Wednesday, October 7, 2026

EPISODE 05/09 ~ 2025 HAMMOND ~ BABYLON'S ABOMINABLE WINE ~ STEPHEN BOHR

 

2025 SERMONS AT HAMMOND SDA CHURCH

Stephen Bohr

05/09 BABYLON’S ABOMINABLE WINE

https://www.youtube.com/watch?v=Dh3sBfsqEqs&list=PLBBip1YOAghAc4hqc9hD_SO0JEL3fy2tX&index=5

 

 

Dibuka dengan doa.

 

 

Top of Form

Tonight or this evening we are going to speak about an apostate religious system that is worldwide. I want to make it clear as we begin that we're not talking about the individuals or persons that are in that system. We are speaking about the apostate religious system, not the individuals within that system. Because within the system are individuals who love the Lord. They serve God to the best of their knowledge and ability, but they don't have all the light. After all, Nebuchadnezzar was the leader of ancient Babylon, and he was quite a fellow. The Bible tells us that he threatened to chop up all of his wise men, and he wanted to roast three young men in a furnace. And yet, the Bible tells us that the leader of Babylon was converted and became a servant of the Lord. So within the apostate Babylonian system, there were individuals who served God and eventually embraced the truth.

 

Malam ini kita akan bicara tentang sebuah sistem relijius yang mendunia, yang murtad. Saat kita mulai ini saya ingin menekankan bahwa kita tidak sedang bicara tentang individu-individu atau orang-orang yang ada di sistem tersebut. Kita sedang bicara tentang sistem relijius yang murtad, bukan individu-individu di dalam sistem tersebut. Karena di dalam sistem ini ada individu-individu yang mencintai Tuhan. Mereka melayani Tuhan sebaik-baiknya menurut pengetahuan dan kemampuan mereka, tetapi mereka tidak memiliki semua terangnya. Bukankah Nebukadnezar, pemimpin Babilon purba, adalah seorang yang karakter dan kepribadiannya luar biasa. Alkitab memberitahu kita bahwa dia mengancam akan mencincang semua orang pintarnya, dan dia mau memanggang tiga orang pemuda di tungku api. Namun demikian, Alkitab memberitahu kita bahwa pemimpin Babilon ini bertobat dan menjadi hamba Tuhan. Jadi di dalam sistem Babilon yang murtad, ada individu-individu yang melayani Allah, dan yang pada akhirnya akan memeluk kebenaran.

 

 

Now God founded the Jewish church as His chosen people in the days of Moses. However, in the course of many centuries, the Bible tells us that the Jewish church became corrupted. They adopted the teachings and the practices of the surrounding pagan nations. Although they claimed to love the Lord, they did not live as if they loved the Lord. In the days of Christ, that church, the Jewish church that had embraced many practices and many doctrines of paganism, reached the height of apostasy and corruption. Thus, history proves that as time goes by, churches do not become better and better, but churches have the tendency to degenerate and to fall into apostasy and to lose their identity. The Jewish church of Christ's day had much pomp and circumstance, they had the glorious temple, they had the impressive priestly garments, they had the fragrant incense, the sprinkling of holy water, its famous founders, the repetitive prayers, impressive processions and ceremonies that wowed the eye and the ear. Although externally the Jewish church in the days of Christ appeared to be honoring God, internally the church was full of rot, corruption, and apostasy as we can see from Christ's woes on the scribes and Pharisees in Matthew chapter 23. This is why Jesus said of the Jewish church, the apostate Jewish church of Christ, of His day, "This people honor me with their lips, but their hearts are far from Me." This is the reason why Jesus also said, "In vain do they worship Me, teaching as doctrines the  Commandments and the traditions of men." Though the church members admired their leaders, they wandered like sheep without a shepherd.

 

Nah, Allah yang mendirikan gereja (jemaat) Yahudi sebagai umat pilihanNya di zaman Musa. Namun seiring lewatnya banyak abad, Alkitab memberitahu kita bahwa jemaat (gereja) Yahudi ini menjadi rusak. Mereka mengadopsi ajaran-ajaran dan praktek-praktek bangsa-bangsa pagan yang mengelilingi mereka. Walaupun mereka mengaku mencintai Tuhan, mereka tidak hidup layaknya mereka mencintai Tuhan. Di zaman Kristus, gereja itu, gereja Yahudi itu, yang sudah memeluk banyak praktek dan banyak doktrin paganisme, mencapai puncak kemurtadan dan kebobrokannya. Dengan demikian, sejarah membuktikan bahwa dengan berjalannya waktu gereja-gereja tidak menjadi semakin baik, melainkan gereja-gereja punya kecenderungan menjadi mundur dan jatuh ke dalam kemurtadan dan kehilangan identitas mereka. Gereja Yahudi di zaman Kristus memiliki banyak upacara, perayaan, dan  ritual yang mengagumkan, mereka memiliki Bait Suci yang mulia, mereka punya jubah-jubah imamat yang mempesona, mereka punya kemenyan-kemenyan yang harum, percikan-percikan air suci, pelopor-pelopor yang terkenal, doa-doa ulangan, arak-arakan yang mengagumkan, dan upacara-upacara yang mempesona mata dan telinga. Walaupun di luarnya gereja Yahudi di zaman Kristus tampaknya menghormati Allah, di dalamnya gereja itu penuh dengan kerusakan, kebobrokan dan kemurtadan, seperti yang bisa kita lihat dari “celaka-celaka” yang diucapkan Kristus kepada para ahli Taurat dan orang-orang Farisi di Matius pasal 23. Itulah mengapa Yesus berkata kepada gereja Yahudi, gereja Yahudi yang murtad di zaman Kristus, “8 Bangsa ini mendekati Aku dengan mulutnya, dan menghormati Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari-Ku.” (Matius 15:8). Inilah alasannya mengapa Yesus juga berkata, “9 Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sementara mengajarkan sebagai doktrin,  perintah-perintah manusia.” (Matius 15:9). Walaupun anggota-anggota jemaat mengagumi pemimpin-pemimpin mereka, mereka berjalan tanpa arah seperti domba-domba tanpa gembala.

 

 

Mark chapter 7 describes a supposed process of transmission that the Jewish apostate church had in the days of Christ. They believe that there were many teachings that Moses gave Israel that were not recorded in the written Scriptures. They believed that these traditions had been passed down orally from generation to generation. And that these traditions that had been passed on orally, which were not in the Scriptures, were as trustworthy as what was written in Scripture. Matthew chapter 23 tells us that the Pharisees sat on Moses' seat. Now that is a figurative expression: “Moses’ seat”. By the way, the Greek word is καθέδρα [kathedra]. They sat on the καθέδρα [kathedra] of Moses. Now, I don't know if you're aware, but the Papacy when the Pope speaks authoritatively, he speaks “ex-cathedra”, in other words, he speaks “from the throne”. And of course the Pope as well as the bishops teach many things that are not find found in the Scriptures. But they say, actually the biblical writers didn't write these things down, but in the process of time they were passed on orally through a succession of religious leaders till our day, and they're just as reliable as the Scriptures.

 

Markus pasal 7 menggambarkan sebuah proses transmisi yang dimiliki gereja Yahudi di zaman Kristus. Mereka meyakini bahwa ada banyak ajaran yang diberikan Musa kepada Israel yang tidak dicatat di Kitab Suci yang tertulis. Mereka meyakini bahwa tradisi-tradisi ini telah diturunkan secara verbal dari generasi ke generasi. Dan bahwa tradisi-tradisi yang diturunkan secara verbal yang tidak ada dalam Kitab Suci, yang sama bisa diandalkan seperti apa yang tertulis di dalam Kitab Suci. Matius pasal 23 mengatakan kepada kita bahwa orang-orang Farisi duduk di kursi Musa. Nah, ini adalah ungkapan kiasan “takhta Musa”. Kata Greekanya ialah καθέδρα [kathedra]. Mereka duduk di καθέδρα [kathedra] Musa. Nah, saya tidak tahu apakah kalian menyadari, tetapi Kepausan, ketika Paus berbicara dengan kuasa, dia berbicara “ex-katedra”, dengan kata lain, dia berbicara “dari takhta”. Dan sudah barang tentu Paus maupun para Uskup mengajarkan banyak hal yang tidak ditemukan di Kitab Suci. Tetapi mereka berkata, sesungguhnya para penulis Alkitab tidak mencatat ini, tetapi dengan berjalannya waktu itu telah diteruskan secara verbal lewat para pemimpin relijius turun-temurun hingga zaman kita, dan semua itu sama bisa diandalkannya seperti Kitab Suci.

 

 

Finally, the governing body of the church of that day called the Sanhedrin got together and they made the decision to condemn Jesus to death. However, as a church, they could not execute the death decree because when they appeared before Pilate, they said, "We are not able to condemn anyone to death. We need the help of the civil power.” And so it's a sobering thing that Jesus was crucified by the church through the help of the state. There was a union of church and state. They hated Jesus because Jesus had many followers among the people that were embracing Him instead of them. In fact, after Jesus resurrected Lazarus, the Pharisees complained. They said, "See, the whole world has gone after Him." And so, the governing body of the apostate church, the Sanhedrin, which was composed of the leaders of the apostate church, believed that the only solution to this problem was the execution of Christ.

 

Akhirnya, badan yang mengepalai gereja di zaman itu, yang disebut Sanhedrin, berkumpul dan mereka membuat keputusan untuk menghukum mati Yesus. Namun, sebagai gereja mereka tidak bisa menjalankan hukuman mati karena itu ketika mereka tampil di hadapan Pilatus mereka berkata, “Kami tidak bisa menghukum mati orang. Kami membutuhkan bantuan kekuasaan sipil.” Maka ini adalah hal serius yang perlu direnungkan, bahwa Yesus disalibkan oleh gereja dengan bantuan negara. Ada persatuan antara gereja dengan pemerintah. Mereka membenci Yesus karena Yesus punya banyak pengikut dari antara orang-orang yang mengikut Dia, bukan mengikut mereka. Bahkan, setelah Yesus membangkitkan Lazarus, orang-orang Farisi mengeluh. Mereka berkata, “Lihat, seluruh dunia sudah mengikutiNya.” Maka badan yang mengepalai gereja yang murtad itu, Sanhedrin, yang terdiri atas para pemimpin gereja yang murtad itu, meyakini bahwa satu-satunya solusi untuk masalah ini ialah dengan membunuh Kristus. 

 

 

After Christ ascended to Heaven, the apostate church continued its vile methods. We see it, for example, in the stoning of Steven. The Bible tells us that they were filled with rage when Stephen gave his sermon reviewing the history of Israel. And with demonic fury by authorization of the governing body of the church, of the apostate church of that day and age, the Bible tells us that they stoned Stephen to death.

In the book of Acts, they continued, the Sanhedrin continued the habit of persecuting those who were true followers of Jesus. This is the apostate church of that day and age. And the Bible tells us that the Jews constantly stirred up the people to persecute the saints. The apostle Paul said that the church flogged him five times, they beat him with rods once and they stoned him once. That's the apostate church with the apostate leadership, the Sanhedrin. Is it possible that history can repeat itself in the course of time?

 

Setelah Kristus naik ke Surga, gereja yang murtad melanjutkan metode-metode jahatnya. Kita melihat, misalnya, dalam perajaman Stefanus. Alkitab memberitahu kita bahwa mereka dipenuhi oleh amarah ketika Stefanus menyampaikan khotbahnya mengulangi sejarah Israel. Dan dengan murka satanik di bawah wewenang badan yang mengepalai  gereja, gereja yang murtad di  masa dan zaman itu, Alkitab memberitahu kita bahwa mereka merajam Stefanus sampai mati.

Di kitab Kisah Rasul-rasul mereka melanjutkan, Sanhedrin melanjutkan kebiasaan mempersekusi pengikut-pengikut sejati Kristus. Ini adalah perbuatan gereja yang murtad di masa dan zaman itu. Dan Alkitab memberitahu kita bahwa orang-orang Yahudi terus-menerus membangkitkan orang-orang untuk mempersekusi orang-orang kudus. Rasul Paulus berkata bahwa gereja telah mencambukinya lima kali, mereka memukulinya dengan tongkat sekali dan merajamnya sekali. Itulah perbuatan gereja yang murtad di bawah kepemimpinan yang murtad, Sanhedrin. Apakah mungkin sejarah akan mengulangi dirinya lagi seiring berlalunya waktu?

 

 

Now, here's the good news. Within that system there was a faithful remnant, both of leaders and of lay people. The twelve apostles were members of that church. They did not remain members of that church but they belonged to the Jewish church. Not only that, several members of the Sanhedrin of the governing body were followers of Jesus secretly during His ministry and later they came out. We think for example of Joseph of Arimathea who gave Jesus his burial place and who had many riches and actually financially sustained the church when it was being formed, the Christian church. We think of Nicodemus, also a member of the governing body of Israel. The Bible tells us that Nicodemus was extremely rich. And Ellen White tells us that he used his resources also to help in the building of the early church. And then we have the wise leader of the Sanhedrin, Gamaliel, who when the Sanhedrin wanted to lynch Peter and John, spoke those wise words and said, "Don't do it. If this is of God, you're not going to be able to stop it. And if it isn't of God, it's going to fizzle out." And then what could we say about Saul of Tarsus? Also a member of the Sanhedrin, the persecutor of the church, and yet he left Judaism and became a faithful proclaimer of the Christian religion.

 

Nah, ini kabar baiknya. Di dalam sistem itu ada tersisa sekelompok yang setia, baik di antara para pemimpin maupun orang-orang awam. Keduabelas rasul tadinya adalah anggota gereja tersebut. Mereka tidak tetap tinggal sebagai anggota gereja itu, tetapi mereka dulunya adalah anggota gereja Yahudi itu. Bukan hanya itu, beberapa anggota Sanhedrin, badan yang mengepalai gereja itu, diam-diam menjadi pengikut-pengikut Yesus selama ministriNya dan belakangan mereka berani tampil. Kita ingat misalnya contoh Yusuf Arimathea yang memberikan kuburannya sendiri untuk Yesus, dan yang punya banyak harta dan malah dia yang mendanai gereja Kristen ketika sedang baru didirikan. Kita teringat akan Nikodemus, juga anggota dari badan yang mengepalai Israel. Alkitab mengatakan kepada kita bahwa Nikodemus itu sangat kaya. Dan Ellen White memberitahu kita bahwa dia menggunakan sumber dayanya juga untuk membantu pendirian gereja yang mula-mula. Kemudian ada pemimpin Sanhedrin yang bijaksana, Gamaliel, yang ketika Sanhedrin mau membunuh Petrus dan Yohanes, mengucapkan kata-kata bijak itu, “38 ‘Jangan ganggu orang-orang ini, biarkanlah mereka, sebab jika petunjuk atau pekerjaan itu berasal dari manusia, itu tidak akan jadi apa-apa. 39 tetapi jika itu berasal dari Allah, kamu tidak  bisa menjatuhkannya,  karena jangan-jangan malah kamu akan didapati berkelahi melawan Allah.’” (Kisah 5:38-39). Lalu apa yang bisa kita katakan tentang Saulus dari Tarsus? Juga seorang anggota Sanhedrin, penganiaya gereja, namun dia meninggalkan Yudaisme dan menjadi pengkhotbah setia agama Kristen.

 

 

My point is that within the system there were faithful religious leaders and there were faithful lay people as well, like the twelve apostles. Is it just possible then that today there is a religious organization that claims to follow Jesus, that claims that there are oral traditions that are not in the Bible, that are just as reliable as what the Bible has? And that in that system where there is a corrupt leadership as well as corrupt members who claim to serve the Lord and love the Lord but don't really? Isn’t it just possible that within that system there are faithful leaders and faithful people who have not bent the knee to Baal? Absolutely.

 

Poin saya ialah, di dalam sistem itu ada pemimpin-pemimpin rohani yang setia, dan orang-orang awam yang setia juga, seperti keduabelas rasul. Kalau begitu apakah mungkin hari ini ada sebuah organisasi relijius yang mengklaim mengikuti Yesus tetapi mengkalim ada tradisi-tradisi oral yang tidak tertulis dalam Alkitab, yang sama bisa diandalkan sebagaimana apa yang ada di dalam Alkitab? Dan di dalam sistem itu di mana ada kepemimpinan yang bobrok dan juga anggota-anggota yang bobrok yang mengklaim melayani Tuhan dan mengasihi Tuhan, tetapi sesungguhnya tidak? Apakah tidak mungkin bahwa di dalam sistem itu ada pemimpin-pemimpin yang setia dan orang-orang awam yang setia yang tidak pernah berlutut kepada Baal? Tentu saja!

 

 

Now, what is the lesson that I want us to remember as we begin our study this evening? The lesson is very simple. We're going to talk about a church, a religious system, today in the world that embraces almost the whole world. It claims to serve Christ. It claims to teach the truth of Christ. But that system, beginning with the leadership and with those who belong to the system, is an apostate system. However, within it are many faithful leaders and also many faithful members who love the Lord. They haven't heard the message, they haven't seen the light, but when they hear the message, they will come out of that religious system and join God's remnant church.

 

Nah, apakah pelajaran yang saya mau kalian ingat di awal pelajaran kita malam ini? Pelajarannya sangat sederhana. Kita akan bicara tentang sebuah gereja, sebuah sistem relijius di dunia hari ini, yang merangkul hampir seluruh dunia. Yang mengklaim melayani Kristus. Yang mengklaim mengajarkan kebenaran Kristus. Tetapi sistem itu, mulai dari para pemimpinnya dan mereka yang ada dalam sistem ini, adalah sebuah sistem yang murtad. Namun di dalamnya ada banyak pemimpin yang setia dan juga anggota yang setia yang mengasihi Tuhan. Mereka belum mendengar pekabarannya, belum melihat terangnya, tetapi bila mereka mendengar pekabarannya, mereka akan keluar dari sistem relijius tersebut dan bergabung dengan gereja umat sisa Allah.

 

 

I think that you are quite aware of what system I'm referring to. I'm not referring to the 7th Day Adventist Church. I'm referring to the biggest and most influential Christian church in the world today, the Roman Catholic Papacy. It's a system that is corrupt to the core. It has a leadership that is corrupt. Most of the members are corrupt. But within that system, God has faithful leaders who have not seen the light. And He has faithful members who have not seen the light. And it is our role to present the truth so that they can see the fullness of truth and come out and join God's people.

 

Menurut saya kalian cukup sadar sistem mana yang saya maksudkan. Saya tidak mengacu kepada gereja MAHK. Saya mengacu kepada gereja Kristen yang paling besar dan paling berpengaruh di dunia hari ini, Kepausan Roma Katolik. Ini adalah sebuah sistem yang busuk sampai ke intinya. Kepemimpinannya bobrok. Kebanyakan anggotanya bobrok. Tetapi di dalam sistem ini Allah punya pemimpin-pemimpin yang setia yang belum melihat terangnya. Dan Allah punya anggota-anggota yang setia yang belum melihat terang. Dan peranan kita ialah menyampaikan kebenaran itu supaya mereka bisa melihat seluruh kebenaran dan keluar bergabung dengan umat Allah.

 

 

This takes us to the Second Angel’s Message of Revelation chapter 14. Let's go there. Revelation 14:8. Last night we studied the message of the First Angel. Now we're going to take a look at the message of the Second Angel of Revelation 14. It says there in Revelation 14:8, “8 And another angel followed...” followed the First Angel  “...saying, ‘Babylon is fallen, is fallen, that great city, because she has made...”  notice it's “she”, feminine, right? “...she has made all nations drink of the wine of the wrath of her fornication.’...” And then we're going to see that in Revelation 18, this message is repeated and it is intensified. Not only does it say that Babylon is fallen, is fallen, but it says, "Come out of her, My people."

