
Now let me
explain what I mean. According to the apostle Paul, God's people are going to
judge the world, and they're going to judge angels during the Thousand Years. 1
Corinthians 6:3, right? He says to the Corinthians, “Do you not know that we
will judge the world? We will judge angels.” So the Corinthians are going
to be involved in the Judgment. But when you get to Revelation chapter 20, it
says that John saw the martyrs, and they resurrected, and they judged during
the Thousand Years. So if you read only Revelation chapter 20, you have to
conclude what? That only those who resurrect after the Millennium, the martyrs
who resurrect, they're the ones that are going to judge the wicked. But the apostle
Paul presents a broader view. See, there's a restricted view in Revelation
chapter 20, and there's a broader view that we find elsewhere in 1 Corinthians
chapter 6.
Nah, saya akan jelaskan apa
yang saya maksud. Menurut rasul Paulus, umat Allah akan menghakimi dunia dan
mereka akan menghakimi malaikat selama Masa Seribu Tahun. 1 Korintus 6:2-3,
benar? Dia berkata kepada jemaat Korintus, “2 Tidak tahukah
kamu, bahwa orang-orang kudus akan menghakimi dunia?...3 Tidak
tahukah kamu, bahwa kita akan menghakimi malaikat-malaikat?” Jadi jemaat
Korintus akan terlibat dalam penghakiman. Tetapi ketika kita tiba di Wahyu
pasal 20, dikatakan bahwa Yohanes melihat para martir yang telah dibangkitkan,
dan mereka akan menghakimi selama Masa Seribu Tahun. Maka jika kita membaca
hanya Wahyu pasal 20, kita harus menarik kesimpulan apa? Bahwa hanya mereka
yang bangkit setelah Millenium, para martir itu, merekalah yang akan menghakimi
orang-orang jahat. Tetapi rasul Paulus mempersembahkan pandangan yang lebih
luas. Lihat, jadi ada pandangan yang terbatas di Wahyu pasal 20, dan ada
pandangan yang lebih luas yang kita temukan di tempat lain di 1 Korintus pasal
6.
So let's go
to the bottom of the page, time is just about up. Later in the vision, the Son of
Man was moved by the clouds of Heaven to where the Father sat.
This movement
of Jesus cannot refer to the Ascension of Christ for several reasons:
1.
When Jesus ascended to Heaven books were
not opened
2.
This scene takes place after the Little
Horn's dominion from 538 to 1798.
The coming of
Jesus on the clouds cannot refer to the Second Coming either, because at the Second
Coming, Jesus does not come to the Father in heaven, but rather the Father
sends Jesus to the earth. Are you understanding all of this?
This we're
going real fast because I don't want to have to come back to this in our next
study together.
Jadi mari ke bagian bawah
halaman, waktu hampir habis. Kemudian dalam penglihatan itu Anak Manusia
dipindahkan oleh awan-awan surgawi ke mana Bapa duduk.
Perpindahan Yesus ini tidak
mungkin mengacu kepada saat kenaikan Kristus, karena beberapa alasan:
1.
Ketika Yesus naik ke Surga, kitab-kitab tidak
dibuka.
2.
Adegan ini terjadi setelah masa kepemimpinan
Tanduk Kecil dari 538 hingga 1798.
Kedatangan Yesus dengan
awan-awan tidak mungkin mengacu kepada Kedatangan Kedua juga, karena saat
Kedatangan Kedua, Yesus tidak datang kepada Bapa di Surga, melainkan Bapa
mengirim Yesus ke dunia. Apakah kalian mengerti semua ini?
Kita bergerak cepat-cepat
karena saya tidak mau harus kembali kemari dalam pelajaran kita berikutnya.