 

Ini membawa kita ke Pekabaran Malaikat Kedua Wahyu pasal 14. Mari ke sana. Wahyu 14:8. Semalam kita mempelajari Pekabaran Malaikat Pertama. Sekarang kita akan menyimak Pekabaran Malaikat Kedua Wahyu 14. Dikatakan di sana di Wahyu 14:8, “8 Dan seorang malaikat lain, mengikuti…”  mengikuti Malaikat Pertama,  “…dan berkata: ‘Sudah roboh, sudah roboh Babel, kota besar itu, karena dia (she) telah membuat…” simak kata yang dipakai di sini adalah “she”, perempuan, benar? “…dia (she) telah membuat segala bangsa minum dari  anggur murka hawa nafsu perzinahannya.’…”  Kemudian kita akan melihat bahwa di Wahyu 18, pekabaran ini diulangi dan diperkuat. Bukan saja dikatakan bahwa Babilon sudah roboh, sudah roboh, tetapi dikatakan   “…4 ‘Keluarlah darinya, hai umat-Ku...”

 

 

Now, this is not dealing with literal Babylon, the city over in Iraq. That city no longer exists. It's not literal Babylon over in Iraq that has fallen. Revelation is talking about a religious system that has fallen, not in a specific geographical location but a system that is global or worldwide. Of course, if Babylon is a world system, a spiritual system, not literal Babylon, then the people that Babylon persecutes are God's faithful Israel, spiritual Israel. Because Babylon was the deadly enemy of Israel, literal Babylon of literal Israel. But in the end time, it's global spiritual Babylon, enmity of spiritual Israel. So the question is, what is Babylon today? We can't know how Babylon has fallen unless we understand who Babylon is and why Babylon fell.

 

Nah, ini tidak bicara tentang Babilon literal, kota yang ada di Irak. Kota itu sudah lama tidak ada. Bukan Babilon literal yang di Irak yang telah roboh. Wahyu sedang berbicara tentang sebuah sistem relijius yang telah roboh, bukan di suatu lokasi geografis tertentu, melainkan sebuah sistem yang global atau mendunia. Nah, bila Babilon adalah sebuah sistem yang mendunia, sebuah sistem spiritual, bukan Babilon literal; maka sudah tentu orang-orang yang dipersekusi Babilon adalah Israel umat Allah yang setia, Israel spiritual. Karena Babilon adalah musuh bebuyutan Israel, Babilon yang literal musuh Israel literal. Tetapi di akhir zaman, Babilon spiritual yang global adalah musuh Israel spiritual. Maka pertanyaannya ialah, siapa Babilon sekarang ini? Kita tidak akan tahu bagaimana Babilon roboh kecuali kita mengerti siapa Babilon itu dan mengapa dia roboh.

 

 

So go with me to Revelation chapter 17 and we're going to read beginning with verse 1 and we'll go through verse 6. Revelation 17:1-6 gives us the characteristics of end time Babylon, end time spiritual Babylon. It says there, and we're going to read the passage and I'm going  to pause at certain points and then we're going to explain those points. It says, “1Then one of the seven angels who had the seven bowls came and talked with me, saying to me, ‘Come, I will show you the judgment of the great harlot...” so remember that Babylon is what? The great harlot, that's why she has fallen. Remember it's feminine.  So first of all, you have a great harlot. And where is she located? We're going to deal with all these specifically in a moment. Who, what,   “...the great harlot who...” what?  “...sits on...”  what? “...many waters...” So the first point is (1) it's a great harlot. Babylon is a great harlot. It's a she. She (2) sits (3) on many waters. Now comes number four. “...2 with whom the kings of the earth committed fornication...” That's number (4). The harlot became a harlot because she commits fornication with the kings of the earth, with the rulers of the earth, “...and the inhabitants of the earth were made...”  what? Oh, “...drunk...” Okay, that's point (5), “...drunk with the wine of her fornication.’...” So she makes everyone drunk with her wine. Verse 4, “... 4 The woman was arrayed...” here's number (6). “... 4 The woman was arrayed...” What does “array” mean? She's clothed, right? And what are her favorite colors? “...in purple and scarlet...” that's number (7), “...and adorned with gold and precious stones and pearls...” So, in other words, she has lots of pearls and precious stones and gold and silver. She's a very rich system, Babylon. And then it says,  “...having in her hand a golden cup...” what does the cup have? That's number (8). What does the cup have? Oh, the cup has wine, right? But what is the wine? Let's continue reading.  “...a golden cup full of...” what? “...full of abominations...” So, what is the wine? The wine is her abominations. “Wine” and “abominations” are interchangeable. Are you following me or not? So, she has a cup. In the cup are her abominations, but she actually gives wine to the nations. So, she's giving her abominations to the nations. It continues saying, “...and the filthiness of her fornication. 5 And on her forehead a name was written: MYSTERY, BABYLON THE GREAT...” Oh, her name is Babylon the Great. And then notice the next point.  “...THE MOTHER OF HARLOTS...” Let me ask you something. Do you know a mother that never had children? No. I know women who haven't had children, but I've never known a mother who doesn't have children. So, she has daughters because they're women harlots. She has daughters that at some point were born from her and they share her teachings and her practices. So she's  “...THE MOTHER OF HARLOTS AND OF THE  ABOMINATIONS OF  THE EARTH...” Now the last characteristic,  “...6 I saw the woman, drunk with the blood of the saints and with the blood of the martyrs of Jesus...”  She is a persecuting harlot against those who don't want to drink the wine.

 

Jadi mari bersama saya ke Wahyu pasal 17 dan kita akan mulai membaca mulai ayat 1 dan kita akan terus ke ayat 6. Wahyu 17:1-6 memberi kita karakteristik Babilon akhir zaman, Babilon spiritual akhir zaman. Dikatakan di sana, dan kita akan membaca ayat-ayat itu dan saya akan berhenti di titik-titik tertentu dan akan menjelaskan poin-poin itu. Dikatakan, “1 Lalu datanglah seorang dari ketujuh malaikat, yang membawa ketujuh cawan itu dan berkata kepadaku: ‘Mari ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu keputusan (penghukuman) atas Pelacur besar…”  jadi ingatlah Babilon itu siapa? Pelacur besar. Itulah mengapa dia (perempuan) yang telah roboh. Ingat bahwa itu perempuan. Jadi pertama-tama ada seorang Pelacur besar.  Dan di manakah dia berada? Sebentar kita akan membahas semua ini secara spesifik, siapa, apa, dll.   “…Pelacur besar yang…”  apa?   “…duduk di…”  apa?   “…atas banyak air. …”  Jadi poin pertama ialah (1) dia seorang Pelacur besar. Babilon adalah Pelacur besar. Seorang perempuan. Dia (2) duduk (3) di atas banyak air. Sekarang yang keempat, (4)  “… 2 Dengan dia raja-raja di bumi telah berbuat zinah, …” ini nomor 4. Pelacur itu menjadi pelacur karena dia  berbuat zinah dengan raja-raja di bumi, dengan para penguasa bumi, “…dan penghuni-penghuni bumi telah dibuat…” apa? Oh, “…mabuk…” oke, ini poin (5), “…mabuk oleh anggur perzinahannya.’…”  jadi dia membuat semua orang mabuk dengan anggurnya. Ayat 4,  “…4 Dan perempuan itu memakai…”  ini nomor (6),  “…4 Dan perempuan itu memakai…”  apa artinya “memakai”? Dia berpakaian, benar? Dan apa warna-warna kesukaannya?   “…kain ungu dan kain kirmizi…”  ini nomor (7)  “…yang dihiasi dengan emas, permata dan mutiara…”  jadi dengan kata lain dia punya banyak mutiara dan batu-batu permata, emas dan perak. Dia adalah sebuah sistem yang sangat kaya, Babilon ini. Kemudian dikatakan, “…dan di tangannya ada sebuah cawan emas…”  apa isi cawan itu? Ini nomor (8). Apa isi cawan itu? Oh, cawan itu isinya anggur, benar? Tetapi anggurnya itu apa? Mari kita lanjutkan membaca, “…sebuah cawan emas penuh dengan…” apa? “…segala kekejian…”  jadi anggurnya itu apa? Anggurnya adalah semua kekejiannya. “Anggur” dan “kekejian-kekejian” bisa dipakai bergantian. Apakah kalian mengikuti saya atau tidak? Jadi dia membawa cawan, dan di dalam cawan itu segala kekejiannya. Dan dia malah memberikan anggurnya kepada bangsa-bangsa. Jadi dia memberikan kekejian-kekejiannya kepada bangsa-bangsa. Selanjutnya dikatakan, “…dan kenajisan perzinahannya. 5 Dan pada dahinya tertulis suatu nama: ‘MISTERI, BABEL BESAR…”  namanya ialah Babel Besar. Kemudian simak poin berikutnya, “…IBU DARI WANITA-WANITA PELACUR,…”  coba saya tanya. Apakah kalian tahu ada ibu yang tidak punya anak? Tidak. Saya kenal perempuan-perempuan yang tidak punya anak, tetapi saya tidak pernah mengenal seorang ibu yang tidak punya anak. Jadi Pelacur ini punya anak-anak perempuan karena dikatakan bahwa mereka adalah wanita-wanita pelacur. Dia punya anak-anak perempuan yang pada suatu waktu terlahir darinya, dan mereka mengikuti ajaran-ajarannya dan apa yang dipraktekkannya. Jadi dia adalah “…IBU DARI WANITA-WANITA PELACUR, DAN DARI  KEKEJIAN-KEKEJIAN BUMI.’…”  Dan sekarang karakteristik terakhir, “…6 Dan aku melihat perempuan itu mabuk oleh darah orang-orang kudus dan darah martir-martir Yesus…”  Dia adalah Pelacur yang mempersekusi mereka yang tidak mau minum anggurnya.

 

 

Now let me share, before we actually unpack all of these details to look for what power is being described here, I want to tell you a little experience I had in Argentina several years ago. I was invited to have a week of prayer at the 7th Day Adventist University there, very huge university. At that time they met in the gymnasium and on Sabbath they gathered 4’000 to 5’000 members in the gymnasium. And it was a week of prayer and there are many individuals, students that are not Adventists. And so I was very cautious about presenting a sermon on Revelation 17 because I knew that there were a lot of Roman Catholics. So when I presented this topic, I said as I started the sermon, I said, “Tonight we're going to talk about a religious system that is worldwide, but I'm not going to tell you who it is. I'm just going to give you the characteristics.” So I went through all these characteristics. You know, great harlot, is an apostate church, she's a global church, she sits on multitudes, nations, tongues, and peoples; and sitting means that she rules over them. And she's involved in politics because she fornicates with the political powers of the world. In the past, she's been a persecuting power. She's drunk with the blood of the saints. She gives her false doctrines to all of the nations. She has daughters, churches that were born from her. I gave all the characteristics, but I never said who the harlot was. Well, the next morning ~ I had interviews every day after preaching the sermon with students ~ I had a nursing student come in and she said, "Pastor Bohr, I want you to know that last night you offended my church."

And I looked at her and said, "But I didn't mention any church in my sermon last night."

And she looked at me and she says, "But by the characteristics, I knew who you were talking about."

So I said to her, “Well, if the characteristics point to that system, maybe you need to pay attention because you yourself reached the conclusion about what system we were talking about.”

 

Nah, sekarang saya akan berbagi, sebelum kita mengupas semua detail ini untuk melihat kekuasaan apa yang digambarkan di sini. Saya mau menceritakan pengalaman kecil saya saat di Argentina beberapa tahun lalu. Saya diundang untuk minggu sembahyang di Universitas MAHK di sana, universitas yang sangat besar. Pada waktu itu mereka bertemu di gimnasium dan pada hari Sabat ada sekitar 4’000-5’000 orang di gimnasium. Dan itu adalah minggu sembahyang dan ada banyak mahasiswa yang bukan orang Advent. Maka saya sangat berhati-hati dalam menyampaikan khotbah tentang Wahyu 17 karena saya tahu di sana ada banyak orang Roma Katolik. Jadi ketika saya menyampaikan topik ini, pada awal khotbah saya katakan, “Malam ini kita akan bicara tentang sebuah sistem relijius yang mendunia, tetapi saya tidak akan  memberitahukan siapa itu. Saya hanya akan memberikan kalian karakteristik-karakteristiknya.” Maka saya kupas semua karakteristik ini. Kalian tahu, pelacur besar, gereja murtad, dialah gereja yang global, dia duduk di atas banyak orang, bangsa-bangsa, bahasa-bahasa, dan kaum-kaum; dan bahwa “duduk” berarti dia berkuasa atas mereka. Dan dia juga terlibat dalam politik karena dia berzinah dengan kekuasaan-kekuasaan politik dunia. Di masa lampau dia adalah kekuasaan yang mempersekusi, dia mabuk dengan darah orang-orang kudus, dia memberikan doktrin-doktrin palsunya kepada semua bangsa. Dia punya anak-anak perempuan, gereja-gereja yang lahir dari dirinya. Saya berikan semua karakteristiknya, tetapi tidak pernah mengatakan siapa pelacur ini. Nah, keesokan harinya ~ saya memberikan wawancara dengan para mahasiswa setiap hari setelah khotbah ~ seorang mahasiswa bagian perawat datang dan dia berkata, “Pastor Bohr, saya mau Anda tahu, semalam Anda telah menyinggung gereja saya.”

Dan saya memandangnya dan berkata, “Tetapi saya tidak menyebut gereja mana pun dalam khotbah saya semalam.”

Dan gadis itu memandang saya dan berkata, “Tetapi dari karakteristik-karakteristiknya saya tahu siapa yang Anda maksud.”

Maka saya katakan kepadanya, “Nah,  kalau karakteristik-karakteristik itu menunjuk kepada sistem itu, mungkin sebaiknya Anda memperhatikan, karena Anda sendiri yang tiba pada kesimpulan tentang sistem yang kita bicarakan.”

 

 

Now let me go through these characteristics and amplify a little bit why the Roman Catholic Papacy is being identified in this passage.

1.    What does a woman represent in prophecy? A woman represents a church.

If it's a pure woman, what kind of church is it? It's a pure church. Revelation 12, the woman is clothed with the sun and the moon is under her feet. Natural, everything natural, nothing artificial. What does a harlot woman represent? It represents a church as well, still a woman, a church that has become corrupted, an apostate church, if you please. So, we're supposed to look for a global apostate church.

 

2.    She sits on the waters, which are “multitudes, nations, tongues, and peoples”.

What does the act of sitting represent? She rules over them. Let's go to Revelation chapter 18. I'm going to show you that sitting means that she rules over them. See, this system is not only a church, but it is also a state. Is the Vatican a state? Yes. It's a church and a state both.

Is it a global system? Yes. Does it have followers all over the world? Does it rule over those followers? Yes. Notice Revelation chapter 18 where this system is not only spoken of as a woman but also is spoken of as a political system. It says there in Revelation chapter 18 and let's see if I can find the verse here, maybe it's chapter 17, let me check and see here. Yeah. Chapter 17:18. “18 And the woman whom you saw is that great city...” and what's the name of the great city? Babylon “...is that great city which...” what?  “...reigns over the kings of the earth...”

So she sits on many waters which means that she rules over them. Of course the waters are symbolic of “multitudes, nations, tongues and peoples”.

 

Sekarang saya akan mengupas satu per satu karakteristik-karakteristik ini dan menjelaskan sedikit mengapa Kepausan Roma Katolik yang diidentifikasi dalam ayat-ayat ini.

1.    Seorang perempuan melambangkan apa dalam nubuatan? Seorang perempuan melambangkan sebuah gereja.

Jika itu perempuan yang saleh, gereja macam apa itu? Gereja yang murni. Wahyu 12, perempuan itu berselubungkan matahari dan bulan di bawah kakinya. Alami, semuanya alami, tidak ada yang buatan.

Seorang perempuan pelacur melambangkan apa? Melambangkan sebuah gereja juga, masih seorang perempuan, masih sebuah gereja, yang telah menjadi rusak, gereja yang murtad, katakanlah. Jadi kita harus mencari sebuah gereja global yang murtad.

 

2.    Dia duduk di atas banyak air, yang adalah “orang banyak, bangsa-bangsa, bahasa-bahasa, dan kaum-kaum”.

“Duduk” itu melambangkan apa? Dia berkuasa atas mereka. Mari ke Wahyu pasal 18, saya akan menunjukkan kalian bahwa duduk berarti dia berkuasa atas mereka. Lihat, sistem ini bukan hanya sebuah gereja,tetapi juga sebuah negara. Apakah Vatikan sebuah negara? Iya. Itu adalah sebuah gereja dan negara, bersama-sama.

Apakah ini sebuah sistem yang global? Ya. Apakah dia memiliki pengikut-pengikut di seluruh dunia?Apakah dia berkuasa atas pengikut-pengikut itu? Ya. Simak Wahyu 18 di mana sistem ini bukan hanya disebut sebagai seorang perempuan, tetapi juga disebut sebagai sebuah sistem politik. Dikatakan di Wahyu pasal 18, coba saya lihat apa saya bisa menemukan ayatnya, mungkin pasal 17, coba saya cek dan lihat di sini. Ya, pasal 17:18, “18 Dan perempuan yang telah kaulihat itu, adalah kota besar itu...” dan apa nama kota besar itu? Babilon, “...adalah kota besar itu yang...”  apa? “...memerintah atas raja-raja di bumi.”

Jadi, dia “duduk di atas banyak air” yang berarti dia berkuasa atas mereka. Tentu saja “banyak air” itu simbol dari “orang banyak, bangsa-bangsa, bahasa-bahasa, dan kaum-kaum”.

 

 

3.    Is this a church that is involved with the political powers of the world? Yes.

Because it says that she fornicates with the kings of the earth. Let me ask you, the church must be married only to whom? To Christ. Not to the civil rulers; to Christ. But what happens when the church instead of depending on Christ actually depends on those political powers of the world to sustain her and to protect her? That is called spiritual fornication. The church is supposed to be separated from the state. Correct? But when the church entertains adulterous relationships with the state, the church becomes apostate. It's fornicating. So this church forsook Christ for other lovers, for the political powers of the world, in other words.

 

3.    Apakah ini sebuah gereja yang terlibat dengan kekuasaan politik dunia? Ya.

Karena dikatakan bahwa dia berzinah dengan raja-raja bumi. Coba saya tanya, gereja seharusnya hanya menikah dengan siapa? Dengan Kristus. Bukan dengan para pemimpin sipil; dengan Kristus. Tetapi apa yang terjadi ketika gereja gantinya bergantung pada Kristus malah bergantung pada kekuasaan-kekuasaan politik dunia untuk mendukungnya dan melindunginya? Itu namanya perzinahan spiritual. Gereja seharusnya terpisah dari pemerintah, benar? Tetapi ketika gereja melayani hubungan zinah dengan pemerintah, gereja menjadi murtad. Dia berzinah. Maka gereja yang satu ini meninggalkan Kristus untuk kekasih-kekasih yang lain, dengan kata lain untuk kekuasaan-kekuasaan politik dunia.

 

 

4.    Now she has in her hand a golden cup and the cup is filled with wine.

We're going to find that the wine represents false doctrines through which she inebriates the nations of the world. Now she doesn't only recommend that people drink, in other words when people don't want to drink she's filled with anger. Is that going to happen in the end time when Sunday becomes enforced, that those who do not obey will be persecuted and suffer the wrath of the harlot and her daughters? Absolutely. Is that her history, anybody who desented from her during the 1260 years was persecuted and many were killed? Absolutely. Because they didn't want to drink her wine.

 

4.    Nah, di tangannya ada sebuah cawan emas dan cawan itu penuh anggur.

Kita akan melihat bahwa anggur melambangkan doktrin-doktrin palsu melalui mana dia membuat mabuk bangsa-bangsa di bumi. Nah, dia bukan hanya menghimbau orang-orang untuk minum, dengan kata lain ketika orang-orang tidak mau minum, dia dipenuhi oleh murka. Apakah ini akan terjadi di akhir masa ketika hari Minggu dipaksakan, maka mereka yang tidak mau patuh akan dipersekusi dan menderita amarah Pelacur itu dan anak-anak perempuannya? Tentu saja!. Bukankah itu sejarahnya, siapa pun yang menentangnya di periode 1260 tahun itu, dipersekusi dan banyak yang dibunuh? Betul sekali. Karena mereka tidak mau minum anggurnya.

 

 

5.    Furthermore, her favorite colors are purple and scarlet.

Is that true of the Papacy? All you have to do is look at the funerals, the most recent funeral of Pope Francis I, purple and scarlet.

 

5.    Lebih lanjut, warna favoritnya ialah ungu dan merah darah.

Benarkah itu pada Kepausan? Kalian hanya perlu melihat saja di upacara-upacara pemakaman, yang paling baru adalah pemakaman Paus Francis I, ungu dan merah darah.

 

 

6.    Furthermore, gold, precious stones, and pearls.

Is this true of the Papacy? All you have to do is go to the Vatican Museum and see all of the riches that the Papacy has, gold, silver, precious stones, and pearls. In the city of Rionegro, which is near the city of Medellín, where I taught theology for six years, there's a virgin that has on her cape 2’300 pearls on one cape. It's an amazing sight. Real pearls. They're small, but real pearls. And if you go to Vatican Museum, there's gold everywhere, and there is silver everywhere. and precious stones everywhere.

 

6.    Lebih lanjut, emas, batu-batu permata, dan mutiara.

Apa benar pada Kepausan? Kita hanya perlu pergi ke Museum Vatikan dan melihat segala kekayaan yang dimiliki Kepausan, emas, perak, batu-batu permata, dan mutiara. Di kota Rionegro dekat kota Medellin di mana saya mengajar theologi selama enam tahun, ada patung perawan Maria yang di kerudungnya ada sekitar 2’300 mutiara, di satu kerudung. Pemandangan yang mengagumkan. Mutiara asli. Kecil-kecil, tetapi mutiara asli. Dan jika kita ke Museum Vatikan, ada emas di mana-mana, dan perak di mana-mana, dan batu-batu permata di mana-mana.

 

 

7.    Furthermore, she has daughters that were born from her.

Last I knew, the daughters are younger than the mother. [Laughter] What would the daughters be? Let me ask you, do Protestant churches believe that Sunday is the day of rest? Where do they get that from? From the mother.

Do they believe that people go to hell when they die if they were wicked? And that they burn forever? Yes. Where did they get that from? From the mother church.

What do they believe about the dead? They believe that you can pray to the dead. And you can pray for the dead. They don't believe that the dead know nothing.

They share many of the doctrines that they receive from their mother. So the daughters represent the Protestant denominations that were born from her, and then that were born from those who were born from her, and those who were born from the ones that were born from her, because Protestant churches all originate there, accept that the mother and the grandmother and the great grandmother and the great great grandmother etc. They all come from the birth of Protestant churches and they teach many of the things that the mother teaches.

 

7.    Lebih lanjut, gereja ini punya anak-anak perempuan yang lahir darinya.

Yang saya tahu, anak-anak perempuan itu lebih muda daripada ibunya. Siapa anak-anak perempuan ini? Coba saya tanya, apakah gereja-gereja Protestan meyakini bahwa Minggu adalah hari perhentian? Dari mana mereka mendapat itu? Dari ibunya.

Apa mereka meyakini bahwa manusia masuk neraka saat mereka mati jika mereka jahat? Dan bahwa mereka akan dibakar selama-lamanya? Ya. Dari mana mereka mendapat itu? Dari gereja ibu.

Apa yang mereka yakini tentang orang mati?  Mereka meyakini bahwa mereka bisa berdoa kepada orang mati. Dan mereka bisa berdoa untuk orang mati. Mereka tidak percaya bahwa orang mati tidak tahu apa-apa.

Mereka menerima banyak doktrin kepercayaan mereka dari gereja ibu mereka. Jadi anak-anak perempuan itu mewakili denominasi-denominasi Protestan yang lahir darinya, dan yang kemudian lahir dari mereka yang lahir darinya, dan mereka yang lahir dari mereka yang lahir dari yang lahir darinya, karena gereja-gereja Protestan semua berasal dari sana, menerima dari ibunya, dan neneknya, dan buyutnya, dst. Mereka semua berasal dari kelahiran gereja-gereja Protestan dan mengajarkan banyak hal yang diajarkan si ibu.

 

 

8.    Furthermore, this system is a system that has in its history, has persecuted God's people.

Have you ever heard of the Inquisition? 50 million of God's faithful people were martyred by this system during the 1260 years.

 

8.    Lebih lanjut, sistem ini adalah sebuah sistem yang di sejarahnya pernah mempersekusi umat Allah.

Pernahkah kalian mendengar tentang Inkuisisi? 50 juta umat Allah yang setia dimartir oleh sistem ini selama 1260 tahun.

 

 

9.    And furthermore, besides being a church, it is a political system.

Because it's spoken of as a city. It's not only a woman. A woman of course represents a religious entity, an apostate woman, but a city is a political entity. And so this is a system that is a church and also a state. Is the Papacy a state? It most certainly is a state. Is it also a church? Yes, it most certainly is also a church. So the characteristics point to the Roman Catholic Papacy.

 

9.    Dan lebih jauh, selain dia adalah sebuah gereja, dia juga sebuah sistem politik.

Karena dia disebut sebagai sebuah kota. Dia bukan hanya seorang perempuan. Seorang perempuan tentu saja melambangkan sosok relijius, seorang perempuan yang murtad. Tetapi sebuah kota adalah sebuah entitas politik. Maka ini adalah sebuah sistem yang adalah sebuah gereja dan juga sebuah negara. Apakah Kepausan itu sebuah negara? Tentu saja dia sebuah negara. Apakah dia juga sebuah gereja? Ya, tentu dia juga sebuah gereja. Maka karakteristiknya menunjuk kepada Kepausan Roma Katolik.

 

 

Now the question is, how fallen is this system? Is there any chance that this system is going to be converted? Was there any possibility that the Jewish church would be converted? Are you seeing that this is basically a repetition of what happened to the Jewish church? It started as God's church and then it became apostate. It claimed to serve God, but its heart was far from God and eventually it gave a death decree against Christ by using the power of the state. Is this system going to use the power of the state to do the same to the body of Christ at the end of time? Yes. History will be repeated.

 

Sekarang pertanyaannya, sudah seroboh bagaimana sistem ini? Apakah ada kemungkinan sistem ini akan bertobat? Apakah di masa lampau ada kemungkinan gereja Yahudi bertobat? Apakah kalian melihat bahwa pada dasarnya ini adalah pengulangan dari apa yang terjadi pada gereja Yahudi? Dia mulai sebagai gereja Allah, kemudian dia  menjadi murtad. Dia mengklaim mengabdi pada Allah, tetapi hatinya ternyata jauh dari Allah, dan pada akhirnya dia mengeluarkan perintah bunuh terhadap Kristus dengan menggunakan tangan pemerintah. Apakah sistem ini akan menggunakan kekuasaan pemerintah untuk melakukan hal yang sama kepada tubuh Kristus pada akhir zaman? Ya, sejarah akan diulangi lagi.

 

 

But now let me ask you, are there faithful leaders in that church that don't know the whole story? Yes. Are there faithful lay people in that church? Yes. Ellen White says that the majority of God's true people are in that church. They sincerely love the Lord. They haven't seen the light. And that's the reason God has called us to proclaim the message: “Babylon is fallen. Get out before the plagues fall, before the punishment comes”, which is the Third Angel's Message. Is it clear?  Do the characteristic clearly point to the Roman Catholic Papacy? Absolutely.

 

Tetapi sekarang saya mau tanya, apakah di gereja itu ada pemimpin-pemimpin yang setia yang tidak tahu seluruh ceritanya? Ya. Apakah ada orang-orang awam yang setia di gereja itu? Ya. Ellen White mengatakan bahwa mayoritas umat Allah yang sejati ada di dalam gereja itu. Mereka mengasihi Tuhan dengan tulus. Mereka belum melihat terangnya. Dan itulah alasannya Allah memanggil kita untuk menyampaikan pekabarannya: “Babilon sudah roboh. Keluarlah sebelum malapetaka-malapetaka jatuh, sebelum hukuman datang!” yang adalah Pekabaran Malaikat Ketiga. Apakah itu jelas? Apakah karakteristik-karakteristiknya jelas menunjuk kepada Kepausan Roma Katolik? Tepat sekali.

 

 

And you know, this is a message that's not even popular in the Adventist church these day. So many places don't want to hear Bible prophecy. They say, "No, no, we're offending this church.” Well, you know what? God's message is a message that saves, but it's also a message that offends. Did the message of Elijah offend? Did the message of John the Baptist offend? Did the message of Jeremiah offend? He ended up in a cistern. All of God's true prophets offended, not with the purpose of offending, but their message was clear. Let me ask you, did Stephen offend with his sermon in Acts chapter 7? You’d better believe it. He preached a sermon and at the end it says that they gritted their teeth. They were so angry at him. So, it'll be better just to keep the peace and not tell anybody about this.

 

Dan kalian tahu, ini adalah sebuah pekabaran yang bahkan tidak populer di dalam gereja Advent sekarang ini. Ada begitu banyak tempat yang tidak mau mendengar nubuatan Alkitab. Mereka berkata, “Jangan, jangan, kita menyinggung perasaan gereja ini.” Nah, kalian tahu, pekabaran Allah adalah pekabaran yang menyelamatkan, tetapi juga pekabaran yang menyinggung perasaan. Apakah pekabaran Elia menyinggung perasaan? Apakah pekabaran Yohanes Pembaptis menyinggung? Apakah pekabaran Yeremia menyinggung? Dia berakhir di dalam sebuah sumur kering. Semua nabi Allah yang sejati menyinggung perasaan, bukan dengan tujuan untuk menyinggung, tetapi pekabaran mereka itu jelas. Coba saya tanya, apakah Stefanus menyinggung dengan khotbahnya di Kisah pasal 7? Percayalah. Dia menyampaikan khotbah dan pada akhirnya dikatakan bahwa orang-orang itu menggertakkan gigi. Mereka begitu marah padanya. Jadi, apakah lebih baik diam saja dan tidak memberitahu siapa pun tentang ini?

 

 

Do you know that God's strong warnings are also messages from God? Do you know why God gives this Third Angel's Message? “If you worship the Beast and his image and receive the mark, you're going to suffer the wrath of God without mixture of mercy.” Oh, that sounds so mean. Do you know why God gives that message? Because He doesn't want you to stay in there. Would you rather say, "Oh, let's not tell anybody about it" and they end up there? This is a message of love. God is saying, "Get out because I want you to be saved. I want you to be in the kingdom. But you're not going to be in the kingdom if you stay there.” Is that a message of love? Yeah. Because today, love is a sentimental thing. “Oh, let's all get along. Let's all just love one another.” Very superficial concept of love. Jesus said, "If you love Me, you will keep My  Commandments."

 

Tahukah kalian bahwa peringatan-peringatan dari Allah yang keras juga adalah pekabaran dari Allah? Tahukah kalian mengapa Allah memberikan Pekabaran Malaikat Ketiga ini: “Jika kamu menyembah Binatang itu dan patungnya dan menerima tandanya, kamu akan menanggung murka Allah tanpa campuran belas kasihan.” O, itu kok kejam sekali.Tahukah kalian mengapa Allah memberikan pesan itu? Karena Dia tidak mau kalian tetap tinggal di sana. Apakah kalian lebih memilih untuk berkata, “Oh, kita tidak usah memberitahu siapa pun tentang ini” dan mereka berakhir di sana? Ini adalah sebuah pekabaran kasih. Allah berkata, “Keluarlah, karena Aku mau kamu selamat. Aku mau kamu ada dalam KerajaanKu. Tetapi kamu tidak akan berada di KerajaanKu jika kamu tinggal di sana.” Apakah ini pekabaran kasih? Ya. Karena hari ini, kasih itu sesuatu yang sentimental. “Oh, mari kita yang akur. Mari kita saling mencintai satu sama lain.” Ini konsep cinta yang sangat dangkal. Yesus berkata, “15 Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.” (Yohanes 14:15)

 

 

What does the repetition “is fallen, is fallen”? You know, it could have said “Babylon is fallen”. It says, "Babylon is fallen, is fallen." The reason why it says that is because when something is repeated in the Bible, it means really fallen.

 

Apa artinya pengulangan “sudah roboh, sudah roboh”? Kalian tahu, sebetulnya bisa saja dikatakan “Babilon sudah roboh.” Tapi dikatakan “Babilon sudah roboh, sudah roboh.” Alasan mengapa dikatakan demikian ialah karena bila sesuatu itu diulangi di Alkitab, itu artinya benar-benar “sudah roboh”

 

 

You say, "How do you know that?"

The Bible says “in the mouth of two or three witnesses, every word is confirmed.” Furthermore, God gave Pharaoh two dreams that taught the same truth. And it is explained there in Genesis that the reason why God gave that dream to Pharaoh twice with different symbols but the same meaning, He said because it is doubly sure what is going to happen. And when Jesus said something that was crucially important, He said “Verily, verily I say unto you”. So when it says, “Babylon is fallen is fallen” it means that Babylon is really fallen. Its case is irreversible if you stay in there.

 

Kalian berkata, “Dari mana tahu itu?”

Alkitab berkata,  “1 Dengan keterangan dua atau tiga orang saksi, setiap perkataan akan diteguhkan.” (2 Korintus 13:1).

Selain itu Allah memberi Firaun dua mimpi yang mengajarkan kebenaran yang sama. Dan dijelaskan di Kejadian alasannya mengapa Allah memberikan mimpi kepada Firaun dua kali dengan simbol yang berbeda tapi makna yang sama. Dia berkata karena itu dijamin kepastiannya apa yang akan terjadi. Dan ketika Yesus mengatakan sesuatu yang sangat penting, Dia berkata, “Sungguh-sungguh Aku katakan kepadamu”. Maka ketika dikatakan “Babilon sudah roboh, sudah roboh” itu artinya Babilon sungguh-sungguh sudah roboh. Kasusnya sudah tidak bisa diperbaiki kalau kalian tetap di sana.

 

 

Now here's the question. And why did Babylon fall? Well, we already read it. Let's read it again. Revelation 14:8. “8 And another angel followed, saying, ‘Babylon is fallen, is fallen, that great city...” and what's the next word? “…because…” so, it's going to tell us why Babylon is fallen,   “...because...” what?  “...she has made all nations drink of the wine of the wrath of her fornication.’” Why did Babylon fall? Because she gives her wine to the nations and makes them drunk. In other words, Babylon is a fermented wine factory. And when the nations drink, they become drunk spiritually speaking.

 

Nah, ini pertanyaannya. Mengapa Babilon roboh? Nah, tadi sudah kita baca. Mari kita baca lagi. Wahyu 14:8, “8 Dan seorang malaikat lain, mengikuti  dan berkata: ‘Sudah roboh, sudah roboh Babel, kota besar itu,…” dan apa kata berikutnya? “…karena…” jadi ini akan memberitahu kita mengapa Babilon roboh, “…karena…” apa? “…dia telah membuat segala bangsa minum dari anggur murka hawa nafsu perzinahannya.’…” Mengapa Babilon roboh? Karena dia memberikan anggurnya kepada bangsa-bangsa dan membuat mereka mabuk. Dengan kata lain, Babilon adalah sebuah pabrik anggur fermentasi. Dan ketika bangsa-bangsa meminumnya, mereka menjadi mabuk secara spiritual.

 

 

Now, this is not talking about literal wine because in Revelation we're dealing with symbols, right? So, is the harlot symbolic? Are the daughters symbolic? Are the colors symbolic? Are the water symbolic? Is Babylon symbolic? We're dealing with symbols. So, the wine must be a symbol. What is the meaning of this symbol? Well, we already noticed that the wine is her abominations, right? Wine equals abominations; because the cup is full of wine, but the wine is identified as her abominations. So if we want to know what the wine represents, we have to look in the Bible for the word “abomination”. What is an “abomination”? Are you following me or not? See, we're doing this in a systematic way. We have to study Bible prophecy in a systematic way that can be understandable to us.

 

Nah, ini tidak bicara tentang anggur literal karena di Wahyu kita berurusan dengan simbol, kan? Apakah perempuan pelacur itu simbol? Apakah anak-anak perempuannya simbol? Apakah warna-warna itu simbol? Apakah banyak air itu simbol? Apakah Babilon itu simbol? Kita berurusan dengan simbol-simbol. Maka anggurnya haruslah sebuah simbol. Apa artinya simbol ini? Nah, kita sudah menyimak bahwa anggur adalah kekejian-kekejiannya, kan? Anggur sama dengan kekejian-kekejian; karena cawannya penuh anggur, tetapi anggur itu diidentifikasi sebagai kekejian-kekejiannya. Maka jika kita mau tahu anggur melambangkan apa, kita harus mencari di Alkitab kata “kekejian”. “Kekejian” itu apa? Apakah kalian mengikuti saya atau tidak? Lihat kita membahas ini secara sistematis. Kita harus mempelajari nubuatan Alkitab secara sistematis yang bisa kita pahami.

 

 

Now the Second Angel’s Message has to be connected with the First Angel's Message.

And you say, “Why is that?”

Because the First Angel's Message presents true doctrine. But the Second Angel’s Message tells us that Babylon fell because it rejected the First Angel's Message.

What is the First Angel's message?

1.    We are saved ~ we studied this last night ~ we are saved by grace through faith and not by our works.

Is that true of the Papacy? No! You can do pilgrimages, you can do a penance, and you can pay a certain amount of money, and that's going to help you. The Bible doesn't teach that.

 

2.    Furthermore, we noticed that Jesus lived a perfect life, a sinless life.

 

3.    Third, we noticed that Jesus suffered the penalty for sin once for all.

He doesn't have to die again. According to the book of Hebrews, He did that once for all.

 

4.    We also noticed that Jesus is our only Intercessor before God. Our only advocate. There's one Advocate according to the Bible.

What does the Papacy teach? The opposite. The Papacy teaches:

a)    first of all that we're saved by grace through faith plus works. That's what the Papacy teaches.

b)    Secondly, the Papacy teaches that Jesus in every mass is sacrificed again.

In every mass, Jesus is sacrificed once again. The wine is no longer wine, and the host, the little thing, it's not really bread, but they say that the wine is no longer wine, it's the blood of Christ, and the host is no longer a host, it's the real body of Christ. In every mass, Jesus is sacrificed again according to the Papacy. Is that a contradiction of the First Angel's Message? Yes, it is.

c)    The Roman Catholic Papacy teaches that priests can intercede for us and forgive sin.