Ellen White saw
the movement of the Father and the Son to the Most Holy Place from the Holy. In
Early Writings page 55 she wrote, “I saw the Father rise from the throne...”
which must have been in the Holy Place
by the way “...and
in a flaming chariot go into the holy of holies within
the veil, and sit
down...” she is describing Daniel 7,
“.... . .Then a cloudy chariot, with wheels like flaming fire,
surrounded by angels, came to where Jesus was. He stepped into the chariot and was borne
to
the holiest, where
the Father sat." And what does
Jesus go to the Father for? He goes to receive the kingdom.
Ellen White
melihat perpindahan Bapa dan Anak ke Bilik Mahakudus dari Bilik Kudus. Di Early Writings hal. 55, dia menulis, “…Aku melihat Bapa
bangkit dari takhta…” yang tentunya berada di
Bilik Kudus, “…dan di dalam
suatu kereta yang menyala, Dia pergi ke bilik Mahakudus di balik tirai, lalu
duduk…” Ellen White sedang menggambarkan Daniel 7,
“…..Lalu suatu kereta yang berawan dengan roda-roda seperti api yang
menyala-nyala, dikelilingi malaikat, menghampiri tempat Yesus. Yesus naik ke
dalam kereta itu dan dibawa ke bilik Mahakudus, di mana Bapa sudah duduk…” Dan Yesus datang kepada Bapa untuk apa? Dia datang untuk menerima
kerajaan.
What is the
kingdom? The kingdom is not a geographical location, the kingdom are His subjects. When everybody's case has been
evaluated in the Judgment, God's people will be complete, in other words, it
will have been revealed who is the subject of the kingdom. And then Jesus
received the kingdom from the Father. And you can see that in this quotation in
Early Writings page 280 that we don't have
time to read right now, because time is just about up.
“Every case had been decided for life or death. While Jesus had been ministering
in the sanctuary, the judgment had been going on for the righteous dead, and then
for
the righteous living. Christ had received His kingdom, having made the atonement for His people and blotted out their sins. The
subjects of the kingdom were made up. The
marriage of the Lamb was consummated. And the kingdom, and the greatness of the kingdom under the whole heaven, was given to Jesus and the heirs of salvation, and Jesus was to reign as King of kings and Lord of lords.” (EW,
p. 280)
Kerajaan itu apa? Kerajaan
itu bukan suatu lokasi geografis, kerajaan adalah rakyatNya.
Ketika kasus setiap orang sudah dinilai dalam penghakiman, umat Allah akan
lengkap, dengan kata lain saat itu akan dinyatakan siapa yang adalah rakyat
dari kerajaan itu. Lalu Yesus akan menerima kerajaan itu dari Bapa. Dan kalian
bisa melihat ini di kutipan di Early
Writings hal. 280, yang kita tidak punya waktu untuk membacanya
sekarang, karena waktu hampir habis.
“…Setiap
kasus telah diputuskan untuk hidup atau mati. Selagi Yesus melayani di Bait
Suci, penghakiman sudah berlangsung bagi orang-orang benar yang sudah mati kemudian bagi orang-orang benar yang masih hidup. Kristus telah menerima kerajaanNya,
setelah membuat pendamaian bagi umatNya, dan menghapus dosa-dosa mereka. Rakyat kerajaanNya telah terbentuk. Perkawinan Anak Domba sudah disahkan. Dan kerajaan itu, dan kemegahan kerajaan itu, di bawah
seluruh langit diberikan kepada Yesus dan para ahliwaris
keselamatan dan Yesus akan memerintah sebagai Raja segala raja dan Tuan
segala tuan.”
The final
point that I want to make is that Daniel 7
presents a Judicial perspective whereas Daniel 8 presents a sanctuary
perspective of the Judgment.
So in our
next session together we're going to talk about Revelation 10, Daniel's little
sealed book.
Poin terakhir yang mau saya
buat ialah bahwa Daniel 7 mempresentasikan suatu perspektif
judisial, sementara Daniel 8 mempresentasikan perspektif penghakiman Bait Suci.
Maka di sesi kita
berikutnya kita akan bicara tentang Wahyu 10, kitab kecil Daniel yang
dimeteraikan.
29 12 25
No comments:
Post a Comment