That's a contradiction of what the Bible says that we have “one Mediator between God and men, Jesus Christ, the Man”.

d)    Furthermore, the Papacy violates the three imperatives that we studied last night. Does the Papacy fear God? What does it mean to fear God? It means to render Him obedience.

What does the Papacy say about the day of worship? “No, you don't keep the seventh day, you keep the first day of the week.” Would that be disobedience to God's  Commandments?

The Bible says you're not supposed to make images and bow before them. Are Roman Catholic cathedrals filled with images and people bowing to them? Yes. Is it violating the  Commandment? Yes.

The Bible says “you shall not kill”. Has the Papacy done that?

The Bible says “you shall not commit adultery”. Has the Papacy committed adultery, spiritual with the kings of the earth?

“You shall not take the name of the Lord God in vain”. The Pope has claimed to be God on earth. Is that taking God's name in vain?

The Bible says  “you shall not steal”. The Papacy during the 1260 years stole the property of those who were faithful, they confiscated their properties.  And I could go on.

“You shall not covet”. It's a covetous system. In fact, the Papacy is compared to Judas. Was Judas covetous? He most certainly was covetous. He had the money bag. And he was a thief. And by the way, he's called the “son of predition”. The only other place where that name appears, “son of predition”, is in 2 Thessalonians chapter 2, where it speaks about the system that sits in the temple of God claiming to be God, the Papacy.

So, the Papacy does not fear God. It violates all of the ten  Commandments.

 

5.    Does the Papacy bring glory to God? Does it reflect God's beautiful character?

No. It brings glory to itself with its majestic cathedrals, its vestments, the sprinkling of water, the incense, the multicolored incense. All you have to do is look at the funeral of Francis I, it is a system that attracts total attention to itself and does not reflect the character of God.

 

6.    What about the command to worship the Creator? Does the Papacy worship the creator? No.

Which is the sign that reminds us that God is the creator? The Sabbath. What does the Papacy say? Sunday.

 

Nah, Pekabaran Malaikat Kedua harus dihubungkan dengan Pekabaran Malaikat Pertama.

Dan kalian berkata, “Mengapa begitu?”

Karena Pekabaran Malaikat Pertama menyampaikan doktrin yang benar. Tetapi Pekabaran Malaikat Kedua memberitahu kita bahwa Babilon roboh karena dia menolak Pekabaran Malaikat Pertama.

Pekabaran Malaikat Pertama itu apa?

1.    Kita diselamatkan ~ kita sudah mempelajari ini semalam ~ kita diselamatkan oleh kasih karunia melalui iman dan bukan oleh perbuatan kita sendiri.

Apakah begitu pada Kepausan? Tidak! Orang bisa pergi berziarah, orang bisa melakukan sesuatu untuk membayar hukuman dosanya, dan orang bisa membayar sejumlah uang, dan itu akan membantunya. Alkitab tidak mengajarkan begitu.

 

2.    Lebih lanjut kita menyimak bahwa Yesus menghidupkan hidup yang sempurna, hidup yang tanpa dosa.

 

3.    Ketiga, kita menyimak bahwa Yesus menanggung hukuman dosa satu kali bagi semua orang.

Dia tidak usah mati lagi. Menurut kitab Ibrani, Yesus melakukan itu satu kali untuk semua orang.

 

4.    Kita juga menyimak bahwa Yesus adalah satu-satunya Perantara kita di hadapan Allah. Satu-satunya Pembela kita. Hanya ada satu Pembela menurut Alkitab.

Apa yang diajarkan Kepausan? Kebalikannya. Kepausan mengajarkan bahwa:

a)    Pertama, manusia diselamatkan oleh kasih karunia melalui iman plus (ditambah) perbuatan-perbuatan. Itulah yang diajarkan Kepausan.

b)    Kedua, Kepausan mengajarkan bahwa Yesus dikurban kembali dalam setiap misa.

Di setiap misa Yesus dikurbankan kembali. Anggurnya bukan anggur, dan hostinya bukan roti sebenarnya. Tetapi mereka berkata bahwa anggurnya bukan anggur melainkan darah Kristus, dan hostinya bukan roti tetapi tubuh Kristus yang sebenarnya. Di setiap misa, Yesus dikurbankan kembali menurut Kepausan. Apakah itu suatu kontradiksi terhadap Pekabaran Malaikat Pertama? Iya, benar.

c)    Kepausan Roma Katholik mengajarkan bahwa imam-imam bisa menjadi perantara bagi kita dan mengampuni dosa.

Itu bertentangan dengan apa yang dikatakan Alkitab bahwa kita punya “satu Perantara antara Allah dan manusia, yaitu Manusia Kristus Yesus” (1 Timotius 2:5).

d)    Lebih lanjut, Kepausan melanggar ketiga perintah yang kita pelajari semalam.

Apakah Kepausan takut akan Allah? Apa maksudnya takut akan Allah? Itu berarti mematuhi Allah.

Apa kata Kepausan tentang hari ibadah? “Tidak, jangan memelihara hari ketujuh, pelihara hari pertama dari setiap minggu.” Apakah itu ketidakpatuhan kepada Perintah-perintah Allah?

Alkitab mengatakan tidak boleh membuat patung dan sujud di hadapan mereka. Apakah katedral-katedral Roma Katholik dipenuhi oleh patung-patung dan orang-orang sujud kepada mereka? Ya. Apakah itu melanggar Perintah Allah? Iya.

Alkitab berkata, “Jangan membunuh”. Apakah Kepausan sudah melakukan itu?

Alkitab berkata, “Jangan berzinah”. Sudahkah Kepausan berzinah secara spiritual dengan raja-raja bumi?

“Jangan sembarangan memakai nama Allah”. Kepausan mengklaim sebagai Allah di bumi. Apakah itu memakai nama Allah sembarangan?

Alkitab berkata,  “Jangan mencuri”. Selama 1260 tahun Kepausan telah mencuri harta mereka yang setia, Kepausan menyita harta mereka. Dan saya bisa melanjutkan terus.

“Jangan mengingini”. Kepausan adalah sistem yang serakah. Bahkan Kepausan itu sudah disejajarkan dengan Yudas. Apakah Yudas serakah? Jelas dia serakah. Dia yang memegang kotak uang. Dan dia seorang pencuri. Dan ketahuilah, dia disebut “anak kebinasaan”. Satu-satunya tempat lain di mana nama “anak kebinasaan” ini muncul ialah di 2 Tesalonika  pasal 2:3, di mana berbicara tentang sistem yang duduk di Bait Suci Allah, mengklaim sebagai Allah, yaitu Kepausan.

Jadi, Kepausan tidak takut akan Allah. Dia melanggar semua dari Kesepuluh Perintah Allah.

 

5.    Apakah Kepausan memuliakan Allah? Apakah dia memantulkan karakter Allah yang indah? Tidak.

Dia memuliakan dirinya sendiri dengan gereja-gerejanya yang anggun, jubah-jubahnya, percikan airnya, kemenyannya yang berwarna warni. Lihat saja pemakaman Francis I, ini adalah sebuah sistem yang menarik perhatian total kepada dirinya sendiri dan tidak memantulkan karakter Allah.

 

6.    Bagaimana dengan perintah untuk menyembah Sang Pencipta?

Apakah Kepausan menyembah Sang Pencipta? Tidak. Apa yang menjadi tanda yang mengingatkan kita bahwa Allah adalah Sang Pencipta? Hari Sabat. Apa kata Kepausan? Hari Minggu.

 

 

So I ask, why did Babylon fall?

v    Because it rejected the First Angel's Message. Are you with me or not?

v    And it preferred fermented wine, it preferred false doctrine,

v    and it implemented false practices.

 

Maka saya tanya, mengapa Babilon roboh?

v    Karena dia menolak Pekabaran Malaikat Pertama. Apakah kalian mengikuti saya atau tidak?

v    Dan dia lebih menyukai anggur yang difermentasi, dia lebih menyukai doktrin yang palsu.

v    Dan dia mengimplementasikan praktek-praktek yang salah.

 

 

Now, what does the wine represent? Let me read you this statement from Ellen White. It's found in Testimonies to Ministers, page 61 and page 62. “The fallen denominational churches are Babylon...” What is Babylon? What churches would those be? The Papacy and all of her daughters. She continues,  “...Babylon has been fostering poisonous doctrines,...”  what has Babylon been doing? Fostering what? Poisonous doctrines,  “...the wine of error...”  what is the wine of error? Poisonous doctrines. “...This wine of error is made up of false doctrines, such as...” and now she's going to give a sampling, “...such as the natural immortality of the soul,...” the idea that your soul is immortal. When you die, it flies out,  “...the eternal torment of the wicked,...” in other words, that when you die, if you're lost, you're going to burn forever in the fires of hell, “...the denial of the pre-existence of Christ prior to His birth in Bethlehem,...” that's liberal theologians, “...and advocating and exalting the first day of the week above God's holy and sanctified day...”  That's only a sampling because she continues saying,  “...These and kindred errors,...” she's only giving three examples “...are presented to the world by the various churches, and thus the Scriptures are fulfilled that say, ‘For all nations have drunk of the wine of the wrath of her fornication.’...” And now notice, “...It is a wrath which is created by false doctrines, and when kings and presidents drink this wine of the wrath of her fornication, they are stirred with anger against those who will not come into harmony with the false and satanic heresies which exalt the false sabbath, and lead men to trample underfoot God's memorial.”

That's why it's “the wine of the wrath of her fornication”. Because when the kings and the nations drink the wine, they're intoxicated and they hate those who are not willing to drink with them.

 

Nah, apa yang dilambangkan oleh anggurnya? Saya akan membacakan pernyataan ini dari Ellen White. Ini ditemukan di Testimonies to Ministers, hal. 61-62, “…Denominasi gereja-gereja yang murtad adalah Babilon…”  Babilon itu apa? Gereja-gereja mana itu? Kepausan dan semua anak-anak perempuannya. Ellen White melanjutkan, “…Babilon sedang mempromosikan doktrin-doktrin beracun…” apa yang sedang dilakukan Babilon? Mempromosikan apa? Doktrin-doktrin beracun “…anggur kesesatan…” apa itu anggur kesesatan? Doktrin-doktrin beracun. “…Anggur kesesatan ini terdiri atas doktrin-doktrin palsu, misalnya…” dan sekarang Ellen White akan memberikan beberapa contoh,   “…misalnya kebakaan nyawa secara alami…”  konsep bahwa nyawa manusia itu baka. Saat manusia itu mati, nyawanya terbang keluar; “…penyiksaan abadi orang-orang fasik…”  dengan kata lain, pada waktu orang mati, jika dia tidak selamat, dia akan dibakar selamanya di api neraka; “…penolakan atas pra-eksistensi Kristus sebelum kelahiranNya di Betlehem…” ini para theolog liberal; “…serta memberlakukan dan meninggikan hari pertama  setiap minggu di atas hari suci Tuhan yang dikuduskanNya…”  Ini baru bebereapa contoh karena Ellen White melanjutkan berkata, “…Ini, dan kesalahan-kesalahan sejenis,…” dia hanya memberikan tiga contoh “…disajikan kepada dunia oleh pelbagai gereja, dengan demikian digenapilah Firman Tuhan yang berbunyi ‘Karena semua bangsa telah minum dari anggur murka perzinahannya.’ (Wahyu 18:3)…”  Dan sekarang simak,   “…Ini adalah murka yang diciptakan oleh doktrin-doktrin yang salah, dan ketika raja-raja dan presiden-presiden minum anggur murka perzinahannya, mereka digerakkan oleh murka terhadap orang-orang yang tidak mau menyesuaikan diri dengan ajaran-ajaran bidat yang salah dan setaniah, yang meninggikan sabat palsu dan membawa manusia untuk menginjak-injak tanda peringatan Allah.”

Itulah mengapa ini adalah “anggur murka perzinahannya” karena ketika raja-raja dan bangsa-bangsa minum anggurnya, mereka menjadi mabuk, dan mereka membenci orang-orang yang tidak mau minum bersama mereka.

 

 

Now the question is, what are the harlot’s abominations? Wine equals abominations and abominations are false doctrines and false practices. So, what is specifically the wine? What are the false doctrines and practices? I'm going to give you a list now. Remember, wine equals what? Abominations, so they're interchangeable. Exodus 20:4-6, we're going to read several texts now.

 

Sekarang pertanyaannya ialah, apakah kekejian-kekejian si pelacur? Anggur sama dengan kekejian-kekejian, dan kekejian-kekejian adalah doktrin-doktrin palsu dan praktek-praktek yang salah. Jadi, anggurnya secara spesifik itu apa? Apa doktrin-doktrin palsu dan praktek-praktek yang salah? Saya akan memberikan daftarnya. Ingat, anggur sama dengan apa? Kekejian-kekejian, jadi mereka bisa dipakai bergantian. Keluaran 20:4-6, kita akan membaca beberapa ayat sekarang.

 

 

Exodus 20:4-6 is describing how God looks upon making idols and bowing before them. This is the Second  Commandment. “4You shall not make for yourself a carved image…”. Is that pretty clear? Is there anything in that that's ambiguous? Hard to understand? No. You shall not make for yourself a carved image, “…“4You shall not make for yourself a carved image, any likeness of anything that is in heaven above, or that is in the earth beneath, or that is in the water under the earth...” And now it says, not only don't make an image,  “...5 you shall not bow down to them nor serve them...” So don't make an image and don't bow to the image. Second  Commandment. And then God says, “...For I, the Lord your God, am a jealous God, visiting the iniquity of the fathers upon the children to the third and fourth generations of those who hate Me, 6 but showing mercy to thousands, to those who love Me and keep My commandments.”

 

Keluaran 20:4-6 menggambarkan bagaimana Allah memandang pembuatan berhala dan sujud di hadapan mereka. Ini adalah Perintah Kedua. “4Jangan membuat bagimu patung pahatan...” apakah ini cukup jelas? Apakah ada yang tidak dimengerti dari kalimat ini? Yang sulit dimengerti? Tidak. “4Jangan membuat bagimu patung pahatan  yang menyerupai apa pun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi…”  dan sekarang dikatakan bukan saja jangan membuat patung, “…5 Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya,…”  jadi jangan membuat patung dan jangan sujud kepada patung. Perintah Kedua. Kemudian Allah berkata, “…sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan dosa bapak-bapak kepada anak-anak sampai ke keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku, 6 tetapi menunjukkan rahmat kepada beribu-ribu orang, kepada mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada Perintah-perintah-Ku.”

 

 

So the second  Commandment says, "Don't make images and don't bow before them." That according to the Bible is an abomination, to make images and bow before them.

You say, "Well, it doesn't say so there in the Second  Commandment."

But it does say in other places. Notice Deuteronomy 7:25 and 26. By the way, do we hate the people in this system? “Oh, Pastor Bohr is being so hateful. You know, he's talking about the people”. I'm not talking about the people in the system. I'm talking about the system. And that's why I started saying that there are many faithful leaders in that system and there are many faithful people who love the Lord that are in that system. That doesn't mean that the system is God's system. Are you understanding the distinction?

Deuteronomy 7:25 and 26. “ 25 You shall burn the carved images...” this when they entered Canaan,  “...25 You shall burn the carved images of their gods with fire; you shall not covet the silver or gold that is on them, nor take it for yourselves, lest you be snared by it; for it is an abomination to the Lord your God. 26 Nor shall you bring an abomination into your house, lest you be doomed to destruction like it. You shall utterly detest it and utterly abhor it, for it is an accursed thing.” That's powerful. So is making idols and bowing before them an abomination? Is that part of the wine? Absolutely.

 

Maka Perintah Kedua mengatakan, “Jangan membuat patung dan jangan sujud di hadapan mereka”. Menurut Alkitab itu adalah suatu kekejian, membuat patung dan sujud kepada mereka.

Kalian berkata, “Nah, tidak dikatakan begitu di Perintah Kedua.”

Tetapi ada dikatakan begitu di tempat lain. Simak Ulangan 7:25-26. Nah, apakah kita membenci orang-orang yang ada di sistem ini? “O, Pastor Bohr begitu penuh kebencian. Dia bicara tentang orang-orang itu.” Saya tidak bicara tentang orang-orang di dalam sistem itu. Saya bicara tentang sistemnya. Dan itulah mengapa di awal saya sudah mulai mengatakan bahwa ada banyak pemimpin yang setia dalam sistem itu dan ada banyak orang awam yang setia yang mencintai Tuhan dalam sistem itu. Itu tidak berarti sistem itu sistem Allah. Apakah kalian paham bedanya?

Ulangan 7:25-26, “25 Engkau harus membakar patung-patung pahatan…”  ini ketika mereka masuk ke Kanaan,   “…25 Engkau harus membakar patung-patung pahatan dewa-dewa mereka dengan api; engkau tidak boleh mengingini perak dan emas yang ada pada mereka maupun mengambilnya bagi dirimu sendiri, supaya jangan engkau terjerat karenanya, sebab hal itu adalah suatu kekejian bagi TUHAN, Allahmu. 26 Maupun janganlah engkau membawa sesuatu kekejian masuk ke dalam rumahmu supaya jangan engkau pun dihukum binasa seperti itu; engkau harus sama sekali membencinya  dan sama sekali merasa jijik terhadapnya, sebab itu adalah barang yang terkutuk.…”  ini keras sekali. Jadi apakah membuat patung berhala dan sujud kepada mereka suatu kekejian? Apakah itu bagian dari anggurnya? Tentu saja.

 

 

Notice Deuteronomy 27:14 and 15. The same idea. It says there, “14 And the Levites shall speak with a loud voice and say to all the men of Israel: 15 ‘Cursed is the one who makes a carved or molded image, an abomination to the Lord...” So, is that part of the wine? Absolutely  “...an abomination to the Lord, the work of the hands of the craftsman, and sets it up in secret.’ And all the people shall answer and say, ‘Amen!’”

 

Simak Ulangan 27:14-15. Konsep yang sama. Dikatakan di sana, “14 Dan orang-orang Lewi harus berbicara dengan suara nyaring dan berkata kepada seluruh orang Israel: 15 ‘Terkutuklah orang yang membuat patung pahatan atau patung tuangan, suatu kekejian bagi TUHAN,…” jadi apakah itu bagian dari anggurnya? Tentu saja, “…suatu kekejian bagi TUHAN, buatan tangan seorang tukang, dan yang mendirikannya dengan sembunyi-sembunyi.’ Dan seluruh bangsa itu haruslah menjawab dan berkata: Amin!”

 

 

You know what else is an abomination? Practicing things that belong to the occult, like trying to communicate with the dead. Notice Deuteronomy 18:9-12. Here God is warning Israel again. And what applies to Israel applies to us, we are spiritual Israel. It says there, “9 When you come into the land which the Lord your God is giving you, you shall not learn to follow the abominations of those nations...” So once again, the word “abominations”. “...10 There shall not be found among you anyone who makes his son or his daughter pass through the fire, or one who practices witchcraft, or a soothsayer, or one who interprets omens, or a sorcerer,  11 or one who conjures spells, or a medium, or a spiritist, or one who calls up the dead. 12 For all who do these things are an abomination to the Lord, and because of these abominations the Lord your God drives them out from before you.”

Is it an abomination to attempt to communicate with the dead? Yes. So why do the faithful in the Roman Catholic Church pray to the dead, to the dead saints, and they ask for favors from the dead saints? And why do they pray for the dead? Is that an abomination? Clearly, it's an abomination according to what this passage tells us.

 

Kalian tahu apa lagi yang adalah kekejian? Mempraktekkan hal-hal okultisme seperti berusaha berkomunikasi dengan orang mati. Simak Ulangan 18:9-12, di sini Allah memperingatkan Israel lagi. Dan apa yang berlaku bagi Israel, berlaku bagi kita, kita adalah Israel spiritual. Dikatakan di sana, “9 Apabila engkau sudah masuk ke negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, maka janganlah engkau belajar mengikuti kekejian-kekejian bangsa-bangsa itu…”  jadi sekali lagi ada kata “kekejian”. “…10 Di antaramu janganlah ditemukan seorang pun yang membuat anaknya laki-laki atau anaknya perempuan untuk melewati api, atau yang menjadi petenung, atau seorang peramal, atau seorang dukun, atau seorang penyihir, 11 atau seorang pemantera, atau seorang yang bertanya kepada roh-roh yang dikenal, atau seorang dukun, atau seorang yang meminta petunjuk kepada orang mati. 12 Sebab semua yang melakukan hal-hal ini adalah kekejian bagi TUHAN, dan oleh karena kekejian-kekejian inilah TUHAN, Allahmu, menghalau mereka dari hadapanmu. …” 

Apakah berusaha berkomunikasi dengan orang mati itu suatu kekejian? Ya. Kalau begitu mengapa orang-orang yang setia di gereja Roma Katolik berdoa kepada orang-orang mati, kepada orang-orang suci yang sudah mati, dan mereka minta berkat dari orang-orang suci yang sudah mati? Dan mengapa mereka berdoa untuk orang-orang yang sudah mati? Apakah itu suatu kekejian? Jelas itu adalah kekejian menurut apa yang dikatakan ayat-ayat ini kepada kita.

 

 

Now, what also is an abomination? We're going to give a long list. Turning away your ear from paying attention to the Law is an abomination. Turning away your ear from hearing the Law is an abomination. Notice Proverbs 28:9. It says there, “9 One who turns away his ear from hearing the Law, even his prayer is an abomination. (NIV)  So, is turning your ear away from the Law an abomination? It's an abomination.

 

Nah, apa lagi yang juga adalah kekejian? Kita akan melihat daftar yang panjang. Menutup telinga dari memberikan perhatian kepada Hukum Allah adalah suatu kekejian. Menutup telinga dari mendengarkan Hukum Allah adalah kekejian. Simak Amsal 28:9, dikatakan di sana, “9 Dia yang memalingkan telinganya dari mendengarkan Hukum, bahkan doanya adalah kekejian” (NIV) Jadi apakah memalingkan telinga dari mendengarkan Hukum Allah suatu kekejian? Itu suatu kekejian.     

 

 

But the other side of the story is also true. Not only is it an abomination to turn away your ear from the Law, like for example, saying, "I don't have to keep the Law because we're not under Law. We're under grace. Christ kept the Law for me.” That's what Protestantism says. “Once you receive Christ, you can't be lost. Once saved, always saved. Doesn't matter what you do.” That's one side of the story. Turning away your ear from hearing the Law. It's an abomination. But the other extreme is also true, which is thinking that you can save by your works, is an abomination. So, in other words, it's an abomination to think that you can be saved in your sins. And it's also abomination if you believe that you can be saved by your works. Two extremes.

 

Tetapi sisi kebalikan dari cerita itu juga benar. Bukan saja memalingkan telinga dari Hukum itu suatu kekejian, misalnya mengatakan “Saya tidak usah mematuhi Hukum karena kita tidak di bawah Hukum, kita di bawah kasih karunia. Kristus sudah memelihara Hukumnya buat saya.” Itulah yang dikatakan Protestantisme. “Sekali orang sudah menerima Kristus, dia tidak bisa hilang. Sekali selamat selamanya selamat. Tidak jadi soal apa yang kita lakukan.” Itu satu sisi dari ceritanya. Memalingkan telinga dari mendengarkan Hukum Allah itu suatu kekejian.  Tetapi ekstrem yang lain juga benar, yaitu menganggap orang bisa selamat oleh perbuatannya sendiri, itu adalah kekejian, Jadi dengan kata lain, menganggap kita bisa diselamatkan dalam dosa kita, itu adalah kekejian. Maka jika kita yakin bahwa kita bisa diselamatkan oleh perbuatan kita, itu juga kekejian. Dua ekstrem.

 

 

You say, "Where does the Bible say that if you think you can be saved by your works that that's an abomination?"

Jesus said it. Luke 16:15. “15 And He said to them...” speaking to the religious leaders, “...‘You are those who justify yourselves before men...” did the Pharisees do that? They justified themselves. You remember the story of the Pharisee and the publican? What an interesting story. A publican and a Pharisee go to the temple to pray. And the publican, he doesn't even dare look up at God, he beats his breast and he says, "Lord, be merciful to me a sinner." What did the Pharisees say? “I thank you, Lord, that I'm not like other men. I fast twice a week. I return my tithes and I keep the Sabbath.” The Pharisee believed that he could be saved by what he did. But the Bible tells us that the publican went home justified whereas the Pharisee didn't because the Pharisee thought that he could save himself by his works. Are you with me? So Jesus says, “...‘You are those who justify yourselves before men, but God knows your hearts. For what is highly esteemed among men...”  Yeah, because they walked, you know, they had this piety in their walk, and they loved to pray in public places, and they love to give big offerings that everybody could see, according to Matthew chapter 6. “...For what is highly esteemed among men...” is what?  “...is an abomination in the sight of God.”

 

Kalian berkata, “Di mana Alkitab berkata bahwa jika kita pikir kita bisa diselamatkan oleh perbuatan kita, itu adalah suatu kekejian?”

Yesus yang mengatakannya. Lukas 16:15, “15 Lalu Ia berkata kepada mereka…” bicara kepada para pemimpin rohani, “…‘Kamu-lah orang-orang yang membenarkan diri di hadapan manusia,…”  apakah orang-orang Farisi berbuat demikian? Mereka membenarkan diri mereka sendiri. Kalian ingat cerita orang Farisi dan pemungut cukai? Cerita yang menarik. Seorang pemungut cukai dan seorang Farisi pergi ke Bait Suci untuk berdoa. Dan pemungut cukai ini bahkan tidak berani mengangkat matanya memandang Allah, dia memukuli dadanya dan berkata, “Tuhan, kasihanilah aku, orang yang berdosa.” Apa kata orang Farisi itu? “Aku bersyukur, Tuhan, aku tidak seperti orang-orang lain. Aku berpuasa dua kali seminggu, aku mengembalikan persepuluhan, dan aku memelihara Sabat.” Orang Farisi itu yakin dia bisa diselamatkan oleh apa yang dia lakukan. Tetapi Alkitab  memberitahu kita bahwa pemungut cukai itu pulang dibenarkan sementara orang Farisi itu tidak, karena orang Farisi itu berpikir dia bisa menyelamatkan dirinya sendiri dengan perbuatan-perbuatannya. Apakah kalian mengikuti saya? Jadi Yesus berkata, “…‘Kamu-lah orang-orang yang membenarkan diri di hadapan manusia,  tetapi Allah mengetahui hatimu. Sebab apa yang amat dihormati manusia…”  ya, karena bilamana mereka berjalan, mereka berjalan dengan gaya saleh, dan mereka suka berdoa di tempat-tempat umum, dan mereka suka memberi persembahan-persembahan besar yang bisa dilihat banyak orang, menurut Matius pasal 6, “…Sebab apa yang amat dihormati manusia…” itu apa? “…adalah kekejian dalam pemandangan Allah.”

 

 

Ellen White wrote how the Papacy violates both of these things. Practicing abomination. Notice this statement from Great Controversy 572. “A prayerful study of the Bible would show Protestants the real character of the Papacy and would cause them to abhor and to shun it;...” How could Protestants abhore and shun the Papacy? A prayerful study of the Bible; “...but many are so wise in their own conceit that they feel no need of humbly seeking God that they may be led into the truth. Although priding themselves on their enlightenment,  they are ignorant both of the Scriptures and of the power of God...”  Now listen carefully.  “...They must have some means of quieting their consciences, and they seek that which is least spiritual and humiliating. What they desire is a method of forgetting God which shall pass as a method of remembering Him...”  Are you catching the picture? And then she speaks of the Papacy. “...The papacy is well adapted to meet the wants  of all these...” notice she doesn't say “the needs”. The Papacy  “...meet the wants  of all these. It (the Papacy) is prepared for two classes of mankind, embracing nearly the whole world—those who would be saved by their merits, and those who would be saved in their sins...”

 

Ellen White menulis bagaimana Kepausan melanggar kedua hal ini. Mempraktekkan kekejian. Simak pernyataan ini dari Great Controversy hal. 572. “…Suatu pembelajaran Alkitab yang disertai doa akan menunjukkan kepada orang-orang Protestan karakter sesungguhnya dari Kepausan dan akan membuat mereka muak kepadanya dan menjauhinya; …”  bagaimana Protestan bisa muak dan menjauhi Kepausan? Mempelajari Alkitab dengan doa;   “…tetapi banyak yang merasa begitu pandai dalam kesombongannya sendiri sehingga mereka tidak merasa perlu mencari Allah dengan rendah hati agar mereka boleh dituntun kepada kebenaran. Walaupun mereka membanggakan diri dengan pencerahan mereka, mereka tidak tahu apa-apa baik tentang Kitab Suci maupun kuasa Allah…”  sekarang dengarkan baik-baik,   “…Mereka tentunya punya beberapa cara untuk membungkam hati nurani mereka dan mereka mencari mana cara yang paling tidak spiritual dan merendahkan. Apa yang mereka inginkan ialah suatu cara untuk melupakan Allah yang akan bisa ditampilkan sebagai cara mengingatNya…” apakah kalian menangkap gambarnya? Kemudian Ellen White bicara tentang Kepausan, “…Kepausan cukup bisa beradaptasi untuk memenuhi semua yang diinginkan ini…” simak dia tidak berkata “yang dibutuhkan”. Kepausan   “…memenuhi semua yang diinginkan ini.  Dia siap bagi kedua golongan manusia, merangkul hampir seluruh dunia ~ mereka yang mau diselamatkan oleh amal mereka, dan mereka yang mau diselamatkan dalam dosa-dosa mereka....”

 

 

Let me ask you, in the Papacy, can you do certain things that'll bring salvation? Oh yeah, you can go on a pilgrimage, you can do penance, you can contribute money, right? Saved by your works. But also, does the Papacy demean the terrible nature of sin? They say, "Yeah, if you sin, just go and confess to the priest. And the priest will say, ‘Ego te absolvo, I forgive you.’ It's okay. And so then you can go and continue sinning. Just come and confess it to the priest.”

The Papacy caters to both groups.

v    If you want to be saved by what you do, the Papacy will help you do it.

v    If you want to be saved in your sins, the Papacy allows that as well.

 

Coba saya tanya, di Kepausan bisakah orang melakukan hal-hal tertentu untuk mendapatkan keselamatan? O, iya, orang bisa pergi berziarah, bisa melakukan apa yang disuruh imam untuk menghapuskan hukuman dosa, orang bisa memberikan sumbangan uang, benar? Diselamatkan oleh perbuatan sendiri. Tetapi apakah Kepausan juga menyepelekan jahatnya dosa? Mereka berkata, “Iya, jika kamu berdosa, pergi saja dan mengakuinya kepada imam. Dan imam itu akan berkata, ‘Ego te absolvo’ (aku mengampunimu). Sudah beres.’ Dengan demikian kamu boleh pergi dan melanjutkan berbuat dosa. Datang saja dan mengakuinya kepada imam.”

Kepausan memenuhi kebutuhan kedua kelompok.

v    Jika orang mau diselamatkan oleh apa yang dia lakukan, Kepausan akan membantunya melakukan itu.

v   Jika orang mau diselamatkan bersama dosanya, Kepausan mengizinkan itu juga.

 

 

What else is an abomination? Fornication or adultery is an abomination. Is this harlot church spoken of as fornicating with the kings instead of being only Christ's bride? Yes.

Notice Jeremiah 13:26 and 27. God is speaking to Israel, those who claim to be His people. “26 Therefore I will uncover your skirts over your face, that your shame may appear. 27 I have seen your adulteries and your lustful neighings, the lewdness of your harlotry, your abominations on the hills in the fields. Woe to you, O Jerusalem! Will you still not be made clean?” So adultery, literal or spiritual, is an abomination. It's harlotry. And God constantly rebuked Israel for spiritual adultery because they intermingled with the nations and they did not conserve themselves only for the Lord.

 

Kekejian itu apa lagi? Berhubungan seksual bukan dengan pasangannya sendiri atau berzinah adalah suatu kekejian. Apakah Gereja Pelacur ini dikatakan sebagai berzinah dengan raja-raja dan bukan hanya menjadi pengantin Kristus? Iya.

Simak Yeremia 13:26-26, Allah sedang berbicara kepada Israel, orang-orang yang mengklaim sebagai umatNya, “26 Sebab itulah Aku akan mengangkat gaunmu  sampai ke wajahmu, sehingga kelihatan auratmu. 27 Aku sudah melihat zinahmu dan desah nafsumu, kemesuman persundalanmu, kekejian-kekejianmu di atas bukit-bukit di padang-padang. Celakalah engkau, hai Yerusalem, masihkah engkau tak mau ditahirkan?...”  Maka perzinahkan, literal maupun spiritual, adalah sebuah kekejian. Itu persundalan. Dan Allah terus-menerus menegur Israel karena perzinahan spiritual mereka, karena mereka bercampur dengan bangsa-bangsa lain dan mereka tidak memisahkan diri mereka hanya bagi Tuhan.

 

 

The next thing that is an abomination is to shed innocent blood. Did the Papacy shed innocent blood? Oh yes. The Little Horn would persecute the saints of the Most High and overcome them.

Notice Ezekiel 22:2 on this point. Ezekiel 22:2. “1Moreover the word of the Lord came to me, saying,  2 ‘Now, son of man, will you judge, will you judge the bloody city? Yes, show her all her abominations!” Because she persecuted the saints and the martyrs of Jesus. The Jewish church did that. Jesus said so in Matthew chapter 23.

 

Hal berikutnya yang adalah kekejian ialah mencurahkan darah orang tak bersalah. Apakah Kepausan mencurahkan darah? O, ya. Tanduk Kecil mempersekusi orang-orang kudus Yang Mahatinggi dan mengalahkan mereka.

Simak Yehezkiel 22:2 tentang poin ini. Yehezkiel 22:2. “1 Dan lagi datanglah firman Tuhan kepadaku, mengatakan, 2 ‘Hai engkau, anak manusia, maukah engkau menghakimi, maukah engkau menghakimi kota yang penuh darah? Ya, tunjukkanlah segala kekejian-kekejiannya…” karena dia telah mempersekusi orang-orang kudus dan martir-martir Yesus. Gereja Yahudi melakukan hal itu. Yesus berkata demikian di Matius pasal 23.

 

 

Notice Proverbs 17:15. “15He who justifies the wicked, and he who condemns the just,

both of them alike are an abomination to the Lord.” Is condemning the righteous an abomination? Is justifying the wicked an abomination? Yes.

 

Simak Amsal 17:15, “15 Dia yang membenarkan orang fasik dan dia yang  menghukum orang benar, kedua-duanya sama-sama adalah kekejian bagi TUHAN…” apakah menghukum orang-orang benar suatu kekejian? Apakah membenarkan orang jahat suatu kekejian? Ya.

 

 

And notice Proverbs 6:16-19. “16 These six things the Lord hates, Yes, seven are an abomination to Him...” And now comes the list.  “...17 A proud look, a lying tongue, hands that shed innocent blood, 18 a heart that devises wicked plans, feet that are swift in running to evil, 19 a false witness who speaks lies, and one who sows discord among brethren.” What a tremendous passage. And the Papacy is guilty of all of these, by the way. And it says that these are abominations.

 

Dan simak Amsal 6:16-19, “16 Enam perkara ini yang dibenci TUHAN, iya, tujuh perkara yang menjadi kekejian bagiNya…” dan sekarang diberikan daftarnya: “…17 tatapan sombong, lidah pendusta, dan tangan yang menumpahkan darah orang yang tidak bersalah, 18 hati yang membuat rencana-rencana yang jahat, kaki yang cepat berlari menuju kejahatan, 19 seorang saksi dusta yang bicara kebohongan, dan dia yang menabur pertengkaran di antara sesama saudara…” Ayat-ayat yang luar biasa. Dan Kepausan berdosa atas semuanya. Dan dikatakan bahwa semua ini adalah kekejian.

 

 

Another thing that is an abomination is homosexuality. Leviticus 18:22 says, “ 22 You shall not lie with a male as with a woman. It is an abomination.” Let me ask you, has the Papacy had serious problems with priests who have abused young children? Has it had to pay millions of dollars in lawsuits? Yes. And the present Pope that was just elected who ministered in Peru, actually tried to justify and hide what the priests were doing there in Peru to children.

 

Hal lain yang adalah kekejian adalah homoseksualitas. Imamat 18:22 mengatakan, “2Janganlah engkau tidur dengan laki-laki seperti bersetubuh dengan perempuan, itu suatu kekejian…”  Coba saya tanya, apakah Kepausan punya masalah serius dengan imam-imam mereka yang telah melecehkan anak-anak? Bukankah Kepausan pernah harus membayar jutaan dollar dalam gugatan? Ya. Dan Paus yang sekarang yang baru terpilih yang tadinya melayani di Peru, berusaha membela dan menyembunyikan apa yang dilakukan para imam di sana, di Peru, kepada anak-anak.

 

 

Furthermore, the Roman Catholic Church believes in celibacy. By the way, that's the reason why you have so much sexual abuse in the priesthood of the Roman Catholic Church. If they got married, it would not be as prevalent. Are you with me or not? In fact, Pope Francis  said that under certain circumstances, priests could bless gay marriages. What I'm telling you is the truth. But the Bible says that homosexuality is a sin. And Romans 1:32 says that not only those who practice these things are an abomination, but those who consent to those who practice it.

 

Lebih jauh, gereja Roma Katolik meyakini hidup selibat. Nah, itulah alasannya mengapa ada begitu banyak pelecehan seksual pada imam-imam gereja Roma Katolik. Seandainya mereka menikah, itu tidak akan sedemikian menyebar. Apakah kalian mengikuti saya atau tidak? Bahkan Paus Francis mengatakan bahwa dalam situasi tertentu, imam-imam boleh memberkati perkawinan sesama jenis. Apa yang saya katakan ini kebenaran. Tetapi Alkitab berkata bahwa homoseksualitas adalah suatu dosa. Dan Roma 1:32 mengatakan bahwa bukan hanya mereka yang melakukan hal-hal ini yang adalah kekejian, tetapi juga mereka yang mengizinkan mereka yang mempraktekkannya.

 

 

But the greatest abomination that is spoken of in the Bible is worship of the sun. The Roman Catholic Church is obsessed with the sun. There are sunbursts everywhere. On the glass stained windows, the altars, the priestly vestments, the images, the vials, over the heads of the saints, what they call to be saints. And by its own admission, the Roman Catholic Church says, "In the days of Constantine, to make the pagans feel comfortable in the church, we establish Sunday, the day of the sun, and so they could be comfortable in the church." Catholic Church doesn't  deny that Sunday was embraced by the church in order for the pagans to be baptized and join the church.

 

Tetapi kekejian yang paling parah yang disebutkan di Alkitab adalah menyembah matahari. Gereja Roma Katolik itu terobsesi pada matahari. Ada pancaran matahari di mana-mana, di kaca-kaca berwarna jendelanya, di altar-altar, di pakaian-pakaian para imam, di patung-patung, di botol-botol kecil wadah cairan sakramen, di halo kepala-kepala orang-orang suci ~ atau apa yang mereka sebut sebagai orang suci. Dan melalui pengakuan mereka sendiri, gereja Roma Katolik berkata, “Di zaman Constantine, untuk membuat orang-orang pagan merasa nyaman di gereja, kami menetapkan hari Minggu, hari matahari, supaya mereka boleh merasa nyaman di dalam gereja.” Gereja Katolik tidak menyangkal bahwa hari Minggu diambil oleh gereja supaya orang-orang pagan mau dibaptis dan bergabung dengan gereja.

 

 

Go with me to the book of Ezekiel 8:16 and 17. This is something that was being practiced right before the destruction of Jerusalem. This is just maybe 10 years before Jerusalem is destroyed in the year 586 BC. Chapter 8 of Ezekiel is called the abominations chapter because God shows Ezekiel an abomination that God's own people are committing in Jerusalem.

And Ezekiel says, "Wow, that's bad."

God says, "You haven't seen anything yet. I'm going to show you a worse abomination." So then God shows him another abomination that God's professed people are committing.

And Ezekiel said, "Oh my, that's terrible."  

“Yeah, you haven't seen anything yet. I'm going to show you a worse abomination.”

And what is at the top of the list? It is what we find in these verses. “16 So He brought me into the inner court of the Lord’s house; and there, at the door of the temple of the Lord, between the porch and the altar, were about twenty-five men with their backs toward the temple of the Lord...” their back is to the Lord by the way  “... and their faces toward the east, and they were worshiping the sun toward the east. 17 And He said to me, ‘Have you seen this, O son of man? Is it a trivial thing to the house of Judah to commit the abominations which they commit here? For they have filled the land with violence; then they have returned to provoke Me to anger. Indeed they put the branch to their nose.”

What was the greatest abomination of all? The worship of the sun, the sun god.

Is the sun going to be involved somehow in the final events on this earth? Yes.

You say, "But Pastor, it's not the same to worship the sun as it is to worship on the day of the sun."

And I sustain that, in principle it's the same thing. Let me explain the reason why.

Let me ask you, Who created the sun? God.

Did He create it as an object of worship? So what happens if you make it an object of worship? What is it called? Idolatry!

Who made the first day of the week? God.

Did He make it for worship? No. It's a work day. So what happens if you make the first day of the week a day of worship? What is it? It's idolatry.

Anything that man makes  for worship that God did not make for worship is idolatry.

That's why Ellen White repeatedly calls Sunday the idol Sabbath. It doesn't matter if you make the sun an object of worship, or if you make the day of the sun a day of worship, it is still idolatry. So in principle it's the same.

 

Marilah bersama saya ke kitab Yehezkiel 8:16-17. Ini adalah sesuatu yang dipraktekkan tepat sebelum dihancurkannya Yerusalem. Ini mungkin hanya 10 tahun sebelum Yerusalem dihancurkan di tahun 586 BC. Pasal 8 Yehezkiel disebut sebagai pasal kekejian karena Allah menunjukkan Yehezkiel kekejian-kekejian yang dilakukan umat Allah sendiri di Yerusalem.

Dan Yehezkiel berkata, “Waduh, itu buruk.”

Allah berkata, “Itu belum apa-apa. Aku akan menunjukkan kepadamu kekejian yang lebih parah.”  Maka Allah menunjukkan kepadanya kekejian lain yang dilakukan orang-orang yang mengaku umat Allah.

Dan Yehezkiel berkata, “Astaga, itu mengerikan.”

“Kamu belum melihat apa-apa. Aku akan menunjukkan kekejian yang lebih parah.”

Dan apa yang ada di bagian teratas dari daftar itu? Itulah yang kita temukan di ayat-ayat ini. “16 Maka Dia membawa aku ke halaman dalam rumah TUHAN; dan di sana, di pintu masuk ke bait TUHAN, di antara serambi dan mezbah ada kira-kira dua puluh lima orang laki-laki, dengan punggung mereka menghadap bait TUHAN…”  nah, punggung mereka yang menghadap Tuhan   “…dan wajah mereka menghadap ke sebelah timur, dan mereka sedang menyembah matahari ke arah timur. 17 Dan Dia berkata kepadaku, ‘Sudahkah  kaulihat itu, hai anak manusia? Apakah hal yang sepele bagi kaum Yehuda untuk melakukan kekejian-kekejian yang mereka lakukan di sini? Karena mereka telah memenuhi negeri ini dengan kekerasan, lalu mereka berbalik untuk menyulut murkaKu. Sungguh, mereka telah meletakkan ranting di hidung mereka (mengejek Tuhan). …”  Apakah kekejian yang paling besar dari semuanya? Menyembah matari, dewa matahari. Apakah matahari akan terlibat dalam peristiwa-peristiwa akhir di bumi ini? Ya.

Kalian berkata, “Tetapi, Pastor, itu tidak sama menyembah matahari dengan menyembah pada hari matahari.”

Dan saya mempertahankan bahwa secara prinsip itu hal yang sama. Saya akan menjelaskan alasannya.

Coba saya tanya, siapa yang telah menciptakan matahari? Allah.

Apakah Allah menciptakannya sebagai obyek untuk disembah? Jadi apa yang terjadi jika kita menjadikannya sebuah obyek untuk disembah? Itu disebut apa? Penyembahan berhala!

Siapa yang menciptakan hari pertama dari satu minggu? Allah.

Apakah Dia menciptakannya untuk disembah? Tidak, itu sebuah hari kerja. Jadi apa yang terjadi jika kita menjadikan hari pertama setiap minggu itu hari ibadah? Apa itu? Itu penyembahan berhala.

Apa pun yang dibuat manusia untuk disembah yang tidak Allah ciptakan untuk disembah, itu menyembah berhala.

Itulah mengapa Ellen White berulang-ulang menyebut hari Minggu sebagai Sabat Berhala.

Tidak perduli apakah kita menjadikan matahari sebuah obyek untuk disembah, atau jika kita menjadikan hari matahari sebuah hari ibadah, itu tetap penyembahan berhala. Jadi secara prinsip itu sama.

 

 

But praise the Lord that there was a group in Jerusalem that were not worshiping the sun. They were a faithful remnant. And what did God put on their foreheads? He put a mark on their foreheads. Does this sound familiar? Is there something like this in Revelation? Absolutely. A seal is placed on their forehead so that when destruction comes, they will be spared. Their lives will be spared from the destruction. It says in Ezekiel 9:4, “ 4 ... ‘Go through the midst of the city, through the midst of Jerusalem, and put a mark on the foreheads of the men who sigh and cry over all the abominations that are done within it.’”

 

Tetapi puji Tuhan ada satu kelompok di Yerusalem yang tidak menyembah matahari. Mereka adalah umat sisa yang setia. Dan apa yang Allah letakkan di dahi mereka? Dia menempatkan sebuah tanda di dahi mereka. Apakah ini terdengar familier? Apakah ada sesuatu yang mirip ini di Wahyu? Tentu saja. Sebuah meterai ditempatkan di dahi mereka supaya ketika kehancuran datang, mereka akan diloloskan. Nyawa mereka akan diselamatkan dari kehancuran. Dikatakan di Yehezkiel 9:4, “4 …‘Pergilah menjelajahi tengah kota, ke tengah-tengah Yerusalem dan berilah tanda pada dahi orang-orang yang berkeluh kesah dan meratap karena segala kekejian yang dilakukan di dalam kota itu.’”

 

 

Are you following me? What does the Papacy say about the day of worship? What is the day that they're supposed to worship? Sunday. Is that what the Bible teaches?  So who instituted the idea that we're supposed to worship on Sunday? The Papacy. So when you observe Sunday, whose authority are you recognizing? The authority of the power that claims to have changed it.

When you keep the Sabbath, whose authority are you following? The authority of the One who created the Sabbath as a day of worship.

Behind the day is the issue of worship and whose authority you obey.

 

Apakah kalian mengikuti saya? Apa kata Kepausan tentang hari ibadah? Hari mana yang mereka harus beribadah? Hari Minggu. Apakah itu yang diajarkan Alkitab? Jadi siapa yang menciptakan konsep bahwa kita seharusnya beribadah pada hari Minggu? Kepausan. Maka ketika kita memelihara hari Minggu, autoritas siapa yang kita akui? Autoritas kekuasaan yang mengklaim telah mengubahnya.

Ketika kita memelihara Sabbat, autoritas siapa yang kita ikuti? Autoritas Dia yang menciptakan Sabat sebagai hari ibadah.

Di balik hari adalah isu penyembahan dan autoritas siapa yang kita patuhi.

 

 

Are you understanding why the Papacy is this apostate system? Which day does the world basically keep with the exception of a handful of people? Sunday. Even the secular world, they're setting themselves up to keep Sunday as well. When things get really bad ~ Ellen White explains that things are going to really get bad, we haven't seen anything yet. You think the pandemic was bad? There's going to be worse pandemics than that. We've seen a lot of so-called natural disasters recently, haven't we? And it's attributed to climate change. But really the reason is the wickedness of man. That's why the flood came. That's why there was a drought in the days of Elijah. And of course they blame those who are faithful to God. Exactly what happened during the past career of the Roman Catholic Papacy. And Protestants will join because they received the day of worship from their mother and they keep the same day that the mother does. They've drunk the Kool-Aid. They use an expression that I think you're very well acquainted with.

 

Apakah kalian paham mengapa Kepausan adalah sistem yang murtad itu? Pada dasarnya hari mana yang dipelihara dunia dengan perkecualian segelintir manusia? Hari Minggu.  Bahkan dunia sekuler, mereka menempatkan posisi mereka sebagai pemelihara hari Minggu juga. Saat kondisi menjadi benar-benar sangat buruk, Ellen White menjelaskan bahwa kondisi akan menjadi sangat buruk, sekarang ini belum apa-apa. Kalian sangka pandemi itu buruk? Akan ada pandemi-pandemi yang jauh lebih buruk daripada itu. Kita telah melihat banyak bencana alam akhir-akhir ini, bukan? Dan itu diatributkan kepada perubahan iklim. Tetapi sesungguhnya alasannya adalah kejahatan manusia. Itulah mengapa air bah terjadi. Itulah mengapa ada kekeringan di zaman Elia. Dan tentu saja orang-orang menyalahkan mereka yang setia kepada Allah. Persis apa yang terjadi di masa lampau Kepausan Roma Katolik. Dan Protestan akan ikut bergabung karena mereka menerima hari ibadah dari ibu mereka dan mereka memelihara hari yang sama seperti ibu mereka. Mereka (Protestan) telah minum Kool-Aidnya Katolik. Mereka memakai ungkapan yang saya rasa sudah sangat kalian kenal.

 

 

Now, notice what Ellen White wrote in Great Controversy 389. “When  faithful teachers expound the Word of God, there arise men of learning, ministers  professing  to  understand  the  Scriptures,  who  denounce  sound doctrine as heresy, and thus  turn away inquirers after truth....”  When faithful teachers rise, the apostate teachers of the apostate churches say, "Don't pay any attention to those people. Just follow us.” And then she writes this,  “...Were it not that the world is  hopelessly intoxicated with the wine of Babylon, multitudes would be  convicted and converted by the plain, cutting truths of the Word of God. But religious faith appears  so confused and  discordant that the people know not what to believe as truth. The sin of the world's impenitence lies at the door of the church.”

 

Sekarang simak apa yang ditulis Ellen White di Great Controversy hal. 389, “…Ketika pengajar-pengajar yang setia menjelaskan Firman Allah, muncullah orang-orang terpelajar, pendeta-pendeta yang mengaku mengerti Kitab Suci,  menolak doktrin yang benar sebagai bidat, dan dengan demikian membuat mereka yang mencari kebenaran, berbalik arah. …”  ketika guru-guru setia muncul, guru-guru murtad gereja-gereja murtad berkata, “Jangan dengarkan orang-orang itu. Ikuti saja kami.” Kemudian Ellen White menulis ini,   “…Seandainya dunia tidak dalam keadaan mabuk tak berdaya oleh anggur Babilon, orang banyak akan diyakinkan kesalahannya dan ditobatkan oleh kebenaran-kebenaran Firman Allah yang sederhana, dan tajam. Tetapi ajaran agama itu begitu membingungkan dan tidak ada keselarasan, sehingga orang-orang tidak tahu apa yang harus dipercayai sebagai kebenaran. Dosa orang-orang dunia yang tidak bertobat terletak di pintu gereja…” 

 

 

Now, let me give you a list of practices and doctrines in the Roman Catholic Church that either contradict Scripture or found nowhere in Scripture. We've discussed the state of the dead, the day of worship, and several other things. But now, let me give you a list.

v    The sanctification of Sunday is part of the wine.

 

v    The union of church and state is contrary to Scripture.

Jesus said, "My kingdom is not of this world." Jesus said, "Render to Caesar what is Caesars's and to God what is God's." The church should function as church and the state should preserve the civil order. But the church should not use the state to accomplish its mission and its purposes.

But the Papacy is a state and also a church and it has used the state to enforce the doctrines of the church.

 

v    How about the baptism of infants?

Is there any reference in the Bible to a baby being baptized? No. The Bible says that you have to repent, confess your sins, and have faith in Christ. A baby cannot do that. It's a doctrine that contradicts what the Bible says.

 

v    How about baptism by sprinkling?

Is there any case in the Bible of people that were baptized by sprinkling? No. All baptisms in the Bible were by immersion. The person was submerged under the water. Jesus entered the water and Jesus came out of the water. In fact, the word βαπτίζω [baptizō] where we get the word “baptism” from, means to immerse or to submerge. The very word means that.

And by the way, let me ask you, why is it important for baptism to be by immersion? When we're baptized, after the baptism, we are in Christ, right? All those who have been baptized have been baptized into Christ, the apostle Paul said. So why is it important to be immersed, to be in Christ? Because in miniature, we have to go through His experience. Probably most of you have seen a baptism, I imagine you have. Yeah, you have a baptistry there. In case there's someone here who has never seen a biblical baptism. The Pastor is looking at the congregation and the person going to be baptized is sideways and the pastor says, "I now baptize you in the name of the Father, the Son, the Holy Spirit. Amen." What is the last thing that the person does before the pastor buries them under the water? They stop breathing. They’d better. What do they do while they're under the water? They don't breathe. What's the first thing they do when they come out of the water? They breathe again. In miniature, they're going through experience of Christ. Because Christ when He died, He quit breathing. In the tomb, He did not breathe. And when He resurrected, He breathed again. So we have to repeat the experience of Christ in miniature and when we do that we are in Christ. That cannot be represented by sprinkling.

 

v    The celebration of Lent 40 days of prayer, fasting and almsgiving that begins on Ash Wednesday and then ends at sundown on what is called Holy Thursday. totally absent from Scripture.

 

v    The beatification and the canonization of saints, totally absent from the Bible.

Prayers directed to the dead saints, and for the dead saints. The Bible says “the dead know nothing”.

 

v    Lighting candles.

That was something that was done in the Old Testament system. The lighting of candles.

 

v    Burning incense.

That was something that belonged to the Old Testament system.

 

v    Sprinkling holy water.

That's something that belonged to the Old Testament system.

 

v    Using priestly garments, you know, priestly garments, the priests and everything. That was something that belonged to the Old Testament.

And it's amazing how the Roman Catholic Church still lights candles, still burns incense, still sprinkles holy water, and still uses priestly garments, which are Old Testament practices of the Old Testament system, but they don't keep the Sabbath. Are you with me?

 

v    Yes, the confession of sins to a priest, to a human priest, contradicts the Bible.

We have “one Mediator between God and man, Jesus Christ the Man”.

 

v    The sacrifice of the mass where Jesus dies over and over again in the sacrifice of the mass.

Hebrews 10:12 and 13 says, “12 But this Man, after He had offered one sacrifice for sins forever, sat down at the right hand of God,...” one sacrifice forever. This idea that Christ is sacrificed in every mass is basically saying that the one sacrifice of Christ was not sufficient to save man.

By the way, remember when Moses struck the rock? There's two episodes in the Bible of striking the rock. The first God told Moses, "Strike the rock and the rock will give its water." Let me ask you, who does the rock represent? This is symbolism, the rock represents Christ. 1 Corinthians 10:4, the rock was Christ. What does the rod represent that strikes the rock? The rod represents God's judgment. You know, I have a whole presentation on this one point. But the rod represent God's punishment. Who should the punishment have fallen upon? The rod should have fallen on Israel because they were grumbling. But instead of falling on the guilty, it fell on the rock, Jesus Christ. And then when the rod struck the rock, the rock gave its water. Likewise, when the Father struck Christ because He was bearing the sins of the world, the result was that the Holy Spirit was poured out on the day of Pentecost. That's the water. And you can read that in several verses in the New Testament.

 

v    Making images and bowing before them is forbidden in the Bible, but the Papacy says that we're supposed to do that.

 

v    The rosary.

Where's the rosary in the Bible? The Bible forbids something like the rosary. You know, I know the way people say it in Spanish because I lived in Latin America, “Ave Maria, Madre de Dios, ruega por nosotros pecadores, ahora y en la hora de nuestra muerte. Amén” (Holy Mary, Mother of God, pray for us sinners, now and at the hour of our death. Amen) and with each bead over and over and over and over. The Bible forbids that. In Matthew 6:7, it says, “ 7 And when you pray, do not use vain repetitions as the heathen do. For they think that they will be heard for their many words.” The Bible forbids it.

 

v    The celibacy of the priesthood totally absent from the Bible. Causes all kinds of sexual problems in the church.

 

v    The doctrine of purgatory.

If people have to go to purgatory to purge their sins, then the sacrifice of Christ was not enough.

 

v    The establishment of monasteries and convents. Nowhere in the Bible.

 

v    The immaculate conception of Mary, that Mary was conceived without original sin. The Bible doesn't even mention the birth of Mary.

 

v    And the assumption of Mary to Heaven. Totally absent.

 

This is only a sprinkling of examples of how the Papacy contradicts the Bible and adds to the Bible what is not there. Why would you want to belong to a system like that? Is there any reason to come out? There are multiple reasons to call people out.

 

 

Sekarang saya akan memberikan sebuah daftar praktek-praktek dan doktrin-doktrin di gereja Roma Katolik yang bertentangan dengan Kitab Suci atau tidak ada di dalam Kitab Suci. Kita sudah membahas status orang mati, hari ibadah, dan beberapa hal yang lain. Tetapi sekarang saya akan memberikan daftar ini.

v    Pengudusan hari Minggu adalah bagian dari anggurnya.

 

v    Persatuan gereja dengan pemerintah itu bertentangan dengan Kitab Suci.

Yesus berkata, “Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini” (Yohanes 18:36). Yesus berkata, “Serahkanlah kepada Kaisar barang-barang yang milik Kaisar, dan kepada Allah barang-barang yang kepunyaan Allah” (Matius 22:21). Gereja harus berfungsi sebagai gereja, dan pemerintah harus memelihara ketertiban sipil. Tetapi gereja tidak boleh menggunakan pemerintah untuk mencapai misinya dan tujuannya.

Tetapi Kepausan adalah sebuah negara dan juga sebuah gereja, dan dia telah menggunakan pemerintah untuk memaksakan doktrin-doktrin gereja.

 

v    Bagaimana dengan baptisan bayi?

Apakah di Alkitab ada rujukan baptisan bayi? Tidak. Alkitab berkata bahwa orang harus bertobat dulu, mengakui dosa-dosanya, dan beriman dalam Kristus. Seorang bayi tidak bisa berbuat itu. Itu adalah doktrin yang bertentangan dengan apa kata Alkitab.

 

v    Bagaimana dengan baptisan percik?

Apakah di Alkitab ada kasus orang dibaptis dengan percikan? Tidak. Semua baptisan di Alkitab itu dengan diselamkan. Orang yang dibaptis itu dimasukkan ke dalam air. Yesus masuk ke dalam air dan Yesus keluar dari dalam air. Bahkan kata βαπτίζω [baptizō] dari mana kita mendapatkan kata “membaptis”, berarti memasukkan ke dalam air, atau terbenam dalam air. Kata itu artinya demikian.

Dan ketahuilah, saya mau tanya, mengapa penting baptisan harus diselamkan? Ketika kita dibaptis, setelah dibaptiskan kita menjadi milik Kristus, benar? Semua mereka yang sudah dibaptis, telah dibaptis dalam Kristus, rasul Paulus berkata begitu. Jadi mengapa itu penting untuk diselamkan, untuk berada  dalam Kristus? Karena sebagai lambang, kita harus menjalani pengalaman Kristus. Tentunya kebanyakan dari kalian sudah pernah melihat upacara baptisan, saya rasa sudah. Ya, di sini ada kolam baptisan. Tetapi sekiranya ada di sini yang belum pernah melihat baptisan yang alkitabiah, begini: Si gembala menghadap ke jemaat dan orang yang akan dibaptis datang dari samping, dan gembala itu berkata, “Saya sekarang membaptiskan engkau dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Amin.” Apakah hal terakhir yang dilakukan orang itu sebelum gembala memasukkan dia di bawah air? Dia berhenti bernafas. Harus begitu. Apa yang dia lakukan ketika dia ada dalam air? Dia tidak bernafas. Apa hal pertama yang dia lakukan ketika dia keluar dari air? Dia bernafas lagi. Secara lambang dia menjalani pengalaman Kristus. Karena ketika Dia mati, Kristus berhenti bernafas. Di dalam kubur Dia tidak bernafas. Dan ketika Dia bangkit, Dia bernafas lagi. Jadi kita harus mengulangi pengalaman Kristus secara lambang, dan ketika kita melakukan itu, kita ada dalam Kristus. Ini tidak bisa dilambangkan oleh percikan.

 

v    Perayaan Lent 40 hari doa, puasa dan memberikan amal yang dimulai pada hari Rabu Abu lalu berakhir saat matahari terbenam pada apa yang disebut Kamis Putih (Kamis Suci). Sama sekali tidak ada di Kitab Suci.

 

v    Deklarasi resmi dan kanonisasi orang-orang kudus. Sama sekali tidak ada di Alkitab.

Doa-doa yang ditujukan kepada orang-orang kudus yang sudah mati dan bagi orang-orang kudus yang sudah mati. Alkitab mengatakan, “orang mati tidak tahu apa-apa” (Pengkhotbah 9:5).

 

v    Menyalakan lilin. Ini dulu dilakukan di sistem Perjanjian Lama, menyalakan lilin.

 

v    Membakar kemenyan. Ini sesuatu yang milik sistem masa Perjanjian Lama.

 

v    Memercikkan air suci. Ini sesuatu yang adalah bagian dari sistem Perjanjian Lama.

 

v    Memakai jubah-jubah imam, dan segalanya. Sesuatu yang milik sistem Perjanjian Lama.

Dan yang menarik ialah bagaimana gereja Roma Katolik masih menyalakan lilin, masih membakar dupa, masih memercikkan air suci, dan masih menggunakan jubah-jubah imam yang adalah praktek-praktek sistem Perjanjian Lama, tetapi mereka tidak memelihara Sabatnya. Apakah kalian mengikuti saya?

 

v    Pengakuan dosa kepada seorang imam, imam manusia, bertentangan dengan Alkitab.

Kita punya “satu Perantara antara Allah dan manusia, yaitu Manusia Kristus Yesus” (1 Timotius 2:5)

 

v    Kurban misa, di mana Yesus mati berulang-ulang dalam kurban misa.

Ibrani10:12-13 berkata, “12Tetapi Manusia ini setelah Dia mempersembahkan  satu kurban untuk dosa selamanya, duduk di sebelah tangan kanan Allah” satu kurban untuk selamanya. Konsep bahwa Kristus dikurbankan di setiap misa pada dasarnya mengatakan bahwa kurban Kristus yang satu kali itu tidak cukup untuk menyelamatkan manusia.

Nah, ingat ketika Musa memukuli batu? Ada dua episode di Alkitab tentang memukul batu ini. Yang pertama Allah menyuruh Musa, “Pukullah batu itu dan batu itu akan mengeluarkan airnya.” Coba saya tanya, batu itu di sana melambangkan apa? Ini adalah lambang, batu itu melambangkan Kristus. 1 Korintus 10:4, batu itu Kristus. Tongkat yang memukul batu itu melambangkan apa? Tongkat itu melambangkan penghakiman Allah. Saya punya presentasi lengkap tentang satu poin ini. Tetapi tongkat itu melambangkan hukuman Allah. Seharusnya hukuman itu jatuh ke siapa? Tongkat itu seharusnya memukul Israel karena mereka yang bersungut-sungut. Tetapi gantinya tongkat itu jatuh ke atas orang yang bersalah, ia jatuh ke atas Batu itu, Yesus Kristus. Kemudian ketika tongkat itu memukul batu itu, batu itu memberikan airnya. Sama seperti itu, ketika Bapa memukul Kristus karena Dia sedang memikul dosa-dosa dunia, akibatnya ialah Roh Kudus dicurahkan pada hari Pentakosta. Itulah airnya. Dan kalian bisa membaca itu di beberapa ayat di Perjanjian Baru.

 

v    Membuat patung dan sujud kepada mereka itu dilarang di Alkitab, tetapi Kepausan berkata bahwa kita harus melakukannya.

 

v    Rosari.

Di mana ada rosario di Alkitab? Alkitab melarang sesuatu seperti rosario. Saya tahu cara orang mengucapkan doanya dalam bahasa Spanyol karena saya pernah tinggal di Amerika Latin, “Ave Maria, Madre de Dios, ruega por nosotros pecadores, ahora y en la hora de nuestra muerte. Amén” (Salam maria, Bunda Allah, doakan kami orang-orang berdosa, sekarang dan di jam kematian kami. Amin.) dan dengan setiap tasbih doa itu diulang-ulang dan diulang-ulang dan diulang-ulang. Alkitab melarang ini. Di Matius 6:7 dikatakan, “7 bila kamu berdoa, jangan memakai pengulangan yang tidak berarti, seperti yang dilakukan orang-orang yang tidak mengenal Allah, karena  mereka menyangka bahwa mereka akan didengar karena banyaknya kata-kata doa mereka.” Alkitab melarang ini.

 

v    Selibasi dalam keimamatan, sama sekali tidak ada di Alkitab. Menimbulkan segala macam persoalan seksual dalam gereja.

 

v    Doktrin Api Pencucian.

Jika manusia harus masuk api pencucian untuk menyucikan diri dari dosa-dosanya, berarti pengorbanan Kristus belum cukup.

 

v    Didirikannya biara-biara terpisah untuk laki-laki dan perempuan. Tidak ada di Alkitab.

 

v    Kelahiran imakulata Maria, bahwa Maria dikandung tanpa dosa. Alkitab bahkan tidak pernah menyinggung tentanng kelahiran Maria.

 

v    Dan kenaikan Maria ke Surga. Sama sekali tidak ada di Alkitab.

 

Ini hanya beberapa contoh bagaimana Kepausan mengkontradiksi Alkitab dan menambahkan ke Alkitab apa yang tidak ada di dalamnya. Untuk apa orang mau ikut sistem yang seperti ini? Apakah ada alasan untuk keluar dari sana? Ada banyak alasan untuk memanggil orang supaya keluar dari sana.

 

 

Now, we mentioned that the drinking of the wine causes anger. I'm not going to pursue that anymore, except to say that the harlot and her daughters have made the multitudes alcoholics. And they are so addicted and intoxicated that it is virtually impossible for them to think rationally and grasp the truth. How many of you have ever tried to convince a drunkard of something? Drunkards know everything. You can't argue with them. They know it all because they're drunk. And they cannot distinguish between the holy and the common. Their powers to distinguish between good and evil are destroyed. That's why the Bible says, "Don't get drunk because you're going to see a woman that's not your wife." Not be able to distinguish right from wrong, good from evil.

 

Nah, kita sudah menyinggung bahwa minum anggur menimbulkan murka. Saya tidak akan membahas itu lagi, kecuali hanya mengatakan bahwa pelacur itu dan anak-anak perempuannya telah membuat banyak orang kecanduan alkohol. Dan mereka begitu kecanduan dan mabuk sehingga sama sekali tidak mungkin bagi mereka untuk berpikir secara rasional dan menangkap apa yang benar. Berapa banyak dari kalian yang pernah berusaha meyakinkan seorang pemabuk tentang sesuatu? Pemabuk itu merasa mahatahu. Kita tidak bisa berdebat dengan mereka. Mereka merasa sudah tahu semua karena mereka sedang mabuk. Dan mereka tidak bisa membedakan antara yang kudus dengan yang biasa. Kemampuan untuk membedakan yang baik dari yang jahat sudah rusak. Itulah mengapa Alkitab berkata, “Jangan menjadi mabuk, karena kamu akan mencari perempuan yang bukan istrimu.” Tidak bisa membedakan yang benar dari yang salah, yang baik dari yang jahat.

 

 

Ellen White wrote, "Error is never harmless. It never sanctifies but always brings confusion and dissension. It is always dangerous…” error is always dangerous,   “…The enemy has great power over minds that are not thoroughly fortified by prayer and established in Bible truth ” (Testimonies for the Church Vol. 5, p. 292). The truth is important. Unfortunately, these days people in the church go by the way they feel. But feelings can be dangerous when they contradict the Bible. If you don't believe it, take a little look at all of the marriages where a young man and a young woman got married because of the way they feel. The result is disaster. That's why I tell young people, you know, “Don't follow your heart until first it goes through your brain.” Our decisions go through our brain to the heart, not directly to the heart. And likewise, the truth has to go, we have to understand the truth and then we have to embrace the truth in our hearts. We don't go by feelings.

 

Ellen White menulis, “…Kesalahan tidak pernah tidak berbahaya. Dia tidak pernah menguduskan melainkan selalu mendatangkan kebingungan dan pertikaian. Dia selalu berbahaya…”  kesalahan itu selalu berbahaya,   “…si musuh punya kuasa besar atas pikiran-pikiran yang tidak seluruhnya dibentengi oleh doa dan berdiri tegak dalam kebenaran Alkitab.” (Testimonies for the Church Vol. 5, hal. 292). Kebenaran itu penting. Sayangnya di zaman sekarang orang-orang di gereja berpegang pada bagaimana perasaan mereka. Tetapi perasaan bisa berbahaya bila mereka bertentangan dengan Alkitab. Jika tidak percaya, lihatlah perkawinan-perkawinan di mana seorang pemuda dan seorang pemudi menikah berdasarkan perasaan mereka. Hasilnya bencana. Itulah mengapa saya memberitahu orang-orang muda, “Jangan ikuti hatimu sebelum itu lebih dulu melewati otakmu.” Keputusan-keputusan yang kita buat harus melalui otak kita dulu baru ke hati, jangan langsung ke hati. Dan seperti itu juga, kebenaran, kita harus memahami kebenaran baru kemudian kita menerima kebenaran itu dalam hati kita. Jangan berdasarkan perasaan.

 

 

Now, we're nearing the end of our first presentation, but I have two or three things more that I need to say about this Second Angel’s Message. Is the Second Angel’s Message important? Do you understand now why Babylon fell for sure? Is the condition of Babylon irreversible? Is this system going to change and embrace the truth? No. It's beyond hope. And we have to call the people out and say, “It's beyond hope. Don't stay there. Embrace the First Angel's message. This system doesn't. Get out!”

 

Sekarang kita sudah mendekati akhir dari presentasi yang pertama, tetapi saya masih punya dua atau tiga hal yang perlu saya sampaikan tentang Pekabaran Malaikat Kedua ini. Apakah Pekabaran Malaikat Kedua itu penting? Apakah sekarang kalian paham mengapa Babilon pasti roboh? Apakah kondisi Babilon bisa diputarbalikkan? Apakah sistem ini akan berubah dan menerima kebenaran? Tidak. Dia sudah tidak bisa ditolong. Dan kita harus memanggil orang-orang keluar dan berkata, “Sudah tidak ada harapan. Jangan tinggal di sana.Terimalah Pekabaran Malaikat Pertama. Sistem ini tidak menerimanya. Keluarlah!”

 

 

By the way, the Second Angel’s Message is going to be proclaimed again, just before the close of probation. Let's go to Revelation chapter 18. It's going to be repeated, with greater detail. It's called the Loud Cry, under the influence of the Holy Spirit. It says here in Revelation 18:1-4, “1 After these things I saw another angel coming down from heaven, having great authority...” See, this is more powerful than the first time that the message was proclaimed in 1844, the Second Angel’s Message. So it says  “...having great authority and the earth was illuminated with his glory...” And is this a powerful message? First of all, it says “great authority”, “the whole earth is illuminated”. And then it says,  “...2 And he cried...” how? “...mightily with...” what? “...a loud voice,...” I think this is a powerful powerful message,  “...saying, ‘Babylon the great is fallen, is fallen,...” and now it's going to describe the condition  “...and has become a dwelling place of demons, a prison for every foul spirit, and a cage for every unclean and hated bird!...” By the way, when it speaks about “birds”, it's talking about demons. These are three ways of saying the same thing in different words. In other words, when it says “a dwelling place of demons”, it amplifies that “a prison for every foul spirit”. And then it amplifies that “a cage for every unclean and hated bird”. In the parable of the sower, the seeds that fall by the wayside, the birds come and take the seeds before they can germinate. And Jesus explained that the birds represent the fact that Satan takes away the seed of truth. So the birds, these are unclean birds, represent Satan and his demons. That's the condition that Babylon is going to be in at the end of time. Sound like a place you want to stay? Now how does Babylon reach this condition at the end? It says,   “...3 For...” that means “because” “...all the nations have drunk of the wine of the wrath of her fornication, the kings of the earth have committed fornication with her, and the merchants of the earth have become rich through the abundance of her luxury.’...” So here they're all on the same page. The harlot, the kings, the merchants of the world are all on the same page. The multitudes. But God has a faithful people there. Remember we started studying about the fact that the Jewish church was apostate, irreversible. They were rejected in the year 34 when they stoned Steven. No longer does the Jewish nation fulfill God's purpose of sharing the gospel to the world. Now, everyone whether Jew or Gentile is committed to presenting the message. And so it says,   “...4 And I heard another voice from heaven saying, ‘Come out of her...” Who is “her”? Babylon.  “...’Come out of her My people...” Does God have people in Babylon? Yes, He does. If there weren't God's people in Babylon, He wouldn't have say “My people.” "’Come out of her, My people…" And then it tells you why, “...lest you share in her sins, and lest you receive of her plagues...” Must this be an end time message?

Let me ask you, would God warn us to get out so the plagues don't fall on us, if we're not going to live during the period of the plagues? God says, "Get out, so you don't suffer the plagues." It would be ridiculous to give that message if you're not going to live during the period of the plagues. So why are God's people supposed to come out? They're supposed to come out so they don't share in Babylon's sins and they don't receive the plagues that Babylon is going to receive.

 

Nah, Pekabaran Malaikat Kedua akan diumumkan lagi, tepat sebelum tutupnya pintu kasihan. Mari kita ke Wahyu pasal 18. Pekabaran itu akan diulangi dengan detail yang lebih besar. Ini disebut Seruan Nyaring, di bawah kuasa Roh Kudus. Dikatakan di Wahyu 18:1-4, “1 Setelah hal-hal itu, aku melihat seorang malaikat lain turun dari sorga, yang mempunyai kekuasaan besar…”  lihat, ini lebih kuat daripada pertama kalinya pekabaran itu diumumkan pada 1844, Pekabaran Malaikat Kedua. Jadi dikatakan “…mempunyai kekuasaan besar dan bumi menjadi terang oleh kemuliaannya…”  apakah ini pekabaran yang kuat? Pertama-tama dikatakan “mempunyai kekuasaan besar”, “bumi menjadi terang oleh kemuliaannya”, kemudian dikatakan,   “…2 Dan ia berseru…”  bagaimana?   “…dengan kekuatan besar, dengan…” apa? “…suara yang nyaring,…” menurut saya ini adalah pekabaran yang sangat kuat, “…katanya: ‘Sudah roboh, sudah roboh Babel yang besar itu…”  dan sekarang akan dilukiskan kondisinya, “…dan telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat, penjara bagi setiap roh najis dan  sebuah sangkar untuk setiap  burung yang najis dan yang dibenci,…”  nah, bila bicara tentang “burung”, itu bicara tentang roh-roh jahat. Di sini ada tiga cara mengatakan hal yang sama dengan kata-kata yang berbeda. Dengan kata lain, ketika dikatakan “tempat kediaman roh-roh jahat”, dijelaskan bahwa itu “penjara bagi setiap roh najis”, kemudian dijelaskan lagi bahwa itu “sangkar untuk setiap burung yang najis dan dibenci”. Di perumpamaan si penabur, benih-benih yang jatuh di pinggir jalan, diambil oleh burung-burung yang datang sebelum benih-benih itu bisa tumbuh. Dan Yesus menjelaskan bahwa burung-burung itu melambangkan fakta bahwa Setan mengambil benih kebenaran. Jadi burung-burung itu ~ ini adalah burung-burung yang tidak bersih (haram dimakan) ~ melambangkan Setan dan roh-roh jahatnya. Itulah bakal kondisi Babilon pada akhir zaman. Apakah ini seperti tempat di mana kita mau tinggal? Nah, bagaimana Babilon bisa menjadi seperti kondisinya itu pada akhirnya? Dikatakan, “…3 karena semua bangsa telah minum dari anggur murka zinahnya, dan raja-raja di bumi telah berbuat zinah dengan dia, dan pedagang-pedagang di bumi telah menjadi kaya oleh kelimpahan kemewahannya.’…” Jadi mereka di sini semuanya sepaham. Pelacur itu, raja-raja bumi, para pedagang di dunia, semuanya punya pikiran yang sama. Orang-orang banyak itu. Tetapi Allah punya umat sisa yang setia di sana. Ingat kita mulai dengan mempelajari fakta bahwa gereja Yahudi itu murtad, tidak bisa diperbaiki lagi. Mereka ditolak Tuhan pada tahun 34 ketika mereka merajam Stefanus. Sejak itu bangsa Yahudi tidak lagi memenuhi tujuan Allah sebagai pembagi injil kepada dunia. Sekarang semua orang, baik Yahudi maupun bangsa-bangsa lain, berkewajiban menyampaikan pekabaran tersebut. Maka dikatakan,   “…4 Dan aku mendengar suara lain dari sorga berkata, ‘Keluarlah darinya,…”  siapakah “nya” di sini? Babilon.  “…‘Keluarlah darinya, hai umat-Ku,…”  apakah Allah punya umat di Babilon? Ya, ada. Andai tidak ada umat Allah di Babilon, Allah tidak akan mengatakan “umatKu”  “…‘Keluarlah darinya, hai umat-Ku,…” lalu diberitahu mengapa, “…kalau tidak, kamu ikut ambil bagian dalam dosa-dosanya, dan kamu akan  turut menerima malapetaka-malapetakanya…”  Apakah ini pekabaran untuk akhir zaman?

Coba saya tanya, apakah Allah akan memperingati kita supaya keluar agar malapetaka-malapetaka tidak jatuh pada kita, kalau kita tidak hidup di periode malapetaka-malapetaka itu? Allah berkata, “Keluarlah! Supaya kamu tidak menderita kena malapetaka.” Andai kita tidak hidup di masa jatuhnya malapetaka-malapetaka itu, tidak masuk akal Allah memberikan pekabaran itu. Jadi mengapa umat Allah harus keluar? Mereka harus keluar supaya mereka tidak ikut ambil bagian dalam dosa-dosa Babilon dan mereka tidak menerima malapetaka-malapetaka yang akan diterima Babilon.

 

 

Now, let me end in three points. Notice what God recommended to the kings. Who does the harlot give fermented wine to? To the kings of the earth. Notice what God recommended kings in the Old Testament. Proverbs 31:4 and 5. “4 It is not for kings, O Lemuel, it is not for kings to drink wine...” now, this is literal wine, but in principle, we've talked about spiritual wine. So, it doesn't matter if it's literal wine that the kings drink, or whether they drink the spiritual wine of the harlot, false doctrines. Now, why isn't it, “...for kings to drink wine nor for princes intoxicating drink...” Why not? Listen carefully. “... 5 Lest they drink and forget the law, and pervert the justice of all the afflicted.” What does the wine do? The wine leads people to forget God's Law and to pervert, to justify the unrighteous and condemn the righteous.

 

Sekarang, saya akan mengakhiri dengan tiga poin. Simak apa yang direkomendasikan Allah kepada raja-raja. Kepada siapa Pelacur itu memberikan anggur fermentasinya? Kepada raja-raja bumi. Simak apa yang direkomendasikan Allah kepada raja-raja Perjanjian Lama. Amsal 31:4-5, “4 Tidaklah pantas bagi raja, hai Lemuel, tidaklah pantas bagi raja meminum anggur,…”  nah, ini anggur literal, tetapi pada prinsipnya kita sudah membahas anggur spiritual. Maka tidak jadi masalah apakah itu anggur literal yang diminum raja-raja, atau apakah mereka minum anggur spiritual si Pelacur, yaitu doktrin-doktrin palsu. Nah, mengapa tidak pantas  “…bagi raja meminum anggur ataupun bagi para pangeran minuman yang memabukkan.…” mengapa tidak? Dengarkan baik-baik, “…5 supaya jangan sampai mereka minum dan melupakan Hukum, dan membengkokkan keadilan bagi semua yang tertindas…” Apa yang dihasilkan anggur itu? Anggur itu menyebabkan manusia melupakan Hukum Allah dan membengkokkan keadilan, membenarkan orang-orang yang tidak benar, dan menghukum mereka yang benar.

 

 

Now let's end by telling two stories. You remember the story of Nadab and Abihu. It's found ~ I was going to read the verses, but time has flown by ~ it's found in Leviticus chapter 10: 8-11 we're going to read in a moment. God rained fire on the altar of sacrifice in the court. And He told the priests, "When you take incense into the Holy Place to the altar of incense, make sure that you burn the incense with the fire from this altar, because I rained that fire on the altar. That's holy fire. Don't take any other kind of fire." And the Bible says that Nadab and Abihu, the sons of Aaron, took strange fire, that simply means some other kind of fire besides the fire that was in the altar. They used secular fire and they presented to God as if it was holy. Did God say, "Ah, don't worry. Fire is fire."? No. Their sin was that they took common fire and they presented it to God as if it were holy. The Bible says that the glory of the Lord came out and consumed them. Of course, God has had a conversion experience. He doesn't do that these days. Think God is still offended when we take things that are not holy and we present them to Him as if they were holy? Oh yes. Is He the same God? Of course He is. Now why did Nadab and Abihu offer common fire as if it were holy? Because they were under the influence. Let's read Leviticus 10:8-11. After they died, God gave this recommendation or this command. “8 Then the Lord spoke to Aaron, saying: ‘9 Do not drink wine or intoxicating drink, you, nor your sons with you, when you go into the tabernacle of meeting, lest you die. It shall be a statute forever throughout your generations,...” Why? Don't drink wine when you're going into the sanctuary? Why did God say that? Notice verse 10,  “...10 that you may distinguish between holy and unholy,...” Why were not Nadab and Abihu able to distinguish between holy fire and common fire? Because they were drunk with wine, “...and between unclean and clean,...” and also they were not able to teach the people God's Word because it says  “...11 and that you may teach the children of Israel all the statutes which the Lord has spoken to them by the hand of Moses.” That's why they offered common fire as if it was holy.

 

Sekarang mari kita akhiri dengan dua cerita. Kalian ingat kisah Nadab dan Abihu? Tadinya saya mau membacakan ayat-ayatnya, tetapi waktu tinggal sedikit ~ ada di Imamat pasal 10:8-11, sebentar akan kita baca. Allah telah menurunkan api di atas mezbah kurban di pelataran. Dan Dia memberitahu para imam, “Bilamana kamu membawa kemenyan masuk ke Bilik Kudus ke mezbah ukupan, pastikan kamu menyalakan kemenyan dengan api dari mezbah ini, karena Aku telah  menurunkan api ini pada mezbah. Ini api yang kudus. Jangan memakai jenis api yang lain”. Dan Alkitab mengatakan, Nadab dan Abihu, anak-anak Harun, mengambil api yang asing, ini semata-mata berarti jenis api lain di samping api yang ada di mezbah. Mereka memakai api sekuler, dan mereka persembahkan itu kepada Allah seakan-akan itu kudus. Apakah Allah berkata, “Ah, tidak apa-apa, api ya api”? Tidak. Dosa mereka ialah mereka mengambil api yang biasa dan mereka persembahkan itu kepada Allah seakan-akan itu kudus. Alkitab mengatakan bahwa kemuliaan Allah keluar dan menghanguskan mereka. Tentu saja, Allah sudah mengubah pengalaman itu, sekarang ini Dia tidak berbuat demikian lagi. Menurut kalian apakah Allah masih tersinggung bilamana kita mengambil hal-hal yang tidak kudus dan kita persembahkan itu kepadaNya seolah-olah itu kudus? Oh, iya. Apakah Dia masih Allah yang sama? Tentu saja. Nah, mengapa Nadab dan Abihu mempersembahkan api biasa seolah-olah itu kudus? Karena mereka sedang di bawah pengaruh minuman keras.  Mari kita baca Imamat 10:8-11, setelah mereka mati, Allah memberikan rekomendasi atau perintah ini. “8 Lalu TUHAN bicara kepada Harun, mengatakan, 9 ‘Jangan minum anggur atau minuman yang memabukkan, engkau maupun anak-anak laki-lakimu bersamamu, bila engkau masuk ke dalam Kemah Pertemuan, atau engkau mati. Itu akan menjadi suatu ketetapan untuk selamanya bagi seluruh keturunanmu…” Mengapa? Jangan minum anggur kalau mau masuk Bait Suci. Mengapa Allah berkata demikian? Simak ayat 10, “…10 supaya engkau bisa membedakan antara yang kudus dengan yang tidak kudus…”  mengapa Nadab dan Abihu tidak bisa membedakan api kudus dari api biasa? Karena mereka mabuk anggur,  “…dan  antara yang najis dengan yang tidak najis…”  dan mereka juga tidak bisa mengajar umat tentang Firman Allah karena dikatakan, “…11 dan agar engkau boleh mengajarkan kepada umat Israel segala ketetapan yang telah difirmankan TUHAN kepada mereka dengan perantaraan Musa…” Itulah mengapa mereka mempersembahkan api biasa seolah-olah itu api kudus.

 

 

Now we have another story in the Bible that shows us the other side of the coin. Taking something that is holy and using it for common purposes. Remember the story of Daniel chapter 5? Belzhazzar had a banquet. And what was he drinking? He was drinking wine. By the way, he was drinking wine before he  commanded the holy vessels to come. Let's read Daniel 5:1. “1 Belshazzar the king made a great feast for a thousand of his lords,...” now listen carefully,  “...and drank wine in the presence of the thousand...” So he's drinking wine at the beginning of the banquet. Now notice verse 2,  “... 2 While he tasted the wine, Belshazzar gave the command to bring the gold and silver vessels which his father Nebuchadnezzar had taken from the temple which had been in Jerusalem, that the king and his lords, his wives, and his concubines might drink from them...” Let me ask you, was he drinking wine first and then he commanded the holy vessels to be brought? Yes. Was he under the influence? Yes. He brought holy vessels and he treated them as if they were common because he was drunk. He was not able to distinguish between the holy and the common. And do you know what the result was? Idolatry. Because it says in verse 3, “… 3 Then they brought the gold vessels that had been taken from the temple of the house of God which had been in Jerusalem; and the king and his lords, his wives, and his concubines drank from them...”  And now notice, because they do not distinguish the holy from the common, they're going to fall into idolatry. “... 4 They drank wine, and praised the gods of gold and silver, bronze and iron, wood and stone...” When you don't distinguish between the holy and the common, the result is idolatry.

Someone might say, "But Pastor Bohr, Belzhazzar didn't know what he was doing." You’d better believe he knew what he was doing because Daniel comes in and he's going to explain the handwriting on the wall. The finger that wrote ~ by the way, it wasn't the finger of God. It was, Ellen White says, it was the same angel that tore the veil of the temple when Christ died on the cross. It was God through an angel. The only place in the Bible where the finger of God wrote something is the Ten  Commandments. So they must be very important. Notice Daniel chapter 5 and let's read verse 23. Here Daniel is speaking to Belzhazzar and he says, “ 23 And you have lifted yourself up against the Lord of heaven. They have brought the vessels of His house before you, and you and your lords, your wives and your concubines, have drunk wine from them. And you have praised...” see here's the idolatry  “...you have praised the gods of silver and gold, bronze and iron, wood and stone, which do not see or hear or know; and the God who holds your breath in His hand and owns all your ways, you have not glorified...”  And the passage says, "And you knew all this." If you read verse 22, “...22 But you his son, Belshazzar, have not humbled your heart, although you knew all this.” 

 

Nah, ada kisah lain di Alkitab yang menunjukkan kita sisi mata uang yang lain. Mengambil sesuatu yang kudus dan menggunakannya untuk keperluan biasa. Ingat kisah di Daniel pasal 5? Belsyazar bikin pesta. Dan apa yang diminumnya? Dia minum anggur. Nah, dia sudah minum anggur sebelum dia memerintahkan agar bejana-bejana kudus dikeluarkan. Mari baca Daniel 5:1, “1 Raja Belsyazar mengadakan perjamuan besar untuk seribu dari para pembesarnya…”  sekarang dengarkan baik-baik,   “…dan minum anggur di hadapan seribu orang itu. …”  jadi dia sudah minum anggur di bagian awal perjamuan itu. Sekarang simak ayat 2,  “…2     Sementara dia minum anggur,  Belsyazar menitahkan orang untuk membawa bejana-bejana dari emas dan perak yang telah diambil oleh Nebukadnezar, ayahnya, dari dalam Bait Suci yang ada di Yerusalem, supaya raja dan para pembesarnya, para isterinya dan para gundiknya boleh minum dari bejana-bejana itu…”  Coba saya tanya, apakah dia minum anggur dulu kemudian dia memerintahkan agar bejana-bejana yang kudus itu dibawa keluar? Ya. Apakah dia di bawah pengaruh minuman keras? Ya. Dia mengeluarkan bejana-bejana kudus itu dan dia memperlakukan mereka seolah-olah mereka itu barang-barang biasa, karena dia mabuk. Dia tidak bisa membedakan antara yang kudus dengan yang biasa. Dan tahukah kalian apa akibatnya? Penyembahan berhala. Karena dikatakan di ayat 3,  “…3Kemudian dibawalah bejana-bejana dari emas dan perak itu, yang diambil dari dalam Bait Suci, Rumah Allah yang ada di Yerusalem, lalu raja dan para pembesarnya, para isterinya dan para gundiknya   minum dari bejana-bejana itu…”  Dan sekarang simak, karena mereka tidak membedakan yang kudus dari yang biasa, mereka akan jatuh dalam penyembahan berhala, “…4mereka minum anggur dan memuja dewa-dewa dari emas dan perak, kuningan, besi, kayu dan batu…” Bila manusia tidak membedakan antara yang kudus dari yang biasa, akibatnya ialah penyembahan berhala.

Mungkin ada yang berkata, ”Tetapi, Pastor Bohr, Belsyazar tidak tahu apa yang dilakukannya.”

Percayalah dia tahu apa yang dilakukannya karena Daniel datang dan dia akan menjelaskan tulisan di dinding. Nah, jari tangan yang menulis itu, itu bukan jari Allah. Ellen White mengatakan bahwa itu adalah malaikat yang sama yang akan merobek tirai Bait Suci ketika Kristus mati di salib. Itu Allah yang berbuat melalui malaikat. Satu-satunya tempat di mana jari Allah menulis sesuatu ialah Kesepuluh Perintah Allah, jadi perintah-perintah itu tentunya sangat penting.

Simak Daniel pasal 5 dan mari kita baca ayat 23. Di sini Daniel sedang bicara kepada Belsyazar dan dia berkata, “23 Dan tuanku telah meninggikan diri sendiri terhadap Tuhan Surgawi. Mereka telah membawa bejana-bejana dari RumahNya ke hadapan tuanku, dan tuanku, serta para pembesar tuanku, para isteri dan para gundik tuanku telah minum anggur dari dalam bejana-benaja itu; dan tuanku telah memberi puji-puian …”  lihat, ini penyembahan berhalanya, “…tuanku telah memberi puji-puian kepada dewa-dewa dari perak dan emas, dari kuningan, besi, kayu dan batu, yang tidak dapat melihat, atau mendengar, atau mengetahui, dan Allah yang menggenggam nafas tuanku dan yang memiliki semua jalan tuanku, tidak tuanku muliakan…” dan ayat itu mengatakan “Dan kamu sudah tahu semua ini”, jika kita baca ayat 22, “…22 Tetapi tuanku, Belsyazar, anaknya, tidak merendahkan diri, walaupun tuanku sudah mengetahui semua ini.”

 

 

Now, let's make the application of this, the final point. This is the longest presentation, by the way, because there's so much to say about the Second Angel’s Message. Keep going. Keep going. Okay, that's right. It's Friday. No work tomorrow. So let's have a vigil. I will not always be with you.

Now notice Ellen White wrote in Review and Herald December 20, 1898 the following words: “But...” Sunday  “...But this...” Sun  “...day so universally exalted is a spurious sabbath, a common working-day. It is accepted in the place of the day that the Lord has blessed and sanctified; but the sure result of this course may be seen in the punishment which fell upon Nadab and Abihu, the sons of Aaron. As priests of God, these men had been commanded to offer always the fire of God’s own kindling, which was kept burning before God day and night. This was ever to be strictly observed. But Nadab and Abihu drank wine too freely; and because of this their minds were not keen, but confused, and they were unable to distinguish between the sacred and the common....”

 

Sekarang mari kita aplikasikan ini, poin terakhir. Ini adalah presentasi yang terpanjang, karena ada begitu banyak yang harus dibahas tentang Pekabaran Malaikat Kedua. Lanjut. Lanjut. Oke, betul, ini Jumat, besok tidak bekerja. Jadi mari kita melekan. Saya tidak akan selalu bersama kalian.

Sekarang simak Ellen White menulis di Review and Herald, 20 Desember 1898, kata-kata berikut: “…Tetapi hari...” Minggu  “...ini, begitu ditinggikan secara universal, adalah suatu sabat palsu, hari kerja biasa. Dia diterima menggantikan hari yang telah diberkati dan dikuduskan Tuhan. Tetapi akibat yang pasti dari cara ini bisa dilihat pada hukuman yang jatuh pada Nadab dan Abihu, anak-anak Harun. Sebagai imam-imam Allah, orang-orang ini sudah diperintahkan untuk selalu mempersembahkan api yang dinyalakan Allah sendiri, yang dipelihara tetap menyala di hadapan Allah siang dan malam. Ini harus selalu dipelihara dengan ketat. Tetapi Nadab dan Abihu minum anggur terlalu bebas, dan karena itu pikiran mereka tidak lagi tajam, melainkan bingung, dan mereka tidak sanggup membedakan antara yang kudus dan yang biasa…”

 

 

How does God feel about the Christian world taking a holy day and treating it as if it was common? Is Sunday a holy day? It's a work day. How does God feel when the Christian world takes a common day and makes it holy? Or when it takes a holy day and makes it common? If God accepts that, He's going to have to apologize to Belshazzar and Nadab and Abihu. Are you with me? This is the message that the Christian world needs to hear because there are sincere people that when they hear that, they say, "Wow, I'm getting out of there." And many will say they'll hate the messenger. But that should not absolve us from sharing the message because God want to save those sincere people and sincere leaders.  There are leaders in the Catholic Church that serve God the best according to their knowledge. I had the privilege of baptizing a priest. Maybe you've seen it online. A priest in Spain, faithful to the Lord to this day. I just saw him a few months ago, baptized him several years ago. He was searching for the truth. And when he found the truth, he lost everything when it comes to what he had. He was exccommunicated. His priestly orders were taken away. To call them out. And if they're sincere of heart, when they hear this, they'll say, "Me and my house are going to serve the Lord."

 

Apakah kalian mengikuti saya? Inilah pekabaran yang perlu didengar dunia Kristen karena ada orang-orang yang tulus, yang bilamana mereka mendengar ini, akan berkata, “Wah, saya mau keluar dari sana.” Dan banyak orang akan berkata mereka membenci juru kabarnya. Tetapi itu seharusnya tidak membebaskan kita dari membagikan pekabaran ini karena Allah mau menyelamatkan orang-orang awam dan para pemimpin yang tulus itu. Ada pemimpin-pemimpin di gereja Katolik yang melayani Allah sebaik-baiknya sesuai pengetahuan mereka. Saya mendapat kehormatan membaptis seorang imam. Mungkin kalian melihatnya online. Seorang imam di Spanyol, setia kepada Tuhan sampai hari ini. Saya baru bertemu lagi dengannya beberapa bulan lalu, membaptiskannya beberapa tahun yang lalu. Dia sedang mencari kebenaran. Dan ketika dia menemukan kebenaran, dia kehilangan segala yang dimilikinya. Dia diekskomunikasi. Jabatan imamnya dicabut. Kita perlu memanggil mereka keluar. Jika mereka tulus, ketika mereka mendengar ini, mereka akan berkata, “Aku dan keluargaku akan melayani Tuhan.”

 

 

So that is the Second Angel’s Message. Now, don't miss the next exciting episode where we're going to discuss the Third Angel's Message, fire and brimstone to those who do not come out. Let's pray.

 

Jadi inilah Pekabaran Malaikat Kedua. Nah, jangan lewatkan episode menarik berikutnya di mana kita akan membahas Pekabaran Malaikat Ketiga, api dan belerang bagi mereka yang tidak keluar. Mari kita berdoa.

 

 

07 10 26

No comments:

Post a Comment